Saya tidak menyangka kalau tulisan saya yang berjudul “Menipu Pengunjung dengan Auto Content” mendapat respon yang begitu banyak dari pembaca blog ini. Meski di kolom komentar banyak yang setuju bahwa Auto Content cukup merugikan pengguna mesin pencari dan sepakat untuk “Memerangi Auto Content“, namun ada juga yang mengirimkan “protes”-nya langsung ke email saya. Mungkin mereka lupa membaca kalimat pada baris terakhir: Jika tidak berkenan mohon abaikan saja!
Tapi saya menghargai perbedaan pendapat kok *duh kayak pak Presiden aja*. Banyak yang mengungkapkan “keuntungan” menggunakan Auto Content di blog mereka. Namun masih sedikit yang mau (atau berani?) mengungkapkan efek samping dari Auto Content. Mudah-mudahan keduanya bisa ditampilkan berimbang agar mereka yang ingin mencoba mendapat informasi yang cukup untuk ditimbang-timbang.
Menyikapi masalah Auto Content yang masih ada sampai sekarang, kita bisa melihatnya dari sudut “Segitiga Epidemiologi” atau “The Epidemiologic Triangle“, sebuah istilah dalam dunia kesehatan yang menggambarkan proses timbulnya penyakit melalui kombinasi tiga faktor: agent, host, dan environment.

Menyangkut Auto Content, dapat saya analogikan sebagai berikut:
- Agent (What?) – atau penyebab. Dalam hal ini adalah Auto Content dan pengguna Auto Content tersebut. Solusi: dengan memberikan informasi yang benar dan berimbang tentang Auto Content sehingga pengguna dapat memutuskan untuk meneruskan atau berhenti menggunakan Auto Content.
- Host (Who?) – atau penjamu. Mereka yang menggunakan mesin pencari. Solusi: dengan memberikan tips untuk mengenali situs-situs Auto Content dan melakukan pencarian yang “cerdas”.
- Environment (Where?) – atau lingkungan. Tidak lain dan tidak bukan adalah mesin pencari, atau dalam hal ini adalah Google.
Yah… harapan saya sih sederhana saja: Ketika saya mencari sesuatu di mesin pencari, saya mendapatkan informasi yang saya inginkan, bukan hanya berputar-putar pada situs yang tidak jelas juntrungannya. Itu saja kok! Sekali lagi, jika tidak berkenan dengan tulisan ini, abaikan saja ya…




{ 44 comments… read them below or add one }
Setuju ded, autocontent merupakan salah satu sampah di dunia maya
.
Tidak memberikan manfaat apa-apa kecuali tipu daya.
Fungsinya mirip dengan social bookmark lho.. namun memang sih kalau sajiannya auto content sejauh ini belum memberi manfaat bagi kita semua
Suatu saat jika pemahaman masyarakat tentang auto content berkembang, maka blog/situs yang memperdaya pengunjung dengan trik ini akan kehilangan pengunjung dengan sendirinya.
Kalau sudah tahu biasanya akan otomatis menghindari blog/situs seperti ini, walau tampil di Google.
Atau kalau lebih sensi dengan blog/situs seperti ini, pengguna firefox – misalnya, bisa membasmi habis situs seperti ini melalui pelaporan pemalsuan web mungkin.
wah ada pluginnnya dong mas
saya juga pernah menyinggungnya di hxxp://ruang-ihsan.blogspot.com/2010/05/search-results-in-search-results-web.html
dan banyak pendapat
dan yang punya bilang banyak dibanned google
Saya rasa pengunjung mana pun tidak suka dengan Auto Content seperti itu, sangat merugikan dan menipu.
Ia jadi berputar putar yah.. pusiinng alhasil kerjaan terganggu
kebanyakan orang tidak suka dengan auto content tersebut, mana ada orang yang mau ditipu dan dirugikan? tapi begitulah dunia maya….
thanks.
Pengunjung juga akan mem-banned dgn sendirinya, krn info yg mereka cari tdk tersaji disana.. Apalagi Pak Guru Google, pasti beliau lebih marah klo tahu hal ini
mmm, sepertinya saya juga sering terjebak dengan website spt itu
hmmm… kebetulan sy adalah salah satu “pelaku” blog autoblog (autocontent?), menurut sy “kawan2″ sy yang melakukan hal spt ini bisa di motivasi oleh beragam hal;
1. coba2 “ilmu” ngeblog-nya atau lagi eksperimen aja.
2. mengejar keuntungan (ex: adsense).
3. dll.
Saya kira sama halnya dengan kita di sajikan makanan yg sudah basi atau busuk, ya kalo kita anggap itu tidak baik mestinya kita tidak memakan makanan yang sudah kita identifikasi sebagai tidak baik. Siapapun berhak atas informasi yang benar dan valid, tapi orang lain juga berhak melakukan apa saja. Toh, “hukum alam” akan berbicara pada akhirnya.
1. coba2 ilmu? mencoba cukup sekali bro..!

2. mengejar keuntungan? tapi etika gak dipake gituh?!
3. motivasi apa lagi selain membuat jengkel pengunjung blog!?
Nice info…. makasih ya infonya..
pasti smua orang g’ mw dibohongin
mkasih yaaa
thx infonyaaa
wah, makasih banget mas atas infonya, lumayan menambah pengetahuan
Salam kenal. Auto content untuk ngeblog memang gampang dan membuat praktis dan cepat mengisi content blog. Tapi post artikelnya tidak menarik lagi, dan content tidak unik lagi.
Trim’s
Menurut saya auto content itu penipu. Apalagi biasanya motifnya cuma cari duit. Kalau saya sih biasanya kalau nemu situs ginian langsung saya laporin ke google
Makasi infonya mas..
Udah gak jaman lagi tuh.. Auto content.
artikel auto content itu bnyk bnget gunanya.. wktu yg di gunakn lbh efisien dn juga mampu menarik trfik yg lmyn bnyk.
Waktu siapa yg efisien??? Mbah-mu!!!
ndasmu!
justru karena auto generate content waktu kita jadi lama dan harus lebih selektif memilih artikel di mesin pencari, tidak seperti dahulu lagi !
nice info gan,…
auto content? no way…msh banyak jalan menuju Roma
Auto Content, kalau saya menilai jika ada blogger yang menerapkan cara ini hanya ada satu alasan pembenaran. Ingin dapat duit mudah dari ngeblog tapi tanpa mau susah-susah nulis sendiri. Titik.
nice info gan….pantesan ternyata auto concent…..
kasihanlah para pencari informasi yg bener2 butuh akan informasi tertentu menjadi tersesat dan berputar-putar gak jelas dan gak nemuin apa yg dibutuhkannya
biarin gak pada nakal
Kalau saya pribadi setuju, namun pemirsa yang lain kan kasihan dia mencari namun terus berputar- putar yang dia inginkan, harus pemirsa yang harus di beri penjelasan yang akurat
Menurut saya auto content itu penipu. Apalagi biasanya motifnya cuma cari duit.
saya sering ketipu dengan auto content mas… tapi itu teknik yang cerdas…
O begitu ya mas. Jujur saya baru tahu
Thanks wat infonya n dah mo share.
Nice Info gan..
Salam hangat
emang cara2 kayak gini yang bikin searching jadi nge-BT in, gimana gak?pas masuk webnya…yg dicari malah gak ada…bener2 buang2 waktu&uang (buat billing kalo di warnet)…..please jangan bikin yg kayak gini deh…malesin banget…mendingan bikin conten asli yg akhirnya bener2 bermanfaat..kalo cuma nyari traffic,kan banyak cara yg lebih ‘cantik’
autocontent web ku pernah masuk senbox gara2 di laporin ama blogger INDIA yg sok arogan
coincidence is one of the “perpetrators” blog autoblog (AutoContent?), according to sy “kawan2″ sy who do things like this can be motivated by different things;
1. coba2 “science” of his or another blogging experiment aja.
2. pursuit of profit (ex: adsense).
3. etc..
I think as well as our meal was served stale or rotten, yes if we consider it not good we should not eat food that we have identified as not good. Anyone has the right to correct information and valid, but others are also entitled to do anything. After all, “natural law” will speak in the end.
saya sangat setuju, AGC (Auto Generate Content) adalah salah satu plugin / metode yang sangat saya benci di dunia maya, karena selain menjadi sampah di mesin pencari, situs pengguna AGC juga membuat SEO suatu website menjadi berkurang.
bener sob saya juga benci tu ma Auto Content,pa lagi klo gi buru2 nyari tugas kampus eh malah di untang antingin nggak jelas.
Tips dan Tulisan postingannya bermanfaat, saya dalam ide baru dari postingan ini. Terima kasih banyak
Bermanfaat sekalee…..tapi kalo
hallo, apa kabar Auto Generate Content..(AGC) hehehehe…..