Dunia yang Seperti Rumah Sakit

by Deddy Andaka on February 9, 2009

Setiap melintas di depan bangunan Wing International RS Sanglah, saya selalu teringat kata-kata Bhante Sri Pannyavaro seperti yang termuat dalam bukunya, Bersahabat dengan Kehidupan :

Saya mendengar suatu perumpamaan, jangan-jangan dunia ini akan menjadi seperti rumah sakit. Di rumah-rumah sakit sekarang ini, apa saja ada. Gedungnya bagus, tamannya indah, ruangannya rapi, mewah, higienis, ada televisi, ada pendingin ruangan, kamar mandinya bagus dan bersih, tapi penghuninya orang sakit semua. Nanti dunia kita, rumah kita akan menjadi begitu. Bagus, mewah, modern. Kendaraan ada, televisi ada, kulkas ada, bersih higienis, tetapi penghuninya sakit semua. Sakit jiwa! Saya khawatir dunia kita sekarang bisa menjadi begitu.

Kalau orang selalu berpikir uang-uang, makan-makan, materi-materiย  -tetapi tidak pernah memikirkan moral, kesusilaan, cinta kasih, kehangatan, kejujuran, ketulusan -apakah dunia kita ini tidak akan menjadi rumah sakit jiwa yang besar?

Hmm… waktunya merenung sejenak…

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 3.0/10 (1 vote cast)
Dunia yang Seperti Rumah Sakit, 3.0 out of 10 based on 1 rating

{ 52 comments… read them below or add one }

tipis February 10, 2009 at 12:58 am

iya bener dok, kok ya gk kepikiran ya. orang2 sekarang emang sudah pada sakit atau setidaknya akan menuju sakit. jalan untuk berangkat menuju sakit sangat banyak dan mudah. godaan dunia sangat indah dan tak mampu ditolak. saya juga mungkin sedang sakit nih, berburu dunia terus. untung aja belum sampai menghalalkan segala cara udah baca postingan ini jadi inget. thx ya pak dokter ๐Ÿ™‚

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 9:59 pm

Mudah2an kita ngga ikutan sakit ya mas Sandi… ๐Ÿ˜‰

Reply

grosir jilbab February 10, 2009 at 11:15 am

wah ulasan yang menarik, jadi ingin ikut merenung juga….dunia ini memang sudah penuh dengan org yang sakit, mudah-mudahan kita bukan salahsatunya… ๐Ÿ˜€

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:00 pm

Atau mungkin kita tidak menyadarinya ya? ๐Ÿ™„

Reply

ititut4rya February 10, 2009 at 11:56 am

Sekarang aja udah banyak yang sakit jiwa. RSJ Bali aja 100% tempat tidurnya terisi, belum lagi yang terjaring lewat poliklinik, pelayanan gratis… Banyaaak bo’

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:01 pm

Hehehe… semangat Ar. Pasti rame banget tuh RSJ Bangli. Pengen juga maen2 ke situ lagi. Kapan jaga? Kali aja bisa tak kunjungi ntar… ๐Ÿ™‚

Reply

HeLL-dA February 10, 2009 at 1:40 pm

๐Ÿ˜
Ikut merenung, Dok..
*Kena’ banget soalnya.

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:02 pm

Uda uda… merenungnya jangan lama-lama. Waktunya menatap realitas…

Reply

Rozy February 10, 2009 at 3:00 pm

Sudah saatnya merenung mendalam akan hal ;

->dari mana kita berasal

->untuk apa kita diciptakan

->akan kemanakah kita kembali

dan kita akan melihat bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan mengumpulkan bekal…

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:04 pm

Setuju mas. Perbanyak kumpulkan bekal karena kita tak tahu kapan waktu untuk mengumpulkan bekal itu akan habis, sedangkan perjalanan… masih sangat-sangat panjang…

Reply

omoshiroi February 10, 2009 at 6:24 pm

tampakny memang sudah seperti itu..
di pemerintahan saja sudah byk orang-orang sehat yang sejatinya sakit jiwa jika dilihat dari perbuatannya..
semoga kita tetap ‘waras’ selalu..

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:06 pm

Sepertinya ungkapan “Mens sana in corpore sano” sudah ngga cocok lagi ya? Banyak yang secara fisik sehat tapi mentalnya belum tentu sehat…

Reply

Bukan Kyai March 30, 2009 at 9:59 am

Idenya sama dengan postingan saya.
Tapi saya ndak nyontek lho…sbelum sy datang kesini, postingan itu sudah ada

Reply

internet marketing indonesia February 10, 2009 at 7:42 pm

mari kita gunakan waktu sehat kita dengan hal2 yg manfaat, sebelum datang waktu sakit nanti ๐Ÿ˜›

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:08 pm

Mudah2an ga sampe sakit mas. Mencegah lebih baik dari pada mengobati kan? ๐Ÿ˜‰

Reply

ardi February 10, 2009 at 8:39 pm

Mungkin juga, Dunia yang Seperti Rumah Sakit [JIWA]

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:11 pm

tambahan, …. yang besar ๐Ÿ˜Ž

Reply

Pemilu Online February 11, 2009 at 2:15 am

ah…dokter ini bisa-bisa aja, jadi malu saya niy. Ya dokter ya filsuf juga

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:23 pm

bukan filsuflah… hanya berbagi apa yang saya baca saja kok…

Reply

Pramesemara February 11, 2009 at 1:42 pm

Karena itu, Saya sarankan agar dunia kedokteran mengubah paradigmanya dengan menanamkan persepsi bahwa preventive adalah yg utama, bukan kuratif! Suksema

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:27 pm

Iya pram. Mencegah bukan hanya lebih baik dari pada mengobati. Tapi sangat jauh lebih baik! ๐Ÿ˜‰

Reply

"icha" February 11, 2009 at 11:08 pm

Renungan yang bagus, dok!
Seandainya beneran jadi rumah sakit jiwa, paling tidak pasiennya nyadar kalo lagi sakit jiwa…
Mungkin gak ya? ๐Ÿ˜†

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:30 pm

haha… mending jangan deh…

Reply

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 February 12, 2009 at 4:43 am

Dalam sekali renungannya atau “sindiran”nya pada kita semua…

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:30 pm

Serius ngga ada maksud menyindir kok mas. Maaf klo merasa tersindir ๐Ÿ™‚

Reply

GuNg Wie February 11, 2009 at 10:22 pm

setiap melintas di wing Tradisional (kantin sebelah Wing Internasional) hehe.. =p saya lapar dok! ha3..saya mempunyai moral, tak munafik terhadap kesusilaan, senang memberi dan menerima cinta kasih, suka dengan kehangatan dan ingin orang hangat bila dekat dengan saya nantinya, kadang bisa jujur, dan mencoba untuk tulus. Dan saya sedang rawat jalan dari RSJ.. xp

Reply

Bahar Azwar February 11, 2009 at 10:38 pm

Gawat Ded di situ dokter menjadi orang gila he he he dan orang gila menjadi waras he he he

Reply

Hariyasa Sanjaya February 12, 2009 at 5:14 am

Ded, Kalau menurut pandangan saya. Kita beruntung hidup dalam dunia yg penuh dengan cobaan spt ini. Dengan cobaan ini kita dapat latihan dan ujian untuk melaluinya, lulus dan memenangkannya. Hidup selalu seimbang dan adil tergantung kepada kita.Salam

Reply

pudakonline February 12, 2009 at 2:16 pm

mendalam sekali

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:32 pm

Jangan dalem-dalem mas. Masih banyak hal yang tak terlihat di permukaan lho… ๐Ÿ˜‰

Reply

Dewi K. Rahmayanti February 12, 2009 at 7:35 am

mungkin saja, ded.. mungkin saja. dan parahnya, kita ga lagi merasakan klo kita sakit, dikarenakan sekeliling kitapun begitu. jadi kesakitan yang wajar, apa dunk namanya?

Reply

Yulia Siskawati February 12, 2009 at 11:18 am

lo donk?!! Kan bagus, banyak orang sakit dokter makin laku… Hahaha… Jgn2 aku termasuk orang2 gika itu yak!!??

Reply

risQ February 12, 2009 at 7:50 pm

betul tuh..
daleeemm banet dok ๐Ÿ˜€

Reply

Deddy Andaka, dr February 12, 2009 at 10:33 pm

idem dengan jawaban sebelumnya ๐Ÿ˜€

Reply

Putri Astiti February 12, 2009 at 4:40 pm

**Komentar dokter Hariyasa selalu bijak ya…..**Kalo menurutku dok, ikutilah acara Bloody Valentine tanggal 15 Februari di lapangan renon, donor darah seikhlasnya. Disana sudah tersedia satu paket :moral, kesusilaan, cinta kasih, kehangatan, kejujuran, ketulusan.:D

Reply

Putri Astitie February 12, 2009 at 5:40 pm

**Komentar dokter Hariyasa selalu bijak ya…..**Kalo menurutku dok, ikutilah acara Bloody Valentine tanggal 15 Februari di lapangan renon, donor darah seikhlasnya. Disana sudah tersedia satu paket :moral, kesusilaan, cinta kasih, kehangatan, kejujuran, ketulusan.:D

Reply

Putu 'blijunk' Adi Susanta February 12, 2009 at 8:12 pm

Kalo lewat depan radiologi jadi teringat kata-kata siapa dok? jowoisme dokter Danun yach?

Reply

Cindy Lolobali February 12, 2009 at 11:59 pm

Orang jadi dokter itu tujuannya hanya dua : menyembuhkan diri sendiri atau menyembuhkan orang lain..kayanya aku yang diri sendiri dulu deh..

Reply

Yudhi Gejali February 13, 2009 at 8:38 am

Bukan hanya Rumah Sakit dok..
Tapi seperti kayak di film-film..

Nti manusia ini makin sedikit yang “hidup”, kebanyakan akan jadi “zombie”.
Hidup tapi”Gak Hidup/alias zombie”.

Mungkin manusia harus mendefinisi ulang, “apa artinya hidup?”, dan “apa artinya dunia?”.

God bless us,
Be Human, not patient, nor zombie…

Reply

Cadink February 13, 2009 at 10:57 am

Senang sekali saya bisa mampir di blog ini… Salam Kenal…. :mrgreen:

Reply

aRai February 13, 2009 at 7:22 pm

*ikutan merenung*

Reply

Kristy Handayani Sudjana February 13, 2009 at 5:55 pm

ya karena gak pernah tidur, gak pernah libur itulah makanya orang2 kayak kita ini jadi jagggaaa teruuus

Reply

Vicky Laurentina February 14, 2009 at 7:04 am

Dunia memang mirip rumah sakit elite, nampak banyak fasilitas tapi warganya sakit semua. Memang di RS ada dokter n paramedis yang bisa menolong, tapi apalah artinya kalo pasiennya nggak mau istirahat dan nggak mau berdoa supaya sehat.
Dunia juga begitu. Meskipun banyak kesenangan materi, tapi nggak ada artinya kalo nggak mau ‘istirahat’ dengan sesekali berbuat ikhlas tanpa pamrih dan berdoa. Jika pasien yang nggak berdoa akan semakin terjerumus dalam cacat atau bahkan kematian, maka dunia yang nggak mau berdoa juga tinggal menunggu waktu aja sampai kehancuran..

Reply

nindrianto February 15, 2009 at 8:53 pm

alo dok…saya nulis soal Ponari dan kisah dokter nyeleneh Patch Adams nih..mohon komentarnya….mudah2 kita dijauhkan dari sakit jiwa deh…!!!

Reply

ipanks February 16, 2009 at 3:01 am

daku hanya bisa tersenyum membaca tulisan Bhante Sri Pannyavaro,dan daku setuju dengan yang dikatakan oleh beliau.dan mudah-mudahan kita tetap diberikan kebaikan yang akan selalu menuntun kita.amien

Reply

Tiya February 17, 2009 at 3:16 pm

Wah…kerja di Sanglah ya dok?
Temen sy jg ada yg krj disana lho,gak dokter sich tp bidan
RS nya keren,favorit lg….jadi pingin kerja di Sanglah juga nich….. :d
Salam kenal dok…

Reply

Donny Kapahang February 19, 2009 at 6:51 am

Mencegah memang lebih baik mengobati ya dok.. Tapi kalo untuk “sakit jiwa” giman ya cara pencegahannya? ๐Ÿ˜ฏ

Reply

wira February 23, 2009 at 12:13 pm

lho, bukannya dunia ini memang ‘rumah sakit’, dimana nantinya yg sudah sembuh akan masuk surga?

๐Ÿ˜€

Reply

Nasir March 9, 2009 at 7:44 pm

Mohon bantuannya untuk menanggapi pertanyaan di http://dokternasir.web.id/mengamati-memori-bayi-dari-bulan-ke-bulan/#comment-620, atas kerjasamanya terimakasih

Reply

Bukan Kyai March 30, 2009 at 10:05 am

Resep biar tidak sakit jiwa :
jangan tempatkan “DUNIA” dalam hatimu, tempatkan ia hanya dalam lintasan sesaat fikiranmu

Reply

indra rustam June 9, 2009 at 1:52 am

Ada Dr Paul Nieman, tetapi ada ang sanggah, karena Dr. Nieman punya banyak hutang. Dan sudah 5 tahum proyek tetaoi tidak jalan

Reply

Alya Hanie March 15, 2012 at 5:57 pm

wahh bsa jd gt
tnda2’a ud bnyk bgd ko…

bnyk org ga peka thp keadaan sekitar

dan Keuangan Yg Maha Kuasa mjd fenomenal yg tertancap d hati setiap pribadi

Reply

Leave a Comment

{ 2 trackbacks }

Previous post:

Next post: