My mom is a neverending song in my heart of comfort, happiness, and being.
I may sometimes forget the words but I always remember the tune.
~Graycie Harmon~
Mungkin bagi sebagian orang tanggal 9 September 2009 adalah hari yang istimewa karena mengandung tiga (bahkan enam) angka 9 yang merupakan angka tertinggi. Bahkan Google sampai menyisipkan angka 09/09/09 dan 09:09:09 di bawah logonya untuk menyambut momen tersebut.
Saya tak mau menyebut kalau hari itu adalah hari baik atau buruk karena terus terang saya tidak begitu percaya dengan hal-hal seperti itu. Yang pasti, hari itu adalah hari yang tak akan terlupakan dalam hidup saya. Ibu yang saya cintai tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di ruang ICU.

Ibu adalah seorang sosok yang sangat menginspirasi. Banyak hal berharga yang saya pelajari darinya. Ibu adalah orang yang disiplin, terutama soal waktu. Masih teringat ketika saya kecil, ada saat-saat dimana saya harus belajar, bermain atau menonton acara TV favorit. Ibu yang mengajari saya untuk membiasakan diri membuat jadwal harian dan menuliskannya dalam sebuah notes kecil. Mungkin itu juga yang menjadi cikal bakal kenapa saya begitu suka menulis blog.
Ibu divonis menderita kanker payudara pada tahun 1998. Namun itu tidak membuatnya kehilangan semangat hidup. Sebaliknya, ibu malah memiliki semangat hidup yang luar biasa. Pengobatan medis dijalaninya dengan penuh kesabaran; meski mual, rambut rontok, kuku-kukunya menghitam, bibirnya mengelupas akibat kemoterapi, namun semangat itu tidak pernah padam. Senyumnya tidak pernah memudar.
Kadang saya merasa malu, meski masih muda dan badan masih sehat namun keluhan begitu mudah diungkapkan. Sering kali ibu mengingatkan saya untuk selalu berusaha dulu sebelum mengatakan “Tidak bisa”. Berjuang dulu untuk melakukan yang terbaik, sisanya urusan yang di atas. Ibu yang selalu mengingatkan untuk bersyukur, bahwa selalu ada hikmah yang bisa kita petik di setiap kejadian.
Sedih rasanya melihat ibu yang kita cintai berbaring tak berdaya. Mesin ventilator terpasang untuk mensupport nafasnya, beberapa obat di dalam syringe pump terpasang untuk membantu jantungnya dan selang juga terpasang dari hidung ke lambung untuk menjaga nutrisinya. Sesekali muncul reaksi kesakitan dan gelisah untuk kemudian kembali “ditidurkan”.
Pagi ini (17/9), meski belum pulih benar karena pipa yang terhubung dengan ventilator masih terpasang, namun kontak lewat anggukan atau gelengan sudah bisa dilakukan. Bahkan beberapa kali ibu menggerakkan bibirnya seperti hendak berbicara. Dan saya tahu persis, semangat hidup itu masih ada.
Perjuangan memang belum selesai, namun kita harus selalu bersyukur atas setiap nikmat yang kita rasakan.
Terima kasih Tuhan… saya masih dapat melihat senyum itu kembali…


22 Comments
Semoga cepat sembuh dok.
Hmmm turut prihatin ya.
Memang saat ayah atau ibu kita sakit, rasanya kita kayak kena serangan jantung, cemas dan was-was terus. Langsung jadi ingat betapa orangtua kita selama ini mengurus kita dari kecil tanpa pamrih.
Semoga ibu nya cepat sehat kembali ya….
Membaca postingan Pak Dokter membuat saya flashback ke tgl 26 agustus kemarin, ibu saya masuk ICU pk 6.30 dan pk. 15.00 dipanggil Yang Kuasa.. Pak Dokter tetap semangat ya, seperti yang ditunjukkan sang ibu, tetap berdo’a akan kesembuhannya dan semoga ibu nya segera berkumpul kembali ditengah keluarga yang mencintainya
semoga cepet sembuh ded nyokapnya…
thanks dhan…
Thank God…semoga senyum itu menjadi awal yang baik untuk kesembuhan beliau..
Saya turut prihatin…semoga ibu lekas sembuh ya dok. Lekas aktif lagi dan selalu tersenyum menyambut hari yang indah…
moga mama mu cepet pulih bs aktivitas kembali spt sediakala Ded…
semoga mama cepat sembuh ya ded, waktu ini CVP sempat buntu ya? sekarang gimana? mudah2an membaik….
k4k d3di, s3mog4 c3p47 m3mb4ik kondisi m4m4ny4. s4y4 p36n4h m3l4ih47 b3li4u s47u k4li w4k7u s4y4 m4sih sd dulu, k37ik4 s4y4 s47u 6ombong4n s4m4 k4k din4. w4k7u i7u s4y4 lih47 m4m4ny4 d4l4m k34d44n s3h47. s4y4 do4k4n sup4y4 7uh4n s3l4lu m3mb36ik4n y4ng 736b4ik un7uk k4k4k s3k3lu46g4
k4k d3di, s3mog4 c3p47 m3mb4ik kondisi m4m4ny4. s4y4 p36n4h m3l4ih47 b3li4u s47u k4li w4k7u s4y4 m4sih sd dulu, k37ik4 s4y4 s47u 6ombong4n s4m4 k4k din4. w4k7u i7u s4y4 lih47 m4m4ny4 d4l4m k34d44n s3h47. s4y4 do4k4n sup4y4 7uh4n s3l4lu m3mb36ik4n y4ng 736b4ik un7uk k4k4k s3k3lu46g4
k4k d3di, s3mog4 c3p47 m3mb4ik kondisi m4m4ny4. s4y4 p36n4h m3l4ih47 b3li4u s47u k4li w4k7u s4y4 m4sih sd dulu, k37ik4 s4y4 s47u 6ombong4n s4m4 k4k din4. w4k7u i7u s4y4 lih47 m4m4ny4 d4l4m k34d44n s3h47. s4y4 do4k4n sup4y4 7uh4n s3l4lu m3mb36ik4n y4ng 736b4ik un7uk k4k4k s3k3lu46g4
semoga senyum itu akan hadir kembali dalam hidupmu ded…
salam kenal
semoga ibunda cepet sembuh dan si anak terus menunjukkan baktinya..
Tabah ya Ko Deddy. Kita selalu doain dari sini. Ko, harus kuat, jadi bisa nopang mama papa.GBU always
Turut prihatin..
semoga ibu nya cepet sembuh y. .
smoga cepat smbuh ya mas ibunya
jadi teringat ma alm. ibu gw hiksss
semoga selalu diberikan rejeki kesehatan…
ded turut berduka cita ya..
One Trackback
[...] Andaka.com My Blog, My Rules : What’s the story morning glory? Skip to content BlogAboutArchivesPlugin Parade « Senyum Seorang Ibu [...]