<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dokter yang Baik, Seperti Apa?</title>
	<atom:link href="http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php</link>
	<description>My Blog, My Rules : What's the story morning glory?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 02:56:58 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Lisa</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-2#comment-90322</link>
		<dc:creator>Lisa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 16:59:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-90322</guid>
		<description>Baru baca posting ini dan &quot;citra dokter indonesia di mata blogger&quot;, 
Menurut saya, dokter yang baik adalah :

1. Dokter yang jujur
-- kalau tidak mengerti / tidak mengetahui apa penyakit/sebab penyakit pasien, dengan jujur menyampaikannya kepada pasien. cerita dari teman2, seringkali, dokter seakan2 &quot;tahu&quot; sakit pasien itu apa dan bagaimana cara pengobatannya, tapi ternyata semua itu salah. saya tidak mengatakan bahwa dokter itu harus selalu benar. tapi seringkali, kejadiannya itu äsal diagnosa&#039;, lalu bisa dapat &#039;&#039;ongkos&quot; dari pengobatan atau operasi yang dilakukan, padahal tidak perlu. Dokter tidak perlu malu untuk mengakui kalau dia tidak tahu (tapi setelah itu, cari tahu lah).
Mungkiiin juga, dokter itu sebenarnya jujur. Dia gak tahu kalau sebab/penyakitnya adalah A, dia dengan jujur mengira itu B. Kalau ini masalahnya, saya kira merunut ke point saya yang ke-2. 

2. Dokter yang kompeten
-- Aktif meningkatkan kemampuan dirinya. Terutama di bidang kesehatan/kedokteran, mau meng-update ilmu-nya dengan terus mengikuti perkembangan teknologi kedokteran yang terus menerus bergulir sekarang ini, dan tidak hanya berada dalam &quot;comfort zone&quot;. Cari tahu-lah metode-metode terakhir, pengobatan2 terakhir, yang dapat membantu pasien. Jangan berkilah bahwa alat teknologi-nya tidak ada dsb. Jika tidak mampu (atau fasilitas kesehatan Indonesia tidak mampu), ya paling tidak, si dokter sudah tahu bahwa ada alternatif / metode yang lebih tepat bagi si pasien. Balik ke point 1, jujurlah kepada pasien, bahwa ada metode lain yang dapat membantunya, walaupun tidak dapat dilakukan oleh sang dokter. Berikanlah pasien pilihan dan informasi yang sebenarnya, sehingga pasien dapat memikirkannya dan dapat mengambil keputusan yang sebenarnya. Jangan pikirkan dulu bahwa si pasien ini mampu atau tidak, tapi sang dokter mempunyai kewajiban untuk berterus terang kepada pasiennya. 
Begitu juga terhadap jenis pengobatan (obat2an) yang diberikan. Di Indonesia ini, beberapa dokter (saya berusaha utk tidak men-generalisasi), masih memberikan obat ke pasien yang di tingkat internasional sudah tidak aman lagi untuk digunakan. Mungkin, ini ketidaktahu-an saya, bahwa mungkin tingkat / standar tingkat aman Indonesia berbeda. Namun, hal ini seringkali membuat dokter2 di luar negeri yang menerima pasien indonesia yang sudah terlanjur salah minum obat, jadi berkerut-kerut dahinya. Kok masih dikasih sih???

Ada kisah dari keluarga, di mana di Bali, untuk mengambil biopsi saja, katanya harus dioperasi. Tidak ada cara lain. Padahal, di luar negeri, untuk biopsi seperti itu, hanya perlu dengan menusukkan jarum seperti mengambil darah. pasien tidak perlu dioperasi (dibedah), hasil bisa segera diketahui. Ya mungkin ini kembali lagi ke tingkat kemampuan fasilitas di negeri ini. Tapi ya ini maksud saya, cari tahulah. tingkatkanlah kemampuan / pengetahuan dokter. Si dokter tsb ketika ditanyakan apa hanya ini caranya, kan setahu kami bisa dengan cara lain, mengatakan ya hanya begini caranya. Padahal, apabila si dokter meningkatkan pengetahuannya sehingga tahu bahwa ada cara2 baru,  pada saat memberitahu pasien, bisa mengatakan, &quot;sebenarnya bisa dengan cara A, tapi berhubung di sini kami tidak memiliki fasilitasnya, maka hanya bisa dilakukan dengan cara B&quot;. Nah, pasien walaupun pertamanya mgkn cemberut2, tapi setelah berpikir dengan jernih, bisa kemudian mengambil keputusan dengan lebih lapang dada. 

3. Dokter yang mempunyai profesionalisme yang tinggi
-- Sadar akan tugasnya sebagai dokter untuk membantu sesama yang lain, dengan terus mengedepankan profesionalismenya dalam menangani / membantu pasien. 

4. Dokter yang tidak over-charge pasien
-- Ini bukan berarti semua dokter harus men-charge 2 ribu saja ke pasiennya, tapi sewajarnya-lah. Realistis, dokter juga perlu makan. Menurut saya, dokter baik itu bukan hanya dokter yang men-charge murah untuk pasiennya. Tapi sewajarnya-lah. Saya tahu, ada dokter yang masih menerima bahan pangan / kebun sebagai imbalan dari pasiennya. Tapi tidak harus seperti itu melulu, baru menjadi dokter yang baik. Kalau cuman bayar 2 ribu atau terima pisang, tapi lalu diagnosa salah, obat yang dikasih salah, menurut saya itu lebih mengenaskan. 

5. Dokter yang bisa diajak berdiskusi
-- Maulah untuk berdiskusi dengan pasien mengenai kondisinya, penyakitnya, cara penanganan dan pengobatannya. 

Masalah dokter berbasa-basi dengan pasien, ramah, senyum melulu, itu adalah extra dan pemanis menurut saya. Tentu saja, pasien akan lebih senang dengan dokter yang ramah dan tidak &#039;sangar&#039;. Siapa yang menolak? Tapi saya yakin, pasien akan lebih berterima kasih apabila dokter itu mempunyai 5 point di atas. Terutama sekali, apabila dokter itu kompeten. 

Tingkatkan kemampuan dokter2 di Indonesia, sehingga &quot;citra dokter indonesia&quot; dapat diperbaiki. Lebih bagus lagi, apabila ini dibarengi dengan peningkatan fasilitas medis di Indonesia. Alat2 teknologi kedokteran sudah begitu canggih di luar sana, tapi di sini kita masih yang itu-itu saja, atau malah alatnya sudah lama, hasilnya tidak jelas (yang ini mgkn saja membuat dokter jadi salah diagnosa, karena hasil gambar -- semisal X-ray-- tidak jelas. Yang keliatan hitam2 di x-ray film, dikira penyakit, padahal bisa karena alatnya sudah tidak bekerja dengan baik, atau penyinaran-nya yang kurang benar).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baru baca posting ini dan &#8220;citra dokter indonesia di mata blogger&#8221;,<br />
Menurut saya, dokter yang baik adalah :</p>
<p>1. Dokter yang jujur<br />
&#8211; kalau tidak mengerti / tidak mengetahui apa penyakit/sebab penyakit pasien, dengan jujur menyampaikannya kepada pasien. cerita dari teman2, seringkali, dokter seakan2 &#8220;tahu&#8221; sakit pasien itu apa dan bagaimana cara pengobatannya, tapi ternyata semua itu salah. saya tidak mengatakan bahwa dokter itu harus selalu benar. tapi seringkali, kejadiannya itu äsal diagnosa&#8217;, lalu bisa dapat &#8221;ongkos&#8221; dari pengobatan atau operasi yang dilakukan, padahal tidak perlu. Dokter tidak perlu malu untuk mengakui kalau dia tidak tahu (tapi setelah itu, cari tahu lah).<br />
Mungkiiin juga, dokter itu sebenarnya jujur. Dia gak tahu kalau sebab/penyakitnya adalah A, dia dengan jujur mengira itu B. Kalau ini masalahnya, saya kira merunut ke point saya yang ke-2. </p>
<p>2. Dokter yang kompeten<br />
&#8211; Aktif meningkatkan kemampuan dirinya. Terutama di bidang kesehatan/kedokteran, mau meng-update ilmu-nya dengan terus mengikuti perkembangan teknologi kedokteran yang terus menerus bergulir sekarang ini, dan tidak hanya berada dalam &#8220;comfort zone&#8221;. Cari tahu-lah metode-metode terakhir, pengobatan2 terakhir, yang dapat membantu pasien. Jangan berkilah bahwa alat teknologi-nya tidak ada dsb. Jika tidak mampu (atau fasilitas kesehatan Indonesia tidak mampu), ya paling tidak, si dokter sudah tahu bahwa ada alternatif / metode yang lebih tepat bagi si pasien. Balik ke point 1, jujurlah kepada pasien, bahwa ada metode lain yang dapat membantunya, walaupun tidak dapat dilakukan oleh sang dokter. Berikanlah pasien pilihan dan informasi yang sebenarnya, sehingga pasien dapat memikirkannya dan dapat mengambil keputusan yang sebenarnya. Jangan pikirkan dulu bahwa si pasien ini mampu atau tidak, tapi sang dokter mempunyai kewajiban untuk berterus terang kepada pasiennya.<br />
Begitu juga terhadap jenis pengobatan (obat2an) yang diberikan. Di Indonesia ini, beberapa dokter (saya berusaha utk tidak men-generalisasi), masih memberikan obat ke pasien yang di tingkat internasional sudah tidak aman lagi untuk digunakan. Mungkin, ini ketidaktahu-an saya, bahwa mungkin tingkat / standar tingkat aman Indonesia berbeda. Namun, hal ini seringkali membuat dokter2 di luar negeri yang menerima pasien indonesia yang sudah terlanjur salah minum obat, jadi berkerut-kerut dahinya. Kok masih dikasih sih???</p>
<p>Ada kisah dari keluarga, di mana di Bali, untuk mengambil biopsi saja, katanya harus dioperasi. Tidak ada cara lain. Padahal, di luar negeri, untuk biopsi seperti itu, hanya perlu dengan menusukkan jarum seperti mengambil darah. pasien tidak perlu dioperasi (dibedah), hasil bisa segera diketahui. Ya mungkin ini kembali lagi ke tingkat kemampuan fasilitas di negeri ini. Tapi ya ini maksud saya, cari tahulah. tingkatkanlah kemampuan / pengetahuan dokter. Si dokter tsb ketika ditanyakan apa hanya ini caranya, kan setahu kami bisa dengan cara lain, mengatakan ya hanya begini caranya. Padahal, apabila si dokter meningkatkan pengetahuannya sehingga tahu bahwa ada cara2 baru,  pada saat memberitahu pasien, bisa mengatakan, &#8220;sebenarnya bisa dengan cara A, tapi berhubung di sini kami tidak memiliki fasilitasnya, maka hanya bisa dilakukan dengan cara B&#8221;. Nah, pasien walaupun pertamanya mgkn cemberut2, tapi setelah berpikir dengan jernih, bisa kemudian mengambil keputusan dengan lebih lapang dada. </p>
<p>3. Dokter yang mempunyai profesionalisme yang tinggi<br />
&#8211; Sadar akan tugasnya sebagai dokter untuk membantu sesama yang lain, dengan terus mengedepankan profesionalismenya dalam menangani / membantu pasien. </p>
<p>4. Dokter yang tidak over-charge pasien<br />
&#8211; Ini bukan berarti semua dokter harus men-charge 2 ribu saja ke pasiennya, tapi sewajarnya-lah. Realistis, dokter juga perlu makan. Menurut saya, dokter baik itu bukan hanya dokter yang men-charge murah untuk pasiennya. Tapi sewajarnya-lah. Saya tahu, ada dokter yang masih menerima bahan pangan / kebun sebagai imbalan dari pasiennya. Tapi tidak harus seperti itu melulu, baru menjadi dokter yang baik. Kalau cuman bayar 2 ribu atau terima pisang, tapi lalu diagnosa salah, obat yang dikasih salah, menurut saya itu lebih mengenaskan. </p>
<p>5. Dokter yang bisa diajak berdiskusi<br />
&#8211; Maulah untuk berdiskusi dengan pasien mengenai kondisinya, penyakitnya, cara penanganan dan pengobatannya. </p>
<p>Masalah dokter berbasa-basi dengan pasien, ramah, senyum melulu, itu adalah extra dan pemanis menurut saya. Tentu saja, pasien akan lebih senang dengan dokter yang ramah dan tidak &#8216;sangar&#8217;. Siapa yang menolak? Tapi saya yakin, pasien akan lebih berterima kasih apabila dokter itu mempunyai 5 point di atas. Terutama sekali, apabila dokter itu kompeten. </p>
<p>Tingkatkan kemampuan dokter2 di Indonesia, sehingga &#8220;citra dokter indonesia&#8221; dapat diperbaiki. Lebih bagus lagi, apabila ini dibarengi dengan peningkatan fasilitas medis di Indonesia. Alat2 teknologi kedokteran sudah begitu canggih di luar sana, tapi di sini kita masih yang itu-itu saja, atau malah alatnya sudah lama, hasilnya tidak jelas (yang ini mgkn saja membuat dokter jadi salah diagnosa, karena hasil gambar &#8212; semisal X-ray&#8211; tidak jelas. Yang keliatan hitam2 di x-ray film, dikira penyakit, padahal bisa karena alatnya sudah tidak bekerja dengan baik, atau penyinaran-nya yang kurang benar).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Imam Ciptarjo</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-2#comment-38863</link>
		<dc:creator>Imam Ciptarjo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 04:13:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-38863</guid>
		<description>setubuh eh setuju....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setubuh eh setuju&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: NN</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-2#comment-37325</link>
		<dc:creator>NN</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 05:15:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-37325</guid>
		<description>saya seorang calon mahasiswa kedokteran,, apakah nanti di ajarkan cara menangani paisen yang sulit diatur agar kita tetap sabar menghadapai pasien tersebut ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya seorang calon mahasiswa kedokteran,, apakah nanti di ajarkan cara menangani paisen yang sulit diatur agar kita tetap sabar menghadapai pasien tersebut ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dr fajar</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-2#comment-28411</link>
		<dc:creator>dr fajar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 10:15:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-28411</guid>
		<description>Ass.  : 
Cari dokter yang baek susah. Jaman sekarang yang dipikir hanya materi. Jarang yang memikirkan sebuah nilai. Yuk kita mempebaiki diri. Met menunaikan ibadah puasa.
Wass.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.  :<br />
Cari dokter yang baek susah. Jaman sekarang yang dipikir hanya materi. Jarang yang memikirkan sebuah nilai. Yuk kita mempebaiki diri. Met menunaikan ibadah puasa.<br />
Wass.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rusdi</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-2#comment-22574</link>
		<dc:creator>rusdi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 16:43:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-22574</guid>
		<description>saya mau kasih masukkan (terutama utk dokter bedah/pasiennya):
1. menolong pasien tdk mampu(miskin) bukanlah &quot;kebaikan&quot; kita, tapi itu hanya sekedar membayar &quot;UTANG&quot; INGAT waktu sekolah/residen yang mau ditolong {Praktek} itukan hanya orang tdk mampu/miskin.

2. utk calon2 pasien2 selalulah menggunanaakan 2nd Opinion ke dr.Bedah lain (sebaiknya ke RS Pemerintah, biasanya dr2 nya lebih idealis/berpandangan akademis -maksudnya unsur &quot;setorannya&quot; kurang) . .Dr.Bedah yg baik/bagus bukanlah dokter bedah yang menyembuhkan dengan Pembedahan tapi yg baik itu Sem buh tanpa Pembedahan(misalnya hanya dengan obat2an, atau prosedur yg minimal (misalnya dengan pembiusan lokal, (tapi hati2 bukan spt dukun sembuh tanpa pembedahan.
3. selalu minta resep obat generik, karena semua obat sama yg beda harganya.
4. masih banyak tip2 lain (mungkin ada yg mau menambahkan) ngetiknya cape lain kali disambung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau kasih masukkan (terutama utk dokter bedah/pasiennya):<br />
1. menolong pasien tdk mampu(miskin) bukanlah &#8220;kebaikan&#8221; kita, tapi itu hanya sekedar membayar &#8220;UTANG&#8221; INGAT waktu sekolah/residen yang mau ditolong {Praktek} itukan hanya orang tdk mampu/miskin.</p>
<p>2. utk calon2 pasien2 selalulah menggunanaakan 2nd Opinion ke dr.Bedah lain (sebaiknya ke RS Pemerintah, biasanya dr2 nya lebih idealis/berpandangan akademis -maksudnya unsur &#8220;setorannya&#8221; kurang) . .Dr.Bedah yg baik/bagus bukanlah dokter bedah yang menyembuhkan dengan Pembedahan tapi yg baik itu Sem buh tanpa Pembedahan(misalnya hanya dengan obat2an, atau prosedur yg minimal (misalnya dengan pembiusan lokal, (tapi hati2 bukan spt dukun sembuh tanpa pembedahan.<br />
3. selalu minta resep obat generik, karena semua obat sama yg beda harganya.<br />
4. masih banyak tip2 lain (mungkin ada yg mau menambahkan) ngetiknya cape lain kali disambung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dr T</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-1#comment-17578</link>
		<dc:creator>dr T</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 19:20:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-17578</guid>
		<description>menjadi dokter bukanlah apa yang kita lakukan. tetapi apa yang harus kita lakukan. teori tanpa praktek = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang seharusnya. tetapi apa yang pasti. tindakan tanpa konsep = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang diusahakan. tetapi apa yang diyakini. usaha tanpa keyakinan = 0 bukan ?? menjadi seorang dokter yang baik itu, bukan hanya seberapa bagus kualitas anda, seberapa hebat anda mendiagnosa, seberapa banyak pasien anda yang sembuh, seberapa sering anda melayani, seberapa pintar anda menjelaskan.. menjadi seorang dokter yang baik, tidak selamanya harus sopan, harus sabar, harus tegas.. tetapi dengan anda menjadi diri anda sendiri dan meyakini apa yang anda lakukan itu benar ( selama itu dalam kode etik kedokteran dan juga anda masih mengingat sumpah dokter yang anda ucapkan ), anda adalah dokter yang baik.. dokter yang baik juga menyadari keterbatasan-keterbatasan yang mereka miliki, baik itu sikap, tindakan, dan bersosialisasi dengan sesama, masyarakat, juga pasien.. dengan anda menyadari seberapa besar kelemahan anda, anda akan menyadari seberapa baik diri anda dimata masyarakat.. profesi dokter bukan sebuah profesi yang mudah. tidak seperti hitam diatas kertas. ketika anda salah mendiagnosa, nyawa pasien terancam, dan itu yang akan menjadi batu sandungan anda.. profesi dokter itu belajar sepanjang hayat.. ketika anda kalah bersaing dengan sikap anda, maka itulah kekalahan anda.. menjadi seorang dokter berarti anda sudah siap menerima resiko yang akan di hadapi.. materi boleh saja masuk kategori penting, tetapi apakah anda tidak merasa kasihan dengan pasien anda yang mungkin datang ke tempat praktek anda, tetapi tidak ada biaya yang cukup ?? disitulah ujian anda dicoba... apakah anda seorang dokter yang baik atau tidak.. dokter di masa sekarang tidak melayani pasien dengan minim biaya.. apakah anda adalah seperti itu ?? kita sebagai seorang dokter harus malu ketika ada pasien datang berobat tetapi kita tidak memberikan harapan yang berarti.. terkadang saya sendiri merasa malu dengan profesi saya, disaat ada yang butuh pertolongan, kita tidak mampu untuk menyembuhkan.. apakah sia-sia anda belajar kedokteran dengan waktu yang tidak cepat, dengan biaya yang tidak murah, dengan hasil yang anda berikan ke pasien ?? tidak ada kata sia-sia selama mau berusaha.. berusaha menjadi yang baik sudah sangat bagus daripada harus menjadi yang lebih baik tanpa melakukan suatu perubahan.. perubahan datang dari dalam diri.. itulah tekad, itulah keyakinan, itulah iman.. setiap orang bisa menjadi yang lebih baik dengan adanya kemauan..

tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa, tidak ada kata tidak bisa, tidak ada kata maaf kepada keluarga pasien... itulah dokter yang baik.. berani mengambil komitmen untuk kesejahteraan pasien...

dr T</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menjadi dokter bukanlah apa yang kita lakukan. tetapi apa yang harus kita lakukan. teori tanpa praktek = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang seharusnya. tetapi apa yang pasti. tindakan tanpa konsep = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang diusahakan. tetapi apa yang diyakini. usaha tanpa keyakinan = 0 bukan ?? menjadi seorang dokter yang baik itu, bukan hanya seberapa bagus kualitas anda, seberapa hebat anda mendiagnosa, seberapa banyak pasien anda yang sembuh, seberapa sering anda melayani, seberapa pintar anda menjelaskan.. menjadi seorang dokter yang baik, tidak selamanya harus sopan, harus sabar, harus tegas.. tetapi dengan anda menjadi diri anda sendiri dan meyakini apa yang anda lakukan itu benar ( selama itu dalam kode etik kedokteran dan juga anda masih mengingat sumpah dokter yang anda ucapkan ), anda adalah dokter yang baik.. dokter yang baik juga menyadari keterbatasan-keterbatasan yang mereka miliki, baik itu sikap, tindakan, dan bersosialisasi dengan sesama, masyarakat, juga pasien.. dengan anda menyadari seberapa besar kelemahan anda, anda akan menyadari seberapa baik diri anda dimata masyarakat.. profesi dokter bukan sebuah profesi yang mudah. tidak seperti hitam diatas kertas. ketika anda salah mendiagnosa, nyawa pasien terancam, dan itu yang akan menjadi batu sandungan anda.. profesi dokter itu belajar sepanjang hayat.. ketika anda kalah bersaing dengan sikap anda, maka itulah kekalahan anda.. menjadi seorang dokter berarti anda sudah siap menerima resiko yang akan di hadapi.. materi boleh saja masuk kategori penting, tetapi apakah anda tidak merasa kasihan dengan pasien anda yang mungkin datang ke tempat praktek anda, tetapi tidak ada biaya yang cukup ?? disitulah ujian anda dicoba&#8230; apakah anda seorang dokter yang baik atau tidak.. dokter di masa sekarang tidak melayani pasien dengan minim biaya.. apakah anda adalah seperti itu ?? kita sebagai seorang dokter harus malu ketika ada pasien datang berobat tetapi kita tidak memberikan harapan yang berarti.. terkadang saya sendiri merasa malu dengan profesi saya, disaat ada yang butuh pertolongan, kita tidak mampu untuk menyembuhkan.. apakah sia-sia anda belajar kedokteran dengan waktu yang tidak cepat, dengan biaya yang tidak murah, dengan hasil yang anda berikan ke pasien ?? tidak ada kata sia-sia selama mau berusaha.. berusaha menjadi yang baik sudah sangat bagus daripada harus menjadi yang lebih baik tanpa melakukan suatu perubahan.. perubahan datang dari dalam diri.. itulah tekad, itulah keyakinan, itulah iman.. setiap orang bisa menjadi yang lebih baik dengan adanya kemauan..</p>
<p>tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa, tidak ada kata tidak bisa, tidak ada kata maaf kepada keluarga pasien&#8230; itulah dokter yang baik.. berani mengambil komitmen untuk kesejahteraan pasien&#8230;</p>
<p>dr T</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dr T</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-1#comment-17532</link>
		<dc:creator>dr T</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 18:22:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-17532</guid>
		<description>menjadi dokter bukanlah apa yang kita lakukan. tetapi apa yang harus kita lakukan. teori tanpa praktek = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang seharusnya. tetapi apa yang pasti. tindakan tanpa konsep = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang diusahakan. tetapi apa yang diyakini. usaha tanpa keyakinan = 0 bukan ?? menjadi seorang dokter yang baik itu, bukan hanya seberapa bagus kualitas anda, seberapa hebat anda mendiagnosa, seberapa banyak pasien anda yang sembuh, seberapa sering anda melayani, seberapa pintar anda menjelaskan.. menjadi seorang dokter yang baik, tidak selamanya harus sopan, harus sabar, harus tegas.. tetapi dengan anda menjadi diri anda sendiri dan meyakini apa yang anda lakukan itu benar ( selama itu dalam kode etik kedokteran dan juga anda masih mengingat sumpah dokter yang anda ucapkan ), anda adalah dokter yang baik.. dokter yang baik juga menyadari keterbatasan-keterbatasan yang mereka miliki, baik itu sikap, tindakan, dan bersosialisasi dengan sesama, masyarakat, juga pasien.. dengan anda menyadari seberapa besar kelemahan anda, anda akan menyadari seberapa baik diri anda dimata masyarakat.. profesi dokter bukan sebuah profesi yang mudah. tidak seperti hitam diatas kertas. ketika anda salah mendiagnosa, nyawa pasien terancam, dan itu yang akan menjadi batu sandungan anda.. profesi dokter itu belajar sepanjang hayat.. ketika anda kalah bersaing dengan sikap anda, maka itulah kekalahan anda.. menjadi seorang dokter berarti anda sudah siap menerima resiko yang akan di hadapi.. materi boleh saja masuk kategori penting, tetapi apakah anda tidak merasa kasihan dengan pasien anda yang mungkin datang ke tempat praktek anda, tetapi tidak ada biaya yang cukup ?? disitulah ujian anda dicoba... apakah anda seorang dokter yang baik atau tidak.. dokter di masa sekarang tidak melayani pasien dengan minim biaya.. apakah anda adalah seperti itu ?? kita sebagai seorang dokter harus malu ketika ada pasien datang berobat tetapi kita tidak memberikan harapan yang berarti.. terkadang saya sendiri merasa malu dengan profesi saya, disaat ada yang butuh pertolongan, kita tidak mampu untuk menyembuhkan.. apakah sia-sia anda belajar kedokteran dengan waktu yang tidak cepat, dengan biaya yang tidak murah, dengan hasil yang anda berikan ke pasien ?? tidak ada kata sia-sia selama mau berusaha.. berusaha menjadi yang baik sudah sangat bagus daripada harus menjadi yang lebih baik tanpa melakukan suatu perubahan.. perubahan datang dari dalam diri.. itulah tekad, itulah keyakinan, itulah iman.. setiap orang bisa menjadi yang lebih baik dengan adanya kemauan..

tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa, tidak ada kata tidak bisa, tidak ada kata maaf... itulah dokter yang baik.. berani mengambil komitmen untuk kesejahteraan pasien...

dr T</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menjadi dokter bukanlah apa yang kita lakukan. tetapi apa yang harus kita lakukan. teori tanpa praktek = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang seharusnya. tetapi apa yang pasti. tindakan tanpa konsep = 0 bukan ?? menjadi dokter bukanlah apa yang diusahakan. tetapi apa yang diyakini. usaha tanpa keyakinan = 0 bukan ?? menjadi seorang dokter yang baik itu, bukan hanya seberapa bagus kualitas anda, seberapa hebat anda mendiagnosa, seberapa banyak pasien anda yang sembuh, seberapa sering anda melayani, seberapa pintar anda menjelaskan.. menjadi seorang dokter yang baik, tidak selamanya harus sopan, harus sabar, harus tegas.. tetapi dengan anda menjadi diri anda sendiri dan meyakini apa yang anda lakukan itu benar ( selama itu dalam kode etik kedokteran dan juga anda masih mengingat sumpah dokter yang anda ucapkan ), anda adalah dokter yang baik.. dokter yang baik juga menyadari keterbatasan-keterbatasan yang mereka miliki, baik itu sikap, tindakan, dan bersosialisasi dengan sesama, masyarakat, juga pasien.. dengan anda menyadari seberapa besar kelemahan anda, anda akan menyadari seberapa baik diri anda dimata masyarakat.. profesi dokter bukan sebuah profesi yang mudah. tidak seperti hitam diatas kertas. ketika anda salah mendiagnosa, nyawa pasien terancam, dan itu yang akan menjadi batu sandungan anda.. profesi dokter itu belajar sepanjang hayat.. ketika anda kalah bersaing dengan sikap anda, maka itulah kekalahan anda.. menjadi seorang dokter berarti anda sudah siap menerima resiko yang akan di hadapi.. materi boleh saja masuk kategori penting, tetapi apakah anda tidak merasa kasihan dengan pasien anda yang mungkin datang ke tempat praktek anda, tetapi tidak ada biaya yang cukup ?? disitulah ujian anda dicoba&#8230; apakah anda seorang dokter yang baik atau tidak.. dokter di masa sekarang tidak melayani pasien dengan minim biaya.. apakah anda adalah seperti itu ?? kita sebagai seorang dokter harus malu ketika ada pasien datang berobat tetapi kita tidak memberikan harapan yang berarti.. terkadang saya sendiri merasa malu dengan profesi saya, disaat ada yang butuh pertolongan, kita tidak mampu untuk menyembuhkan.. apakah sia-sia anda belajar kedokteran dengan waktu yang tidak cepat, dengan biaya yang tidak murah, dengan hasil yang anda berikan ke pasien ?? tidak ada kata sia-sia selama mau berusaha.. berusaha menjadi yang baik sudah sangat bagus daripada harus menjadi yang lebih baik tanpa melakukan suatu perubahan.. perubahan datang dari dalam diri.. itulah tekad, itulah keyakinan, itulah iman.. setiap orang bisa menjadi yang lebih baik dengan adanya kemauan..</p>
<p>tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa, tidak ada kata tidak bisa, tidak ada kata maaf&#8230; itulah dokter yang baik.. berani mengambil komitmen untuk kesejahteraan pasien&#8230;</p>
<p>dr T</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iskam</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-1#comment-16356</link>
		<dc:creator>iskam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 15:40:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-16356</guid>
		<description>Sudah Jadi Dokter itu pasti sudah melalui JALAN TERJAL dan PASTI PENUH Pengalaman, jadi Dokter yang baik adalah yang punya pengalaman banyak dalam menghadapi PASIEN, Semoga Bisa menjadi Dokter yang baik dan berpengalaman.

Sukses terus pak dokter</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah Jadi Dokter itu pasti sudah melalui JALAN TERJAL dan PASTI PENUH Pengalaman, jadi Dokter yang baik adalah yang punya pengalaman banyak dalam menghadapi PASIEN, Semoga Bisa menjadi Dokter yang baik dan berpengalaman.</p>
<p>Sukses terus pak dokter</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arlin</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-1#comment-16293</link>
		<dc:creator>arlin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 13:05:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-16293</guid>
		<description>dokter itu juga manusia... :oops: 
tak ada yang bisa dituntut terlalu sempurna di dunia ini :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dokter itu juga manusia&#8230; <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /><br />
tak ada yang bisa dituntut terlalu sempurna di dunia ini <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rumahjajan</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php/comment-page-1#comment-16279</link>
		<dc:creator>rumahjajan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 15:32:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=147#comment-16279</guid>
		<description>Dokter yg baik ya..?
banyak banget kriterianya...nobody perfect-khan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter yg baik ya..?<br />
banyak banget kriterianya&#8230;nobody perfect-khan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

