Mengejar Ujung Pelangi

by Deddy Andaka on December 3, 2005

Be Happy

Aku lagi baca buku berjudul “Be Happy” karya Sri Dhammananda, sebuah buku bersampul hitam dengan gambar mr.smile di covernya. Pada sampul belakangnya, tertulis kata-kata berikut:

Bagi kebanyakan orang, takut dan cemas tampaknya sudah menjadi bingkisan dari kehidupan manusia. Langkah penting untuk mengatasi takut dan cemas adalah memahami bahwa mereka adalah buatan kita sendiri. Mereka muncul karena ketidakmampuan untuk memahami diri sendiri sepenuhnya dan melihat sesuatu dalam cara pandang yang benar. Jika cemas dan takut adalah buatan kita sendiri, tentunya kita sendiri akan mampu mengatasinya.

Menarik, sering kali kita terjebak oleh rasa takut dan cemas yang sesungguhnya kita buat sendiri. Jika sudah demikian, maka kita sibuk mencari yang namanya KEBAHAGIAN (pake huruf gede neh, tebel pula!).

Ada sebuah iklan minuman, diceritakan seorang cewe lagi curhat ke temennya setelah dia ngelihat cowonya lagi jalan ama cewe lain. Tapi begitu dia minum minuman yang lagi di bawa ama temennya itu, tiba-tiba semua dibawa enjoy aja. Keadaan yang pada mulanya bikin dia sedih, tiba-tiba hilang begitu saja karena minuman! Memang rada lucu, aneh, dan menggelitik. Iklan itu bikin aku berfikir. Apa sih sebenernya yang ditawarkan iklan itu? Yah KEBAHAGIAN (huruf gede lagi).

Janganlah mengejar kebahagiaan seperti mengejar ujung pelangi. Karena tak akan kau temukan di luar, apa yang sesungguhnya ada di dalam. Semakin menginginkan dan mengejar kebahagiaan, sesungguhnya kita semakin menjauh darinya. Pelangi akan terasa indah jika kau pandangi dari jauh. Ketika mencoba untuk menggenggamnya, sesungguhnya pelangi bukanlah apa-apa. Dia tak bisa digenggam dan dijadikan “milik-KU”, tapi terimalah pelangi itu sebagai sebuah pelangi…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.5/10 (2 votes cast)
Mengejar Ujung Pelangi, 9.5 out of 10 based on 2 ratings

Leave a Comment

Previous post:

Next post: