Kemarin malam, iseng-iseng saya bikin fanpage untuk Andaka.com di Facebook. Bukannya sok mau jadi artis atau orang terkenal sampe bikin fanpage-fanpagean segala, tetapi lebih untuk semakin menghubungkan antara blog ini dengan iconnya Web 2.0, Facebook.
Tahun 2010 nanti trend web juga akan bergeser dari Web 2.0 ke Web 3.0 yang ditandai dengan mulai terhubungnya berbagai situs dengan latar belakang platform yang berbeda. Facebook dengan Twitter, Twitter dengan Blog, atau juga Blog dengan Facebook. Situs-situs seperti Ping.fm pun mulai bermunculan. Intinya, “MENGHUBUNGKAN“.
Ga mau ikut arus perubahan? Sah-sah saja. Namun kita musti ingat kata pepatah, “Change or die!“. So, kalau ga mau ikutan mati musti siap untuk berubah.
Sebuah fakta yang tidak bisa dielakkan adalah; pertumbuhan orang yang bergabung dengan Facebook jauh melebihi pertumbuhan orang yang mulai ngeblog. Nilai-nilai sosial pun mulai bergeser. Kalau dulu orang yang Facebook-an cenderung dibilang kuper alias kurang pergaulan. Sekarang, seminggu aja ga buka Facebook mungkin Anda ketinggalan berita tentang teman-teman atau keluarga Anda. Nah, kalau sudah begitu siapa sekarang yang kuper?
Pesan moral dari tulisan ini adalah: kalau ngga keberatan, ayo joinan di “Andaka.com on Facebook”
Bisa langsung lewat Facebook, atau lewat widget di sidebar sebelah. Akhir kata, join ga join teng kyu! Hehe…
New Wave: The New Era of People Power
Saat ini kita sedang berada di masa transisi. Web 2.0 sedang berada di titik akhir kesempurnaannya. Di sisi lain, Web 3.0 sedang mencari bentuknya. Tidak ada definisi pasti yang dapat menggambarkan masing-masing era perkembangan Web. Saya lebih suka mengatakan bahwa Web 1.0 adalah era yang statis dan ego sentris, Web 2.0 adalah era yang dinamis dengan komponen komunitas dan kontribusi, sedangkan Web 3.0 adalah era kolaborasi dan masih mengandalkan komunitas di dalamnya. Bedanya, komunitas yang ada kini semakin kuat dan semakin memiliki jati diri.
Bisa jadi Teori Motivasi dari Abraham Maslow adalah benar, bahwa manusia secara psikologis membutuhkan komunitas untuk aktualisasi diri. Tapi mungkin dia tidak akan menyangka bahwa komunitas akan berkembang menjadi bentuk seperti yang kita lihat saat ini. Komunitas yang ada bukan lagi sekedar sekelompok orang-orang yang memiliki ketertarikan, pekerjaan atau aktivitas yang sama. Mereka menggerakkan. Mereka ingin berbuat sesuatu. Dan mereka tahu… mereka memiliki kekuatan untuk itu. Kini, “People Power” pun memasuki sebuah era baru, era The New Wave. Read More »