Happy Vesak 2551 day

by Deddy Andaka on May 31, 2007

PESAN WAISAK 2551/2007

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Kembangkan pikiran cinta-kasih,
bersikaplah kasih-sayang, terlatih dalam kesusilaan.
Bangkitkan semangatmu, berpendirian teguh,
senantiasa mantap membuat kemajuan.
(Theragatha, 979)

Setiap tahun ketika hari raya Waisak tiba, kita selalu teringat pada tiga peristiwa agung yang terjadi dalam kehidupan guru yang patut dimuliakan Buddha Gotama: kelahiran bodhisatta Siddhattha, pencapaian pencerahan sempurna Buddha Gotama, dan kemangkatan Buddha Gotama. Tiga peristiwa itu mengandung makna kemuliaan tertentu, sebab baik kelahiran, pencerahan, maupun kemangkatan Buddha Gotama menunjukkan kehadiran Buddha di tengah-tengah umat manusia. Kehadiran Buddha diawali dengan kelahiran calon Buddha atau bodhisatta, beliau mengumpulkan kebajikan paramita yang tak terhingga banyaknya dalam kurun waktu yang sangat lama pula. Pencerahan Buddha juga diperoleh dengan perjuangan yang tak kenal lelah, bahkan petapa Siddhattha hampir saja meninggal dunia karena perjuangan hidup beliau yang sangat keras. Kemangkatan Buddha merupakan ujud kesempurnaan hidup manusia agung yang telah bebas sama sekali dari derita dalam bentuk apapun.

Kehadiran Buddha sebagai Sumber Ketegaran dan Kepedulian; demikian tema perayaan dan sekaligus harapan Sangha Theravada Indonesia yang ditujukan kepada umat Buddha sekalian yang sedang memperingati Hari Raya Waisak 2551 / 2007 pada tanggal 1 Juni 2007.

Meskipun Sang Buddha sudah mangkat lebih dua ribu lima ratus tahun yang lalu, tetapi ajaran beliau, Dhamma, baik yang tertulis maupun tersirat masih tetap bertahan sampai saat ini, oleh karena itu kehadiran Buddha masih ada di tengah-tengah kehidupan umat manusia dewasa ini. Apakah kehidupan umat manusia masih memerlukan kehadiran Buddha? Tentu saja kehadiran Buddha selalu diperlukan sepanjang hidup manusia masih menanggung penderitaan, sebab Dhamma memberi petunjuk, pelatihan, dan pengalaman hidup bagi kita untuk membebaskan diri dari derita.

Beberapa waktu belakangan ini, berbagai bencana menimpa saudara-saudara kita, bencana kecelakaan kereta api, kapal laut terbakar, pesawat udara hilang dan jatuh terbakar, gempa bumi di Yogyakarta, Klaten, serta daerah-daerah lain, banjir dan tanah longsor, banjir lumpur di Sidoarjo, dan masih ada bencana-bencana lain, sungguh bencana-bencana itu menyisakan korban manusia yang memilukan, di samping hancur dan rusak nya rumah, harta benda, serta sarana-sarana lain. Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup di tempat pengungsian, mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk keperluan hidupnya di masa depan, tidak memiliki rumah tinggal lagi, pekerjaan sebagai sarana memperoleh nafkah hidup pun tidak pasti, bahkan pendidikan anak-anak juga mengalami berbagai kesulitan. Memang segala bencana itu tentu terjadi karena ada penyebab, apakah ulah beberapa orang yang tidak benar seperti perusakan hutan lindung dan pencemaran lingkungan hidup, kelalaian manusia, tetapi ada juga bencana-bencana yang sebenarnya terjadi karena kondisi-kondisi alam tertentu. Berhadapan dengan keadaan-keadaan seperti tersebut di atas, kita perlu bersikap serta bertindak sesuai Dhamma. Setiap makhluk hidup membuat tingkahlaku masing-masing, membawa warisan tingkahlaku masing-masing, lahir dikondisikan oleh akibat tingkahlaku yang telah diperbuat, berhubungan dan tergantung dari akibat tingkahlaku masing-masing; tingkahlaku apapun yang diperbuat, baik ataupun buruk, setiap makhluk hidup akan menanggung akibatnya. Selain hal itu kehidupan manusia di alam raya ini tentu tidak dapat bebas dari pengaruh positif maupun negatif proses alam sekitar kita. Oleh karena itu marilah kita mempunyai ketegaran untuk menghadapi bencana apapun juga bentuknya. Dengan berbekal pada tingkahlaku kita yang baik, tentu kita semua berharap dapat menghindari bencana tersebut, atau paling tidak kita dapat menanggung derita yang tidak terlalu berat pada saat bencana terjadi.

Ketegaran diperlukan pada saat bencana terjadi, sebab yang penting adalah bagaimana kita dapat bangkit kembali bersemangat menatap dan berpendirian teguh menjalani hidup ini. Itulah tingkahlaku yang tepat pada saat kita mengalami derita, bagaimana kita berupaya membebaskan diri dari derita. Memiliki pemahaman benar dan niat benar, seseorang akan menemukan ketegaran. Memahami bahwa masing-masing orang mewarisi bentuk derita yang sepadan, serta berniat untuk mengatasi derita, itulah yang menjadi ujud ketegaran hidup.

Niat baik mengatasi derita bukan saja merupakan niat pribadi, tetapi hendaknya menjadi niat masyarakat, karena suatu saat entah kapan siapapun juga dapat mengalami bencana ataupun berbagai bentuk derita lain, oleh karena itu niat baik mengatasi derita terhadap sesama merupakan hal yang bijak dan patut dilakukan.

Kepedulian yang didasari prinsip ajaran: semoga semua makhluk hidup berbahagia; akan menimbulkan kepedulian sebagai ungkapan nyata pikiran cinta-kasih dan kasih-sayang terhadap sesama makhluk hidup. Cinta-kasih dan kasih-sayang yang timbal balik, saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi, sehingga dapat menjauhkan hidup kita dari saling benci, saling serakah, dan saling gelap batin, dan mendekatkan hidup kita pada saling hormat, saling berbagi, dan saling menjaga kedamaian hidup.

Selamat Hari Raya Waisak 2551 / 2007, semoga ketegaran masing-masing dan kepedulian sesama menjadi perilaku sehari-hari umat Buddha sebagai ujud nyata dari kehadiran Buddha di tengah-tengah kehidupan kita.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Tiratana, selalu melindungi.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Jakarta, 1 Juni 2007

SANGHA THERAVADA INDONESIA

ttd.

Jotidhammo Mahathera
Ketua Umum / Sanghanayaka

(Sumber: samaggi-phala.or.id)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

{ 4 comments… read them below or add one }

dani iswara June 1, 2007 at 7:24 pm

selamat waisak sekeluarga ya ded..
semoga semua makhluk damai dan berbahagia 😀

Reply

Hengky Cakra Wibawa June 3, 2007 at 3:24 am

Deddy Selamat Hari Tri Suci Waisak 2551/2007 yahh…

Rekan2 Namo Buddhaya…
setiap tahun Tri Suci Waisak adalah moment yang paling penting bagi seluruh Umat Buddha di seluruh penjuru dunia
karena Kita semua mengenang serta memperingati kehadiran Guru Agung Buddha Gotama 2551 BE tahun yang lalu
Kita selalu mengenang dan memperingati 3 (tiga) peristiwa penting yaitu Kelahiran Bodhisatta Siddharta, saat Boddhisatta Siddharta mencapai Penerangan Sempurna (Menjadi Samma Sambuddha) dan saat Samma Sambuddha Mangkat yang jatuh pada bulan Waisaka tepat saat Purnama Siddhi…
selain itu Kita semua juga memperingati serta merenungkan juga melaksanakan semua ajarannya Dhamma Sang Buddha

Selamat Tri Suci Waisak 2551 BE marilah Kita tebarkan dan kembangkan Cinta Kasih Kita untuk seluruh Alam Semesta
Hindari Kejahatan
Kembangkan serta Perbanyaklah Kebajikan
Sucikan Hati dan Pikiran
Inilah Ajaran Semua Buddha
Saddhu…

Reply

financial news January 17, 2013 at 4:34 am

I’d must verify with you here. Which is not something I usually do! I enjoy studying a post that may make individuals think. Additionally, thanks for permitting me to comment!

Reply

schedule maker December 27, 2013 at 6:52 pm

Make your own free college and work schedule online. Onlineschedulebuilder’s online schedule maker is an easy way to fast make professional schedules without any cost. No payments and no signups. Just a powerfull tool that is updated continuously. Make your own schedule in the matter of minutes.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: