Marketing versi Blogger
Berhubung disentil masalah RSS versi marketing di blognya Cosa, aku jadi ingin menulis tentang yang satu ini. Marketing versi Blogger. Marketing versi aslinya diperkenalkan oleh Hermawan Kartajaya, seorang pakar marketing Indonesia (bahkan Asia). Tulisan ini juga terinspirasi oleh perbincangan dengan Herry Pramana, seorang eksekutif muda yang penuh dengan inovasi dan ide-ide kreatif. Dalam perbincangan itu kami sepakat bahwa blogging juga merambah ke dunia marketing. Seorang marketer dapat menggunakan blog sebagai media untuk bersentuhan langsung dengan konsumen sehingga dapat mengetahui respond dan feedback dari konsumen. Tapi postingan kali ini tidak mengulas tentang Blog Marketing (untuk yang satu itu bisa dibaca pada buku dengan judul yang sama).
Kembali ke laptop topik semula, ini dia Marketing ala Blogger :

Blogging 1.0 - Author centric
Ketika awal-awal aku ngeblog di tahun 2001, hampir 99% blogger Indonesia menulis tentang dirinya sendiri. Baik itu mengenai keluarga, kegiatan sehari-hari, hobby, pacar sampai mengenai binatang peliharaannya. Bila dibandingkan dengan Marketing 1.0 (product centric) maka Blogging 1.0 adalah author centric.
Kita melihat marketing 1.0 sebagai product centric marketing. Kita pokoknya punya produk yang bagus atau produknya tak terlalu bagus lalu hafalkan product knowladge-nya kemudian kita jual habis-habisan, termasuk dengan menghalalkan dan menggunakan berbagai cara. Dalam marketing 1.0 ada yang namanya vision (visi). Misalnya untuk orang yang ingin kaya, harus punya visi untuk tiga tahun ke depan misalnya harus miliki uang Rp 3 miliar, entah dengan cara apa didapatkan. Itulah visi. Katanya orang harus punya visi agar berhasil. Ini namanya vision-driven marketing.
Blogging 2.0 - Reader centric
Sejalan dengan perubahan menuju Marketing 2.0 yang customer centric, dunia blogging juga berubah menuju Blogging 2.0 yang reader centric. Tulisan dalam blog tidak lagi melulu tentang dunianya sendiri, namun lebih ke apa yang digemari pembaca atau hal-hal yang sedang ngetrend. Umumnya blog mulai mencari topic bahasannya sendiri dan terfokus pada beberapa topic saja, seperti misalnya mengenai olah raga, internet marketing, SEO atau khusus membahas tentang design saja. Khusus tentang internet marketing, ada satu trend yang perlu dicatat -Blogging for money, yang banyak memberi warna pada dunia blogger.
Era ini lebih maju, bahwa marketing itu harus mengerti customer-nya dan customer harapannya apa. Ini yang saya sebut dengan Marketing 2.0: Mission-Driven Marketing.
Blogging 3.0 - Human centric
Saat ini dunia marketing sedang mentransformasi diri menuju Marketing 3.0 yang human centric. Tidak hanya berfokus pada produk dan customer, namun ada nilai kemanusian yang diemban. Dunia blogging juga sudah ada kecenderungan bergerak ke arah itu. Tidak hanya bercerita tentang dirinya sendiri, berfokus pada misi dan visinya ngeblog, atau hanya semata-mata bertujuan untuk mencari uang di internet (blogging for money -red), namun mulai adanya gerakan-gerakan yang menyuarakan untuk peduli sesama seperti misalnya Adsense Untuk Sesama yang merupakan organisasi, non-profit, yang bertujuan untuk menjembatani para publisher AdSense dalam memberikan sesuatu yang lebih bagi sesama, dan terutama, yang sedang membutuhkan. Atau ada juga bog yang menyuarakan untuk peduli terhadap ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) dan menyuarakan untuk tidak mengucilkan mereka.
Marketing 3.0 sebenarnya juga ter-triger oleh ibu Erna Witular (duta PBB untuk program Melinium Goal) yang meminta saya bagaimana marketing bisa meyakinkan perusahaan dan setiap orang bahwa tidak ada bedanya antara aspek kemanusiaan (human) dan bisnis. Karena sebenarnya jika bisnis tak berhubungan dengan kemanusiaan maka bisnis itu tak akan sustainable (berkelanjutan).
Nah, kemana kita akan membawa blog dan kemana blog akan membawa kita (?), itu semua kembali ke diri kita sendiri. Tidak harus ikut arus, yang penting ngeblog tetep enjoy!
Penjelasan lebih lanjut mengenai Marketing 3.0 dapat dilihat di :
Hermawan Kartajaya : Marketing 3.0 (10 seri)
Tribun Timur : Ulasan Marketing 3.0 ala Hermawan Kartajaya


Jurnal pribadi 






waduuh agak2 ga ngerti saya
berarti skrg blogging 3.0 dong 
Klo dianalogikan dengan Marketing ya…begitulah. Tp jangan disamain dengan Web 2.0 lho… beda bahasan. Hehe…
Sekarang sih blogging 3.5G
mesti dibaca pelan-pelan nih…biar ngerti, Hermawan Kartaraharja emang top soal marketing.. kapan2 topiknya Andre Wongso yaaa Boss
Klo ngomongin marketing kan emang identik ama Hermawan. Klo motivasi, bolehlah Andre Wongso
keren banget dah artikelnya
Wah, saya ndak ngerti marketing…
Sebenernya tanpa disadari, marketing kita lakukan sehari-hari lho…
saya setuju dengan “yang pengting nge-blog tetep enjoy”
kalo nge-blog tujuannya khusus untuk cari duit, itu kayanya udah gak enjoy lagi ya.. tapi kalo sambil enjoy sambil cari duit kan lebih asik
Yah, tiap orang punya definisi “enjoy”nya masing-masing…
menurutku tidak linier begitu. bukan brarti terus pada blogging 3.0 jg masih banyak yg melulu ttg dirinya sendiri. atau bs juga melulu cari duit. hehe.
ralat komentar. hehehe.
menurutku tidak linier begitu. pada blogging 3.0 jg masih banyak yg melulu tentang dirinya sendiri. bisa jg melulu cari duit. jd bukan berarti karena sudah blogging 3.0 lalu semua soal humanity.
but, ini artikel menarik.
Setuju mas,
makanya gambar yang dibikin dalam bentuk diagram persekutuan bukan garis linier. Ini hanya versi yang coba diserap dari marketing-nya Hermawan. Mungkin nanti bisa ada versi Blogging yang lain…
Memang ga harus ikut arus kok. Sama halnya seperti software komputer. Walaupun sekarang sudah ada Photoshop CS3, tapi masih ada lho temen saya yang lebih suka pake Photoshop 7.0…
maaf pak kalau boleh tahu bisa di contohkan blog yang membahas tentang “ODHA” ?
Kebanyakan masih blog2 luar. Coba search dengan keyword “HIV AIDS blog”, ntar nemu deh…
yups, yg penting enjoy aja dah
kalo blog sy termasuk type apa bos? type nggak jelas ya…
Bisa masuk ke Blogging 2.0 tuh. Kan uda ngambil topic2 tertentu yang dalam hal ini adalah membahas tentang “goyangan” selebritis.
waduh kok lemot yach gua pas ngebacanya
Ehmmmmm, gw gak ngerti harus ngomong apa setiap baca tulisan elo, kaya bunglon, bahas apa aja selalu mantep. dan bahasanya itu loh sederhana gampang banget gw mencernanya. gw selalu geleng-geleng aja setiap baca tulisan elo kagum.
gimana kabarnya pak dokter? skrg dah jd dokter kan yah?
Kabarnya luar biasa Sher
Uda lama ga denger kabar ya. Ternyata sekarang uda jadi nyonya ya. Hehe… kapan pulang Bali?
ini teori marketing versi blogger bikinan ndiri, om?
great!
klo saya pilih memulai dari blogging 2.0
blogging 3.0 insya allah mengikuti
seperti kata penutup, kemana blog akan membawa kita, karena sedang berusaha membuat yang konsisten
Hermawan Kertajaya jg suka blogging ya
Memang blog sudah merambah ke segala sudut kehidupan manusia
Sepertinya transmisi/perpindahan Blogging version itu sangat dipengaruhi oleh perkembangan dan peradaban manusia di dunia, kalo kita liat media Internet sekarang sudah menjadi alternatif untuk di jadikan dunia marketing, kenapa? Karena beberapa tahun sebelumnya Internet sudah populer akan ke efektifan dan ke efisienannya (maaf kalo salah eja
) dalam dunia per Telekominikasian 
Sedangkan dalam dunia marketing sangat mengutamakan sekali timbal balik, pengaruh bahkan candu/keterikatan/ketergantungan untuk target audience (calon konsumen/klien) nya dengan tanpa adanya hambatan.
Ini sangat erat sekali hubungannya dengan dunia telekomunikasi dan salah satu nya media Internet. Sedangkan blogging adalah suatu sub media dari dunia Internet yang banyak digemari oleh masyarakat dunia, karena ada beberapa alasan diantaranya free hosting, murah, praktis, interface & Interactive, dsb.
Bahkan biaya marketing/promosi yang di keluarkan bisa lebih murah ketimbang mereka (pengusaha) memasang iklan di Televisi, di Indonesia aja 15 detik di spot acara statsiun TV biasa untuk 1 kali tayang bisa nyampe 30jt ke atas. Jadi di manapun kita berada, sehebat apapun media dan teknologi itu pasti ada dampak negatif nya, kenapa? Karena manusia memiliki tabiat/sifat tidak puas akan sesuatu.
sorry banyak banget
Thaks dok deddy
Respond from other blog
[...] kupikir, inilah salah satu keuntungan Blogging 1.0. Tidak ada “tanggung jawab moral” untuk selalu mengupdate blog. Tidak pernah takut [...]
Pingback by Andaka 3.0 (On Progress) | Deddy Andaka's Blog — br> January 18, 2008 @ 4:14 pm