Serupa Tapi… Sama!

Karena di rumah sedang mati lampu, saya pun memutuskan untuk ke tempat favorite saya untuk mencari inspirasi, Gramedia. Saya tertarik pada sebuah buku kecil tentang Manajemen Waktu. Sampai saya baca di resume di belakang buku ada kalimat “Hukum Parkinson dalam Manajemen Waktu“. Hmm… sepertinya tidak asing… maka saya pun mengintip isi buku tersebut. Dan ternyata… *jreeeng!* isinya serupa… tapi sama dengan postingan saya di sini. Coba saja bandingkan (click pada gambar untuk memperbesar tampilan).

Di buku tersebut memang nama orang yang ada di sampul buku ditulis sebagai “Penyusun”, bukan “Penulis”. Dan memang, setelah saya coba seach di Google, ternyata buku itu isinya hasil copy & paste dari tulisan-tulisan yang ada di internet. Tapi tetap saja… tulisan blog juga hasil karya cipta. Mencantumkan tulisan orang lain tanpa izin dan tanpa credit penulisnya apalagi menjadi sebuah buku (yang notabene dijual) jelas tidak benar. Apalagi di daftar pustaka yang tercantum sebagai sumber rujukan adalah situs seperti kapanlagi.com atau google.com. Oh my God…!

Saya coba mencari kontak email atau telepon penulis maupun penerbit, namun tidak ada pada buku. Begitu juga ketika saya cari di Google maupun Facebook. Nihil! Bukannya mau nuntut, sekedar mengingatkan… apa susahnya sih minta izin dan mencantumkan nama penulis maupun sumbernya dengan benar?

Hal seperti ini jelas bukan yang pertama. Sutradara Iman Brotoseno juga pernah mengalami hal serupa (baca: Tulisan saya dijiplak dan dibuat Buku!). Begitu juga Cosa Aranda, Didi Suprapta dan entah siapa lagi.

Muncul sebuah pertanyaan, apakah UU ITE juga melindungi tulisan-tulisan pada blog yang dijiplak dan diterbitkan tanpa izin  menjadi sebuah buku yang hak ciptanya dilindungi oleh undang-undang?

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
This entry was posted in Book and tagged . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

46 Comments

  1. Posted January 1, 1970 at 8:00 am | Permalink
  2. Posted January 6, 2010 at 1:40 am | Permalink

    Duhhh… sakitnya Ded. Bagaimana ya rasanya milik kita dirampas orang… I am very concerned and feel your pain..!

  3. Posted January 7, 2010 at 12:29 am | Permalink

    padahal apa susahnya yach. kasih credit toh sebagai sumber kita ga nuntut banyak-banyak cuma sebuah penghargaan dengan di cantumkan nama. mungkin takut loyalitynya berkurang kali. apa penerbitnya asal kerja tayang.

    • Posted January 7, 2010 at 2:45 pm | Permalink

      itu dia… padahal saya juga ga minta royalti. minta izin dan mencantumkan nama penulis saya pikir sudah merupakan suatu apresiasi terhadap hasil karya seseorang…

  4. Posted January 7, 2010 at 12:40 am | Permalink

    yeah kasus ini bukan 1 atau 2 kasus yang ada di negeri ini, atau di dunia ini… seperti halnya pencurian foto yang kemudian dimuat di surat kabar, ataupun majalah.
    walau mencantumkan kredit title, tapi kalau tidak meminta ijin lebih dulu sama aja bo’ong.

    pernah suatu kali ada pernyataan menarik dari Arbain Rambey, seorang fotografer senior harian Kompas, di suatu workshop beliau mengatakan, ‘kalau Anda menaruh foto di Internet, itu berarti anda siap bila foto anda dicolong orang lain’. Nah lho!

    • Posted January 7, 2010 at 2:50 pm | Permalink

      ada juga kasus pencurian foto seperti itu ya, Ndre? Klo foto masih mending karena bisa “dilapisi” pake watermark. Atau resolusinya yang dikecilin sehingga tidak layak cetak.

      Lha… kalau tulisan?

  5. Posted January 7, 2010 at 12:53 am | Permalink

    Luar biasa, plagiator yang sukses… Kayaknya berhak banget kalo mengajukan tuntutan plagiat lho dok, buktinya dari tanggal aja, kalo yang belakangan berarti dia yang njiplak. Ini tidak cuma UU ITE, tapi juga HAKI. Gimana dok?

    • Posted January 7, 2010 at 2:54 pm | Permalink

      Kalau tanggal sih nga bisa dipakai bukti karena bisa aja tanggal pada blog diubah. Lucunya ada kalimat yang ikut ter-copy tanpa diedit terlebih dahulu:

      “Mungkin sebuah contoh untuk Hukum Parkinson ini adalah kejadian yang saya alami akhir Juli lalu.”

      Nah, kejadian akhir Juli itu ada link-nya lhoo… :mrgreen:

      Trus ada juga yang bahas tentang “review berbayar”. Kok tiba2 ngomongin review berbayar? Jadi aneh kan?

  6. Posted January 7, 2010 at 1:02 am | Permalink

    memang keterlaluan ya! ini termasuk resiko jadi penulis yang baik, diplagiat! dan anehnya itu buku koq ga ada info penerbitnya ya dok..

    • Posted January 7, 2010 at 2:56 pm | Permalink

      info penerbitnya ada. tapi sepertinya ga lengkap gitu karena ga ada nama jalan atau nomornya. Atau memang begitu ya? penerbitnya dari Yogyakarta.

  7. Posted January 7, 2010 at 4:59 am | Permalink

    Tuntut Ded. Kamu pasti punya kan koneksi jaksa atau media >)

    Walau gak ada nama penerbitnya, pasti bisa dilacak. Gramedia nya di minta usut, distributed dari mana itu buku dll dll.

    Begitu ketemu langsung gebukin muka ‘penyusun’ nya pake pinggiran buku tersebut :D

    • Posted January 7, 2010 at 2:59 pm | Permalink

      Wew… ga pake tuntut2anlah. Buang-buang waktu. Mending energi positivi dipake buat nulis. Lagian ngapain pake koneksi jaksa atau media segala? Emang mau makelar kasus, Ka? hehe…

      Nama penerbitnya ada, alamatnya juga ada. Tapi sepertinya ga lengkap, atau memang begitu ya…

  8. Posted January 7, 2010 at 12:25 pm | Permalink

    Artikel blog saya juga pernah dicopas (oleh seorang blogger sih).

    Setuju banget kalo undang-undang ITE harusnya juga melindungi upaya pembajakan karya cipta di dunia online. Jangan cuma ngurusin curhat orang yang dianggap mencemarkan nama baik :x :x

    • Posted January 7, 2010 at 3:05 pm | Permalink

      dijadiin buku juga? Blogger makan blogger? Hmm…
      klo tulisan dicopas di blog, tulisan blog ini juga uda cukup banyak yang dicopas. Tapi jadi buku tumben2an nih :mrgreen:

  9. Posted January 7, 2010 at 11:13 pm | Permalink

    Kalo kasusnya Mas Imam kan penulis n penerbitnya akhirnya minta maaf kan ya? Kalo saya nggak lupa baca diblognya.

    Dokter bisa juga tuh minta penyusun n penerbitnya mengakui…

    • Posted January 9, 2010 at 6:39 am | Permalink

      sudah ketemu kepala penerbitnya. sudah dikontak tapi belum ada respon…

  10. Posted January 7, 2010 at 11:19 pm | Permalink

    astaga, google dijadikan rujukan?
    udah coba nanya via gramedia nya dok? siapa tau mereka berbaik hati ngasi info

    • Posted January 9, 2010 at 6:46 am | Permalink

      masih berusaha menghubungi penerbitnya son. ketemu nih di fb, tapi ya itu… belum direspon…

  11. Posted January 8, 2010 at 7:40 am | Permalink

    Waduh…kayaknya aku harus lebih hati2 ini…siapa tahu ntar kelupaan nyantumin penulisnya mah…repot jadinya….makasih infonya

    • Posted January 9, 2010 at 6:47 am | Permalink

      loh… penulis buku? yah… musti dibiasakan mencantumkan sumbernya. tapi yang benar ya…. jangan google.com :mrgreen:

  12. Posted January 8, 2010 at 5:20 pm | Permalink

    wah… satu korban lagi.. berikutnya siapa ya?

    • Posted January 9, 2010 at 6:48 am | Permalink

      jangan2 berikutnya bli Wira. apalagi blognya berisi tips2 wordpress gitu, kan buku-buku wp lagi ngetrend ;-)

  13. Posted January 8, 2010 at 9:20 pm | Permalink

    ngeri banget ya dok….ketika kita sudah peras otak, keluarin keringat untuk menghasilkan karya, eh……begitu mudahnya orang menjiplak.
    tapi ngomong2 saya pernah nulis artikel di blog tentang alexa dan itu termotivasi dari tulisan dokter, tapi say sdh kasih trackbacknya koq. g pa2 kan?

    • Posted January 9, 2010 at 6:49 am | Permalink

      kalau untuk blog sih gpp, saya juga terinspirasi dari tulisan-tulisan orang kok… tapi kemudian saya resume-kan.

  14. Posted January 8, 2010 at 3:27 pm | Permalink

    Ciu Deddy sih tulisannya bagus bagus, jadi dicontek orang deh ; ) … moga orang itu nyadar diri yaaa

  15. Posted January 9, 2010 at 1:31 am | Permalink

    yang nerbitin juga mesti disalahkan nih…
    kayanya gampang banget nerbitkan buku tanpa dicek asal usulnya..

    kalau sumbernya asal copas dari internet..adik saya yg masih sd juga bisa buat buku…
    urggghhhhhh…kesel!!

    • Posted January 9, 2010 at 6:51 am | Permalink

      iya, tergantung penerbit juga. mungkin kalau penerbit besar tulisan itu ga nembus kali ya…

  16. Posted January 9, 2010 at 1:59 am | Permalink

    masih ada yah pembajakan hak cipta :o :o :o :razz: :razz:

    • Posted January 9, 2010 at 6:53 am | Permalink

      kita sudah terbiasa dengan pembajakan. pake operating sistem bajakan, nyari crack di internet, download mp3, movie… ect… welcome to Indonesia! :)

  17. Posted January 9, 2010 at 9:30 am | Permalink

    sungguh ironis sekali bos

  18. Posted January 10, 2010 at 3:46 am | Permalink

    kadang itu yang membuat kita males nulis dengan memeras otak, mending kopas aja terus seo in ;-)

  19. Posted January 10, 2010 at 3:48 am | Permalink

    kalau buku di kopi paste cape juga yah mas ;-)

  20. Posted January 11, 2010 at 1:36 am | Permalink

    Parah tuh !! Mungkin di kira ga bakal ada yang tahu atau ga ada merhatiin,makannya seenak udelnya aja.

  21. Posted January 11, 2010 at 11:41 am | Permalink

    Memang plagiat semacam itu harusnya tahu diri,jangan asal main comot saja

  22. Posted January 11, 2010 at 12:27 pm | Permalink

    klo mirip2 seh masih mending … dan sekedar referensi juga gpp, tp klo sampai sama dan tidak dicantumkan, bener2 karya cipta yang dibajak neh :)

  23. Posted January 13, 2010 at 9:30 am | Permalink

    ada ada aja ya kasus pencuriannya

  24. Posted January 13, 2010 at 3:13 pm | Permalink

    waduh,gimana ni klw dh kyk gini… ko bisa yh

  25. Posted January 14, 2010 at 7:51 am | Permalink

    saya tuh juga pernah ngejiplak dok, cuman saya tulis ulang dan nyantumin sumbernya, untuk bahan blog saya. pernah saya copas mentah2 dari LA Times walaupun sumber saya cantomkan, gak lama editornya langsung ngimel saya dan marah2 haha. kapok saya. emang sakit rasanya dicopas, apalagi untuk dikomersilkan. saya pernah juga ngerasain RSS Feed blog saya ditembak. jadi ya semua postingan saya keposting diblognya dia. ancur deh. UU ITE prasaan selalu bikin pelaku internet terpojok, gak pernah ada positifnya

  26. Posted January 15, 2010 at 9:46 am | Permalink

    Turut prihatin, Mas Andika. Urusan jiplak menjiplak memang membuat kita jadi tidak nyaman menulis. Apalagi kalau dijiplak dan dikomersialkan, tentu tidak akan rela. Saya turut prihatin. Kejadian seperti ini sama-sama kita alami. Saya juga pernah artikel saya yang membahas tentang PLN, saya tulis berdasarkan pengalaman saya sebagai engineer (profesi saya) selama belasan tahun, dicopas oleh belasan blogger. Dipakai nyari duit di internet.

    Semoga kreatifitas tidak menjadi mati dengan maraknya jiplak menjiplak seperti ini.

    • Posted January 15, 2010 at 5:08 pm | Permalink

      Maaf, Mas Deddy Andaka. Saya kok jadi salah sebut nama anda.

  27. Posted January 15, 2010 at 10:48 am | Permalink

    Wah banyak korban nih…, apa karena semakin banyak tulisan di internet yang bagus orang menjadi malas berkreasi menulis idenya sendiri ya. Berarti tulisan ini bagus.

    Atau mungkin karena tidak semua orang menyetujui adanya Blog dan Hak yang diakui?

  28. Posted March 22, 2010 at 7:19 pm | Permalink

    wah pantasan bror pinter . karena rajin membaca buku, luar biasa.

  29. Posted April 5, 2010 at 3:20 pm | Permalink

    aduh, duh, makin banyak yg suka gampang. tapi gramedia, sebagai penerbit plus toko buku top kok tak menerapkan verifikasi ya. Mestinya dibuat perjanjian ya, kalau terbukti di kemudian hari karya tulis buku adalah plagiat, maka ada sanksi2 tertentu

    hidup blogger!

  30. Posted May 13, 2010 at 2:33 pm | Permalink

    Kalo yang seperti itu emang banyak sekarang. nggak tahu salah siapa :shock:

One Trackback

  1. By Kita Ini Tidak Pintar Atau Bodoh? | BANTAL on January 14, 2010 at 5:33 pm

    [...] Kopi-Paste tulisan blog orang itu juga suatu hal yang bodoh, seperti yang dialami si Deddy dengan tulisannya yang dicuri. (Tetaplah berkarya Ded! [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting