Suicide (Sebuah Percakapan dengan Hujan)

by Deddy Andaka on November 14, 2005

Sore ini, lagi tidur-tiduran setelah bikin tugas buat ujian, tiba-tiba aku dikagetkan ama bunyi HP yang kebetulan saat itu deket banget dari kupingku. Kulihat nama di layar, sebut saja Rain (bukan nama sebenarnya).

Death!” Terdengar suara Rain dari ujung sana.

“Ya?” Entah bilang ‘death‘ atau ‘Ded’ kujawab aja suara lemah itu.

[Hening… sesekali terdengar isak tangis…]
“Aku… ingin mati…”

“Hah!?” Aku langsung ngelonjak dari posisi tiduran ke posisi duduk.

“Aku cape… aku bosen hidup… aku pengen suicide…”

“Eh wait wait… Rain, kamu kenapa?” Tak ada jawaban… “Hey… kamu kenapa sih?” Aku coba ngulang pertanyaan seolah tadi dia ngga denger. Masih tak ada jawaban. “Huuff *hembusin nafas* Aku bingung… apa sih yang bisa bikin orang seperti kamu pengen bunuh diri? Ayo cerita…”

“Cowokku Ded…” Aha! Masalah cinta rupanya! “Dia bener-bener bikin aku kecewa… dia yang aku harepin untuk bisa ngertiin aku… tapi nyatanya ngga…”

Aku cuma diem….

“Tadi aku bertengkar hebat ama dia. Mungkin semuanya akan berakhir…” Lanjutnya. Lalu dia mulai cerita tentang masalahnya. “Bla bla bla bla bla…. Aku ingin mati. MATI!!! ” katanya di akhir cerita.

“Rain… kamu itu cantik, pintar pula… apa-apa juga uda tersedia. Coba deh pikir dengan tenang, apa ngga terlalu bodoh untuk mengakhiri semua itu dengan kematian?” Aku coba nenangin dia…

“Apa arti semua itu klo aku ngga pernah ngerasain bahagia. Hidupku ngga pernah bahagia! Aku selalu menderita, Ded!”

Dalam hati aku berfikir, wajah cantik, pintar, dari keluarga berkecukupan… tapi masih bilang ngga pernah bahagia?! Ugh… manusia memang ngga pernah merasa puas. Manusia sering kali ngga bisa mensyukuri apa yang dia punya. Sedangkan bagi orang lain, keadaan seperti itu cuma mimpi!

“Yah tapi itulah hidup Rain, hidup itu memang derita…”

“Makanya aku pingin mati!”

“Kamu yakin klo mati adalah jalan keluarnya? Kamu percaya reinkarnasi? Surga Neraka? Bisa saja setelah mati kamu akan lahir kembali dalam keadaan yang jauh lebih menderita dari sekarang. Tak ada lagi wajah cantik… tak lagi berkecukupan… atau bisa saja kamu lahir di Neraka dan kamu akan menghabiskan hari-harimu di sana…!”

TAPI AKU TERTEKAN!!!” Dia mulai menjerit mpe bikin kupingku sakit. Lalu dia mulai nangis lagi…

[hening sejenak]

“Lalu apa yang kamu inginkan?…hmm… selain mati tentunya…”

“Aku mau dia berubah…” Nada suaranya mulai turun… “Aku mau dia bisa ngertiin aku…”

“Rain… disaat seseorang mengharapkan orang lain untuk berubah, disitulah sebenernya dia membuat penderitaan bagi dirinya sendiri. Kita ngga bisa ngerubah orang lain. Yang bisa kita rubah adalah diri kita sendiri…” Kataku (sok) bijak. “Apa sih yang kamu harapkan dengan bunuh diri? Melarikan diri dari masalah? PENGECUT! Membuat dia merasa berdosa karena telah membuatmu tertekan? Membuatku merasa bersalah karena sebagai orang terakhir yang bicara ama kamu, aku ngga bisa mencegah kamu untuk bunuh diri? NGGA AKAN Rain! Aku ngga akan merasa bersalah klo pada akhirnya kamu bunuh diri. Setidaknya aku sudah nyoba ngasi tau sebisaku. Dan aku juga akan meyakinkan cowomu klo itu juga bukan kesalahannya. Semua perbuatan, diri sendirilah yang harus bertanggung jawab.”

Rain cuma diam… terisak…

“Orang mungkin akan berkomentar, ‘Bodoh sekali Rain, cantik, pinter, kaya tapi bunuh diri karena masalah cinta’ Lalu perlahan orang akan melupakanmu…Kehidupan orang lain akan berjalan apa adanya Rain… yang tersisa cuma penyesalanmu. Kamu sendiri Rain. BUKAN orang lain!”

Rain masih terdiam…

“Satu lagi Rain, klo kamu mati aku pastikan aku ngga akan dateng ke pemakamanmu. Aku ngga suka orang yang ngga bisa menghargai hidup. Rain, klo ibarat kucing…manusia punya 9 nyawa, aku sudah kehilangan 6 nyawa! Dan aku bersyukur masih hidup sampai sekarang. Hidup itu terlalu berharga untuk diakhiri dengan bunuh diri…”

Setelah itu kedengerannya sih dia mulai tenang. Huff… setidaknya aku sudah katakan apa yang aku ingin katakan. Masalah besok Rain mati karena suicide. I DON’T CARE! REALLY !!!

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

{ 1 comment… read it below or add one }

Nasir July 16, 2009 at 5:52 pm

trus, Rain jadi suicide ga dok? kalo jadi mestinya ada kelanjutannya dong… (penasaran nih…siapa tau ada sekuel berikutnya…he he…)

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: