Mitos tentang Merokok

by Deddy Andaka on May 6, 2008

Suatu hari di tempat praktek ada seorang pasien berkata, “Dok, saya mencari obat untuk berhenti merokok. Saya sudah kecanduan banget. Ngga bisa berhenti nih!” Hmm, andai saja ada pabrik obat yang menjual “Obat berhenti merokok” dan orang benar-benar bisa berhenti merokok karenanya.

Merokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Meski rata-rata perokok sudah mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kanker dan lain-lain -seperti yang tertulis pada setiap akhir iklan rokok (walaupun hanya sesaat), namun kenyataannya orang masih saja merokok. Ironisnya, akibat yang ditimbulkan bukan hanya bagi mereka yang menghisapnya, perokok pasif juga harus menanggung beban ini. Ada banyak alasan yang digunakan perokok ketika disarankan untuk berhenti. Dan alasan-alasan tersebut kini menjadi mitos yang harus dipatahkan! Nah, berikut adalah mitos-mitos seputar rokok:

Mitos 1: Dengan merokok saya terlihat macho/sexy
Tepatnya, pabrik rokok mengharapkan anda berpikir seperti itu. Mungkin awalnya memang iya, tapi tunggu saja. Merokok dapat menimbulkan kulit keriput dan gigi kuning. Merokok juga berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah begitu, tubuh tidak lagi tegap. Dan yang lebih penting, merokok dapat menyebabkan impotensi. Apa itu yang namanya macho/sexy?

Mitos 2: Berhenti merokok bisa membuat saya gemuk
Bertambanya berat badan banyak dialami orang yang mencoba berhenti merokok. Hal ini terjadi karena kebiasaan menghisap rokok kini berganti dengan makan. Namun dengan merencanakan diit gizi yang sehat dan meningkatkan aktivitas akan membantu kita memecahkan masalah ini. Bahkan, dengan olahraga, tidak hanya masalah berat badan saja yang dapat diatasi, namun stamina dan kapasitas paru yang hilang ketika merokok juga dapat dikembalikan.

Mitos 3: Saya akan berhenti ketika saya hamil
Mungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi selama kehamilan yang meningkat.

Mitos 4: Merokok tidak melukai orang lain selain diri sendiri
Salah! Bila merokok di sekitar orang lain, anda telah menyakit mereka terutama yang memiliki asma, penyakit jantung, alergi atau anak-anak. Perokok pasif juga mempunyai resiko yang meningkat seperti pada perokok aktif.

Mitos 5: Saya masih muda, saya akan berhenti merokok beberapa tahun lagi
Hampir semua perokok aktif mulai merokok ketika masih muda. Dan kebanyakan dari mereka berharap dapat berhenti beberapa tahun kemudian. Namun kebanyakan masih merokok setelah lima tahun ke depan.

Mitos 6: Hanya satu rokok sehari kok
Merokok tidaklah aman sekalipun hanya 1 rokok dalam sehari. Setiap rokok mengandung sekitar 1 sampai 2 miligram nikotin yang dapat mencapai otak setelah 10 detik dihirup. Segera setelah tiupan pertama adrenalin akan sibuk meningkatkan tekanan darah, denyut jantung dan nafas anda.

Mitos 7: Rokok saya “light”, jadi ya ga masalah
Munurut Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, rokok “light” memiliki kandungan yang sama dengan rokok pada umumnya, termasuk lead, ammonia, benzene, DDT, gas butane, carbon monoxide, arsenic dan polonium 210.

Mitos 8: Kanker Payudara adalah kanker pembunuh nomor 1 pada wanita
Tet tot! Yang benar adalah kanker paru. Meningkatnya angka kematian akibat kanker paru berhubungan langsung dengan meningkatnya rate dari merokok. Merokok juga merupakan resiko mayor pada penyakit jantung, si pembunuh nomor satu.

Mitos 9: Merokok dapat memperbaiki mood
Beberapa orang percaya rokok dapat menambah semangat, namun itu dapat menurunkan moodmu. Jika anda sedang down atau depresi, rokok dapat menempatkan anda pada resiko yang lebih tinggi untuk depresi, hiperaktivitas, dan attention deficit disorder. Seperti pada penelitian terbaru disebutkan, remaja yang merokok memiliki resiko 4 kali yang lebih besar untuk mengalami depresi dari remaja yang tidak merokok.

Mitos 10: Mengunyah tembakau adalah aman karena tidak melalui inhalasi
Bukan hanya kanker paru yang dapat membunuh. Mereka yang mengunyah tembakau memiliki resiko untuk kanker pada rongga mulut, yang dapat mengenai lidah, bibir dan gusi. Seperti pada merokok, lebih cepat berhenti lebih besar kesempatan anda untuk meloloskan diri dari penyakit-penyakit tersebut.

Be Healthy, Be Happy!

Referensi

  1. Krockover, M. “Smoking Myths”. http://www.webmd.com/
  2. Centers for Disease Control and Prevention. “Tobacco information and prevention sources: Facts you should know” November 2000.
  3. Psyche Pascual. “Top Ten Myths About Smoking”. http://www.ahealthyme.com
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.3/10 (9 votes cast)
Mitos tentang Merokok, 8.3 out of 10 based on 9 ratings

{ 138 comments… read them below or add one }

feekyu September 5, 2010 at 2:02 pm

susah kalo gk ngerokok. dah kebiasaan soalnya

Reply

tutorial blogging January 14, 2011 at 12:38 am

benar bgt mas, saya jg begitu

Reply

septine June 29, 2012 at 6:04 pm

makanya berhenti mas harus ada niat

Reply

karyakuumy June 29, 2012 at 9:47 pm

iya betul tuh mas

ghea July 20, 2012 at 3:05 pm

bener bgt, berhenti sebelum terlambat. yakin deh

winner July 20, 2012 at 3:07 pm

si aa nya ingetin tuh sep, biar ga ngeroko juga :D

Naruto 511 September 25, 2010 at 7:40 am

mindset yg salah..

Reply

Perokok Cerdas October 3, 2010 at 6:21 am

Silakan mengunjungi http://merokokcerdas.blogspot.com untuk

mendapatkan penjelasan dari sisi yang berbeda mengenai

rokok.
Terima kasih..

Reply

satu July 20, 2012 at 3:06 pm

terima kasih tambahannya mas, makin yakin kalau harus berhenti merokok

Reply

feekyu October 20, 2010 at 8:55 am

merokok tu kebanyakan karena psikologis ja

Reply

tutorial blogging January 14, 2011 at 12:39 am

cara menghilangkannya gmn?

Reply

didik November 13, 2010 at 11:41 pm

Kakek saya adalah perokok berat yg seharinya bisa habis 6 bungkus kretek (bukan filter lho) dan beliau meninggal di usia 76 tahun karena sakit jantung. Kakek saya yg satunya juga perokok kretek berat meninggal di usia 65 tahun karena keserempet truk. Saya juga punya kakek angkat yg juga perokok berat dan meninggal di usia 95 tahun karena sakit demam (mungkin jatah usianya di dunia sudah habis). Merokok adalah kegiatan yg unik dan hanya dapat dirasakan kenikmatannya oleh orang2 yg melakukannya. Orang2 yg tidak merokok akan mengalami kesulitan utk melukiskan nikmatnya kegiatan merokok. Kebanyakan orang2 yg sehat sampai usia tua, umumnya/mayoritas adalah perokok berat; ini adalah pengamatan sehari2 yg saya lihat di lapangan (terutama di kampung2 dan wilayah pesantren tradisional). Mungkin ini adalah kesimpulan yg prematur, yaitu; di tempat/kota yg polusi udaranya sangat tinggi dan tingkat stress yg juga tinggi, rasa2nya merokok adalah salah satu alat untuk melepas/menghilangkan pengaruh polusi yg masuk ke tubuh/stress yg menghantui jiwa. Walhasil, jika anda ingin panjang umur seperti kakek2 saya dan orang2 lain yg sehat hingga masa tuanya, maka merokoklah agar anda mempunyai ketahanan tubuh yg sangat tinggi dari berbagai penyakit (terutama penyakit2 baru)! Atau anda ingin mencari tahu dulu, berapa panjang usia anda di dunia yg ingin anda capai?? 50/60tahun, 70/80 tahun,
90/100 tahun atau bahkan lebih?

Reply

didik November 14, 2010 at 12:05 am

Betul komentar anda semua! Lain otak (pikiran) lain isinya… Terlalu banyak orang yg berkaitan dengan rokok; mulai dari petani tembakau, pengepul, bandar, pedagang/toko & karyawannya, pabrik2 dan puluhan ribu karyawannya. Bila perkebunan mau diberangus (gaya2 PKI nih..) dan pabrik2 rokok ditutup; maka kita harus mau memberi ganti ladang usaha bagi mereka, minimalnya menanggung biaya hidup mereka & keluarganya selama sekian lama sampai mereka mendapat usaha/pekerjaan yg memadai. Bila tidak mau; maka anda yg mahasiswa bisa disebut mahasiswa yg tidak bertanggungjwb, anda yg dokter bisa disebut dokter yg tdk bertanggungjwb, anda yg tukang ibadah bisa disebut sbg tukang ibadah yg lari dari tanggungjwb. Atau paling nggak, anda wajib memikirkan atau mengganti besarnya pajak pendapatan yg diperoleh negara dari rokok yg nilainya trilyunan rupiah! Pajak yg digunakan utk kelangsungan pembangunan negara dan kembali buat kesejahteraan rakyat; atau kita berharap negara ngutang lagi…?? Dokter2 mestinya bersyukur bahwa tetap ada pasien yg datang untuk berobat dan membeli obat (obat yg dibuat dari bahan2 kimia yg juga beracun…). Kalau semua orang di dunia sehat, akan terjadi ketidakseimbangan; dokter kekurangan pasien yg berakibat berkurang pendapatan dan bisa2 fakultas kedokteran akan kosong selama satu abad ke depan….. Salaaam!

Reply

mas-tony November 19, 2010 at 10:49 am

untuk berhenti merokok hanya bisa datang ketika diri kita sudah merasa tidak butuh rokok tersebut, sulit untuk melakukannya
tetep kampanyekan “anti asap rokok”

Reply

Pupuk Semi Organik December 25, 2010 at 7:29 pm

ngerokok dalam jawanya
ROKOK ( Moro-Moro Takok / Tiba – tiba bertanya ) Berpasangan dengan KOPI ( Kekancane Wong Kesepian / Temannya Orang Kesepian )

jadi terkadang Ngerokok bs ngilangin stress :mrgreen:

Reply

pulsa murah December 25, 2010 at 9:21 pm

dulu awalny saya mulai merokok karena gengsi di bilang bukan Laki .eh ampe skrang ga bisa tuch lepas dari rokok

Reply

udarasehat.co.cc January 6, 2011 at 4:10 pm

wah… kalo diterusin bisa sampe 100 kayanya mitosnya :) )

Reply

wana January 28, 2011 at 3:43 pm

ala bisa krn biasa…

Reply

Setiono March 3, 2011 at 4:12 pm

penyakit akarnya dari hati, jadi hati yang bersih pangkal sehat

Reply

travel haji plus April 12, 2011 at 9:24 pm

yaph betul banget dok, bagi yg sudah candu rokok pasti ada aja alasan untuk menjadi pembenaran bagi mereka padahal sebenarnya mereka merasa memang tidak sanggup untuk hidup tanpa merokok. kaciaaan deh orang-orang seperti ini, hidup tapi kok gak punya kepercayaan diri tanpa rokok… hihihi :)

Reply

Aryo Adji May 12, 2011 at 5:43 pm

Kalau memang sayang sama kesehatan, kenapa mesti merokok.Ironis!

Reply

Your Entertainment May 17, 2011 at 9:26 pm

Jadi kesimpulannya, tutup semua pabrik roko yang ada di Indonesia !

Reply

Lintasberita May 29, 2011 at 8:05 pm

wah susah kalau dah kebiasaan ngerokok yah ?

Reply

rodes berbagi info June 13, 2011 at 1:51 pm

kalo pabrik di indonesia di tutup, bakal lari keluar kan pecandu rokok. . .
melaui rehab mungkin bisa di ber5hentikan. . .

Reply

Travel Umroh September 2, 2011 at 9:31 am

Jadi berhati-hatilah buat perokok. Hal-hal positif yg anda rasakan sebenarnya cuma khayalan atau imaginasi anda saja. Maukah anda hidup dalam dunia khayalan terus-menerus? Jawabannya terserah Anda mana yg lebih baik

Reply

komputer bekas September 29, 2011 at 11:28 am

Benar sih semua mitosnya. Sy dulu juga gitu, pertama emang cuma sebatang aja, tapi lama2 nambah juga. klau diingatkan teman ya sy jawab mumpung masih muda, nanti klau sdh punya anak aq berhenti. nyatanya sdh 2 anak juga tdk bisa berhenti. So bagi yg belum, jangan coba2 deh, walau iseng. Tapi soal nambah mood dan konsentrasi, kayaknya benar tuh unt diri saya.

Reply

amad soim October 10, 2011 at 1:12 pm

nomor 5 dan 6 saya banget tu….. :mrgreen: :lol:

Reply

Bambang Prikitiw October 14, 2011 at 10:12 pm

Mindset saya.. Merokok Hanya Untuk Orang Bodoh.. :roll:

Reply

pasang iklan July 20, 2012 at 3:08 pm

sebenernya ga gitu juga mas, namanya sdh kebiasaan

Reply

priawadi January 30, 2012 at 7:16 pm

Pernah merokok waktu SD, tapi cuman SEHARI… Habis itu gak-gak lagi… :D

Reply

sekedar wawasan February 5, 2012 at 11:14 pm

untungnya ane gak ngerokok sob…apa sih untungnya…gak ada tuh…malah bikin penyakit n ngabiusin uang aja..mending dipake beli empek2 lebih enak mantap jaya hehehe

Reply

Alya Hanie March 16, 2012 at 10:50 am

tp ttp aj w ga ska sm terutama cwo yg perokok
ud tw racun msh aj d konsumsi
merusak…
ga amnah bgd sm tubuh pemberian allah ajahhh

Reply

spencer May 8, 2012 at 4:48 pm

boleh d hentikan ni

Reply

Adi Aksara May 27, 2012 at 7:25 am

Semua bahaya merokok yg tertera di bungkus rokok 100% benar dan merupakan hasil penelitian yg akurat dan valid. Tapi ini bahasa conscious mind. Ketika subconscious mind kita sdh bersinggungan dgn “pesona” rokok dan kita pelihara di situ bahkan kita ternakkan hingga menjadi sbh adat kebiasaan kita maka kita akan mencari dalih/justifikasi atas kebiasaan buruk kita tadi. Berhenti merokok sangatlah mudah. Coba search di Google dan Youtube: terapi SEFT. Tapi sehebat apapun sebuah terapi ujungnya terletak pada diri kita sendiri: MAU BERUBAH NGGAK !

Reply

Rias Pengantin Gresik October 27, 2012 at 8:21 pm

untungnya ane udah brenti merokok gan…

Reply

Leave a Comment

{ 3 trackbacks }

Previous post:

Next post: