Hari ini saya tepat berusia 27 tahun. Berbicara tentang ulang tahun, sesungguhnya kita dapat melihatnya dari dua sisi. Pertama, sudah seberapa lama kita menjalani hidup. Kedua, sudah seberapa dekat kita dengan kematian. Iya, KEMATIAN! *sengaja saya tulis dengan huruf kapital* Bagi sebagian orang, berbicara tentang kematian masih dianggap tabu, namun menurut saya hal seperti ini justru harus sering kali kita renungkan agar kita dapat lebih menghargai lagi yang namanya “kehidupan”.

Mungkin dapat dianalogikan seperti gambar di atas, sebuah kapal laut berangkat dari dermaga (A) menuju ke arah pulau (C). Ketika kapal laut berada di titik tengah (B), maka kapal tersebut dapat dikatakan semakin menjauhi dermaga dan secara bersamaan mendekati pulau tujuan. Yang membedakan dengan kehidupan yang kita jalani adalah kita tidak tahu kapan kita akan sampai di pulau seberang. Mungkin sepuluh tahun lagi. Mungkin setahun. Mungkin sebulan lagi. Mungkin besok. Atau nanti. Tidak ada yang tahu…
Ajahn Chah dalam bukunya “No Ajahn Chah” menyebutkan:
“Our birth and death are just one thing. You can’t have one without the other. It’s a little funny to see how at a death people are so tearful and sad, and at a birth how happy and delighted. It’s delusion. I think if you really want to cry, then it would be better to do so when someone’s born. Cry at the root, for if there were no birth, there would be no death. Can you understand this?.“
Yang kalau diterjemahkan kurang lebih begini: Kelahiran dan kematian kita adalah satu hal. Anda tidak bisa mendapatkan yang satu tanpa yang lainnya. Terlihat agak lucu; bagaimana pada saat ada kematian, orang-orang menangis dan sedih; sedangkan pada saat ada kelahiran, orang-orang gembira dan senang. Itu hanyalah khayalan. Saya rasa jika Anda benar-benar ingin menangis, lebih baik melakukannya pada saat seseorang dilahirkan. Menangislah pada awalnya, karena bila tidak ada kelahiran, maka tidak akan ada kematian. Apakah Anda bisa mengerti hal ini?
Memang terdengar ekstrim, namun kalau direnungkan kalimat di atas sungguh memiliki makna yang dalam sekali. Pertanyaannya adalah, “Sudah siapkah Anda ketika kematian datang menjemput?”.


38 Comments
Hore…
Pertamax…
Met ultah dok…semoga kehidupan kemarin selalu mendapat berkah dari Tuhan dan kehidupan selanjutnya bisa lebih baik, semangat, selalu sukses sehingga selalu siap menghadapi kematian ketika ajal menjemput…Amien…
Terima kasih dok. Mudah2an saya selalu siap kapan pun ajal menjemput. Ayo… persiapkan diri dengan baik. Semangat!
jadi inget masih banyak dosa neh
Happy Birthday
Thanks Njel. Uda mulai ikutan paid review ya?
Met ultah Dok…
kalimat terakhir di postingan bli, diri saya belum berani menjawabnya.
Coward huh? Just not ready yet
happy bday dok..
Hepi B'day Ded! seberapa deket kita dengen Kematian jgan direnungkan lama2 ya, mendingan renungkan seberapa banyak Kebaikan yang masih bisa dilakuin sampe Kematian..hehe pasti banyak ide bagus2, aku rela kok sebagai korban kebaikan
Happy Bday!! Tambah Sukses!!
makanya,jalani hidup sebaik mungkin seakan kita akan mati besok…minggu2 ini kita banyak dikejutkan sama kematian, ya guru kita, ya kakak kelas kita, musibah bom,satu yg pasti ntar pasti ada giliran kita….hepy bday …
@Yindy: maksudnya juga gt Yin. Biar makin tergugah untuk berbuat kebaikan. Masih di Jerman tah? Kapan pulang?@Sugi: renungan ini terinspirasi mereka Gi. Hidup itu tidak pasti, yang pasti itu kematian… r.i.p…
Selamat Ulang Tahun Mas.. Semoga yang Mas inginkan segera tercapai..
met ultah dok, moga sukses selalu di sisa kehidupan ini, hehe…
btw, tentang tulisan diatas, saya selalu melihat orang menangis kok ketika ada kelahiran, yang nangis bayinya, hehehehe…
belum tau Ded, selama duit buat hidup masi ngalirnya disini, setaon sekali baru pulang, renc Des. kamu di bali?
wah sedang ber ulang taon toch..selamat ya bro…mudah-mudahan makin sukses selalu..
ketika kapal berangkat ke pulau, diperjalanan selalu mengumpulkan bekal. bekal itu untuk kehidupan yang kekal dipulau. Nah dunia inilah tempat mengumpulkan bekal itu. bekal baik yang kita bawa akan baik pula buat kita dipulau, bila bekal buruk yang kita bawa, maka keburukan akan menemani kita dipulau. jadi, perbanyaklah bekal baik didunia ini. memang berat, penuh godaan dan cobaan. tapi kita tetap harus menjalaninya, tidak bisa menghindar
Tambahan ilustrasi yang bagus mas
Thanks ya…
Salam kenal ya mas..
menurut saya profesi sebagai dokter,sering berhubungan dengan manusia yang dalam kondisi hidup dan mati semakin membantu kita untuk lebih mengingatkan pada kematian.
Introspeksi dan perbaikan diri,itu penting…supaya kita menjadi manusia yang lebih baik
met ultah mas..
moga panjang umur n tambah rizky..
oiya salam kenal ya..
Biarpun telat, karena semuanya ngucapin met ultah… makanya saya juga ikutan mo ucapin… Selamat ulang tahun pak dokter…
ha…tulisannya bagus tuh…ada cupiklan ni.. ” beribadahlah seakan akan kamu mati esok pagi, dan bekerjalah seakan akan kamu hidup selamanya”
Met ultah yach bro… walau udah lewat….
selamat ulang taon …
semoga sisa umurnya bisa berguna dan lbh baik lagi
kapan pun seharusnya kita harus siap mas..
kayanya hampir 100% orang akan bilang tidak siap klo anda bertanya seperti itu.
mungkin pertanyaan yang lebih baik ditanyakan adalah
apa yang akan anda bawa dan anda tinggalkan saat anda mati ?…………
Kalo ditanya ke saya, Dok, jawabannya: ngga siap.
Btw, panjang umur buat Pak Dokter.
*Perkataan adalah do’a
Tidak banyak yang berani memperbincangkan kematian pada hari ulang tahunnya. Dan kita juga tidak pernah berani untuk mengingatkan orang pada kematian saat mengucapkan selamat ulang tahun pada seseorang…
Kalau ke aku, boleh kok sering2 diingetin Ar
emang siap ndak siap…sepertinya klo udah waktunya….gmn lagi…hehe…:)
wakh aku pikir sudah sekarat nih….dok, ilustrasi akan hutnya keren banged…..
Thanks, itu bikinnya pake font standar yang ada di Windows kok. Klo ga salah namanya Webdings
aduh jadi inget dosa
Agar tidak membuat stres, kehidupan dan kematian dapat disamakan dengan istilah yang sering kita dengar : “Ada pertemuan dan ada perpisahan”. Kematian bisa diartikan sebagai perpisahan dengan orang-orang yang kita cintai selama menjalani kehidupan.
Oleh karena itu, selama masih dalam perjalanan kehidupan, kita dapat menggunakan kesempatan untuk berbagi segala hal yang baik dengan sesama kita. Berbagai media dapat dimanfaatkan untuk hal yang baik tersebut. Selamat Ulang Tahun.
ngeri inget mati mah..
msh banyak dosa
waaah..
slamat ultah *sorry telat
Orang yg paling cerdas di dunia ini adlh bukan org yg kaya ataupun yg punya titel bayak ataupun yg punya jabatan tinggi. Melainkan orang yg paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan bekal kematian tersebut…
I love your quote of Ajahn Chah.
One Trackback
[...] teringat akan postingan “Renungan Tentang Kematian” yang saya tulis bulan Juli lalu. Di sana saya mengutip sebuah kata-kata dari Ajahn Chah [...]