Mitos tentang Merokok

Suatu hari di tempat praktek ada seorang pasien berkata, “Dok, saya mencari obat untuk berhenti merokok. Saya sudah kecanduan banget. Ngga bisa berhenti nih…” Hmm… andai saja ada pabrik obat yang menjual “Obat berhenti merokok” dan orang benar-benar bisa berhenti merokok karenanya…

Merokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Meski rata-rata perokok sudah mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kanker dan lain-lain -seperti yang tertulis pada setiap akhir iklan rokok (walaupun hanya sesaat), namun kenyataannya orang masih saja merokok. Ironisnya, akibat yang ditimbulkan bukan hanya bagi mereka yang menghisapnya, perokok pasif juga harus menanggung beban ini. Ada banyak alasan yang digunakan perokok ketika disarankan untuk berhenti. Dan alasan-alasan tersebut kini menjadi mitos yang harus dipatahkan! Nah, berikut adalah mitos-mitos seputar rokok:

Mitos 1: Dengan merokok saya terlihat macho/sexy
Tepatnya… pabrik rokok mengharapkan anda berpikir seperti itu. Mungkin awalnya memang iya, tapi tunggu saja… Merokok dapat menimbulkan kulit keriput dan gigi kuning. Merokok juga berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah begitu, tubuh tidak lagi tegap. Dan yang lebih penting, merokok dapat menyebabkan impotensi. Apa itu yang namanya macho/sexy?

Mitos 2: Berhenti merokok bisa membuat saya gemuk
Bertambanya berat badan banyak dialami orang yang mencoba berhenti merokok. Hal ini terjadi karena kebiasaan menghisap rokok kini berganti dengan makan. Namun dengan merencanakan diit gizi yang sehat dan meningkatkan aktivitas akan membantu kita memecahkan masalah ini. Bahkan, dengan olahraga, tidak hanya masalah berat badan saja yang dapat diatasi, namun stamina dan kapasitas paru yang hilang ketika merokok juga dapat dikembalikan.

Mitos 3: Saya akan berhenti ketika saya hamil
Mungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi selama kehamilan yang meningkat.

Mitos 4: Merokok tidak melukai orang lain selain diri sendiri
Salah! Bila merokok di sekitar orang lain, anda telah menyakit mereka terutama yang memiliki asma, penyakit jantung, alergi atau anak-anak. Perokok pasif juga mempunyai resiko yang meningkat seperti pada perokok aktif.

Mitos 5: Saya masih muda, saya akan berhenti merokok beberapa tahun lagi
Hampir semua perokok aktif mulai merokok ketika masih muda. Dan kebanyakan dari mereka berharap dapat berhenti beberapa tahun kemudian. Namun kebanyakan masih merokok setelah lima tahun ke depan.

Mitos 6: Hanya satu rokok sehari kok
Merokok tidaklah aman sekalipun hanya 1 rokok dalam sehari. Setiap rokok mengandung sekitar 1 sampai 2 miligram nikotin yang dapat mencapai otak setelah 10 detik dihirup. Segera setelah tiupan pertama adrenalin akan sibuk meningkatkan tekanan darah, denyut jantung dan nafas anda.

Mitos 7: Rokok saya “light”, jadi ya ga masalah
Munurut Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, rokok “light” memiliki kandungan yang sama dengan rokok pada umumnya, termasuk lead, ammonia, benzene, DDT, gas butane, carbon monoxide, arsenic dan polonium 210.

Mitos 8: Kanker Payudara adalah kanker pembunuh nomor 1 pada wanita
Tet tot! Yang benar adalah kanker paru. Meningkatnya angka kematian akibat kanker paru berhubungan langsung dengan meningkatnya rate dari merokok. Merokok juga merupakan resiko mayor pada penyakit jantung, si pembunuh nomor satu.

Mitos 9: Merokok dapat memperbaiki mood
Beberapa orang percaya rokok dapat menambah semangat, namun itu dapat menurunkan moodmu. Jika anda sedang down atau depresi, rokok dapat menempatkan anda pada resiko yang lebih tinggi untuk depresi, hiperaktivitas, dan attention deficit disorder. Seperti pada penelitian terbaru disebutkan, remaja yang merokok memiliki resiko 4 kali yang lebih besar untuk mengalami depresi dari remaja yang tidak merokok.

Mitos 10: Mengunyah tembakau adalah aman karena tidak melalui inhalasi
Bukan hanya kanker paru yang dapat membunuh. Mereka yang mengunyah tembakau memiliki resiko untuk kanker pada rongga mulut, yang dapat mengenai lidah, bibir dan gusi. Seperti pada merokok, lebih cepat berhenti lebih besar kesempatan anda untuk meloloskan diri dari penyakit-penyakit tersebut.

Be Healthy, Be Happy!

Referensi

  1. Krockover, M. “Smoking Myths”. http://www.webmd.com/
  2. Centers for Disease Control and Prevention. “Tobacco information and prevention sources: Facts you should know” November 2000.
  3. Psyche Pascual. “Top Ten Myths About Smoking”. http://www.ahealthyme.com

Tags: ,

RSS feed | Trackback URI

53 Responses to “Mitos tentang Merokok”

    Gravatar
    Comment by jimmy
    2008-05-07 02:09:55

    untung saya gak merokok, dan sesudah baca artikel ini, semakin tidak mungkin merokok :D

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-15 17:16:19

    Klo emang dari dalem bertekad ga merokok sebenernya ngga merokok bukanlah hal yang aneh ya mas Jimmy…

    Gravatar
    Comment by Ruud
    2008-05-20 11:49:36

    Setuju. Seperti tulisan mas Steven Covey “Seven Habits Highly Effective People” perubahan berasal dari dalam. Inside Out.

    Klo niatnya gak berhenti ya gak akan berhenti merokok.

     
     
     
    Gravatar
    Comment by scarface
    2008-05-07 04:48:22

    saya perokok berat 2 bungkus minimal perhari..mau berhenti susah pa dokter..tips2 jitu tuk berhenti merokok gimana ya?

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-15 17:26:41

    setelah tau mitos2nya, masih mau ngerokok? :roll:

     
    Gravatar
    Comment by djenol
    2008-08-03 22:54:09

    Q sudah berhenti Desember 2007 setelah 15 tahun merokok. Sebungkus (20 btng) dua hari. Alasannya karena sudah tidak asik lagi. Harganya makin mahal, dianggap paria (di bandara, pesawat, restoran, kantor dll.) Tapi alasan yang paling utama adalah: Mendengar lingkungan dekat dan mencium diri sendiri. Setelah mendengar pendapat jujur dari istri dan anak2, “mulutmu bau banget lho kalau mencium pagi-pagi.” Trus mencium baju sendiri yang bau asap, juga membikin kesal. Apalagi anak (5 tahun) bilang, “enggak mau ah dekat2 papa, baju dan mulutnya bau.” Sejak itu aku diam-diam menggunakan kesempatan Puasa Ramadan untuk mengurangi dan sampai akhirnya berhenti sama sekali. Sekarang aku sehat dan “kaya.” Pagi bangun segar, kerja bisa konsen, jarang batuk, sore anak-anak lengket dan malamnya istri nempel melulu. Jadi saranku buat Ghozan: Minta pendapat jujur orang-orang tercinta soal keluhan mereka sama Anda yang merokok? Minta mereka membandingkan dengan yang tidak perokok. Semoga sukses!!

    Gravatar
    Comment by djenol
    2008-08-03 22:57:45

    Eh maap post aku di atas bukan buat Ghozan :oops: yang “bersih” Tapi buat scarface. Maap.

     
    Gravatar
    Comment by Deddy Andaka
    2008-08-04 13:26:35

    Nice story… terima kasih sudah berbagi mas…

     
     
     
    Gravatar
    Comment by ghozan
    2008-05-07 09:34:17

    wah banyak banget kerugian merokok, so bagi para perokok pikir2 dulu mo ngerokok atau kesehatan? btw dok, thanks buat pencerahannya atas rokok, dari dulu gak pernah merokok and mudah2an gto seterusnya…

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-15 18:34:23

    Iya, memang sudah kewajiban kita bersama untuk saling mengingatkan untuk hidup sehat… ;)

     
     
    Gravatar
    Comment by pink
    2008-05-07 10:13:30

    doeh, dan yang saya tau. konon kalo orang ngerokok itu cepet tua yah? dan lagi, kalo orang ngerokok tu, satu sedotan umurnya berkurang satu hari.

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-15 18:52:29

    Ngga sematematis itu sih. Pernah denger ga klo rokok bikin ngga tua? yah, soalnya gimana mau tua wong uda mati muda :lol:

     
     
    Gravatar
    Comment by wira
    2008-05-07 10:27:00

    jadi semakin yakin untuk berusaha tidak merokok (lagi)

     
    Gravatar
    Comment by tipis
    2008-05-07 11:23:17

    yang jelas korban terbesar rokok adalah ORANG MISKIN

     
    Gravatar
    Comment by imsuryawan
    2008-05-07 12:40:14

    saya sudah berhenti ngerokok! Untung bisa brenti!

     
    Gravatar
    Comment by Asta Qauliyah
    2008-05-07 13:37:10

    Mulanya coba2. syiknya ketulungan. Akhirnya sadar juga.
    Perjalanan singkat, tp sedikit perokok yang seperti ini. Sebagian besar mereka tetap setia hingga akhir, dengan sejumlah resiko.
    Semoga semuanya menemui relung masing2.

    Salam kenal,
    Asta Qauliyah

     
     
    Gravatar
    Comment by iin
    2008-05-07 14:19:12

    :roll: kalo yg udah baca artikel ini tapi masih merokok..
    huahahhaha..anda mungkin orang bebal+bodoh+tolol huehehhehe.
    berhenti rokok kok repot amat?! gak usah beli rokok aja..kan ga mungkin akan ngerokok kalo gak pegang (apa mau nyolong?)

     
    Gravatar
    Comment by pudakonline
    2008-05-08 00:05:24

    wah..saya perokok berat, ijin buat print postingan ini

     
    Gravatar
    Comment by devari
    2008-05-08 04:52:33

    klo rokoknya bob marley gimana dok? :)

     
    Gravatar
    Comment by zee
    2008-05-08 12:28:54

    Untung sy ga merokok, suami juga enggak.

     
    Gravatar
    Comment by Yanuar
    2008-05-08 14:05:24

    wahh…
    tengkyu ulasannya pak dokter.
    tapi masih belum bisa berhenti merokok.
    he.he..

     
    Gravatar
    Comment by Saras
    2008-05-09 12:01:00

    Ummm… Pernah denger ada obat namanya Champix? Kalo ga sala punyanya Pfizer… Katanya si bisa mbantu pasien brenti ngerokok… Cuman ya harganya mahal juga sie… Minumnya mesti rutin 12 minggu… Ada yang mau nyoba?

    Gravatar
    Comment by Ady
    2008-05-11 14:15:36

    Saras,
    Champix itu isinya varenicillin, dia berkompetisi dengan reseptor nikotin di otak membuat perokok tidak menikmati lagi rokoknya dan juga mengurangi efek withdrawal, cuma harganya mahal memang. Om ku sudah nyoba samapi sejauh ini berhasil, mungkin karena harganya mahal jadi scara psikologis ingin uangnya tidak sia sia yang akhirnya keinginan berhenti merokok semakin kuat..
    So intinya niat yang pertama…

    Sorry Dedy aku yang reply hehe

    Gravatar
    Comment by Saras
    2008-05-12 21:56:17

    Waaa… Jadi berhasilnya ga spenuhnya karena tu obat, tapi karena sayang duit donk… Yah gpp lah, yang penting berhasil… Congrats buat om-nya ya… :razz:

     
    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-15 18:46:43

    Terima kasih dok sudah di replay.
    Kebetulan saya habis kena DHF jadi ga bisa replay :razz:

     
     
     
    Gravatar
    Comment by daniy!
    2008-05-10 00:24:53

    Merokok itu pilihan hidup. Dan setahun yang lalu adalah saat di mana saya memilih untuk tidak lagi merokok. Walaupun saya tahu, merokok itu enak… :cry:

     
    Gravatar
    Comment by ekads
    2008-05-12 20:29:17

    saya juga bukan perokok… maklum ga punya uang buat beli rokok sih….

     
    Gravatar
    Comment by fenfen
    2008-05-12 20:30:55

    *manggut2* bgitu yah Dok? laen kali kalo kita ketemuan d mall, jgn lupa ceramahin suami sayah yahhhh? *ngakak*

     
    Gravatar
    Comment by okanegara
    2008-05-14 01:49:31

    saya dulu pernah merokok, bisa kok berhenti asal dengan kemauan kuat. benar sekali, rokok bukan buat gagah2an..

     
    Gravatar
    Comment by Adis
    2008-05-15 13:04:47

    Merokok itu dapat mengganggu mata…mata pencaharian maksudnyah..hehe..

     
    Gravatar
    Comment by @del
    2008-05-17 15:20:54

    :grin: merokok yah? saya juga perokok dok, dah coba berhenti tapi susah banget. Semoga dengan kembalinya yayang bisa mengurangi kebiasaan buruk saya merokok dan pada akhirnya berhenti sama sekali.

     
    Gravatar
    Comment by rom@dhon
    2008-05-18 09:15:30

    katanya merokok dapat menyebabkan banyak hal buruk, tapi pemerintah tetep ga mau nutup pabrik rokok ?

    TANYA KENAPA?

    ya, rokok memang sumber devisa yang besar dan juga banyak karyawan yang bekerja di pabrik rokok, jadi susah juga kalo mau ditutup pabriiknya… devisa berkurang + banyak pengangguran

     
    Gravatar
    Comment by tyaz
    2008-05-22 07:12:11

    gampang aja kok kalo mau berhenti ngerokok asal niatnya kuat. terbukti banyak orang bisa berhenti ngerokok dgn berbagai alasan: dilarang pacar/suami/istrinya, hamil, udah terlanjur sakit, dsb. jadi apa bedanya. it’s all in your head. gw dulu juga berhenti ngerokok, tiba2 aja suatu malam gw kepengen berhenti. dari yg 2 pak tiap hari, besoknya langsung stop total. fine fine aja, ga ada withdrawal, ga ada sugesti, ga ada perubahan mood, ga ada curi2 isep rokok orang. bbrp bulan kemudian gw ngrokok lagi, simply because i want to. intinya berhenti dengan mudah, mulai dengan mudah juga hehehuheuhuehheh.

    nah sbg seorang perokok, selama rokok masih dijual dengan legal, gw punya hak yg sama dengan non-perokok. dan ini tugas pemerintah gimana caranya perokok dan non-perokok bisa hidup berdampingan tanpa meresahkan satu dengan yg lain, yaitu dgn meregulasikan adanya smoking room di setiap gedung (biarpun ruangannya kecil, pengep, harus jalan jauh). adil kan, punya tempat sendiri2.

    masalahnya, terutama di indonesia, banyak perokok itu ga considerate dgn orang2 di sekitarnya. cuek aja ngerokok di ruang AC, di bis, di rumah sakit, di sebelah ibu hamil, di deket anak kecil, dsb. orang2 kayak gitu yg harus dibasmi, karna merusak citra perokok! huehueuehehehheh ini gw ngasi komen atau nulis postingan yah ded.

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-29 00:47:02

    Wah… thanks uda sharing tyaz… membuka perspektif baru antara perokok dan bukan. Nice post… eh comment… :cool:

     
     
    Gravatar
    Comment by p3durungan
    2008-05-30 22:45:19

    Mantapfff abis, emang kalo yang angkat bicara dokter pasti lebih berbobot :P

     
    Gravatar
    Comment by dani
    2008-05-31 16:19:56

    live music, live sport, live shows..kl bukan disponsori iklan rokok..jd ngga nonton dah.. :D
    tp utk kesehatan, ngga bs ditawar!
    kesehatan mrk yg pencahariannya dari rokok gemana.. ??!

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-31 16:30:15

    Ha ha… iya nih, Olahraga yang bisa menyehatkan saja disponsori rokok :lol:

     
     
    Gravatar
    Comment by bambangp
    2008-06-10 20:04:01

    hehe..lucu aja kalo ada orang yang ngaku ngga macho/sexy kalo nggak ngerokok..
    kasian, sempit bgt pikiran nya..

    makasih ya mas, sharingnya..saya setuju dengan lebih cepat berhenti merokok, lebih besar kesempatan kita untuk meloloskan diri dari penyakit-penyakit tersebut.

     
    Gravatar
    Comment by Hendri Wicaksono
    2008-08-04 05:50:57

    Saya adalah perokok dengan kuota 1 1/2 pak sehari sebelum berhenti.
    Setelah migrasi dari rokok kretek ke putih (1998) dan mengalami konsumsi yang makin meningkat (semakin LIGHT semakin BANYAK) hingga 1 1/2 pak/hari.

    Akhirnya ketemu NICOTINE GUM di sebuah toko obat.
    setelah terapi 2 minggu dengan NICOTINE GUM, akhirnya terapi pikiran.
    Kekuatan PIKIRAN bisa mengendalikan apa saja (lihat THE SECRET kalo belum tahu).

    Ketika rokok tinggal 3 batang padahal hari Minggu, aku perintahkan BAWAH SADAR-ku, “tidak perlu beli rokok, 3 cukup untuk sehari setelah makan saja”.

    Keesokannya ketika pergi kerja biasa mampir beli rokok, aku perintahkan lagi BAWAH SADAR-ku, “ga usah beli rokok, minta teman aja, lagian kan aku ga pernah minta”.

    Dan ketika aku ingin merokok, aku beri perintah lagi BAWAH SADAR-ku,
    “merokok nanti aja, tidak sekarang”.

    Disinilah ketemu KATA KUNCI untuk perintah ke BAWAH SADAR =
    “merokok nanti saja, tidak sekarang”

    Dan terjadilah berhenti merokok yang aku mulai tgl. 14 Juli 2003 sampai sekarang tanpa 1 batang rokok di mulutku.

    Kebanyakan orang yang mau berhenti terlalu menekan pada BAWAH SADAR-nya untuk BERHENTI, bukan MENUNDA.
    Yang aku lakukan hanya PERINTAH MENUNDA.
    Dan ternyata berhasil.

    Sebenarnya kita tahu kalo kita tidak mau DISURUH, tapi kita akan ikhlas kalo DIMINTA TOLONG.

    Jadi perhaluskan perintah ke BAWAH SADAR Anda sehingga bisa diterima dengan ikhlas tanpe tekanan.

    Apa yang Anda lakukan, adalah diri Anda sebenarnya.

    Semoga berhasil !!!

    Gravatar
    Comment by Deddy Andaka
    2008-08-04 13:14:28

    Terima kasih atas sharing ceritanya mas. Perlu banyak berbagi cerita nih biar bisa dilihat oleh mereka yang perokok berat. Mudah2an memberikan inspirasi dan motivasi.

     
     
    Gravatar
    Comment by wox
    2008-08-16 14:13:28

    oya utk berbagi pengalaman saja, perokok itu tidak akan pernah berhenti merokok kecuali sudah terkena penyakit… jadi biasanya kapok klo dah kena penyakit… ada keluarga saya yg seperti ini… jadi berhentilah merokok sebelum terlambat….. :razz:

    Gravatar
    Comment by Deddy Andaka
    2008-09-05 08:48:31

    padahal kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain kan ya?

     
     
    Gravatar
    Comment by Abdillah
    2008-08-26 11:24:46

    Berhenti merokok bisa, asalkan kita tahu bahwa merokok itu haram dan dilarang agama dari segi apapun juga. Apabila didasari dengan iman yg kuat berhenti merokok bukanlah hal yg sulit..
    ….. Dunia sementara akherat selama-lamanya….

    Gravatar
    Comment by Deddy Andaka
    2008-09-05 08:49:33

    rata2 perokok berat sudah TAHU bahaya rokok… namun ya itu… SIKAP dan PERILAKUnya kadang yang tidak sesuai…

     
     
    Gravatar
    Comment by Shugoshin
    2008-08-30 14:46:12

    Hehe, untung saya tidak merokok…

     
    Gravatar
    Comment by easy
    2008-09-05 06:12:16

    saya bukan perokok. juga bukan penyuka rokok.
    namum saya tetap menyukai pria perokok.
    tetapi saya berharap mendapat suami yang non perokok nanti :smile:

    Gravatar
    Comment by Deddy Andaka
    2008-09-05 08:50:19

    Ha ha ha… hidup penuh dengan pilihan… :razz:

     
     
    Gravatar
    Comment by Babi Ngepet
    2008-09-12 05:01:37

    terlalu sulit buat lepas dari ketergantungan merokok, adakah terapi tertentu dok? :D

     
    Gravatar
    Comment by DimasCyber
    2008-09-15 12:43:43

    good articles…mudah2 an bisa dijadikan renungan bagi para perokok..termasuk saya… :smile: emang susah sih…niat berhenti merokok udah ada..tinggal pelaksanaannya aja…salam kenal aja kang dedy…

     
    Gravatar
    Comment by HeLL-dA
    2008-09-17 17:14:58

    :cool:

    Benar sekali, Pak, pernyataan-pernyataan di atas.
    Banyak yg mengira bahwa merokok hanya merugikan diri sendiri. Walau sudah tahu, dia mungkin hanya menghindar beberapa meter, padahal dr yang pernah saya baca, asap rokok yg masih dlm satu ruangan, misalnya dr meja sudut sini dengan sudut sana, masih bisa berpengaruh.
    Kemudian, masalah rokok “light”, wuih.. sering salah kaprah orang-orang.
    Dan, satu lagi, saya juga pernah baca kalau katanya merokok bisa menyebabkan kebutaan. Saya lupa bagaimana penjelasannya. Tapi, memang itu belum bisa dipastikan.

    Salah satu jalan keluar agar tdk merokok adalah diri sendiri. Bukankah begitu, Pak?
    :wink:

     
    Gravatar
    Comment by Edr
    2008-09-19 08:52:07

    Wah …. salut bagi pejuang anti merokok.

    Skarang coba deh sodorkan tulisan ini ke perokok berat(kecanduan), pasti jawabnya ada 1000 argumen untuk men-justifikasi bahwa merokok itu ’sehat’. Misalkan, kata perokok, “Perhatikan, kawan, di rumah sakit jarang kok ada pasien yang perokok berat…… karena memang para perokok berat tidak pernah sampai di rumah sakit ….. mati sebelum sampai di sana.”

    nah saya punya tulisan tentang rokok dari dimensi lain. silakan liat di http://www.rahmaninop.com/?pilih=lihat&id=25

     
    Gravatar
    Comment by ikhsan
    2008-09-26 22:36:25

    waaahhh….
    memang rokok bisa menghancurkan segalanya….
    kesehatan terganggu, duit cepet habis, bahkan urusan cinta pun bisa hancur gara-gara rokok….
    mmmmm….
    tapi anehnya saya juga perokok….hahahahaha
    mau berhenti susah, uda ketagihan….. :mrgreen:
    makanya di blog saya g pernah ada ulasan tentang rokok…hihihihihi :mrgreen:

     

    Respond from other blog

    1. ngerokok di rumah sakit…

      apa ya yang ada di benak orang yang ngerokok di lingkungan rumah sakit?
      dibeberapa rumah sakit seperti rs budi kemuliaan, dipajang spanduk “dilarang merokok di lingkungan rumah sakit”.
      tapi tetep beberapa orang ada yang terlihat merokok di …

      Trackback by Jakarta's byte bite May 7, 2008 @ 1:53 pm

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.