RSS: Pedang Bermata Dua

Sekapur Sirih tentang RSS :

  1. RSS: Pedang Bermata Dua
  2. RSS: Sebuah Media Promosi
  3. RSS: Rasa Sayang-Sayange

Mumpung ada yang nanya tentang apa itu RSS, jadi kali ini aku pengen nulis tentang makhluk yang satu ini. RSS (Really Simple Syndication) emang bukan barang baru, namun sering kali keberadaannya masih dipertanyakan. Untuk apa sih RSS?

RSS FeedAda yang bilang RSS adalah Rumah Sangat Sederhana. Lihat saja RSS blog ini, sangat sederhana kan? Tak perlu banyak waktu untuk membuka blog ini karena tampilannya memang sangat sederhana. Teknologi RSS dibangun untuk memberikan akses kepada pengunjung untuk berlangganan isi (subscribe) dari suatu website. Untuk itu diperlukan juga pengumpul dan pengirim berita yang dapat dianalogikan seperti loper koran, dimana setiap terbit koran baru si loper koran ini bertugas membawa koran tersebut ke pelanggan. Bayangkan jika tidak ada loper koran, pembaca musti mencari sendiri untuk membeli koran. Repot kan? Bedanya, berlangganan RSS itu GRATIS!

Ada pula yang menganalogikan RSS itu seperti sebuah jendela yang dibuka lebar-lebar oleh pemiliknya. Orang dapat melihat isi rumah tanpa harus masuk ke dalam rumah tersebut. Teknologi ini juga dimanfaatkan untuk blogger yang doyan blogwalking. Dengan memanfaatkan RSS feed, maka weblog-weblog favorit bisa dikumpulkan ke dalam 1 keranjang, sehingga kita cukup membuka keranjang tanpa harus mampir ke masing-masing weblog tersebut. Salah satu contoh keranjang weblog Indonesia dapat dilihat di Planet Bloggerian. Untuk berlangganan secara personal ke suatu weblog bisa juga dilakukan melalui email. Tentunya hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga.

So, mengenal RSS cukup menyenangkan bukan?

Eits… tunggu dulu, judul postingan ini adalah RSS: Pedang Bermata Dua. Bagi pembaca, RSS memang dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mengakses info dari suatu weblog. Bagi publisher (penulis weblog), RSS dapat memberi manfaat untuk tetap menjaga ‘hubungan’ dengan pelanggan (pembaca weblog). RSS juga dapat menunjukkan seberapa bermanfaat dan menariknya isi dari suatu weblog sehingga orang memutuskan untuk berlangganan. Dengan asumsi, semakin banyak yang berlangganan maka isi sebuah weblog dianggap semakin bermanfaat dan menarik.

Namun di sisi lain, RSS juga memberikan dampak yang kurang menyenangkan bagi publisher bila RSS tidak dikelola dengan baik. Bayangkan jika orang cenderung untuk hanya melihat barang dagangan di etalase tanpa pernah masuk ke sebuah toko, tentunya transaksi tidak akan pernah terjadi kan? Begitu pula RSS. RSS dapat menurunkan jumlah pengunjung karena orang dapat melihat isi tanpa harus mampir ke weblog tersebut, otomatis… jumlah pengunjung yang tercatat akan menurun. Tentunya hal ini akan memberikan dampak negatif bagi mereka yang bermain iklan (baca: adsense) atau program blog moneytized yang lain. Hal ini berdampak pula pada pencarian di Search Engine. Orang lebih memilih berlangganan melalui RSS feed, lalu mereka melakukan backlink terhadap halaman RSS feed tersebut, maka seringkali halaman RSS feed justru memiliki ranking yang lebih tinggi dibandingkan artikel aslinya di mesin pencari (walaupun ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual). Yah, perankingan di search engine memang selalu menjadi misteri… Lebih jauh lagi, popularitas di mata Alexa pun akan menurun.

Nah, RSS adalah pedang bermata dua. Bijaksanalah menggunakannya ;)

This entry was posted in Blog and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

36 Comments

  1. Posted November 28, 2007 at 12:38 pm | Permalink

    Aduh makasih ya tulisan2nya selalu bikin kita yang baca nambah ilmu

    • Posted November 28, 2007 at 2:34 pm | Permalink

      Sama2 mas Landy, tulisan saya ini cuman kasarnya aja kok… Ilmunya ga seberapa…

  2. Posted November 28, 2007 at 1:47 pm | Permalink

    Bayangkan jika orang cenderung untuk hanya melihat barang dagangan di etalase tanpa pernah masuk ke sebuah toko, tentunya transaksi tidak akan pernah terjadi kan?

    uhm! .. gunakanlah custom RSS ;)
    content yang tampil di RSS reader, bisa dibikin sebagai preambule nya aja, supaya orang tetep buka website/weblog 1)

    hal ini tampaknya belom bisa untuk yang free hosted blog kaya’ di wordpress.com dan blogger.com
    soalnya di mereka, cuma bisa short feed dan long feed,
    sementara implikasi short feed agak merugikan untuk “link to this post” atau “pingback” ..

    jadi yang custom made, atau yang self hosted blog bisa sedikit me modif code/script engine blog mereka untuk RSS custom tersebut.

    1) gue lebih seneng weblog dari pada webblog

    • Posted November 28, 2007 at 1:54 pm | Permalink

      maabh ralat.
      di free host wordpress.com bisa custom RSS ;)
      maabh..
      isi di excerpt nya, maka whala! anda punya custom RSS

    • Posted November 28, 2007 at 2:37 pm | Permalink

      Setuju banget Son, itu solusinya! :)

  3. Posted November 29, 2007 at 4:18 am | Permalink

    thx ded.. nice info ^^ cukup menggambarkan apa itu RSS

  4. Posted November 30, 2007 at 12:09 am | Permalink

    Kira-kira saran konkritnya apa mas?

    • Posted December 1, 2007 at 10:16 am | Permalink

      silakan dibaca di postingan selanjutnya ;)

  5. Posted November 30, 2007 at 8:56 am | Permalink

    aduh pak, ilmu ini sangat berharga, saya ndak pernah kepikiran kayak gitu pak. duluna sih seneng2 aja pas banyak yang nge-feed blog mp3 saya,,tapi belakangan emang lumayan berpengaruh sih dengan jumlah visitor yang menurun…

  6. Posted December 5, 2007 at 3:36 am | Permalink

    salam kenal, informasi yang menarik, Trims. :)

  7. Posted December 10, 2007 at 8:55 am | Permalink

    “walaupun ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual”

    wah … sangat nyindir nih ….
    tapi tentu akan bantu media promosi … tentu pengaruh juga di jualan produk/jasa

    • Posted December 10, 2007 at 12:50 pm | Permalink

      Hehe… gimana dagangannya Mik? Laris manis? Bisa tuh bikin judul buat mengcounter kalimat di atas. Bilang aja “Untung #1 di google, coba kalo ngga… ” :D

  8. Posted December 10, 2007 at 3:53 pm | Permalink

    hehe saya mah ga peduli..tetep kasih full excerpt…
    kemarin ada yg jual blog berdasarkan jumlah pembaca rssnya kan…semakin banyak jumlah pembaca rss semakin tinggi nilai jual blog itu CMIIW

    • Posted December 12, 2007 at 12:20 am | Permalink

      Iya, sekarang jumlah pembaca RSS mulai mendapat perhatian lebih tuh. Emang semua ada konsekuensinya ya… Kalau bisa menawarkan sesuatu yang lebih pada blog, meski full excerpt pembaca juga tetep akan datang.

  9. Posted December 16, 2007 at 10:10 am | Permalink

    Salam kenal boss, Thanks artikel nya :D

  10. Posted December 16, 2007 at 10:17 am | Permalink

    sorry dobel post! kalau mau bikin kayak ‘planet bloggerian’ itu, pake plugin atau apa ya? , kalau plugin nya apa? Thanks.

  11. Posted December 16, 2007 at 5:44 pm | Permalink

    Wah saya ternyata ketinggalan jaman bgt neh….apa itu RSS juga saya gak tau…Saya taunya bikin website pake dreamweaver…trus di upload…sedh euy gaptek bgt…

    • Posted December 17, 2007 at 3:57 pm | Permalink

      Mas Adi, itu websitenya di-Wordpress-kan saja ;)
      Jadi lebih enak ngaturnya… Salam…

  12. Posted January 4, 2008 at 2:07 pm | Permalink

    Tapi bukankah masih lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya mas?
    Walaupun saya juga termasuk orang yang sukanya lihat etalase doang, seperti pernah saya tulis disini

    • Posted January 4, 2008 at 4:09 pm | Permalink

      Seperti yang saya tulis di commentnya Cosa, untung ruginya musti dipertimbangkan juga dari seberapa “maju”-nya blog kita.

  13. Posted January 5, 2008 at 9:46 am | Permalink

    se-7 dan sepakad. pembaca seh enakan dikasih full, tapi sebagai penjual kan mending tarik masuk si pengunjung ke dalam toko. jangan disuruh puas hanya dengan liat etalase doang. rugi di bandar dong hahahahahaha :mrgreen:

  14. Posted January 6, 2008 at 12:35 pm | Permalink

    RSS memang memermudah pengunjung untuk melihat dan menelusuri apa yang telah di-update ke dalam blog kita. Namun jika menuduh RSS mengurangi jumlah hits pada blog yang sesungguhnya [ketimbang halamn RSS] maka saya tidak sepenuhnya setuju.

    Kembali kepada pertanyaan awal, kenapa saya ingin membuat blog? Saya ingin membagi hasil pemikiran saya dengan siapapun di internet. Jika ada orang yang tertarik dan ingin lebih lanjut berdiskusi dengan apa yang sedang saya perbincangkan ke dalam blog, maka tujuan saya membuat blog sudah tercapai.

    Ada yang menjawab saya ingin membuat blog untuk mencari penghasilan. Maka yang harus saya lakukan adalah membuat blog dengan tema, topik, dan content yang dapat menarik perhatian dan membuat pengunjung mau berinteraksi dengan apa yang saya tawarkan di dalam blog saya. Secara sederhana, blog saya harus ada pengunjung. Tak ada pengunjung, tak ada trafik, maka tak ada penghasilan.

    Saya masih menganggap bahwa content is the king. Segala tentang blog sesungguhnya berinti kepada content. Content bagus, selalu update, membuat pengunjung lama tetap loyal, dan pengunjung baru akan memiliki ‘nafsu’ untuk kembali bertamu. Problogger dan DailyBlogTips adalah contoh yang bisa saya kemukakan dalam hal ini. Saya berlangganan RSS mereka, namun saya tetap mengunjungi homepage mereka secara rutin. Paling tidak secara rutin dua hari sekali. Karena saya merasa ada sesuatu yang ditawarkan lebih pada situs aslinya, ketimbang hanya membaca posting dari RSS feed.

    RSS memang serupa etalase, dan etalase memang bertujuan untuk memajang produk yang kita tawarkan. Jika produk tersebut memang menarik dan dibutuhkan oleh pengunjung, maka sebuah kepastian jika mereka masuk dan membeli.

    [maaf, malah bikin posting di sini... :-) ]

  15. Posted January 7, 2008 at 3:04 pm | Permalink

    Backlink ke halaman RSS? Berarti kemungkinan dia menggunakan feedburner ya Mas?

    Kalau saya lebih seneng di RSS dikasih permalink ke postingan, jadi kalo ada orang mo ngelink bisa tau URL postingannya.

  16. Posted June 20, 2008 at 10:12 am | Permalink

    wah, benar sekali ini

  17. Posted July 27, 2008 at 11:38 am | Permalink

    trims infona, baru dapat dari blogna mas cossa alamatna.
    sebenarnya dulu mo bikin rss tapi gak bisa, entah kenapa linkna mati
    mo coba lagi deh

    • Posted July 27, 2008 at 10:21 pm | Permalink

      Ayo mas coba bikin lagi RSS-nya… dan jangan lupa sharing pengalaman…

  18. Posted July 27, 2008 at 5:37 pm | Permalink

    aku nggak pake rss hwe… soalna aku ngejar visitor di blog aku biar entar ada yang ngeklik adsense.. hewhewhew…. :grin:

    • Posted July 27, 2008 at 10:23 pm | Permalink

      Coba aja RSS-nya mas. Siapa tahu malah meningkatkan loyalitas pembaca terhadap blog anda sehingga bukan cuma pengunjung setia, tapi sampai menyampaikan ke orang lain lagi…

  19. Posted September 1, 2008 at 8:46 pm | Permalink

    Wah kalo blog saya pengunjungnya saja msh bs dihitung dengan jari, jd msh perlu kerja keras dok, ga usah pusing masalah rss dulu, hehe

  20. Posted February 4, 2009 at 11:28 am | Permalink

    Thanks atas penjelasan feed rss ini… Sangat bagus….

  21. Posted April 9, 2009 at 12:27 pm | Permalink

    wah…lama2 jadi demen baca…

  22. Posted June 3, 2009 at 3:52 am | Permalink

    Ini baru RSS asli mas.. hehe..
    Mas, tukeran link yuk..

  23. Posted November 24, 2009 at 1:46 am | Permalink

    Artikelnya sangat bermanfaat bang
    Saia tau dari wikipedia nih
    Hehehe…………
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

  24. Posted January 14, 2010 at 10:44 am | Permalink

    bener bnget tuh .RSS mang bkn bangga..heheeeee mw nnya ni tp knpa jmlah angka pada reader slu berkurang… bs lht di blog chugy… td-y dah mpe 16 eh skrang jd 6 knp y…..

  25. Posted January 15, 2010 at 2:39 pm | Permalink

    thanks infonya ya, tadi googling apa RSS, trus ada tautan ke link ini, menarik, karena pedang bermata dua nya, sukses ya blognya. visit mine :)

12 Trackbacks

  1. By RSS: Sebuah Media Promosi | Deddy Andaka's Blog on December 1, 2007 at 9:19 am

    [...] sebelumnya, jadi ingin melanjutkan tulisan tentang makhluk bernama RSS ini. Dari postingan sebelumnya : Bayangkan jika orang cenderung untuk hanya melihat barang dagangan di etalase tanpa pernah masuk [...]

  2. By RSS - Pedang Atau Benang? | Cosa Aranda on January 4, 2008 at 11:33 am

    [...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita [...]

  3. [...] about RSS( Rich Site Summary or Really Simple Syndication), I agree what mas Deddy said at tajamnya pedangnya RSS. as we know RSS is like when you come to the mall and just for looking at the furniture, or kind of [...]

  4. [...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita [...]

  5. By RSS - Pedang Atau Benang? | News Feed on January 6, 2008 at 8:28 pm

    [...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita [...]

  6. By RSS: Rasa Sayang-Sayange | Deddy Andaka's Blog on January 7, 2008 at 10:54 pm

    [...] untuk yang belum mengikuti, begini kronologinya. Pada postingan pertamaku tentang RSS aku menyebutkan : Namun di sisi lain, RSS juga memberikan dampak yang kurang menyenangkan bagi [...]

  7. [...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita — [...]

  8. [...] trafik pengunjung yang berkurang. Dokter Deddy dan mas Cosa, jauh sebelumnya pernah menulis tentang tajamnya pedang RSS dan fungsi RSS yang seharusnya. Jadi rupanya membatasi content feed RSS bukan solusi yang tepat [...]

  9. [...] trafik pengunjung yang berkurang. Dokter Deddy dan mas Cosa, jauh sebelumnya pernah menulis tentang tajamnya pedang RSS dan fungsi RSS yang seharusnya. Jadi rupanya membatasi content feed RSS bukan solusi yang tepat [...]

  10. By Apa itu feed | Majalah Web on October 10, 2008 at 11:38 pm

    [...] RSS: Pedang Bermata Dua [...]

  11. [...] trafik pengunjung yang berkurang. Dokter Deddy dan mas Cosa, jauh sebelumnya pernah menulis tentang tajamnya pedang RSS dan fungsi RSS yang seharusnya. Jadi rupanya membatasi content feed RSS bukan solusi yang tepat [...]

  12. [...] ke saya. Maka saya pun meng-bookmark situs mereka atau berlangganan via email melalui fitus RSS yang tersedia. Ketika semangat ngeblog turun, membaca blog-blog tersebut tetap update maka semangat [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting