The Dip: Saat Kita Berada di “Cekungan”
Kali ini saya mau merekomendasikan sebuah buku yang menurut saya sangat layak untuk dibaca. Sebuah buku kecil berjudul “The Dip” karya Seth Godin, seorang marketer yang masuk dalam “The 50 Gurus who Shaped The Future of Marketing” (Pak Hermawan Kartajaya juga masuk dalam 50 marketer besar tersebut lho…). Dan buku ini sendiri sudah terbit dalam bahasa Indonesia.

Kita ini seperti hidup dalam sebuah dunia piramida, dimana makin ke puncak makin sedikit orang yang berhasil mencapainya. Celakanya (-atau untungnya bila Anda yang berada di puncak), sedikit orang tersebut hampir mendapatkan segalanya. Sudah biasa bagi kita mendengar peringkat 1 mendapatkan keuntungan 10 kali lipat dibandingkan dengan peringkat 10 dan 100 kali lipat dibandingkan dengan peringkat 100.
Lalu mengapa hanya sedikit orang yang berhasil mencapai puncak?
Menurut Seth Godin, sebelum mendaki sebuah puncak kesuksesan, ada “the dip” atau “cekungan” yang harus dilalui. Ternyata banyak orang yang lebih memilih untuk berhenti berusaha menjadi yang terbaik. Mereka menyerah pada “the dip“.
Namun menariknya, Seth Godin tidak serta merta mendukung usaha yang tidak kenal kata berhenti. Hidup ini pilihan. Termasuk juga di dalam memilih harus “bertahan” atau “berhenti”.
Vince Thomas Lombardi, seorang pelatih American Football pernah menyatakan:
Orang yang berhenti tidak pernah menang. Sebaliknya, para pemenang tidak pernah berhenti.
Tidak. Para pemenang selalu dapat berhenti. Namun mereka berhenti hanya karena sesuatu yang benar dan pada saat yang tepat.
Apakah sesuatu yang benar itu? Kapankah saat yang tepat? Seth Godin akan menjawabnya melalui “The Dip“!
Tags: Marketing, Seth Godin, The Dip

Jurnal pribadi 



There’s no such thing as coincidence, makasih banyak mas. Saya membaca postingan ini pada saat yang sangat amat tepat. Pokoknya makasiii bgt!
Orang-orang menyebutnya “the sign”
kayaknya keren nih buku…
Iya mas, bukunya kecil dan tipis (88 halaman). Jadi enak dibaca kapan saja dan dimana saja. Hehe…
ebooknya kira2 dah ada belum ya?
Sudah ada dari dulu. Karena awalnya buku ini lahir dalam format ebook. Tapi ebook versi Indonesia-nya sepertinya belum ada deh
wah kayaknya bukunya menarik, ada bahasa indonesia lagi
makasih infonya
Klo ngga menarik ngga saya rekomendasiin mas. Hehe…
wah, baca reviewnya jadi pengen beli nih … bagus ini …
Beli deh mas. Ga nyesel kok
sudah baca…agak berbau2 marketing juga, tapi sebenarnya bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan…
sekarang yang susah itu apakah itu saatnya kita berhenti atau kita hanya berada di the dip dan bakalan naik lagi…
Koko
lplpx.com
Yep, kategori buku ini emang masuk ke marketing. Tapi bukankah sekarang marketing memang masuk ke semua segi kehidupan?
wah seperti nya buku bagus ya. tapi the dip itu seperti buku lama juga.
pengen cari ah buku the dip ini.
terima kasih sudah sharing, googling trus sampai kesini deh
Di luar sih buku ini sudah lama. Tapi di Indonesia masih tergolong baru lho…
kalo keluar dari zona aman (spt yg dilakukan andy f.noya). itu the dip bukan?
Keluar dari zona aman bisa diartikan menjadi berbeda. Dan terkadang menjadi berbeda lebih mudah daripada menjadi yang terbaik. Berbeda itu perlu. Menjadi yang terbaik juga perlu. Kalau bisa ya dua2nya
langsung tertarik pas baca repiunya, langsung ke gramed dewi sartika dulu nih
Namun menariknya, Seth Godin tidak serta merta mendukung usaha yang tidak kenal kata berhenti. Hidup ini pilihan. Termasuk juga di dalam memilih harus “bertahan” atau “berhenti”.
itu bagian yang paling bikin penasaran tentang buku ini
Kalau di Gramed dewi sartika ngga ada, silakan cari di TB Gunung Agung
bener banget pak dokter, saya cari di dewi sartika, gatsu dan simpang siur ga ada semua
weh ada terjemahannya gk ya? englishku ancur lebur
Terjemahannya udah ada Mas. Udah banyak tersedia di toko-toko buku.
Tapi menurut saya terjemahannya sama sekali nggak bagus. Saya malah nggak ngerti kalo baca yang bahasa indonesia.
Lebih baik memang baca yang asli biar kita bener2 ngerti maksud godin
Dengan terjemahan yang sekarang masih bisa dimengerti kok maksudnya…
wah, jadi tambah semangat nih baca buku “the dip” nya
makasiih..
Have you finish it yet?
waow..buku keren ni kayanya…langsung ke toko buku d….thanks yaaah mas infonya…
Buku2nya Seth Godin emang mantab semua…
Mengajarkan kita ada saatnya kita berada pada titik paling terendah dalam hidup kita. Selanjutnya tergantung pilihan kita… Rekomendasi buku yang bagus dr deddy
Sekedar mau berbagi Ar. Btw, mana nih blognya? hehe…
Ada versi bahasa Indonesianya ya? Kalo cuma 88hal, bolehlah, pasti ga akan bosan bacanya. **butuh penambah semangat soalnya
Ada ada… iya, 88 halaman rasanya singkat banget. Klo saya sih ngerasa kurang panjang. Hehehe…
Yang ada berhubungan dengan Hermawan Kartajaya, sy berminat sekali. Ilmu marketing beliau sungguh “ringan” alias tidak ribet.
Hm..disini yang bikin penasaran
ya saya setuju dengan pendapat pudakonline.
“berhenti di saat yg tepat” hmmm… prnah baca kyaknya di cosaaranda. memang kita hrs mengalami sendiri pengalaman hidup supaya bs menentukan saat yg tpat untuk berlanjut atau berhenti.
btw mampir ksini jadi mau belì buku
mmm..sepertinya menarik nih bukunya..apa karena diulas oleh bang andaka nih?…
Saya setuju kalau kesuksesan itu butuh proses. Bahkan “berhenti” juga sebenarnya sebuah proses. Hanya persepsi umum biasanya selalu jargon “Jangan pernah Berhenti”.
Padahal berhenti juga baik untuk “kesehatan” mental kita. Berhenti untuk sedikit merenung, ketimbang sampai garis finish tapi sudah sekarat tidak bisa menikmati hasilnya
saya mau berhenti ngeblog aja..kayaknya enakan baca tulisan org dibanding ngeblog..ntar kl ada ide baru ngeblog lg..sptnya saya sdg merasa ada di the dip..saya ngga butuh yg terbaik
kl sbg yg diberkati boleh lah 
saya nangkep itu salah satu makna buku itu
buku yg bagus. saya juga sudah baca. kayaknya pernah diposting juga di blog saya, tapi lupa…hehehe…males ngeceknya..