Masih tentang web 2.0, masih juga tentang Facebook. Kali ini dicampur dengan bumbu pernikahan
Tanggal 5 dan 7 Maret kemarin saya menghadari acara pernikahan sahabat-sahabat saya, Gus De-Arie dan Widi-Sulis. Yang menarik adalah dua-duanya menggunakan Facebook untuk menyebarkan undangan (tentu saja undangan melalui kartu juga masih mereka lakukan).

Bayangkan bila Anda merantau ke negeri orang untuk sekolah dan bekerja, dan kini setelah hampir 9 tahun Anda pulang dan harus menyebarkan undangan pernikahan. Tentu tidak mudah untuk mencari info apakah teman-teman Anda masih tinggal di alamat yang sama dengan 9 tahun yang lalu, kan?
Hey, that’s what Social Networking Sites are for!
Memang harus diakui, keberadaan Facebook sebagai icon web 2.0 sangat membantu kita untuk “connected” dengan orang lain. Kalau boleh, tagline “connecting people” lebih tepat diberikan kepada Facebook ketimbang Nokia
Nah, karena web 2.0 dicampur dengan bumbu pernikahan (web 2.0 + wedding), maka saya sebut saja ini zamannya Wedding 2.0. Welcome to the party!
45 Comments
Saya baru membuat undangan online, sepertinya bisa juga dijadikan alternatif
waaahhh hebat juga nyebarin undangan lewat pesbuk
One Trackback
[...] ya nyebarin undangan. Apalagi temen-temen sudah pada mencar-mencar gitu posisinya. Maka konsep Wedding 2.0 menjadi [...]