Love and Smile Society

by Deddy Andaka on September 18, 2008

Dari tanggal 6 September lalu, saya mengikuti Pradik (Pra Pendidikan) di RS Sanglah. Ini adalah sebuah prasyarat sebelum para residen yang sudah diterima untuk menjalani pendidikan spesialisasi memulai aktivitasnya di RS tersebut. Saya rasa hal seperti ini sungguh bermanfaat, banyak hal yang bisa didapatkan seperti pengenalan, tata tertib, mekanisme pelayanan rumah sakit, tehnik komunikasi pasien-dokter, masalah rekam medis, aspek hukum dalam dunia kedokteran, etika kedokteran, Inform Concern, kegiatan outbound ke Bedugul dan masih banyak lagi. Dan besok akan diselenggarakan penutupan untuk kegiatan ini. Banyak hal baru yang membuka pikiran saya, salah satunya akan saya angkat pada tulisan kali ini: “Love and Smile Society“.

Materi ini dibawakan oleh dr. Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG. Beliau adalah salah seorang staf pengajar di bagian Kandungan dan Kebidanan RS Sanglah, sekaligus seorang motivator. Beliau memulainya dengan menggali pikiran-pikiran kami tentang apa yang kami rasakan ketika memasuki sebuah tempat ibadah, maka jawaban-jawaban seperti “Rasa tenang, damai dan tentram” adalah hal umum yang akan kita berikan. Kemudian beliau melanjutkan apa yang dirasakan ketika memasuksi Rumah Sakit, maka jawaban-jawaban yang muncul adalah “Rasa takut, tegang, cemas” dan sebangsanya. Pertanyaan berikutnya adalah “Apa saja hal-hal buruk tentang RS Sanglah?“. Dengan mudah jawaban-jawaban yang muncul adalah pelayanan yang tidak ramah, birokrasi yang membingungkan, tempat parkir yang semrawut, suasana lingkungan yang kotor, dsb…

Ternyata, berada di rumah sakit masih dianggap seperti berada di “neraka” bagi kebanyakan orang. Lalu, apakah kita hanya berdiam diri saja? Seperti kata seorang pakar kenegaraan, bila Bangsa Indonesia kita biarkan berjalan dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang merajalela, maka dalam 50 tahun ke depan Bangsa Indonesia hanya tinggal sejarah. Maka harus ada yang berani memulai untuk “bersih-bersih” seperti sepak terjang KPK selama ini. Begitu juga dengan RS Sanglah, bila semua hal negatif tersebut kita biarkan begitu saja, bukan hal yang mustahil dalam 50 tahun ke depan RS Sanglah tinggal kenangan… Karena hal itulah dr. Hariyasa mengajak kami semua untuk ikut bergabung dalam”Love and Smile Society” sebuah gerakan moral untuk membuat RS Sanglah yang seperti “neraka” menjadi seperti “surga”.

Being a “Good Person” is like being a “Goal Keeper” – no matter how many goals we save, people remember only the ones we missed.

Menjadi “Orang Baik” seperti menjadi “Penjaga Gawang” – tak peduli seberapa banyak gol yang kita selamatkan, orang-orang hanya mengingat yang luput dari kita. Begitu juga dengan profesi dokter (dan mungkin begitu juga dengan profesi yang lain), orang mungkin tak akan mengingat seberapa banyak jasa yang sudah dilakukan, namun begitu kita melakukan sebuah kesalahan, orang akan mengingat selamanya.

Love and Smile Society adalah sebuah gerakan moral yang dimulai dari diri sendiri, dari masing-masing individu, untuk selau ingat bahwa dalam bekerja melayani masyarakat haruslah dengan “cinta kasih” dan tidak melupakan “senyuman”. Kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana seperti misalnya menunjukkan jalan menuju ke sebuah ruang perawatan di Rumah Sakit bagi pengunjung pasien. Iya, bagi para medis mungkin saja RS Sanglah sudah seperti rumah sendiri, namun bagi pasien dan pengunjungnya, bisa jadi lorong-lorong rumah sakit seperti sebuah labirin tak berujung (meski sudah ada papan penunjuk jalan di setiap persimpangan).

Setelah di awal acara kita sudah mengetahui “hal-hal buruk tentang RS Sanglah”, di akhir acara, dr. Hariyasa meminta saya untuk menyebutkan “10 Hal baik tentang RS Sanglah“. Ternyata tidak mudah, sungguh, namun setidaknya setelah acara tersebut kita belajar untuk melihat hal positif dari sesuatu yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah buruk. Ok, berikut 10 Hal baik tentang RS Sanglah:

  1. RS Sanglah adalah rumah sakit pertama di Bali yang sudah melayani masyarakat sejak puluhan tahun lalu.
  2. RS Sanglah menjadi rumah sakit rujukan bagi rumah sakit daerah di Bali bahkan sampai ke Nusa Tenggara.
  3. RS Sanglah menjadi rumah sakit pendidikan bagi para dokter, dokter spesialis, dan tenaga perawat.
  4. RS Sanglah memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat miskin melalu kerja samanya dengan Askeskin atau Jamkesmas.
  5. RS Sanglah juga memberikan pelayanan gratis bagi pegawai negeri melalui program Askes.
  6. RS Sanglah telah memberikan tarif yang murah (meski mahal dan murah itu adalah relatif), bahkan memberikan tenggang waktu kepada pasien dalam membayar biaya perawatan.
  7. RS Sanglah memiliki Wing International, yang memberikan pelayanan berstandar internasional.
  8. RS Sanglah berperan dalam menangani korban ledakan Bom di Bali tahun 2002 dan 2005.
  9. RS Sanglah merupakan rumah sakit siaga bencana yang ikut mengirimkan tenaga medis untuk menangani korban bencana seperti pada bencana Tsunami Aceh dan bencana gempa bumi di Yogjakarta.
  10. Satu lagi, RS Sanglah memiliki “Love and Smile Society” yang mau belajar dan berusaha untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Mudah-mudahan, niat baik ini dapat sampai kepada masyarakat agar mereka mengetahui bahwa seberapa miringnya pandangan masyarakat terhadap profesi kedokteran dan kesehatan, kami tidak hanya berdiam diri saja dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi…

Be Healthy, Be Happy… and Be Positive! 😉

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

{ 34 comments… read them below or add one }

Mom Baby Vay September 18, 2008 at 3:01 pm

Love and Smile. Ini mengingatkan saya waktu dulu di medan, para frontliner harus pake pin di dada bergambar smile, jadi mereka akan trs terpacu utk senyum pada pelanggan.

Tidak gampang merubah persepsi, tp berusaha memang wajib.

Reply

Deddy Andaka September 19, 2008 at 8:34 am

Klo di RS Sanglah, beberapa tempat juga ditempeli stikel “Love and Smile”. Sayangnya belum sempet foto logonya 🙂

Reply

DHINATACOM | Majalah Blog Teknologi Informasi September 18, 2008 at 4:07 pm

nanti kalo maen ke Bali jadi pengen tahu yang namanya RS Sanglah..
Bukan mo dirawat tapi mo liat-liat aja…
Coba semua dokter indo kayak begini.. Love and Smile Society bukan hal yang mustahil

Reply

Deddy Andaka September 19, 2008 at 8:36 am

Di Singpore sudah bisa bikin “wisata medis”. Jadi selain ke Singpore untuk jalan2, juga dimampirin ke RS untuk cek kesehatan. Hmm… mudah-mudahan Bali bisa seperti itu ya…

Reply

@del September 18, 2008 at 6:50 pm

Benul sekali dok, saya sampai pingsan di ruang IGD padahal hanya nemenin yayang di rawat. Kedua kalinya ketika nganter kontrol, hampir pingsan lagi 😥 memalukan sekali

Reply

Deddy Andaka September 19, 2008 at 8:38 am

Waduh mas, mudah2an tidak ada yang ketiga kalinya… 😛

Reply

Dhimas September 18, 2008 at 9:33 pm

Bener-bener keren neeh RS.. Semoga masyarakat bisa mengerti..

Reply

Deddy Andaka September 19, 2008 at 8:39 am

Belum bisa dibilang keren mas… tp saya lihat sih sedang berusaha menuju ke situ 😉

Reply

jimmy September 18, 2008 at 11:51 pm

memang kita harus mengubah pikiran2 negatif jadi positif.. positive thinking 😀 dengan gitu bawaannya pasti masuk RS lebih menyenangkan

Reply

Deddy Andaka September 19, 2008 at 8:42 am

Setuju mas. Mungkin sama halnya ketika kita ke kantor polisi untuk ngurus SIM, bawaannya bisa tegang n takut gitu karena image polisi galak2. Tapi klo positive thinking semuanya bisa dibawa nyantai… 😉

Reply

masarif September 19, 2008 at 12:51 am

Konon di negeri seberang sana terdapat RS yang dibangun menyerupai taman dan nyaris identitas RS nya yang serem itu hilang. Tinggal kesejukan, kedamaian, kenyamanan…

RS Sanglah ❓ dulu sekali saya pernah kesana.
O ya Dok, mungkin gak konsep taman atau bentuk ‘yang tidak menyeramkan lainnya’ di terapkan? 🙂

Reply

Deddy Andaka September 19, 2008 at 8:45 am

Mungkin banget. RS sekarang terutama swasta sebagian besar sudah meninggalkan kesan “seram”nya. RS Sanglah sendiri sedang berbenah diri. Banyak bangunan-bangunan baru yang dibuat jauh dari kesan RS. Klo sempet, coba mampir ke Wing Internasional… dari luar saja sudah beda, apalagi dalemnya…

Reply

tipis September 19, 2008 at 6:48 am

iya nih, RS emang nyeremin. bagaimana ya caranya bikin suasana RS jadi nyaman, tentram dan menyenangkan seperti masuk rumah ibadah??? kebersihan nomer satu. kerapian, petugas dan dokter yang ramah dan murah senyum, dll. dan kl bisa itu temboknya dicat pink aja, jgn putih mulu serem lho haha

Reply

Deddy Andaka September 19, 2008 at 8:46 am

Sudah banyak kok RS sekarang yang menyerupai “hotel” dari segi bangunan. Kesan-kesan menyeramkan sudah mulai ditinggalkan. Ngomong-ngomong masalah “pink”, baju dokter muda di RS Sanglah warnanya “pink” lho… hehehe…

Reply

snydez September 19, 2008 at 9:05 am

hmm.. nggak ngerti juga bagaimana bentuk dan rupa serta pengunjung RS. Sanglah, tapi koq gue ngebayangin kaya’ RS. Cipto Mangunkusumo ya? .. ❓

Reply

Deddy Andaka September 22, 2008 at 2:19 pm

Kalau saya ngga tau gimana RSCM 😳

Reply

wira September 19, 2008 at 10:09 am

mantap dok, semoga pelayanan dokter semakin bagus dan kepercayaan masyarakat juga semakin baik.

Reply

Deddy Andaka September 22, 2008 at 2:20 pm

Tetep didukung ya bli Wira 🙂

Reply

Eka K. September 19, 2008 at 5:48 pm

Selamat datang di dunia PPDS….
Salam kenal! Saya dulu juga ngerasain spt itu. Jalani saja…, jangan terlalu ngebebani diri dengan stress, cape, bosen dan sebangsanya. Yang penting niat kuat, 3 – 4 tahun pasti lewattt..!

Sampaikan salam saya untuk dr. Hariasa dan senior lain di ObsGyn.. he..he… 🙂

Reply

Deddy Andaka September 22, 2008 at 2:21 pm

Terima kasih supportnya dok…

Reply

Hariyasa Sanjaya October 24, 2008 at 9:51 pm

Dr. Deddy Andaka, selamat ya. Blognya bagus. Saya salut banget.
Kalau sempat kita buat meeting untuk program Love and Smile Society di RS Sanglah.
Salam.

Reply

Deddy Andaka October 26, 2008 at 8:30 am

Terima kasih telah mampir ke blog saya dok. Mudah2an dokter tidak kenal lelah memberi motivasi melalui “Love and Smile Society”-nya. Tangan2 kita memang kecil, tapi bila tangan2 kecil ini bersatu tentunya bisa membuat perubahan yang besar. Sukses dok…

Reply

Nias Zalukhu September 19, 2008 at 10:08 pm

Ga mau komen soal postingan… mo nanya soal foto di sidebar… ko beda ama yang di avatar ya? cakepan yg diavatar tuh hahahah

Reply

Deddy Andaka September 22, 2008 at 2:29 pm

Coba bandingin ama foto di halaman About. Beda lagi tuh… hehe… meski berbeda2 tapi tetap satu juga 😆

Reply

ghozan September 20, 2008 at 12:30 pm

hidup rs sanglah! btw sebelah mana neh di rs sanglah? besok ikut kopdar dan bubar?

Reply

Deddy Andaka September 22, 2008 at 2:30 pm

Di bagian Neurologi. Kemarin ngga ikutan kopdar. Kebetulan lagi ada acara… mungkin lain kali Gus… Hehe…

Reply

Memanfaatkan September 20, 2008 at 6:35 pm

Rumah Sakit yang keren Abiss.. Suer deh..

Reply

Deddy Andaka September 22, 2008 at 2:31 pm

Didukung terus ya…

Reply

Shugoshin September 21, 2008 at 12:32 am

Prestasi baik rumah sakitnya cukup banyak. Mm lbh terkenal reputasi buruknya ya?

Reply

Deddy Andaka September 22, 2008 at 2:33 pm

Seperti kata pepatah di atas mas: Being a “Good Person” is like being a “Goal Keeper” – no matter how many goals we save, people remember only the ones we missed 😉

Reply

Bima-212 September 28, 2008 at 9:28 am

Nah,itu saya setuju

Reply

putu setiawan February 25, 2010 at 10:16 am

:: terima kasih :: terima kasih ::
🙂 untuk Dr.Hari atas pelayanan medisnya dengan Love&smile 🙂
pada persalinan yuliana di RSB. Harapan bunda dgn proses water birth 23 feb’ 2010

Reply

Michael Dalijo March 20, 2014 at 1:10 am

ini postingan dari tahun 2008 masih exist aja

Reply

agus gunjam July 9, 2014 at 6:39 pm

setuju sma yg diatas

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: