SEO is Dead

You better not cry
You better not pout
I’m telling you why
SEO is dead!

Mungkin belum mati, tapi akan. Mungkin tidak benar-benar mati, tapi sekarat. Beberapa hari yang lalu seorang sahabat yang sedang semangat-semangatnya ‘making money online‘ bertanya kepada saya mengenai SEO (Search Engine Optimization -red) yang diyakininya akan dapat meningkatkan traffic ke blog yang sedang dikembangkannya. Walau pun saya bukan pakar SEO, saya pun membagi beberapa hal-hal dasar yang saya ketahui. Kalau mau lengkapnya sih bisa langsung tanya-tanya ke Master SEO-nya aja :)

Menurut saya, SEO sedang di ambang kematian. Sekarat. Dulu  SEO memang sangat efektif untuk meningkatkan traffic, tapi satu atau dua tahun lagi mungkin sudah tidak lagi.

Apa yang diharapkan dari SEO? Kalau Anda berjualan produk, Anda tentu mengharapkan orang-orang searching di Google untuk suatu produk lalu mampir ke situs Anda dan melakukan transaksi. Kalau Anda ingin meningkatkan traffic, Anda tentu mengharapkan orang-orang searching di Google akan suatu berita dan melihat situs Anda di peringkat 1 lalu melakukan kunjungan ke situs Anda. Apa iya seperti itu?

Saya teringat obrolan dengan sahabat saya, Widarta (yang ini juga pakar SEO), kira-kira setahun yang lalu. Tentu saja obrolan tentang SEO. Waktu itu dia menyebut SEO seperti seekor makhluk purba. Hmm… kalau begitu, seharusnya sudah punah ya :) Begitu cara dia menggambarkan bahwa SEO sudah begitu ketinggalan zaman.

Kita mengenal Web 1.0, Web 2.0 dan yang akan datang adalah Web 3.0. Kalau kita membaginya dalam urutan waktu, bisa kita gambarkan kalau Web 1.0 itu era sebelum tahun 2000. Zamannya situs-situs internet masih terlalu statis, begitu egois dan begitu membosankan! Lalu trend bergeser ke Web 2.0. Dikatakan dari tahun 2001 sampai 2010. Ini zamannya situs-situs internet yang dinamis dan tidak egois. Ini zamannya “berbagi”.

Nah, sekarang kita sudah ada di penghujung Web 2.0 menuju ke Web 3.0. Apa sih yang membedakan? Dalam Web 2.0 semua orang bisa berbagi. Setiap orang bisa menjadi pakar. Lalu muncul suatu masalah, “kredibilitas”. Seberapa kompeten orang tersebut menulis suatu hal. Seberapa valid informasi yang mereka bagi. Hal-hal seperti ini justru kita temukan pada Web 1.0.

Jadi menurut saya, Web 1.0 + Web 2.0 = Web 3.0!

Di sinilah cikal bakal kematian SEO. Salah satu ciri khas dari Web 3.0 adalah “Kenapa harus mencari (searching) kalau Anda bisa langsung menemukannya?

1) Bila Anda ingin membeli suatu produk, mana yang lebih Anda ikuti, referensi dari sebuah situs yang Anda dapat dari hasil searching dimana Anda tidak mengenal “kredibilitas” penulisnya atau referensi dari seorang teman yang sudah Anda kenal dengan baik?

2) Bila Anda ingin mencari berita tentang pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton misalnya, apakah Anda searching dulu di Google atau langsung berkunjung ke situs-situs berita macam detik.com atau Liputan 6?

Kalau Anda memilih untuk membeli lewat referensi seorang teman atau langsung menuju portal-portal tersebut, mungkin kematian SEO memang benar-benar sudah dekat.

Sebenarnya masih ada cara agar SEO tidak keburu mati. Yaitu dengan tidak melakukan tehnik-tehnik Black Hat SEO. Stop copy paste tulisan orang. Stop nembak keyword yang tanpa isi. Buatlah hasil pencarian Google menjadi wajar bagi mereka yang ingin mencari informasi. Dengan demikian maka kepercayaan orang-orang terhadap mesin pencari akan kembali. Kalau tidak ya sudah… Kenapa harus mencari (dengan hasil yang belum tentu memuaskan) kalau Anda bisa langsung menemukannya?

R.I.P SEO
Selamat datang Web 3.0!

Image taken from seoconsultants.com

This entry was posted in Search Engine Optimization and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

79 Comments

  1. Posted July 31, 2009 at 9:51 pm | Permalink

    Usaha dengan menempuh jalan pintas dan instan memang banyak disukai orang termasuk cara-cara black hat SEO ini. Tapi bagi saya cara ini tidak mendidik. Saya lebih setuju dengan ngeBlog yang alamiah aja. Menulis hal-hal yang ingin ditulis, membagi apa yang ingin dibagi. Maaf saya kutip Mas Deddy kata-katanya. Tapi memang seharusnya demikian kalau ingin jadi Blogger.

  2. Posted August 1, 2009 at 10:38 pm | Permalink

    berarti will die dong :razz:

  3. Posted August 3, 2009 at 11:28 pm | Permalink

    banyak banyak berdoa ja biar gak mati…. :mrgreen:

  4. Posted August 4, 2009 at 4:12 pm | Permalink

    keknya Search engine masih tetap akan digunakan, meskipun tidak seintensif sebelumnya ;-)

  5. Posted August 7, 2009 at 1:43 am | Permalink

    wakh saya masih gag paham dengan seo, sebentar lagi mau meninggal ya pak dorkter…apakah seo itu miri dengan mbah surip juga ya…..?, tapi kalo yang nyasar itu dari google, apakah itu juga bisa dikatakan seo pak?

    • Posted August 11, 2009 at 10:09 pm | Permalink

      Mirip apanya? SEO itu prinsipnya mendapatkan posisi yang lebih baik di mesin pencari dengan harapan akan lebih banyak kunjungan (traffic).

  6. Posted August 7, 2009 at 11:25 pm | Permalink

    Masih belum begitu ngerti masalah Web 3.0 bedanya gmn sie?
    Ada referensi g?

    • Posted August 11, 2009 at 10:11 pm | Permalink

      Mudah2an di lain kesempatan saya bisa membahas hal ini. Benernya banyak kok referensi. Coba saja cari di Google atau di Bing ;-)

  7. Posted August 11, 2009 at 2:46 pm | Permalink

    Saya banyak article SEO tapi masih belum Mengerti, mudah-mudahan bisa diterangkan sejelas-jelasnya disini.

  8. Posted August 19, 2009 at 8:53 pm | Permalink

    SEO not DEAD, He is live… Believe me!!

  9. Posted August 23, 2009 at 4:44 am | Permalink

    santai ded…
    seo tak mati secepat itu..
    seo belum mati.. bahkan belum setengah umur..
    knapa ?
    karena search engine belum mati..
    selama search engine masih idup…
    orang memakai search engine tentu merupakan lahan para seoers…

    seandainya 90% orang di dunia ini bilang seo sudah mati…
    saya tetep maen seo…
    karena 90% uang saku saya sekarang dari seo… kekeke
    mau jadi dokter ga kesampean … hikkzzz

    peace boss..

    • Posted August 23, 2009 at 6:33 am | Permalink

      Iya Dar, di luar sono, berita tentang kematian SEO sudah dari dulu. Tapi nyatanya SEO belum juga mati. Kalau aku berpikir sih tulisan2 itu bisa mengingatkan kalau SEO bisa saja mati. Mungkin untuk pencegahan.

      Kayak pak SBY yang bilang klo pas pengumuman kemenangan presiden bakal ada serangan ke kantor KPU. Tapi nyatanya ngga kan? Setidaknya itu bisa mencegah niat orang2 yang memang ingin melakukan itu :)

      Ayo, bagi lagi donk tips SEO-nya. Situsnya uda lama ga diupdate tuh…

  10. sebel
    Posted September 18, 2009 at 3:03 pm | Permalink

    sejujurnya saya ga peduli SEO, mas.
    saya cuman berhasrat menulis, itupun lbh utk kepuasan pribadi.
    tapi sedihnya blog saya jadi korban black hat SEO.
    GA rela GA ikhlas 7 turunan …

    kalo di search di google, artikel saya malah seolah-olah jadi punya orang lain, nangkring di blog orang lain, tanpa ijin saya. mana yg melakukan GA punya guilty feeling blas. buat saya BUKAN simbiosis mutualisme sama sekali, biarpun dia ksh link ke blog saya, soalnya saya ga butuh! saya ga minat blog saya nangkring di deret atas google, buat saya SEO cuman TRIK mencuri secara halus! bagi anda yg berminat dgn black hat SEO ini, tolong pikirkan perasaan penulis dan pemilik blog sesungguhnya yg dikorbankan

  11. Posted October 24, 2009 at 11:28 am | Permalink

    Saya kira SEO masih blm benar-benar mati. Memang ada isu bahwa SE, terutama google akan lebih mengedepankan situs-situs yang memiliki navigasi yang bagus. Tapi buktinya black hat SEO pun masih bisa nangkring di halaman pertama dengan keyword yang diulang-ulang.

  12. Posted November 3, 2009 at 9:55 am | Permalink

    Sorry, kalo gue bilang ini cuma isapan jempol belaka. Semua yang anda bilang itu cuma RAMALAN anda sendiri. Ngga ada buktinya.

    Kalo memang SEO mati, maka google dan SE lainnya juga akan banyak kehilangan duit. Kalo memang orang langsung bisa nyari info ke website 3.0-nya, itupun orang yang terbiasa sehari-harinya dengan internet, atau terbiasa dengan situs2 tertentu.

    Bagaimana dengan pengguna awam? Justru sebagian besar pengguna internet adalah orang “baru” atau awam dalam mengenali situs2 yang baik. Terlebih lagi sangat sedikit orang yang bisa menghapal nama domain situs yang mereka kunjungi.

    SEO won’t die, setidaknya tidak untuk waktu yang dekat. SEO hanya akan berubah bentuk, dimana kita wajib mengikutinya kalau mau eksis.

    Akan terus ada orang yang bereksperimen untuk menguak algoritma-algoritma baru SE, bagaimanapun canggihnya lagoritma itu, karena yang membuatnya pun cuma MANUSIA BIASA.

    • Posted November 4, 2009 at 9:07 pm | Permalink

      Tenang mas… tenang… tulisan2 seperti ini memang dibutuhkan agar kematian SEO tidak benar2 terjadi ;-)

      Mengenai pemasangan iklan produk, sepertinya orang2 mulai beralih dari Google atau SE ke situs jejaring sosial seperti Facebook. Lebih murah, lebih tepat sasaran…

      Saya juga tidak berharap SEO benar-benar akan mati. Tapi klo Black Hat SEO terus merajalela, kasian pengguna awam juga kan? Lama2 mereka tidak percaya lagi dengan SE. Kalau sudah begitu, biasanya sih nanya ke temen deh.

      Saya setuju SEO akan berubah bentuk. Hal itu juga saya sampaikan dipostingan yang lain.

      SE tetep diperlukan sebagai penunjuk jalan.
      Dan mudah2an jalan yang ditunjukkan itu jalan yang benar.

  13. Posted November 4, 2009 at 12:13 pm | Permalink

    Kalau sifatnya untuk searching, riset, saya rasa SE tetap perlu dan dibutuhkan untuk menunjukkan jalan. Sama seperti komentar docran dengan makin banyaknya blog dan nama domain baru muncul setiap detik di internet, tidak mungkin kita membookmarknya semua, apalagi menghafalnya, maka tentunya keberadaan SE masih tetap diperlukan.

    Dan internet saya rasa terlalu dinamis dan komplek untuk bisa ditebak secara tepat kedepan seperti apa. Bahkan seorang sekelas Arthur Charles Clarke (seorang Futuris hebat) yang bisa memprediksikan teknologi jauh kedepan beberapa tebakannya masih ada yang meleset.

    Saya tidak berniat menyanggah pendapat anda salah 100%. Prediksi anda secara teori bisa saja nanti terjadi demikian, namun fakta lain yang saya sebutkan di satu sisi juga sebuah fakta yang tidak bisa diingkari. Dan untuk membuktikannya mari kita buktikan aja sama-sama. Saya rasa itu lebih bijaksana daripada terus memperdebatkannya. :razz:

    • Posted November 4, 2009 at 9:10 pm | Permalink

      Yep, saya setuju kalau kita hidup di dunia yang terlalu cepat berubah. Siapa yang bisa memprediksikan kejadian 10 tahun ke depan? 2 tahun? sebulan?

      SEO belum mati. Tapi bisa saja mati klo Black Hat SEO semakin meraja lela. Klo ngga ya… SEO masih saja bisa bernafas…

  14. Posted March 11, 2010 at 11:54 am | Permalink

    saya rasa SEO belum akan mati dalam waktu dekat. karena ketergantungan orang di google masih tinggi (termasuk saya) :p
    tapi emang dengan semakin banyaknya web-web tidak berkualitas yang muncul di top search google, memang kadang membuat jengkel juga. apalagi kalo yang muncul adalah website yang berisi hasil search lagi yang mirip kayak google.
    Tapi kalo misalnya Google bisa mengupgrade algoritma pencariannya (seperti yang dilakukannya selama ini), sehingga memberantas site2 beginian tentu orang masih akan mengandalkan google.

One Trackback

  1. [...] Setiap perubahan tahun, trendnyapun juga berubah. Mulai dari teknik SEO (yang katanya sebentar lagi bakalan punah – hewan kali bs punah), blogging, sampai social networking. Dari web 1.0 ke 2.0 (saat ini) hingga nantinya bakalan digantikan dengan web 3.0 (baca lebih lengkapnya di sini). [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting