Mungkin Anda akan sama terkejutnya dengan saya ketika membaca berita “Mahasiswa Kedokteran Otaki Pembunuhan“. Apalagi kalau Anda adalah alumni dari Fakultas Kedokteran tersebut. Tidak, ini bukan cerita dalam novel ataupun film. Namun ini kejadian nyata tentang pembunuhan sadis pasangan suami istri beberapa hari yang lalu.

Meski masih berstatus mahasiswa, namun kembali profesi dokter terusik. Seperti inikah sosok seorang calon dokter yang seharusnya berusaha untuk menyelamatkan jiwa seseorang? Tentu saja saya pikir masyarakat cukup dewasa untuk tidak menggeneralisasikan hal ini (semoga).
Hanya sekedar pendapat, mungkin sudah waktunya kita memberikan porsi yang lebih besar untuk psikotest ketimbang test-test akademis sebagai saringan untuk masuk kedokteran. Saya yakin, masyarakat tidak hanya membutuhkan dokter yang pintar dan handal, namun juga yang dapat memanusiakan manusia…
Ah… rupanya dunia memang sedang sakit…





{ 26 comments… read them below or add one }
Wah, tiap hari ada aja berita ttg pembunuhan
Parah ya skrg, apa2 main bunuh
Kebanyakan baca Detektif Conan kali ya Njel? Kata orang, ini memang pertanda jaman… Hmm…
MUNGKIN MEMBUNUH ITU bs bbuat dyta puas…he2222
Bener bgt dok. Dunia emang lg sakit dan semakin parah aja. Obatnya ya pertebal iman. Yakinlah Tuhan melihat semua perbuatan kita dan nantinya bakal kita pertanggungjawabkan
Setuju mas Sandi. Setiap orang akan bertanggung jawab terhadap pikiran, perkataan dan perbuatannya sendiri…
Saya malah sedang membunuh nyamuk.
Dan berita pembunuhan juga sudah jadi hal yg biasa di telinga.
Pertanda zaman…
*Dah lama ndak denger kata itu, Dok.
dokter juga manusia ya dok, kadang-kadang jiwa pembunuh tidak melihat apakah sebagai dokter, tentara, pemulung.
beberapa waktu lalu juga kan ada mahasiswa teladan Indonesia di singapura yang berusaha membunuh profesornya.. aneh2 wae
sungguh ironis dan menyedihkan…baru mahasiswa aja udah kayak gitu, gimana udah lulus ?
setuju sekali … harus di test psikologinya juga …
pintar secara akademis belum tentu mentalnya juga pintar (baca:sehat)
setuju pak deddy, dunia (mungkin) sedang sakit
tanda-tanda apakah ini dok?hmm tanda-tanda dunia lagi sakit yap dok
salam kenal mas. bagus banget blognya. emang dunia ini sedang sakit. indonesia sakit, tapi selama ini kita tidak sadar
hmmm, dan kesakitan dunia ini makin menjadi2 dengan banyaknya orang sakit yang tidak mengetahui bahwa dirinya sakit, dan dan bangga dengan kesakitannya…..
Dunia tidak ‘sakit’, orang2 yang hidup didalamnya lah yang ‘menularinya’
Sadis banget gambarnya.
Salam Kenal Mas Deddy.
Maaf mas deddy aku kira yang bernama mas deddy adalah pengunjung. Eh ternyata yang empunya Blog. Jadi mayu.
iiih… ceyem banget
Artikelnya bagus dan menarik uyy..
hehehe..
ngomng2 silahkan berkunjung ke BLOG HEBOH dan berkomentar ria ya, soalnya BLOG HEBOH make sistem Dofollow
Oh iyah satu lagi gabung jadi pengikut saya yah..
Di tunggu yah kedatangannya,.
Gilee masih 18 tahun tapi otaknya sudah kriminal berat.
Tapi, gimana caranya dia bs jadi mahasiswa kedokteran? Bukannya ada tes khusus ya utk masuk kedokteran, tes tambahan di luar tes umum layaknya jurusan lain.
Sptnya klo dia jd dokter, bakal jd dokter yg matrek. Bs jd juga bakal jadi dokter aborsi….
kali dunia sedang sakit, Indonesia justru sedang duakarat (lebih parah dari sekarat) sakitnya. butuh dokter yang berjiwa manusia yang utuh bukan tipe dr.hannibal lecter…salam kenal dok, gw newbie di dunia blog. semoga bisa “belajar” dari dokter..
oknum…, pertama denger berita ini dari seorang teman, ahhh miris juga, kasian almamaterku tercinta…
c’est la vie…
jaman kaliyuga, begitu kata orang di Bali.
Mungkin lebih tepat kalau kita menyebut bahwa calon dokter itulah yang sedang sakit.
wahh ngeri –”