Bengkala: Deaf Village part II

October 30th, 2005 by Deddy Andaka

Tahun 1980an dilakukan pemetaan gondok di daerah Bali. Oleh beberapa orang peneliti, ditemukan sesuatu yang janggal dimana banyak penduduk Desa Bengkala yang tuli bisu. Saat itu Desa Bengkala merupakan daerah yang terisolir yang sulit untuk bersosialisasi dengan daerah sekitarnya. Menurut catatan sejarah yang ada di perpustakaan Kota Singaraja (Singaraja = Buleleng –red), hal ini sudah terjadi sejak 200 tahun yang lalu!

Menurut Friedman et al (1995):

Two percent of the residents of Bengkala, Bali, have profound, congenital, neurosensory, nonsyndromal deafness due to an autosomal recessive mutation at the DFNB3 locus. We have employed a direct genome-wide disequilibrium search strategy, allele-frequency-dependent homozygosity mapping (AHM), and an analysis of historical recombinants to map DFNB3 and position the locus relative to flanking markers. DFNB3 maps to chromosome 17, closest to D17S261, pRM7-GT and D17S805. In individuals homozygous for DFNB3, historical recombinant genotypes for the flanking markers, D17S122 and D17S783, place DFNB3 in a 5.3 cM interval of the pericentromeric region of chromosome 17 on a refined linkage map of 17p-17q12. Based on conserved synteny, the murine sh2 gene may be the homologue of DFNB3.

Dengan kata lain, telah terjadi mutasi genetik yang bersifat resesif dan dapat diturunkan. Bahkan tadi pun aku masih menemukan bayi yang mengalami kelainan ini. Sekilas dari luar tak nampak kelainan. Liat deh… gemesin banget ya? Tapi jika kita mencoba memberi rangsangan bunyi-bunyian, maka bayi ini ngga memberi reaksi terhadap bunyi-bunyian itu. Catatan: Kedua orang tua dan 3 kakak si bayi juga mempunyai kelainan yang sama.

Bengkala Baby

Tumbuh dalam suatu komunitas kolok, mereka mempunyai cara berkomunikasi tersendiri. Mereka mempunyai language sign yang khas dan tentu saja berbeda dengan language sign international. Tadi aku sempet belajar sedikit language sign mereka n sempet ”bercakap-cakap” dengan seorang bapak yang mempunyai kelainan ini. Setidaknya dari percakapan itu aku bisa nangkep klo bapak itu seorang petani dan mempunyai 3 ekor sapi, 2 jantan 1 betina :D

Bengkala Man

Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Dari sisi biomolekuler, dapat dilakukan perbaikan terhadap rantai mitokondria yang mengalami kelainan. Hal ini memang tidak dapat menyembuhkan si penderita. Setidaknya diharapkan tidak menurun terhadap anak-anak mereka. Namun tentu saja hal ini bukan hal mudah. Perlu BIAYA (read: money money money) yang sangat besar. Yep, emang ujung-ujungnya duit. Yah… tapi memang begitulah…

Selain itu, karena ini bersifat resesif (akan menurun bila bertemu dengan genetik yang sama) , maka diusahakan tidak terjadi perkawinan antar penderita kelainan ini. [Mengingat dulu Bengkala merupakan daerah yang terisolir, maka perkawinan ini tak dapat dihindarkan]. Maka usaha-usaha yang telah dilakukan adalah membuka akses daerah ini ke dunia luar sehingga akan terjadi pembauran dengan masyarakat luar. Dan tentu saja masyarakat di sekitarnya diberi pengertian klo ini bukanlah merupakan penyakit menular. Dan pas yankes tadi, aku amati masyarakat sekitar bisa membaur dengan sangat baik dengan komunitas ini.

Bengkala: Deaf Village part I

October 30th, 2005 by Deddy Andaka

Hari minggu (30/10-2005), jam 7 pagi aku sudah berangkat ke RS Sanglah. Bagian THT RS Sanglah mau ngadain Yankes gratis untuk warga di Desa Bengkala. Setelah nyiapin ini itu, jam 8 pagi bersama 13 temen lainnya dan beberapa orang residen THT, berangkatlah kita menuju ke Desa Bengkala.

Bengkala Team

Bengkala VillageDesa Bengkala terletak di daerah utara pulau Bali, tepatnya di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jika lewat rute Sukawati – Kintamani, perjalanan dari Denpasar memakan waktu sekitar 2 jam. Perjalanannya tidak membosankan. Karena kita akan bisa melihat keindahan panorama Gunung Batur dan danaunya dari daerah Kintamani. Setelah itu perjalanan akan melewati daerah pegunungan yang sejuk dan banyak perkebunan cengkeh di kanan kiri jalan.

Mengapa kita jauh-jauh memilih Desa Bengkala sebagai tempat untuk melakukan yankes, salah satunya adalah karena di sana ada suatu komunitas masyarakat kolok (tuli bisu –red). Mungkin bukan hal aneh jika di suatu desa ada penduduk yang tuli bisu. Tapi akan menjadi janggal jika 2% dari penduduknya adalah tuli bisu. Total penduduk Bengkala 2185 dan ada 47 orang yang tuli bisu (1995). Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?

Singapore Suatu Sore

November 25th, 2004 by Deddy Andaka

Hari itu Sabtu, 20 November 2004. Waktu menunjukkan jam 3 sore. Perjalanan 5 jam dari Korea ke Singapore cukup membuat pantat ini pegal. Dari Changi Airport langsung nyari taxi buat nganter ke Crown Prince Hotel. Begitu check in dan naruh-naruh barang aku langsung ke bawah. Perjalanan 5 jam dari Korea tidak mengurungkan niatku untuk langsung berjalan melintasi Orchard Road yang sore itu rame banget. Dibilang jalan-jalan, ngga juga. Banyakan duduknya sambil ngeliatin orang-orang yang beraneka ragam. Waktu terasa berjalan lambat berbeda dengan langkah kaki orang-orang yang berjalan seperti kehabisan waktu. Lalu aku masuk ke Lucky Plaza, ngeliatin kamera digital. Duh… pedagangnya agresif banget. Malah bikin aku curiga. Eh…ternyata bener juga, berlagak mo ngasi diskon padahal harganya awut-awutan. Akhirnya di salah satu toko, aku beli kamera digital 5 megapixel Panasonic DMC FX 7 S. Tentu saja dengan harga yang bersahabat + bonus: memory card 256MB, batre, n pembungkus aslinya. Hehehe… nah, say welcome to my new buddy!

Sekitar jam 7, aku pergi ke food courtnya Takashimaya. Pas ngelewatin salah satu stand makanan, tiba-tiba ada cewe manis yang nyapa aku, “Deddy! Deddy kan?” Aku jadi kaget… ni cewe kok isa kenal aku ya… Apa andaka.com sebeken itu? :D

“Ini Ayu… uda lupa ya?” katanya lagi.

“Eh… oh Ayu…?” Kataku pura-pura inget. Padahal memori di otakku lagi searching data cewe-cewe yang bernama Ayu. Trus dia ngasi beberapa clue buat ngingetin aku. Flashback… frame demi frame… Wah…! Ternyata! Dia tuh temenku pas SD!!! Yeah! Uda hampir 10 tahun yang lalu terakhir kali aku ketemu dia! Waw! Sekarang ketemunya malah di negeri orang… ck ck ck… Dunia kayak selebar daun kelor aja. Dia sekarang uda beda banget. Ngga cenge-ngesan kayak dulu. Huahaha… tapi apa aku ga berubah ya?

Bintang Jatuh

November 8th, 2004 by Deddy Andaka

SMS diterima [8/11/2004 - 19:16:53] :
” Aku cape, aku letih..
Aku muak dengan semua yang ada…
Ingin rasanya aku pergi meninggalkan dunia ini…
Terbang jauh entah kemana…

Semua beban terasa berat,
aku tak sanggup lagi menahannya.
Tidak ada satu pun yang ngerti aku.
GA ADA YANG TAHU.
Ga ada yang ngerasain danngertiin,
HATIKU LETIH.

Ntah apa yang harus kubuat.
Ntah apa yang ada padaku esok hari.
Aku tidak punya apa-apa lagi.
Sudah tak kuat lagi..
cukup sampai di sini..
Aku ingin pergi jauh dari sini”

REPLAY [20:12:34] :
“Sory baru liat SMS. Kmu kenapa? Kmu gpp kan?” [Pertanyaan bodoh!]
[Status: Delivered]

[Hening… kosong… tak ada balasan…]

SMS dikirim [20:21:31] :
” Jika bebanmu terasa semakin berat, berhentilah sejenak…
Kaki mungilmu bukan roda yang harus terus berlari
Jika ingin terbang, terbanglah sejauh yang kau mampu…

Tanganku mungkin lemah, tapi aku coba untuk memikul bebanmu
Sayapku mungkin rapuh, tapi aku coba mengejar kemanapun kau pergi
-mencoba temani kamu dalam ketiadaanku -

Ada hari-hari kita yang tidak hitam - tidak putih, tidak panas - tidak dingin, tidak menyenangkan -tidak membosankan. Dan semua itu bisa menjadi lebih cerah, menyejukkan, dan menyenangkan ketika kita mau berbagi. ”
[Status: Pending]

Lalu aku mencoba telp, yang ada malah “Tekan bintang untuk meninggalkan pesan…”
Begitu banyak bintang di langit, haruskan ku tekan satu per satu?

To be continued
Entah entry ini akan dilanjutkan atau tidak aku juga tak tahu. Biar Waktu yang kan menjawab…

Blogger Indonesia

• Aan • Adel • Adis • Aditya • Adon • Agung • Alfa • Alix • Alya • Andi • Angel • Anggie • Anton • Arif • Artha • Ary • Astri • Avianto • Ayahshiva • Baladika • Bayu • Bina • Choridin • Cosa • DaengLimpo • Dania • Daus • Dek Didi • Deni • Devari • Dewi • Dexno • Dhimas • Dhinata • Didi • Dodot • Eca • Ekads • Eko • Ekowanz • Eve • Fauzan • Felix • Fenny • Ferdi • Gauz • Ghozali • Goenrock • Guido • Gusan • Hadriyan • Henky • Hudatoriq • Iin • Ikez • Indra • Isni • Izandi • Jauhari • Jimmy Kurnia • Jimmy Sun • Joey • Koolsonic • Krishna • Landy • Liezmaya • Lukas • Medhy Aginta • Mikey • Nieke • Ningtyas • Oka • Oknoo • Okta • Pande • Permana • Pink • Praditya • Pralangga • Prima Almazini • Puty • Raffaell • Ramayadi • Ridho • Ridu • Riri • Rony • Rozy • Sammy • Sandi • Sawali • Sherly • Shirei • Slamet Widodo • Sonny • Sukandia • Sulis • Suryawan • Thomas • Tika • Tyaz • Udhien • Viar • Wahyu • Widarta • Wiellyam • Wira • Wiwid • Xero • Yanuar • Yudi • Yulia • Yuliana • Zalukhu • Zam • Zee • Zulfi •

Links

Adsense SBY # Bloggerian Forum # Blogsport # Planet Bloggerian # SEO Indonesia # SEO Kita # Wikiblogia # Wordpress Forum # Wordpress Republik #

My Flickr

angpao girlchangi airportmy grandmaBengong