RSS: Pedang Bermata Dua

by Deddy Andaka on November 28, 2007

Sekapur Sirih tentang RSS :

  1. RSS: Pedang Bermata Dua
  2. RSS: Sebuah Media Promosi
  3. RSS: Rasa Sayang-Sayange

Mumpung ada yang nanya tentang apa itu RSS, jadi kali ini aku pengen nulis tentang makhluk yang satu ini. RSS (Really Simple Syndication) emang bukan barang baru, namun sering kali keberadaannya masih dipertanyakan. Untuk apa sih RSS?

RSS FeedAda yang bilang RSS adalah Rumah Sangat Sederhana. Lihat saja RSS blog ini, sangat sederhana kan? Tak perlu banyak waktu untuk membuka blog ini karena tampilannya memang sangat sederhana. Teknologi RSS dibangun untuk memberikan akses kepada pengunjung untuk berlangganan isi (subscribe) dari suatu website. Untuk itu diperlukan juga pengumpul dan pengirim berita yang dapat dianalogikan seperti loper koran, dimana setiap terbit koran baru si loper koran ini bertugas membawa koran tersebut ke pelanggan. Bayangkan jika tidak ada loper koran, pembaca musti mencari sendiri untuk membeli koran. Repot kan? Bedanya, berlangganan RSS itu GRATIS!

Ada pula yang menganalogikan RSS itu seperti sebuah jendela yang dibuka lebar-lebar oleh pemiliknya. Orang dapat melihat isi rumah tanpa harus masuk ke dalam rumah tersebut. Teknologi ini juga dimanfaatkan untuk blogger yang doyan blogwalking. Dengan memanfaatkan RSS feed, maka weblog-weblog favorit bisa dikumpulkan ke dalam 1 keranjang, sehingga kita cukup membuka keranjang tanpa harus mampir ke masing-masing weblog tersebut. Salah satu contoh keranjang weblog Indonesia dapat dilihat di Planet Bloggerian. Untuk berlangganan secara personal ke suatu weblog bisa juga dilakukan melalui email. Tentunya hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga.

So, mengenal RSS cukup menyenangkan bukan?

Eits… tunggu dulu, judul postingan ini adalah RSS: Pedang Bermata Dua. Bagi pembaca, RSS memang dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mengakses info dari suatu weblog. Bagi publisher (penulis weblog), RSS dapat memberi manfaat untuk tetap menjaga ‘hubungan’ dengan pelanggan (pembaca weblog). RSS juga dapat menunjukkan seberapa bermanfaat dan menariknya isi dari suatu weblog sehingga orang memutuskan untuk berlangganan. Dengan asumsi, semakin banyak yang berlangganan maka isi sebuah weblog dianggap semakin bermanfaat dan menarik.

Namun di sisi lain, RSS juga memberikan dampak yang kurang menyenangkan bagi publisher bila RSS tidak dikelola dengan baik. Bayangkan jika orang cenderung untuk hanya melihat barang dagangan di etalase tanpa pernah masuk ke sebuah toko, tentunya transaksi tidak akan pernah terjadi kan? Begitu pula RSS. RSS dapat menurunkan jumlah pengunjung karena orang dapat melihat isi tanpa harus mampir ke weblog tersebut, otomatis… jumlah pengunjung yang tercatat akan menurun. Tentunya hal ini akan memberikan dampak negatif bagi mereka yang bermain iklan (baca: adsense) atau program blog moneytized yang lain. Hal ini berdampak pula pada pencarian di Search Engine. Orang lebih memilih berlangganan melalui RSS feed, lalu mereka melakukan backlink terhadap halaman RSS feed tersebut, maka seringkali halaman RSS feed justru memiliki ranking yang lebih tinggi dibandingkan artikel aslinya di mesin pencari (walaupun ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual). Yah, perankingan di search engine memang selalu menjadi misteri… Lebih jauh lagi, popularitas di mata Alexa pun akan menurun.

Nah, RSS adalah pedang bermata dua. Bijaksanalah menggunakannya ;)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

{ 40 comments… read them below or add one }