<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dokter, Tolong baca Blog Saya</title>
	<atom:link href="http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php</link>
	<description>My Blog, My Rules : What's the story morning glory?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 18:31:59 +0000</lastBuildDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Dokter yang Baik, Seperti Apa? &#171; assalamualaikum</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-34848</link>
		<dc:creator>Dokter yang Baik, Seperti Apa? &#171; assalamualaikum</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 14:40:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-34848</guid>
		<description>[...] dari tulisan-tulisan saya tentang “Dokter, Tolong Baca Blog Saya“, “Dokter Dua Ribu” dan “Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger” adalah pada sebuah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] dari tulisan-tulisan saya tentang “Dokter, Tolong Baca Blog Saya“, “Dokter Dua Ribu” dan “Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger” adalah pada sebuah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aprisa</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-27202</link>
		<dc:creator>Aprisa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 03:50:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-27202</guid>
		<description>Bener sih manusia serakah ada di segala profesi. Tapi dokter sedikit enggak beruntung karena dianggepnya pekerjaan menyembuhkan itu udah jadi kewajibannya, kalo pasien sembuh ya emang harusnya gitu, kalo ga sembuh itu salah dokternya. Padahal yang namanya dokter cuman bisa berusaha, keputusan terakhir tetep di tangannya yang di sono.

Masalahnya dokter yang dibicarain di sini udah berusaha sebisanya atau belum? Dan sering kali masalah yang di media dibilang malpraktek2 itu sebenernya bukan malpraktek, tapi dokternya yang kurang bisa mengkomunikasikan masalah sama pasiennya, entah pasiennya yang nggak paham2, atau dokternya yang belibet.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener sih manusia serakah ada di segala profesi. Tapi dokter sedikit enggak beruntung karena dianggepnya pekerjaan menyembuhkan itu udah jadi kewajibannya, kalo pasien sembuh ya emang harusnya gitu, kalo ga sembuh itu salah dokternya. Padahal yang namanya dokter cuman bisa berusaha, keputusan terakhir tetep di tangannya yang di sono.</p>
<p>Masalahnya dokter yang dibicarain di sini udah berusaha sebisanya atau belum? Dan sering kali masalah yang di media dibilang malpraktek2 itu sebenernya bukan malpraktek, tapi dokternya yang kurang bisa mengkomunikasikan masalah sama pasiennya, entah pasiennya yang nggak paham2, atau dokternya yang belibet.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Master</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-23765</link>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 06:21:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-23765</guid>
		<description>Tulisan-tulisan Anda begitu menarik. Jarang sekali seorang dokter bisa menerima kritik masyarakat. Kayaknya saya akan save blog Anda dan lihat-lihat deh...
Saya juga sempat kecewa dengan dokter, tapi biarlah, toh manusia serakah memang ada di segal profesi,hehe...maaf...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan-tulisan Anda begitu menarik. Jarang sekali seorang dokter bisa menerima kritik masyarakat. Kayaknya saya akan save blog Anda dan lihat-lihat deh&#8230;<br />
Saya juga sempat kecewa dengan dokter, tapi biarlah, toh manusia serakah memang ada di segal profesi,hehe&#8230;maaf&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Farmasis</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-15659</link>
		<dc:creator>Farmasis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 09:50:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-15659</guid>
		<description>Permasalahan seperti yang anda tulis memang banyak terjadi dimasyarakat, dan herannya memang tidak pernah ada pihak yang menuntut, jikalau menuntut pasti cuma beberapa saat diketahui, beberapa saat kemudian hilang..

masalah kesalahan dalam diagnosa itu sudah bisa terjadi, apalagi saat ini lulusan kedokteran sudah membludak dan bukan mau mengangkat profesi contohlah salah satu rumah sakit di surabaya, dimana saat menangani seorang pasien, sebelum menentukan tindakan apa yang akan dilakukan terlebih dahulu ada komunikasi antara pihak dokter, perawat, dan apoteker.. nah masukan dari ketiganya bisa menjadi pertimbangan untuk tindakan lmedis selanjutnya. namun sayang yang seperti itu amat sangay jarang terjadi mungkin karena seorang dokter punya egoisme yang tinggi atau bisa juga sang apotekerny ayang karena mencari income bulanan yang besar jadi sangat susah ditemui. adakalanya dari pihak pasien harus berani untuk bertanya, dan jangan menyembunyikan apa yang dirasakan saat sakit untuk mempermudah diagnosa. hal ini biasanya yang menyebabkan terjadinya human error karena komunikasi yang kurang antara pihak dokter-pasien.

satu lagi tambahan, untuk resep yang diberikan oleh dokter sebaiknya sebelum membeli ditanyakan terlebih dahulu ke dokternya. dan saat membeli diapotek tanyakan secara detail obat yang diberikan kepada anda dan bila sang apoteker penjaga apotek benar2 menjalankan mandat keprofesiannya, dia akan menanyakan juga keluhan yang mungkin bisa digunakan sebagai masukan dalam perbaikan resep yang diberikan oleh dokter, maksudnya, bila resep yang diberikan oleh seorang dokter tersebut dianggap tidak sesuai atau terlalu tinggi, maka sudah tanggung jawab apoteker pengelola apotek untuk menanyakannya kepihak doketr penulis resep. dan jangan lupa minta copy resep untuk jaga2 kalau2 ada kesalahan.. baik dipihak apoteker atau dokter karena bisa dijadikan pegangan. :oops:  :oops:  :oops:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahan seperti yang anda tulis memang banyak terjadi dimasyarakat, dan herannya memang tidak pernah ada pihak yang menuntut, jikalau menuntut pasti cuma beberapa saat diketahui, beberapa saat kemudian hilang..</p>
<p>masalah kesalahan dalam diagnosa itu sudah bisa terjadi, apalagi saat ini lulusan kedokteran sudah membludak dan bukan mau mengangkat profesi contohlah salah satu rumah sakit di surabaya, dimana saat menangani seorang pasien, sebelum menentukan tindakan apa yang akan dilakukan terlebih dahulu ada komunikasi antara pihak dokter, perawat, dan apoteker.. nah masukan dari ketiganya bisa menjadi pertimbangan untuk tindakan lmedis selanjutnya. namun sayang yang seperti itu amat sangay jarang terjadi mungkin karena seorang dokter punya egoisme yang tinggi atau bisa juga sang apotekerny ayang karena mencari income bulanan yang besar jadi sangat susah ditemui. adakalanya dari pihak pasien harus berani untuk bertanya, dan jangan menyembunyikan apa yang dirasakan saat sakit untuk mempermudah diagnosa. hal ini biasanya yang menyebabkan terjadinya human error karena komunikasi yang kurang antara pihak dokter-pasien.</p>
<p>satu lagi tambahan, untuk resep yang diberikan oleh dokter sebaiknya sebelum membeli ditanyakan terlebih dahulu ke dokternya. dan saat membeli diapotek tanyakan secara detail obat yang diberikan kepada anda dan bila sang apoteker penjaga apotek benar2 menjalankan mandat keprofesiannya, dia akan menanyakan juga keluhan yang mungkin bisa digunakan sebagai masukan dalam perbaikan resep yang diberikan oleh dokter, maksudnya, bila resep yang diberikan oleh seorang dokter tersebut dianggap tidak sesuai atau terlalu tinggi, maka sudah tanggung jawab apoteker pengelola apotek untuk menanyakannya kepihak doketr penulis resep. dan jangan lupa minta copy resep untuk jaga2 kalau2 ada kesalahan.. baik dipihak apoteker atau dokter karena bisa dijadikan pegangan. <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />   <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />   <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dokter yang Baik, Seperti Apa? &#124; Andaka.com</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-15539</link>
		<dc:creator>Dokter yang Baik, Seperti Apa? &#124; Andaka.com</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 16:06:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-15539</guid>
		<description>[...] dari tulisan-tulisan saya tentang &#8220;Dokter, Tolong Baca Blog Saya&#8220;, &#8220;Dokter Dua Ribu&#8221; dan &#8220;Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger&#8221; [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] dari tulisan-tulisan saya tentang &#8220;Dokter, Tolong Baca Blog Saya&#8220;, &#8220;Dokter Dua Ribu&#8221; dan &#8220;Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger&#8221; [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wox</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-15297</link>
		<dc:creator>wox</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 05:34:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-15297</guid>
		<description>setuju dok, banyak dokter yang kurang seperti itu, tapi masih banyak kok dokter yang baik, cuma belum terpublikasi di blog aja... 
sekarang ini pendidikan dokter di indonesia sudah mengalami banyak kemajuan, di kampus saya saja (www.fk.umy.ac.id)selalu melakukan perbaikan dalam mendidik calon dokter, dari awal kami sudah dididik masalah etika, sempat kaget juga ketika saya menjumpai dokter2 asli yang tidak sesuai teori... semoga ke depan dokter Indonesia smakin berkualitas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju dok, banyak dokter yang kurang seperti itu, tapi masih banyak kok dokter yang baik, cuma belum terpublikasi di blog aja&#8230;<br />
sekarang ini pendidikan dokter di indonesia sudah mengalami banyak kemajuan, di kampus saya saja (www.fk.umy.ac.id)selalu melakukan perbaikan dalam mendidik calon dokter, dari awal kami sudah dididik masalah etika, sempat kaget juga ketika saya menjumpai dokter2 asli yang tidak sesuai teori&#8230; semoga ke depan dokter Indonesia smakin berkualitas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dr.faisal</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-15106</link>
		<dc:creator>dr.faisal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 12:07:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-15106</guid>
		<description>birokrasi ttp jd mslh, yg jd korban justru pasien hrs ngopy ini itu, cap sana sini, cb deh liat di RS &quot;negeri&quot; alias RSU.gmn ribetny ngurus surat jamsostek ato askes,belum yg kontraktor ma dinas..ribet!!
seharusnya bs dsederhanakan lg...
seperti kt pepatah
klo bs dipersulit knp hrs dpermudah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>birokrasi ttp jd mslh, yg jd korban justru pasien hrs ngopy ini itu, cap sana sini, cb deh liat di RS &#8220;negeri&#8221; alias RSU.gmn ribetny ngurus surat jamsostek ato askes,belum yg kontraktor ma dinas..ribet!!<br />
seharusnya bs dsederhanakan lg&#8230;<br />
seperti kt pepatah<br />
klo bs dipersulit knp hrs dpermudah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger &#124; Andaka.com</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-15085</link>
		<dc:creator>Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger &#124; Andaka.com</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 03:23:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-15085</guid>
		<description>[...] postingan saya yang berjudul &#8220;Dokter, Tolong Baca Blog Saya&#8220;, Adel sempat bertanya kenapa hanya kesan negatif tentang Dokter saja yang ditampilkan? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] postingan saya yang berjudul &#8220;Dokter, Tolong Baca Blog Saya&#8220;, Adel sempat bertanya kenapa hanya kesan negatif tentang Dokter saja yang ditampilkan? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: LB</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-15060</link>
		<dc:creator>LB</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 09:38:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-15060</guid>
		<description>ini salah satu postingan saya ke dok deddy ... ttg MUTU pelayanan dokter indonesia ...
1. Biaya Pendidikan Kedokteran yang mahal menjadi salah satu faktor dominan, dokter-dokter indonesia hilang akal, hilang kendali, hilang nurani dan menjadi dokter matre ( baca &quot;kecenderungan&quot;), istilahnya buru2 untuk balik modal ....
2. saya mewakili para masyarakat awam bahwa melihat bahwa dokter-dokter sekarang ini matre. Kenapa ? karena dari biaya konsultasi yang mahal tapi tidak diimbangi dengan kewajiban yang harusnya dijalankan dalam profesinya :
~&gt; Memberikan pelayanan yang baik: pasien dihargai, pasien didengar keluhannya, pasien dijelaskan + dan - mengenai pengobatan yang diambil, tidak adanya second opinion, pasien diberi kesempatan untuk bertanya, pasien diperlakukan secara manusiawi bukan seolah-olah bagaikan mesin yang tidak punya perasaan ....
3. dari beberapa artikel kesehatan, diberitakan bahwa banyak pasien yang hijrah ke luar negeri untuk berobat karena mereka merasa bahwa mereka (pasien) terpuaskan oleh pelayanan dokter disana, pasien di indonesia takut mallpraktik .... 

Apakah memang seperti itu kondisi dunia kedokteran indonesia ?

Saya menduga, 90% adalah benar bahwa poin 1-3 diatas menjadi faktor yang melandasi keterpurukan dunia kesehatan indonesia ....

Bagaimana pendapat dari Para Dokter dalam forum ini ?

Nga uash takut, malu ..... yuk kita mulai bercermin, belajar bersama ....
Saya ingin melihat respon dari blogger disini semoga aja para dokter semua ( kecuali saya ), jika berkenan tampil dalam forum ini .... silahkan .... sumonggo .... ayooo bli .....

Ato kalo takut, malu ... kirim aja ke sini ... lombok_brintik@yahoo.co.id 
Saya mewakili rakyat awam merasa bahagia bisa berdiskusi tentang kedokteran indonesia dengan para dewa sehat yaitu dokter-dokter yang budiman.

Demikian, mohon maaf bila ada salah kata dan tidak ada unsur2 untuk memojokkan siapapun, ini hanya forum diskusi ....

Terima kasih.
LB</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini salah satu postingan saya ke dok deddy &#8230; ttg MUTU pelayanan dokter indonesia &#8230;<br />
1. Biaya Pendidikan Kedokteran yang mahal menjadi salah satu faktor dominan, dokter-dokter indonesia hilang akal, hilang kendali, hilang nurani dan menjadi dokter matre ( baca &#8220;kecenderungan&#8221;), istilahnya buru2 untuk balik modal &#8230;.<br />
2. saya mewakili para masyarakat awam bahwa melihat bahwa dokter-dokter sekarang ini matre. Kenapa ? karena dari biaya konsultasi yang mahal tapi tidak diimbangi dengan kewajiban yang harusnya dijalankan dalam profesinya :<br />
~&gt; Memberikan pelayanan yang baik: pasien dihargai, pasien didengar keluhannya, pasien dijelaskan + dan &#8211; mengenai pengobatan yang diambil, tidak adanya second opinion, pasien diberi kesempatan untuk bertanya, pasien diperlakukan secara manusiawi bukan seolah-olah bagaikan mesin yang tidak punya perasaan &#8230;.<br />
3. dari beberapa artikel kesehatan, diberitakan bahwa banyak pasien yang hijrah ke luar negeri untuk berobat karena mereka merasa bahwa mereka (pasien) terpuaskan oleh pelayanan dokter disana, pasien di indonesia takut mallpraktik &#8230;. </p>
<p>Apakah memang seperti itu kondisi dunia kedokteran indonesia ?</p>
<p>Saya menduga, 90% adalah benar bahwa poin 1-3 diatas menjadi faktor yang melandasi keterpurukan dunia kesehatan indonesia &#8230;.</p>
<p>Bagaimana pendapat dari Para Dokter dalam forum ini ?</p>
<p>Nga uash takut, malu &#8230;.. yuk kita mulai bercermin, belajar bersama &#8230;.<br />
Saya ingin melihat respon dari blogger disini semoga aja para dokter semua ( kecuali saya ), jika berkenan tampil dalam forum ini &#8230;. silahkan &#8230;. sumonggo &#8230;. ayooo bli &#8230;..</p>
<p>Ato kalo takut, malu &#8230; kirim aja ke sini &#8230; <a href="mailto:lombok_brintik@yahoo.co.id">lombok_brintik@yahoo.co.id</a><br />
Saya mewakili rakyat awam merasa bahagia bisa berdiskusi tentang kedokteran indonesia dengan para dewa sehat yaitu dokter-dokter yang budiman.</p>
<p>Demikian, mohon maaf bila ada salah kata dan tidak ada unsur2 untuk memojokkan siapapun, ini hanya forum diskusi &#8230;.</p>
<p>Terima kasih.<br />
LB</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Deddy</title>
		<link>http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php/comment-page-1#comment-10606</link>
		<dc:creator>Deddy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:37:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/dokter-tolong-baca-blog-saya.php#comment-10606</guid>
		<description>ngga kok. mungkin masalahnya kurang komunikasi aja...
makanya sekarang ada dokter ngeblog, biar jalur komunikasi makin terbuka ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ngga kok. mungkin masalahnya kurang komunikasi aja&#8230;<br />
makanya sekarang ada dokter ngeblog, biar jalur komunikasi makin terbuka <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
