RSS: Sebuah Media Promosi
Sekapur Sirih tentang RSS :
- RSS: Pedang Bermata Dua
- RSS: Sebuah Media Promosi
- RSS: Rasa Sayang-Sayange
Terinspirasi oleh komentar Sonny di postingan sebelumnya, jadi ingin melanjutkan tulisan tentang makhluk bernama RSS ini. Dari postingan sebelumnya :
Bayangkan jika orang cenderung untuk hanya melihat barang dagangan di etalase tanpa pernah masuk ke sebuah toko, tentunya transaksi tidak akan pernah terjadi kan?
Nah solusinya? Jadikan RSS sebagai sebuah media promosi. Yakinkan pembeli bahwa dia akan dapat melihat lebih banyak lagi bila dia masuk ke dalam toko. Dengan kata lain “Custom RSS“. Tampilkan hanya sedikit pembukaan dari postingan, dan hal ini sudah bisa dilakukan pada blog dengan Wordpress (termasuk Wordpress.com) dan Blogger dengan sedikit sentuhan saja.
Pada Wordpress, Custom RSS terletak pada Options > Reading dengan merubah settingan Syndication Feeds menjadi summary. Bagi yang hobby menggunakan tag –more–, postingan akan dipotong pada bagian ini.

Sedangkan pada Blogger terletak pada Settings > Site Feed lalu merubah Blog Feed ke pilihan short. Postingan akan dipotong pada paragraf pertama atau maksimal 255 karakter.

Selesai? Tunggu, itu saja belum cukup. Aku ingin meminjam istilah “Marketing 2.0” (sampai tulisan ini dibuat, sudah ada Marketing 3.0)-nya Hermawan Kartajaya. Marketing 2.0 adalah Customer Centric. Dalam hal ini customer adalah pembaca dan tentunya mereka sama seperti kita, memiliki pertimbangan-pertimbangan tersendiri didalam memutuskan apakah subscribe ke RSS, membaca summary, lalu akhirnya memutuskan untuk membaca secara utuh tulisan kita. Sebagai contoh, pertimbangan awal yang aku pikirkan ketika membaca sebuah tulisan adalah judul. Judul yang menarik tentunya akan menggugah rasa ingin tau untuk membaca sampai tuntas. Ini cuma satu contoh saja.
Tips terbaik adalah tempatkan dirimu sebagai pembaca, tanyakan kepada diri sendiri pertimbangan-pertimbangan apakah yang kita pikirkan. Dengan embel-embel, kalau pembaca tidak tertarik paling tidak kita nyaman membaca tulisan kita sendiri! ![]()

Journal pribadi 





Tips terbaik adalah tempatkan dirimu sebagai pembaca, tanyakan kepada diri sendiri pertimbangan-pertimbangan apakah yang kita pikirkan. Dengan embel-embel, kalau pembaca tidak tertarik paling tidak kita nyaman membaca tulisan kita sendiri!
hal-hal seperti ini yang kadang kita lupa, kita terlalu terobsesi dengan orang lain sehingga lupa bahwa ada yang lebih penting dari hanya sekedar meyakinkan orang lain , yaitu meyakinkan diri sendiri dengan tulisan kita.
makasih ya bro tips hari ini nya. good posting
Makasi, Mas. Tips yang bagus. Selama ini saya cuek dengan RSS ini, ternyata banyak faedahnya.
Ternyata dari Bali ID ya? Beh semeton BBC kalo begitu.
Napi BBC bli? Bali Blog Community ya?
Sepakat Mas Dedy.Bagi saya selain menghias ruang blog, RSS itu jg utk ajang promosi.
Terima kasih atas lanjutan artikelnya…
Terima kasih juga atas pertanyaan di postingan sebelumnya mas…
mantap tutorial nya.lgs praktekin..
mendingan short atau full feeds ya ded..
*) bakalan ada pupuan blog community ngga nih..
ho ho ho… boro2 ada blog community, ada inet yang memadai aja uda syukur banget dah di pupuan. tunggu G3 dimasuk desa nih
.. konsekuensi nya juga harus diterima, terutama untuk yang free hosted di blogger.com.
kalo pilihannya “short”, dan rajin mem-permalink postingan orang lain di postingan sendiri, maka akibatnya ga akan muncuk di “link to this post” nya
kalo yang hosted di wordpress.com, biarpun make yang summary, masih bisa mengakali postingan ber-permalink dengan meletakkan custom post nya di Excerpt
Waduh Son, apa aku musti bikin postingan ketiga tentang RSS ya? hahaha… Thanks infonya
bikin aja ded,, biar trilogi


custom RSS dan konseksuensi nya : *nyumbang judul
Yup… kalo bisa kita membuat RSS kita memancing pengunjung untuk datang ke blog kita. Jadi dibuat sedikit (atau intro saja)
wah, tips keren neh
mungkin itu juga kali ya yg buat aLe selalu memutus postingan di awal
udah nyadar sih sebelumnya, tapi sekarang lebih sadar haha
tengkyu mas
yang paling membantu untuk saya, adalah meringankan biaya gprs, bli.. hehehe..
tapi boleh dicoba idenya, nanti saya coba
oh ya, salam kenal juga dari jakarta…
Buat ngecek comment yang masuk ke blog ya?
Klo untuk baca RSS orang sih nanggung coz setengah2…
Content is the king.
alah ngomong apa gw coba
aku setuju banget …
emang ampuh tuk media promosi …
bantu juga di segi SEO …
Jadi enaknya bagaimana ya mas? kalau aku sih mendingan ditutup RSS feed/atom feednya karena banyak yang membuat hubungan tanpa ijin itu sehingga malah blogku jadi rangkingnya lebih rendah dibanding yang hanya membuat link link singkat itu.
Setelah di cut mereka nggak muncul lagi di rank server!
Balasan bisa di emailkan ya mas.
Thanks.
Maksud ttg hubungan tanpa izin itu apa karena mereka ngefeed judulnya atau keseluruhan artikelnya?
Kalau mereka ngefeed judulnya saya rasa tidak masalah karena itu bisa jadi media promosi blog. Namun kalau mereka ngefeed seluruh artikelnya tanpa mencantumkan sumbernya, nah bisa jadi masalah…
Mungkin perlu ditegur dulu via comment atau email. Kalau ngga bisa, ada kok cara2 untuk proteksi postingan kita dari feed yang tidak bertanggung jawab, seperti mencantumkan URL kita pada postingan. Kalau masalah ranking mereka lebih tinggi, rangking apanya? Google? Rasanya tidak semudah itu blog yang hanya ngefeed postingan orang bisa mendapat ranking yang lebih tinggi.
Salam…
Respond from other blog
[...] komentar artikel mas Deddy — gara-gara keberadaan si RSS ini. Namun saya tidak setuju apabila membatasi content dari feed RSS adalah solusinya. Bahkan saya merasa agak kurang tepat apabila langkah tersebut dikaitkan dengan [...]
Pingback by blog.adsensemaster.net » Blog Archive » RSS - Pedang Atau Benang? — br> January 6, 2008 @ 5:41 pm
[...] komentar artikel mas Deddy — gara-gara keberadaan si RSS ini. Namun saya tidak setuju apabila membatasi content dari feed RSS adalah solusinya. Bahkan saya merasa agak kurang tepat apabila langkah tersebut dikaitkan dengan [...]
Pingback by RSS - Pedang Atau Benang? | News Feed — br> January 7, 2008 @ 10:48 am
[...] Rasa Sayang-Sayange Sekapur Sirih tentang RSS :RSS: Pedang Bermata DuaRSS: Sebuah Media PromosiRSS: Rasa [...]
Pingback by RSS: Rasa Sayang-Sayange | Deddy Andaka's Blog — br> January 23, 2008 @ 7:40 pm