Social Media Sebagai Sebuah Platform

by Deddy Andaka on February 10, 2010

Lagi-lagi media jejaring sosial mendapat sorotan di TV. Dan untuk kesekiankalinya yang menerima bola panas itu adalah Facebook. Sekedar kilas balik, tentu saja masih kita ingat bagaimana aksi Marshanda yang bikin heboh dengan video curhatnya di YouTube, atau status Luna Maya di Twitter yang bikin telinga wartawan infotainment menjadi merah.

Berbeda dengan 2 kasus di atas, sorotan di Facebook justru sering mengenai orang-orang yang bukan publik figur. Ada yang disidang karena maki-maki pacar baru dari mantannya (duh ribet), ada juga oknum brimob yang bikin status nyeleneh di Facebook tentang polisi yang tak butuh masyarakat (waktu heboh-hebohnya kasus cicak vs buaya). Atau… yang paling hangat adalah tuduhan melarikan anak orang!

Mungkin sudah menjadi budaya kita untuk mencari si kambing hitam. Dan ada saja pihak-pihak yang kemudian menunjuk media sosial ini sebagai biang keladinya. Apa memang begitu?

Menurut saya, Sosial media itu seperti sebuah platform. Dalam konteks ini adalah sebagai bingkai kerja (framework) dari suatu aktivitas manusia. Karena itu tidak selayaknya kita lantas menyalahkan media sosial sebagai pihak yang harus bertanggung jawab (duh… kayak kasus Bank Century aja…).

Meski Indonesia dikatakan negara ke-3 di Asia yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang kuat setelah China dan India, nyatanya kita belum sekuat China yang sampai berani melarang akses ke salah satu perusahaan (raksasa) terbaik dunia, Google (baca: Google v. Baidu: Which company will win China?)

Semua kembali pada yang menggunakan. Apakah untuk niat yang baik ataukah buruk. Dan semua tidak sehitam-putih itu. Kalau sudah begini, masih mau melarang orang menggunakan Facebook? Paling tidak, sampai tulisan ini dibuat, salah satu poin Term di Facebook masih belum berubah.

“You will not use Facebook if you are under 13”

Mungkin batasan usianya perlu dinaikin lagi nih. 17 tahun mungkin? Anda juga bisa melaporkan kalau menemukan pengguna Facebook dibawah 13 tahun dengan mengisi formulir Report an Underage User di sini.

*images taken from mandarich.com*

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (2 votes cast)
Social Media Sebagai Sebuah Platform, 8.0 out of 10 based on 2 ratings

{ 23 comments… read them below or add one }

Nasir February 10, 2010 at 3:36 pm

Wah, izinkan mengamankan yang pertamax dok, hehehe…
Mungkin selain pembatasan umur, bagi yang sudah punya akun disana juga, perlu jangan asal bikin status, jangan sampe ada orang yang merasa disakiti atau dirugikan atau dicemarkan namanya, apalagi di akun publik. Sangat memalukan…

Reply

Deddy Andaka February 10, 2010 at 7:22 pm

Rasanya kasus seperti itu sudah banyak ya. Tapi masih saja saya lihat status2 yang mengundang kontrofersi 😉 Bener, musti disadari kalau ini account publik.

Jadi inget ada yang mikir klo di status cuma dilihat oleh orang yg bersangkutan, trus si komentator nulis hal2 yang “pribadi” dan celakanya… setelah tau klo itu dibaca orang2, dia kebingungan untuk ngapusnya 😆

Reply

Andrik Sugianto February 10, 2010 at 6:24 pm

numpang kedua dulu dok!!

Reply

Andrik Sugianto February 10, 2010 at 6:29 pm

Budaya mencari “Kambing Hitam” masih menjadi menu utama negeri ini. Yuppss memang realitanya spt itu dok. Soal facebook semuanya tergantung pemakai kog. Mau dilarang? so what gitu lho!!
kayaknya memang banyak juga dok pengguna dibawah umur 13 thn, paling tidak aq sdh 5 kali nemuin.

Reply

Deddy Andaka February 10, 2010 at 7:24 pm

Ponakan saya yang baru 10 bulan uda punya FB. tapi tentu saja account dalam kendali mamanya. hehehe…

Reply

Andrik Sugianto February 10, 2010 at 7:38 pm

hehehe….mas dokter bisa aja 🙂

Reply

iskandaria February 10, 2010 at 10:51 pm

Sampai saat ini saya belum tergoda untuk gabung di FB. Mungkin karena belum merasa butuh. Lagian, saya lebih suka ngeblog untuk aktualisasi diri. Kalo nyari teman kan nggak cuma lewat FB. Lebih baik utamakan mencari relasi di dunia nyata dulu ketimbang ber-haha-hihi ria di FB dengan kenalan maya 🙂

Reply

afwan auliyar February 11, 2010 at 12:37 am

ya, sepertinya lama-kelamaan bakalan bukan FB aja, akan menyeret teknologi2 lainnya ….
sejatinya teknologi itu dibuat untuk memudahkan seseorang dalam aktifitas kehidupannya, disisi lain akhirnya dikembalikan lagi kepada penggunanya masing2 🙂

Reply

afwan auliyar February 11, 2010 at 12:51 am

lha, komen saya sebelumnya masuk gak ya ?!?
mmm, teknolgi emang akan kembali lagi ke penggunanya 😀

Reply

Dewa Bantal February 11, 2010 at 9:07 am

Gila Marshanda bitchy banget ya… baru tau aku hahaha…. Begitulah namanya topeng monyet.

Btw gak cuma Google,… situsku SEMUANYA juga diblock sama Cina. Entah kenapa, dipikir aku president nya Google kali ya? 🙂

Ah I’ve told you that. 😈

Reply

adiarta February 11, 2010 at 2:00 pm

Itulah budaya kita. Kalo nggak dapat biang keladinya, media perantaranya yg disalahin… 😆

Reply

imadewira February 11, 2010 at 4:27 pm

menurut saya kalau untuk di Indonesia, term itu perlu sedikit di tambahkan menjadi :
““You will not use Facebook if you are under 13 or act like under 13”

hehehe

*bener ndak gitu kalimatnya?
**semoga pemilik blog ngerti maksud saya..

Reply

parfum asli February 11, 2010 at 5:03 pm

wah apa gasusah tu mlarang anak2 umur 13 kebawah??

Reply

pulsa elektrik February 11, 2010 at 5:09 pm

klo anak 13 tahun malsu umur trus gimana dunk?

Reply

pesan kaos promosi February 11, 2010 at 5:12 pm

yah dicoba aja….

Reply

yudhi ne February 12, 2010 at 2:30 pm

semuanya kembali ke penggunanya ded….

Reply

Rijaningrum February 13, 2010 at 10:17 am

Umur dibawah 13tahun belum blh punya Facebook?? Kayaknya tu susah banget buat dilarang apalagi waktu bikin FB umurnya bisa dimanipulasi….Seperti yang diungkapkan ma sobatku diatas, semuanya kembali pada penggunanya untuk apa dia bikin FB….

Reply

imron46 February 13, 2010 at 12:55 pm

seharusnya bukan teknologinya yang disalahkan, khan sudah ada term of use nya, orangnya aja yang salahgunakan teknologi

Reply

link gratis 3 bh pr3 February 13, 2010 at 9:45 pm

Sebagai rasa terima kasih aku mau berbagi link dgn 3 buah blogku yg PR 3, link anda akan kuletakkan ke tiganya tanpa harus dilink balik ke 3 blog tsb, jadi oneway link, mau

Reply

tika March 1, 2010 at 10:16 am

memang sekarang perkembangan di internet tidak dapat diduga. saya setuju dengan pendapat anda diatas …. main ke blog saya yach

Reply

Makrus Ali March 7, 2010 at 3:47 pm

betul… kayak yang di katakan pulsa elektrik, kan bisa aja umur 13 thn ngakunya 17 thn.. Kalo memang masih dibawah umur harus dibawah pengawasan ortu

Reply

Zone Tonik March 17, 2010 at 4:57 pm

Indonesia hendaknya belajar dari banyak negara lain dalam mengelola masalah di dalam negeri. Kita tidak perlu meniru secara tepat sama dengan negara lain. Namun, kita dapat mencari solusi yang sesuai dengan kondisi negara kita. Semoga pemecahan masalah dengan cara mencari “kambing hitam” dapat dihilangkan dari kebiasaan kita.

Reply

pulsa murah December 23, 2010 at 1:38 pm

Facebook hanyalah salah satu sarana ,yg harusnya di sorot adalah penggunanya

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: