All My Sites Got Cracked!

Pulang jaga dari Rumah Sakit, bukannya bisa santai, eh… malah dapetin klo blog ini ga bisa diakses. Yang ada malah tulisan gede-gede berbunyi:

Please replace this default index.htm file with your own…

Kirain cuma blog ini. Setelah diusut, semua website yang saya hosted di Servage.net seperti itu. Halaman index-nya tiba-tiba hilang dan berganti dengan dafult index-nya Servage. Gawat! Langsung saja saya kirim email ke Support-nya Servage. Sekaligus menguji Support-nya Servage yang terkenal akan kecepatan responnya.

Subject: All my sites got hacked?!

I got this msg on all my sites that hosted on Servage:

“Please replace this default index.htm file with your own…”

What’s going on?
All my sites got hacked?

Dan kurang dari 3 menit sudah ada tanggapan dari pihak Servage. Begini isinya:

Thank you for submitting a ticket.

Yes, we are aware of this issue. Our admin has replaced your index page to the default one due to security breach on the cluster where your account is hosted on and was forced to replace your index files.

We request you to please reupload your index file from your own backup. Please accept our apologies for the inconvenience caused.

For maximum security please ensure your account password is secure (at least 6 mixed numbers and letters) and that it is changed regularly. Ensure that permissions for your Folders are set to 755 and for files it is set as 644. Also check that no folders have insecure permissions such as 777 (unlimited access).

Thank you for your understanding.

Kind Regards
Victor, Support
Servage Hosting

Setelah itu tinggal upload index.php yang ada di WordPress, hapus index default yang ada, maka Blog ini sudah kembali seperti semua. Dan jangan lupa untuk mengganti chmod ke maximun security. Duh… bikin deg-degan aja. Tapi klo dipikir-pikir, emang ada ya yang mau ngehack ngecrack blog kayak gini? :D

*update*
Setelah membaca tulisan “Masyarakat Hacker” oleh Onno W Purbo, maka saya mengganti kata Hacked pada judul tulisan ini menjadi Cracked. Thanks to ardizorro atas masukannya.

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Issue | Tagged , , | 23 Comments

Blog: Antara Attention dan Media Berekspresi

Meski saya sudah ngeblog selama 8 tahun, bukan berarti saya tahu segalanya tentang blog. Saya bukanlah pakar, bukan penulis handal, bukan ahli ngoprek theme-nya WordPress. Saya hanyalah seorang blogger biasa yang senang berbagi. Itu saja. Dalam perjalanan ngeblog ini, saya kerap kali mendapatkan email yang menanyakan tentang seluk-beluk blog. Saya selalu coba menjawab sebisanya, dari sudut pandang saya tentunya. Diterima ya syukur, dibantah ya sudah.

Ada sebuah pertanyaan yang pernah mampir ke email saya dan akan saya bagi kali ini. Begini isinya:

Dok, saya seorang blogger pemula. Saya sudah mencoba menulis blog yang orisinal, tidak copy paste, dan menurut saya bermanfaat untuk orang-orang. Saya pun sudah melakukan blogwalking dan berkomentar yang sopan di blog-blog tersebut. Tapi kenapa ya masih sedikit sekali yang memberi kunjungan balik dan berkomentar di blog saya?

Dahulu, kita lumayan susah mencari ruang atau media untuk berekspresi. Saya masih ingat ketika SMP saya mengirimkan puisi-puisi saya ke redaksi surat kabar Wiyata Mandala (korannya pelajar-red) dan menunggu dalam ketidakpastian untuk sekedar agar karya saya dibaca orang. Dan ketika dimuat, senangnya bukan kepalang (padahal ga dapet honor). Surat kabar, televisi atau radio adalah media berekspresi yang cukup handal saat itu. Mereka memiliki orang-orang yang siap memberi perhatian (attention).

Saat ini, media berkespresi begitu terbuka. Blog dan Youtube adalah contoh yang sempurna untuk menggambarkan hal ini. Sekarang siapa saja dengan mudah membuat blog dan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Siapa saja dengan mudah membuat video tentang dirinya agar bisa ditonton orang-orang. Masalahnya, perhatian (attention) yang semakin susah untuk dicari. Read More »

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Blog, Writing | Tagged , , | 23 Comments

Marshanda, Who do u think u are?

Kalau ditanya “Marshanda, Who do u think u are?“. Tentu saja jawabannya ArtisPublic figure. Dan sudah resiko seorang public figure kalau gerak-geriknya akan lebih diperhatikan orang-orang. Tapi kalau lihat video di atas yang lagi hot menjadi pembicaraan, kira-kira maksudnya apa ya? Nyari sensasi? Lagi depresi? Atau koleksi video-video pribadinya biz dicolong orang dan diupload di internet? Kita tunggu konfirmasinya di acara-acara infotainment :) Marshanda… Marshanda… Now it’s your turn…

ps: Sepertinya pak RS akan dimintai pendapatnya lagi nih :razz:

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Entertainment | Tagged , , | 18 Comments

Andaka 3.2: Au-Thematic!

Akhirnya kesampean juga untuk ganti tampilan. Sebut saja Andaka 3.2: Au-Thematic! karena theme kali ini menggunakan Thematic sebagai layout dasarnya. Bagi yang belum tahu, Thematic adalah sebuah theme WordPress gratis karya Ian Stewart dari ThemeShaper. Selain bersih, rapi dan search-engine optimized, Thematic juga merupakan theme yang open-source! Itu artinya kita bebas memodifikasi theme ini menjadi berbagai bentuk lain. Satu lagi keunggulan theme ini adalah didukung oleh sebuah forum support yang apabila kita menemukan kendala didalam “mendandani” theme ini, kita bisa bertanya di sana.

That’s the POWER of community!

Ok, theme ini secara resmi saya uji cobakan di blog ini. Kalau nanti dalam perjalanannya ditemukan keganjilan-keganjilan yang tidak ditemukan solusinya, mungkin saja saya akan kembali ke theme sebelumnya. Selamat menikmati! :)

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Blog, Design | Tagged , | 19 Comments

Officially 27: Renungan Tentang Kematian

Hari ini saya tepat berusia 27 tahun. Berbicara tentang ulang tahun, sesungguhnya kita dapat melihatnya dari dua sisi. Pertama, sudah seberapa lama kita menjalani hidup. Kedua, sudah seberapa dekat kita dengan kematian. Iya, KEMATIAN! *sengaja saya tulis dengan huruf kapital* Bagi sebagian orang, berbicara tentang kematian masih dianggap tabu, namun menurut saya hal seperti ini justru harus sering kali kita renungkan agar kita dapat lebih menghargai lagi yang namanya “kehidupan”.

Mungkin dapat dianalogikan seperti gambar di atas, sebuah kapal laut berangkat dari dermaga (A) menuju ke arah pulau (C). Ketika kapal laut berada di titik tengah (B), maka kapal tersebut dapat dikatakan semakin menjauhi dermaga dan secara bersamaan mendekati pulau tujuan. Yang membedakan dengan kehidupan yang kita jalani adalah kita tidak tahu kapan kita akan sampai di pulau seberang. Mungkin sepuluh tahun lagi. Mungkin setahun. Mungkin sebulan lagi. Mungkin besok. Atau nanti. Tidak ada yang tahu…

Ajahn Chah dalam bukunya “No Ajahn Chah” menyebutkan:

Our birth and death are just one thing. You can’t have one without the other. It’s a little funny to see how at a death people are so tearful and sad, and at a birth how happy and delighted. It’s delusion. I think if you really want to cry, then it would be better to do so when someone’s born. Cry at the root, for if there were no birth, there would be no death. Can you understand this?.

Yang kalau diterjemahkan kurang lebih begini: Kelahiran dan kematian kita adalah satu hal. Anda tidak bisa mendapatkan yang satu tanpa yang lainnya. Terlihat agak lucu; bagaimana pada saat ada kematian, orang-orang menangis dan sedih; sedangkan pada saat ada kelahiran, orang-orang gembira dan senang. Itu hanyalah khayalan. Saya rasa jika Anda benar-benar ingin menangis, lebih baik melakukannya pada saat seseorang dilahirkan. Menangislah pada awalnya, karena bila tidak ada kelahiran, maka tidak akan ada kematian. Apakah Anda bisa mengerti hal ini?

Memang terdengar ekstrim, namun kalau direnungkan kalimat di atas sungguh memiliki makna yang dalam sekali. Pertanyaannya adalah, “Sudah siapkah Anda ketika kematian datang menjemput?”.

Kelahiran dan kematian kita adalah satu hal. Anda tidak bisa mendapatkan yang satu
tanpa yang lainnya. Terlihat agak lucu; bagaimana pada saat ada kematian, orang-orang
menangis dan sedih; sedangkan pada saat ada kelahiran, orang-rang gembira dan
senang. Itu hanyalah khayalan. Saya rasa jika Anda benar-benar ingin menangis, lebih
baik melakukannya pada saat seseorang dilahirkan. Menangislah pada awalnya, karena
bila tidak ada kelahiran, maka tidak akan ada kematian. Apakah Anda bisa mengerti hal
ini?
VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Renungan | Tagged , , | 40 Comments

Web 3.0 : Tahu Kemana Harus Mencari

Di artikel sebelumnya saya menyebutkan salah satu ciri khas dari Web 3.0 adalah “Kenapa harus mencari (searching) kalau Anda bisa langsung menemukannya?”. Meski demikian, bukan berarti kita sudah tidak memerlukan mesin pencari lagi. Yang membedakan adalah kita tahu kemana harus mencari!

Bayangkan bila Google atau Bing adalah sebuah perpustakaan yang besar dan lengkap. Hampir semua buku dapat ditemukan di sana. Sayangnya banyak buku yang antara judul dan isinya tidak berhubungan. Atau banyak buku yang ditulis oleh entah siapa. Kalau Anda sedang menulis suatu karya ilmiah tentu saja hal ini menjadi masalah besar.

Saya setuju dengan pendapat Afwan Auliyar, “Era Web 3.0 adalah era kepercayaan“. Menurut saya, lebih baik Anda mendapatkan 1 visitor yang percaya pada kredibilitas Anda daripada 100 visitor dari mesin pencari namun tidak mempercayai apa yang Anda tulis. Read More »

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Web 3.0 | Tagged | 21 Comments

SEO is Dead

You better not cry
You better not pout
I’m telling you why
SEO is dead!

Mungkin belum mati, tapi akan. Mungkin tidak benar-benar mati, tapi sekarat. Beberapa hari yang lalu seorang sahabat yang sedang semangat-semangatnya ‘making money online‘ bertanya kepada saya mengenai SEO (Search Engine Optimization -red) yang diyakininya akan dapat meningkatkan traffic ke blog yang sedang dikembangkannya. Walau pun saya bukan pakar SEO, saya pun membagi beberapa hal-hal dasar yang saya ketahui. Kalau mau lengkapnya sih bisa langsung tanya-tanya ke Master SEO-nya aja :)

Menurut saya, SEO sedang di ambang kematian. Sekarat. Dulu  SEO memang sangat efektif untuk meningkatkan traffic, tapi satu atau dua tahun lagi mungkin sudah tidak lagi.

Apa yang diharapkan dari SEO? Kalau Anda berjualan produk, Anda tentu mengharapkan orang-orang searching di Google untuk suatu produk lalu mampir ke situs Anda dan melakukan transaksi. Kalau Anda ingin meningkatkan traffic, Anda tentu mengharapkan orang-orang searching di Google akan suatu berita dan melihat situs Anda di peringkat 1 lalu melakukan kunjungan ke situs Anda. Apa iya seperti itu? Read More »

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Search Engine Optimization | Tagged , | 81 Comments

Selamat Bergabung di Klub “Kapan Nyusul?”

Lega – itulah yang kami rasakan setelah serangkaian acara pernikahan dapat kami lewati dengan baik. Persiapannya sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, tepatnya setelah acara lamaran di Surabaya tanggal 19 Oktober 2008. Hmf… mempersiapkan pernikahan memang tidaklah mudah. Apalagi ditambah padatanya kesibukan di Rumah Sakit, serasa persiapan sekian bulan itu ada aja yang kurang. Makanya, setelah acara 28 Juni kemarin saya dan Martha legaaaaaa banget! :)

Mengenai judul di atas, mungkin ada yang bertanya-tanya, “Apa sih maksudnya Klub Kapan Nyusul?“. Biar sedikit nyambung, mungkin perlu dibaca juga postingan tahun lalu waktu saya berulang tahun. Ringkasnya, “Kapan nyusul?” adalah pertanyaan favorite orang-orang yang uda merit ke orang-orang yang mereka pikir sudah layak merit tapi belum merit-merit juga. Nah lho…

Jadi pada beberapa kesempatan saya pun melontarkan pertanyaan ‘sakral’ itu ke beberapa temen. Dan ternyata… wah, enak juga lho nanya kayak gitu. Hahaha… So… Selamat Bergabung di Klub “Kapan Nyusul?”

Kapan Nyusul? :mrgreen:

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Personal Life | Tagged | 27 Comments