PESAN WAISAK 2552/2008

by Deddy Andaka on May 19, 2008

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Sukham yava jara silam,
Sukha saddha patitthita
Sukho pannaya patllabho,
Papanam akaranam sukhang

Kesilaan membawa kebahagiaan sampai usia tua;
Keyakinan yang teguh membawa kebahagiaan;
Pencapaian kebijaksanaan membawa kebahagiaan;
Penghindaran dari kejahatan membawa kebahagiaan.
(Dhammapada 333)

Setiap kali Hari Raya Waisak tiba, kita teringat pada tiga peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu kelahiran calon Buddha (Bodhisatta) Siddhattha, pencapaian Pencerahan Sempurna Buddha, serta wafat Buddha atau Parinibbana. Peristiwa-peristiwa agung itu terjadi pada hari purnama sidi di bulan Waisak lebih dari dua ribu lima ratus tahun yang lampau. Tahun 623 S.M. Bodhisatta Siddhattha lahir di Taman Lumbini, India Utara; tiga puluh lima tahun kemudian beliau mencapai Pencerahan Sempurna sebagai Buddha, dan akhirnya Buddha Gotama mangkat pada tahun 543 S.M. Tahun ini Hari Raya Waisak 2552 jatuh pada tanggal 20 Mei 2008.

Kehadiran Buddha sebagai Sumber Kebangkitan Moral dan Semangat Mawas Diri, demikian tema Waisak yang diangkat oleh Sangha Theravada Indonesia. Dengan tibanya hari raya Waisak maka kita diingatkan pada kehadiran Buddha di tengah-tengah dunia ini. Kehadiran Buddha tidak berlalu begitu saja, sebab beliau telah mewariskan Dhamma ajaran Kebenaran yang sampai dengan saat ini masih dijadikan sebagai “jalan hidup” bagi umat Buddha seluruh dunia. Umat Buddha masih meyakini bahwa Kebenaran Dhamma dapat menuntun hidupnya menjadi lebih baik, lebih bijak, dan tentu lebih berbahagia.

Jalan hidup Dhamma yang diajarkan oleh Buddha mengutamakan moral atau sila sebagai landasan bagi penerapan Kebenaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Moral atau Sila dan Kebenaran Dhamma saling melengkapi, karena moral tanpa kebenaran Dhamma hanya menjadi norma-norma formalitas belaka tanpa dasar dan arah tujuan jelas, sedangkan kebenaran Dhamma tanpa moral hanyalah berupa wacana filosofis semata yang tidak menunjukkan bagaimana penerapan ajaran Kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari.

Kehidupan sehari-hari dewasa ini menampakkan karut-marut tingkah laku manusia yang kehilangan nurani moral dalam dirinya. Perkembangan zaman yang mengabaikan nurani moral akan menimbulkan kekacauan dan ketidakadilan dimana-mana. Pembenaran terhadap hal-hal yang tidak benar menjadi cara untuk menunjukkan sesuatu yang keliru menjadi tidak keliru lagi, dengan demikian kebenaran sejati dipermainkan oleh manusia untuk memuaskan nafsu egonya. Sungguh disayangkan sikap manusia yang sangat cerdik mempermainkan kebenaran demi kepentingan individu atau kelompoknya. Nafsu serakah, benci, dan gelap-batin menguasai manusia yang tidak memahami bahwa apa yang dilakukannya itu akan menjadikan manusia tidak bisa hidup tenteram, sebaliknya nafsu-nafsu yang merusak itu akan makin merajalela. Oleh karena itu tidak ada cara lain kecuali manusia kembali kepada nurani moralnya. Kebangkitan moral menjadi suatu tuntutan bagi penyelesaian berbagai kekacauan dan ketidakadilan itu. Perhatian dan kepedulian kepada moral hendaknya lebih diutamakan daripada tebar dalih pembenaran, sebab kekuatan moral itulah yang akan mencegah dunia dari kemerosotan peradaban. Pendidikan moral perlu ditanamkan sejak dini baik di sekolah, di rumah ataupun di masyarakat, keutamaan moral dijadikan sebagai kebanggaan dan idola yang diidam-idamkan. Malu terhadap perilaku yang tidak tepat, dan takut akan akibat dari perilaku yang tidak tepat itu hendaknya dijadikan sebagai pedoman perilaku moral yang dijunjung tinggi dalam segala bidang kehidupan sehari-hari.

Mawas diri bukan hanya melihat atau memeriksa diri sendiri secara jujur, tetapi juga mengoreksi diri apabila terdapat kekeliruan atau ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu mawas diri sangat diperlukan bukan hanya untuk keperluan pengembangan diri sendiri tetapi juga untuk keperluan orang lain bahkan lingkungan hidup. Karena mawas diri akan menyebabkan manusia dapat mengintrospeksi sikap diri terhadap hal-hal yang menimbulkan dampak buruk bagi orang lain maupun lingkungan hidup. Semangat mawas diri merupakan cara untuk mengembangkan daya tahan pengendalian diri terhadap hal-hal yang menimbulkan dampak buruk tersebut. Tanpa memiliki semangat mawas diri seringkali manusia menjadi bertindak sewenang-wenang tanpa memperhatikan keberadaan orang lain dan lingkungan hidup yang juga mendambakan kelangsungan hidup yang harmonis. Sesungguhnya antara diri kita sendiri dan orang lain maupun lingkungan hidup terjalin suatu kesatuan hubungan sebab akibat yang saling menjadikan. Oleh karena itu apapun yang kita lakukan akan berdampak bagi orang lain dan lingkungan hidup karena hubungan sebab akibat itu menjadikan keselarasan segala sesuatu. Sikap mawas diri tidak dapat tumbuh tanpa diawali dengan pandangan bijak terhadap alam kehidupan ini. Tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebih rendah antara kedudukan manusia dengan lingkungan hidupnya. Manusia merupakan bagian dari alam semesta seperti halnya lingkungan hidup juga. Mencintai lingkungan hidup sama halnya dengan mencintai kehidupan manusia. Oleh karena itu menghindarkan diri dari perbuatan yang tercela terhadap orang lain dan lingkungan hidup akan membawa kebahagiaan bagi alam semesta. Menghindari tingkah laku apapun yang dapat menimbulkan terganggunya ekosistem, sebaliknya menjaga ekosistem dengan penghematan penggunaan sumber daya alam akan menimbulkan kelangsungan hidup simbiotis antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Sangha Theravada Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2552/2008; semoga umat Buddha sekalian dapat membangkitkan nurani moral dan semangat mawas diri dalam kehidupan bermasyarakat, semoga Pemerintah mengutamakan nurani moral dan mawas diri sebagai landasan memimpin bangsa dan negara, sehingga bangsa dan negara Indonesia mampu menyelesaikan berbagai permasalahan rakyat maupun lingkungan hidup.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Tiratana, selalu melindungi.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Kota Mungkid, 20 Mei 2008

SANGHA THERAVADA INDONESIA

ttd.

Jotidhammo Mahathera
Ketua Umum / Sanghanayaka

(Sumber: Samaggi-phala.or.id)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

{ 18 comments… read them below or add one }

Zee May 19, 2008 at 6:56 pm

Pak Dokter merayakan Waisak ya? Selamat ya.

Reply

jimmy May 19, 2008 at 8:17 pm

selamat hari raya waisak untuk semua yang merayakannya

Reply

ghozan May 19, 2008 at 8:34 pm

oh iya besok hari Waisak yah… selamat hari Waisak ya pak dokter en bagi semua yang merayakan juga…

Reply

dani May 20, 2008 at 1:28 am

selamat Waisak ya Ded..
salam buat Om-Tante Andaka di Pupuan
Winda-Benny sekeluarga
Dina sekeluarga jg.. 🙂

Reply

Yanuar May 20, 2008 at 10:50 am

Selamat hari Raya Waisak.

Reply

anton May 20, 2008 at 11:08 am

Selamat hari waisak ya….
Semoga sang tiratana selalu memberkati anda…
Sadhu…sadhu..sadhu

Reply

landy May 20, 2008 at 11:10 am

Selamat hari Raya Waisak.

Reply

Billy Soemawisastra May 20, 2008 at 2:13 pm

Selamat merayakan Tri Suci Waisak bagi saudara-saudaraku seluruh umat Buddha. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Sang Buddha, yang telah memberikan banyak inspirasi bagi saya pribadi dalam menjalani kehidupan ini.

Reply

imsuryawan May 20, 2008 at 3:52 pm

selamat.. selamat…

Reply

Angels May 20, 2008 at 7:56 pm

met waisak deddy 😀

Reply

Deddy May 21, 2008 at 5:40 pm

Terima kasih semua… 😉

Reply

ick May 22, 2008 at 10:39 am

selamat…. merayakan hari waisak…. semoga dunia beserta isinya semakin baik dan semakin benar…. [maap telat]

*makasi banyak dah nge add link saya 😀

Reply

wira May 22, 2008 at 2:36 pm

selamat merayakan Hari Raya Waisak, semoga damai selalu 🙂

Reply

indra1082 May 22, 2008 at 4:28 pm

Saya mau ngisi di Aboutnya tapi ditutup y, Kita sama2 JUVENTINI nich…..
salam kenal…….

Reply

Ady May 23, 2008 at 8:33 am

Happy Belated Waisak

Semoga selalu diberkati
Semoga kedamaian selalu ada di hati setiap manusia

Reply

okanegara May 26, 2008 at 7:17 pm

Selamat Hari Trisuci Waisak ya Ded,
Semoga Tiratana selalu melindungi semua,
Titip salam buat Winda dan Dina…

Reply

Marisa June 2, 2008 at 1:55 am

Happy (belated) Vesak Day 2552!
Salam kenal dari Jakarta. 😀

Reply

Deddy June 2, 2008 at 10:29 am

Sekali lagi terima kasih semua.
Salam kenal juga…

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: