Dunia yang Seperti Rumah Sakit

Setiap melintas di depan bangunan Wing International RS Sanglah, saya selalu teringat kata-kata Bhante Sri Pannyavaro seperti yang termuat dalam bukunya, Bersahabat dengan Kehidupan :

Saya mendengar suatu perumpamaan, jangan-jangan dunia ini akan menjadi seperti rumah sakit. Di rumah-rumah sakit sekarang ini, apa saja ada. Gedungnya bagus, tamannya indah, ruangannya rapi, mewah, higienis, ada televisi, ada pendingin ruangan, kamar mandinya bagus dan bersih, tapi penghuninya orang sakit semua. Nanti dunia kita, rumah kita akan menjadi begitu. Bagus, mewah, modern. Kendaraan ada, televisi ada, kulkas ada, bersih higienis, tetapi penghuninya sakit semua. Sakit jiwa! Saya khawatir dunia kita sekarang bisa menjadi begitu.

Kalau orang selalu berpikir uang-uang, makan-makan, materi-materi  -tetapi tidak pernah memikirkan moral, kesusilaan, cinta kasih, kehangatan, kejujuran, ketulusan -apakah dunia kita ini tidak akan menjadi rumah sakit jiwa yang besar?

Hmm… waktunya merenung sejenak…

This entry was posted in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

52 Comments

  1. Posted January 1, 1970 at 8:00 am | Permalink
  2. Posted February 10, 2009 at 12:58 am | Permalink

    iya bener dok, kok ya gk kepikiran ya. orang2 sekarang emang sudah pada sakit atau setidaknya akan menuju sakit. jalan untuk berangkat menuju sakit sangat banyak dan mudah. godaan dunia sangat indah dan tak mampu ditolak. saya juga mungkin sedang sakit nih, berburu dunia terus. untung aja belum sampai menghalalkan segala cara udah baca postingan ini jadi inget. thx ya pak dokter :)

  3. Posted February 10, 2009 at 11:15 am | Permalink

    wah ulasan yang menarik, jadi ingin ikut merenung juga….dunia ini memang sudah penuh dengan org yang sakit, mudah-mudahan kita bukan salahsatunya… :grin:

  4. Posted February 10, 2009 at 11:56 am | Permalink

    Sekarang aja udah banyak yang sakit jiwa. RSJ Bali aja 100% tempat tidurnya terisi, belum lagi yang terjaring lewat poliklinik, pelayanan gratis… Banyaaak bo’

    • Posted February 12, 2009 at 10:01 pm | Permalink

      Hehehe… semangat Ar. Pasti rame banget tuh RSJ Bangli. Pengen juga maen2 ke situ lagi. Kapan jaga? Kali aja bisa tak kunjungi ntar… :)

  5. Posted February 10, 2009 at 1:40 pm | Permalink

    :neutral:
    Ikut merenung, Dok..
    *Kena’ banget soalnya.

  6. Posted February 10, 2009 at 3:00 pm | Permalink

    Sudah saatnya merenung mendalam akan hal ;

    ->dari mana kita berasal

    ->untuk apa kita diciptakan

    ->akan kemanakah kita kembali

    dan kita akan melihat bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan mengumpulkan bekal…

    • Posted February 12, 2009 at 10:04 pm | Permalink

      Setuju mas. Perbanyak kumpulkan bekal karena kita tak tahu kapan waktu untuk mengumpulkan bekal itu akan habis, sedangkan perjalanan… masih sangat-sangat panjang…

  7. Posted February 10, 2009 at 6:24 pm | Permalink

    tampakny memang sudah seperti itu..
    di pemerintahan saja sudah byk orang-orang sehat yang sejatinya sakit jiwa jika dilihat dari perbuatannya..
    semoga kita tetap ‘waras’ selalu..

    • Posted February 12, 2009 at 10:06 pm | Permalink

      Sepertinya ungkapan “Mens sana in corpore sano” sudah ngga cocok lagi ya? Banyak yang secara fisik sehat tapi mentalnya belum tentu sehat…

      • Posted March 30, 2009 at 9:59 am | Permalink

        Idenya sama dengan postingan saya.
        Tapi saya ndak nyontek lho…sbelum sy datang kesini, postingan itu sudah ada

  8. Posted February 10, 2009 at 7:42 pm | Permalink

    mari kita gunakan waktu sehat kita dengan hal2 yg manfaat, sebelum datang waktu sakit nanti :razz:

  9. Posted February 10, 2009 at 8:39 pm | Permalink

    Mungkin juga, Dunia yang Seperti Rumah Sakit [JIWA]

  10. Posted February 11, 2009 at 2:15 am | Permalink

    ah…dokter ini bisa-bisa aja, jadi malu saya niy. Ya dokter ya filsuf juga

  11. Posted February 11, 2009 at 1:42 pm | Permalink

    Karena itu, Saya sarankan agar dunia kedokteran mengubah paradigmanya dengan menanamkan persepsi bahwa preventive adalah yg utama, bukan kuratif! Suksema

    • Posted February 12, 2009 at 10:27 pm | Permalink

      Iya pram. Mencegah bukan hanya lebih baik dari pada mengobati. Tapi sangat jauh lebih baik! :wink:

  12. Posted February 11, 2009 at 11:08 pm | Permalink

    Renungan yang bagus, dok!
    Seandainya beneran jadi rumah sakit jiwa, paling tidak pasiennya nyadar kalo lagi sakit jiwa…
    Mungkin gak ya? :lol:

  13. Posted February 12, 2009 at 4:43 am | Permalink

    Dalam sekali renungannya atau “sindiran”nya pada kita semua…

  14. Posted February 11, 2009 at 10:22 pm | Permalink

    setiap melintas di wing Tradisional (kantin sebelah Wing Internasional) hehe.. =p saya lapar dok! ha3..saya mempunyai moral, tak munafik terhadap kesusilaan, senang memberi dan menerima cinta kasih, suka dengan kehangatan dan ingin orang hangat bila dekat dengan saya nantinya, kadang bisa jujur, dan mencoba untuk tulus. Dan saya sedang rawat jalan dari RSJ.. xp

  15. Posted February 11, 2009 at 10:38 pm | Permalink

    Gawat Ded di situ dokter menjadi orang gila he he he dan orang gila menjadi waras he he he

  16. Posted February 12, 2009 at 5:14 am | Permalink

    Ded, Kalau menurut pandangan saya. Kita beruntung hidup dalam dunia yg penuh dengan cobaan spt ini. Dengan cobaan ini kita dapat latihan dan ujian untuk melaluinya, lulus dan memenangkannya. Hidup selalu seimbang dan adil tergantung kepada kita.Salam

  17. Posted February 12, 2009 at 2:16 pm | Permalink

    mendalam sekali

    • Posted February 12, 2009 at 10:32 pm | Permalink

      Jangan dalem-dalem mas. Masih banyak hal yang tak terlihat di permukaan lho… :wink:

  18. Posted February 12, 2009 at 7:35 am | Permalink

    mungkin saja, ded.. mungkin saja. dan parahnya, kita ga lagi merasakan klo kita sakit, dikarenakan sekeliling kitapun begitu. jadi kesakitan yang wajar, apa dunk namanya?

  19. Posted February 12, 2009 at 11:18 am | Permalink

    lo donk?!! Kan bagus, banyak orang sakit dokter makin laku… Hahaha… Jgn2 aku termasuk orang2 gika itu yak!!??

  20. Posted February 12, 2009 at 7:50 pm | Permalink

    betul tuh..
    daleeemm banet dok :grin:

  21. Posted February 12, 2009 at 4:40 pm | Permalink

    **Komentar dokter Hariyasa selalu bijak ya…..**Kalo menurutku dok, ikutilah acara Bloody Valentine tanggal 15 Februari di lapangan renon, donor darah seikhlasnya. Disana sudah tersedia satu paket :moral, kesusilaan, cinta kasih, kehangatan, kejujuran, ketulusan.:D

  22. Posted February 12, 2009 at 5:40 pm | Permalink

    **Komentar dokter Hariyasa selalu bijak ya…..**Kalo menurutku dok, ikutilah acara Bloody Valentine tanggal 15 Februari di lapangan renon, donor darah seikhlasnya. Disana sudah tersedia satu paket :moral, kesusilaan, cinta kasih, kehangatan, kejujuran, ketulusan.:D

  23. Posted February 12, 2009 at 8:12 pm | Permalink

    Kalo lewat depan radiologi jadi teringat kata-kata siapa dok? jowoisme dokter Danun yach?

  24. Posted February 12, 2009 at 11:59 pm | Permalink

    Orang jadi dokter itu tujuannya hanya dua : menyembuhkan diri sendiri atau menyembuhkan orang lain..kayanya aku yang diri sendiri dulu deh..

  25. Posted February 13, 2009 at 8:38 am | Permalink

    Bukan hanya Rumah Sakit dok..
    Tapi seperti kayak di film-film..

    Nti manusia ini makin sedikit yang “hidup”, kebanyakan akan jadi “zombie”.
    Hidup tapi”Gak Hidup/alias zombie”.

    Mungkin manusia harus mendefinisi ulang, “apa artinya hidup?”, dan “apa artinya dunia?”.

    God bless us,
    Be Human, not patient, nor zombie…

  26. Posted February 13, 2009 at 10:57 am | Permalink

    Senang sekali saya bisa mampir di blog ini… Salam Kenal…. :mrgreen:

  27. Posted February 13, 2009 at 7:22 pm | Permalink

    *ikutan merenung*

  28. Posted February 13, 2009 at 5:55 pm | Permalink

    ya karena gak pernah tidur, gak pernah libur itulah makanya orang2 kayak kita ini jadi jagggaaa teruuus

  29. Posted February 14, 2009 at 7:04 am | Permalink

    Dunia memang mirip rumah sakit elite, nampak banyak fasilitas tapi warganya sakit semua. Memang di RS ada dokter n paramedis yang bisa menolong, tapi apalah artinya kalo pasiennya nggak mau istirahat dan nggak mau berdoa supaya sehat.
    Dunia juga begitu. Meskipun banyak kesenangan materi, tapi nggak ada artinya kalo nggak mau ‘istirahat’ dengan sesekali berbuat ikhlas tanpa pamrih dan berdoa. Jika pasien yang nggak berdoa akan semakin terjerumus dalam cacat atau bahkan kematian, maka dunia yang nggak mau berdoa juga tinggal menunggu waktu aja sampai kehancuran..

  30. Posted February 15, 2009 at 8:53 pm | Permalink

    alo dok…saya nulis soal Ponari dan kisah dokter nyeleneh Patch Adams nih..mohon komentarnya….mudah2 kita dijauhkan dari sakit jiwa deh…!!!

  31. Posted February 16, 2009 at 3:01 am | Permalink

    daku hanya bisa tersenyum membaca tulisan Bhante Sri Pannyavaro,dan daku setuju dengan yang dikatakan oleh beliau.dan mudah-mudahan kita tetap diberikan kebaikan yang akan selalu menuntun kita.amien

  32. Posted February 17, 2009 at 3:16 pm | Permalink

    Wah…kerja di Sanglah ya dok?
    Temen sy jg ada yg krj disana lho,gak dokter sich tp bidan
    RS nya keren,favorit lg….jadi pingin kerja di Sanglah juga nich….. :d
    Salam kenal dok…

  33. Posted February 19, 2009 at 6:51 am | Permalink

    Mencegah memang lebih baik mengobati ya dok.. Tapi kalo untuk “sakit jiwa” giman ya cara pencegahannya? :shock:

  34. Posted February 23, 2009 at 12:13 pm | Permalink

    lho, bukannya dunia ini memang ‘rumah sakit’, dimana nantinya yg sudah sembuh akan masuk surga?

    :D

  35. Posted March 9, 2009 at 7:44 pm | Permalink

    Mohon bantuannya untuk menanggapi pertanyaan di http://dokternasir.web.id/mengamati-memori-bayi-dari-bulan-ke-bulan/#comment-620, atas kerjasamanya terimakasih

  36. Posted March 30, 2009 at 10:05 am | Permalink

    Resep biar tidak sakit jiwa :
    jangan tempatkan “DUNIA” dalam hatimu, tempatkan ia hanya dalam lintasan sesaat fikiranmu

  37. Posted June 9, 2009 at 1:52 am | Permalink

    Ada Dr Paul Nieman, tetapi ada ang sanggah, karena Dr. Nieman punya banyak hutang. Dan sudah 5 tahum proyek tetaoi tidak jalan

One Trackback

  1. By Dunia Memang Sedang “Sakit” | Andaka.com on March 22, 2009 at 10:32 am

    [...] rupanya dunia memang sedang sakit… Related Posts:Istirahat SejenakDunia yang Seperti Rumah SakitBlog Kedokteran (Pantas [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting