Dokter, Tolong baca Blog Saya

Saya yang berkuasa! - Itulah sebuah celah pada “ego” manusia yang dapat diisi oleh blog. Blog menjadikan siapa pun bisa menyuarakan apa yang ada di pikiran mereka. Hal inilah yang menyebabkan blog kian hari kian populer, bukan hanya trend sesaat seperti yang diungkapkan seorang pakar telematika. Mereka yang tidak bisa menyuarakan pendapatnya di TV, majalah atau surat kabar dapat mengungkapkannya melalui blog. Meski pakar tadi mengatakan “Blogger itu hacker pembohong“, namun saya melihat esensi kejujuran pada blog. Masalah mau percaya atau tidak, menganggap apa yang tertulis itu benar atau bohong, itu kembali pada pembaca. Rasanya pembaca tidak terlalu bodoh untuk percaya begitu saja dengan apa yang tertulis di blog.

Begitu mudahnya blogger untuk menyuarakan suara hati mereka (khususnya pada suatu produk atau jasa) sebenarnya dapat dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran. Kita tidak perlu repot-repot membuat survey tentang kesan produk atau jasa kita di mata konsumer, tinggal mengetikkan beberapa kata kunci pada mesin pencari, kita akan dibawa pada puluhan atau (mungkin) ratusan halaman yang sedang membicarakan produk atau jasa kita. Seperti pada judul kali ini “Dokter, Tolong Baca Blog Saya“, saya akan mencoba menelusuri blogger yang berkeluh kesah dan berbagi pengalaman yang berhubungan dengan dokter.

Dengan beberapa kata kunci, juga hasil dari blogwalking ke beberapa blog tetangga, saya melihat ada banyak blogger yang bercerita mengenai pengalamannya pergi ke dokter. Apakah dokter yang bersangkutan membacanya? Mungkin sekarang tidak, tapi seiring banyaknya dokter yang melek internet bukan hal yang mustahil bila akan terbuka komunikasi dua arah antara dokter dan blogger (dalam hal ini pasien). Bukan hal yang mustahil bila suatu saat seorang pasien akan membuka blog ini dan memberikan kesan-kesannya tentang saya. Ok, sebelum saat itu tiba, mari kita simak beberapa kisah yang saya comot menjadi satu judul, “Dokter, Tolong Baca Blog Saya

Tapi saya gak puas tadi sama dokter anaknya. Meriksa gak sampe 10 menit! Dada ditekan, kepala dilihat, puser dicek, terus vaksin Hepatitis B. Udah, gitu aja. Saat dia bilang puser Vaya harus dikasih Betadine, saya kira mau dikasih saat itu juga, tapi ternyata enggak. Huuh…!

Saya tadi masih mo tanya-tanya karena — sumpah masih bingung & panikan (karena baru 1mgg jadi ibu), tapi dia kesannya ngejar waktu.

Borjonglah! Dasar dokter rs, selalu kejar setoran. Bayar mahal cuma gitu doang. Bagus ke puskesmas aja, lebih murah, pelayanan pun jelas. Saya lagi pertimbangkan untuk ganti dokter aja, gak puas ke dokter yang ini.

Posted by Zee. Kunjungi “Udah 7 Hari Loh…” untuk kisah selengkapnya.

Lain lagi pada blognya Richard:

Temen saya punya sakit kepala yang emang rada aneh. Dia bilang udah berlangsung lama… cuma kaga ketauan apa penyebabnya. Udah dicoba cek, kok ga ada apa2. Dokter sih bilangnya stress.

Tp temen saya ini bukan sembarang orang biasa. Dia kalo lagi mau tau tentang sesuatu, dia bisa tanya2 ampe detail. Apalagi ini urusan badannya dia sendiri. Pergilah dia ke beberapa dokter.

Ada satu dokter yang bikin dia ke-q alias bete. Dia disuruh tunggu sampe tengah malem. Ya.. dokter juga manusia.. mau duit banyak. Jadilah dokter menggarap pasien sebanyak2nya.

Posted by Richard. Kunjungi “Dokter juga manusia” untuk kisah selengkapnya.

Ada juga pengalamannya mbak Octa pas lagi cuti:

Hari kedua gue cuti, gue pergi kedokter gigi. Berhubung ade gue perawat dirumah sakit jadi biarpun dari rumah gue bangun kesiangan gue tetep dapet nomer antrian SATU. Dari begitu banyaknya antrian, gue yang dateng paling terakhir langsung dipanggil masuk. Sebenernya gue paling takut ama dokter gigi, gue nggak ngerasa ada bedanya antara dokter gigi ama tukang martil kuli bangunan, bawaannya BOR ama CATUT, sereeeeemmmmmmmm!! Gue langsung ditangani, ternyata dokternya rese, dia lebih mementingkan ngambil duit ke BANK dari pada meriksa gue, akhirnya nasib gigi gue ditentukan ditangan KOAS.

Posted by Octa. Kunjungi “Cuti Cuti…” untuk kisah selengkapnya.

Ada juga mbak Ratna yang malah pusing setelah ke Rumah Sakit:

Dari sejak pertama kali datang sebenernya aku dah ngerasa ga nyaman. dari penjelasan petugasnya yang kurang jelas, padahal aku nanya prosedur pendaftaran pasien. waktu ditimbang berat badan dan ditensi jg ga dikasih penjelasan sampai2 aku bingung waktu disuruh masuk ruang menimbang karena ga ada siapa2 di dalem. akhirnya aku nunggu lama bgt dan akhirnya dateng juga perawatnya … fyuh, bete. setelah ditimbang dan ditensi aku disuruh k ruang usg. disini kayaknya paling mending deh pelayanannya. ya minimal suster dan dokternya ramah. tapi itupun aku masih dipusingkan dengan prosedur yang ga jelas gara2 suster yang di ruang dokter minta hasil usgnya sama aku, padahal jelas2 hasil usgnya ga boleh diambil jadi harusnya dia minta ke dokter yg meng-usg. aku jadi bingung sampe bolak-balik masuk ruang usg lagi tapi akhirnya disuruh tunggu di luar ama susternya … duuuhhh pusing

Posted by Ratna. Kunjungi “Ngantri di Harapan Kita” untuk kisah selengkapnya.

Kisah di atas hanya sedikit dari kisah para blogger yang bisa diambil hikmahnya oleh para dokter. Mudah-mudahan dengan postingan ini, kita sebagai dokter dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.

Be Healthy, Be Happy!

Tags: ,

RSS feed | Trackback URI

28 Responses to “Dokter, Tolong baca Blog Saya”

    Gravatar
    Comment by Wiellyam
    2008-04-20 00:21:40

    yup setuju……..
    nggak komen panjang2 deh, coz baru pulang n capek banget.. :neutral:

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 17:12:36

    Klo sudah pulang, blognya diupdate donk Wiel… :wink:

     
     
    Gravatar
    Comment by jimmy
    2008-04-20 10:54:57

    ini baru blog, belum lagi yang masuk koran juga kan banyak

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 16:17:58

    Namun tak jarang juga karena miss komunikasi…
    Herannya, klo dokternya berhasil nyembuhin ga pernah/ jarang masuk koran ya :lol:

     
     
    Gravatar
    Comment by dani
    2008-04-20 17:40:41

    bbrp temen sejawat (cock wirawan, erik tapan, adi patria, bimo dkk, ‘alien’ s. pinto) jg dah rajin bantuin njawab di mail list, forum..nah deddy bag blognya :D
    jgn2 nanti ada kasus pencemaran nama baik jg ya..

    kata kunci malpractice jg masi mantap kan :D

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 16:28:57

    btw di mail list dan forum mana ya dok? saya belum tau :oops:

     
     
    Gravatar
    Comment by snydez
    2008-04-21 08:24:10

    hehe..
    di track aja di blogsearch :)

    Gravatar
    Comment by snydez
    2008-04-21 08:25:41

    lalu kunjungi pasien blog nya :)
    anggap aja ‘menjemput bola’
    menambah ‘added value’ pada ‘title’ dokter yang ngeblog

     
    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 16:40:34

    Thanks sudah berbagi info Son…
    Baru tau aku klo google punya blogsearch…
    MANTAB!

     
     
    Gravatar
    Comment by zee
    2008-04-21 13:25:12

    Tp beneran, saya akhirnya tukar dokter, ke yg direkomen para suster. Dan yg kedua ini memang bagus (so far), meriksanya lembut, penjelasan jg lengkap, jd saya jg puas.

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 16:46:11

    ditunggu postingannya tentang dokter yang baik :)

     
     
    Gravatar
    Comment by ghozan
    2008-04-23 10:17:14

    mudah2an menjadi masukan yang bagus buat para dokter supaya lebih mengedepankan segi kemanusiaan daripada “duniawi” nya :D

     
    Gravatar
    Comment by pudakonline
    2008-04-23 12:13:16

    Jadi kita bisa tetep menjaga idealisme kita ya dok?

     
    Gravatar
    Comment by okanegara
    2008-04-23 22:47:57

    di bali rencananya bakal ada satu health services center mengembangkan koperasi kesehatan, tetap dengan pendekatan kedokteran klinik untuk urusan diagnosis. resikonya memang semakin banyak pasien akan semakin sedikit waktu untuk konsultasi dan akhirnya mengurangi pelayanan kepada pasien, nah rencananya akan dikoneksikan dengan sistem pengelolaan medical record online lewat google health (yang menurut beberapa ahli kode etik ini tidfak masalah karena juga menyangkut hak pasien mendapat informasi dan juga bisa mempermudah riset nanti asal data dibuka seijin pemilik data/pasien). pasien diberikan pass buat akses data dirinya. terus juga dibuka kelas diskusi siang-sore untuk beberapa pasien secara komulatif supaya bisa mendiskusikan penyakitnya diluar jam praktek.mungkin ini sebuah ide bagus.. :idea:

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 16:56:47

    ide bagus sih dok… asal keamanan datanya juga diperhatikan dengan baik. bahaya kalau medical record pasien sampai bocor ;)

     
     
    Gravatar
    Comment by quelopi
    2008-04-26 00:11:50

    yang penting kan ngeblog, masa bodo dengan si RS bilang

     
    Gravatar
    Comment by dudi
    2008-04-27 11:42:57

    sering banget kejadian dokter salah diagnosis termasuk ma almarhum bapakku..mudah2 aja ada dokter yang baca blog ini and meningkatkan skil dan kualitasnya sebagai dokter.

     
    Gravatar
    Comment by fenfen
    2008-04-27 16:39:30

    satu2nya kokoku juga meninggal di tangan dokter beberapa hari… Beliau bilang, si kakak ini cuma demam biasa n perlu 1x suntik aja. Tapi pas disuntik ternyata langsung hilang kesadaran dan meninggal. Ada dokter lain yang mengatakan itu tipes golongan O ato apalah, pokoknya gitu deh..

     
     
    Gravatar
    Comment by @del
    2008-05-01 11:17:24

    Koq yang ditampilin kesan negatifnya saja dok? Kakak saya satu2nya juga jadi korban salah analisa dokter praktek. Kakaku kena tipes tapi ga segera dikasih rekomendasi ke RS, malah dikasih obat biasa. Saya inget perutnya sampe keras kayak tembok dan baru ketahuan setelah keluarga berinisiatif membawa ke rumah sakit. Disanalah baru ketahuan penyakitnya, tapi sayang dokter di RS bilang sudah terlambat. Dan setelah 3hari di RS, kakakku pergi untuk selamanya. Padahal umurnya saat itu baru 10tahun :cry:

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 17:04:43

    habis susah banget nyari blog yang isinya komentar positif tentang dokter. kebanyakan yang yang negatif ini. hmm… krn klo pengobatan berhasil dokternya akan bilang “Semua juga rahmat dari Tuhan”. Begitu gagal, dokter dihujat…

     
     
    Gravatar
    Comment by tipis
    2008-05-02 16:44:22

    Saya jg ada tuh curhatan tentang dokter, terutama DSA :) . Ntar nanyain DSA dan SpOG langganan udah pada punya blog apa belon, kl belon nawarin buat mbikinin. Lumayanlah tarif bersahabat :D .

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-04 17:07:42

    Haha… ayo, semakin banyak dokter yang ngeblog, jalur komunikasi dokter pasien akan semakin terbuka…

     
     
    Gravatar
    Comment by wira
    2008-05-07 10:13:03

    dokter ngeblog? mantap..

     
    Gravatar
    Comment by Ruud
    2008-05-16 14:45:16

    Paling sebel klo pas berobat dapet dokter yang pelit. Ditanya-tanya bukan menjelaskan tapi malah cemberut dan ketus (kebetulan istri perawat sih).

    Emang ke dokter cuma berobat aja, gak boleh tahu penyakitnya..

    Untung anak udah punya dokter yang familiar. Jadi enak klo nanya tentang penyakit yang dialami walau si dokter sibuk bukan kepalang. Bayangin untuk praktek pagi aja ada 50 nomor antrian. Belum yang di RS. Belum sore. Trus klo ada emergency call. Tapi respectnya dia mau menjelaskan bila ditanya. Asli deh saya salut..

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-17 13:27:28

    Mudah2an semakin banyak dokter yang seperti itu ya mas Ruud…

     
     
    Gravatar
    Comment by Danu
    2008-05-17 13:11:04

    dokter banyak yang mentingin duit daripada nyawa,
    yang penting ada duit, baru bisa sembuh,
    klo ga ada duit hilang lah nyawa…

    Gravatar
    Comment by Deddy
    2008-05-17 13:37:01

    ngga kok. mungkin masalahnya kurang komunikasi aja…
    makanya sekarang ada dokter ngeblog, biar jalur komunikasi makin terbuka ;)

     
     

    Respond from other blog

    1. [...] teman-teman yang baik dan perhatian, seperti Jimmy, Bayu, Zalukhu, ghozan, Nita, Danu, Ekads, Yudi, Deddy, dan lainnya yang ga bisa saya sebutin satu per satu. Kalau ada kesempatan, saya pasti mengunjungi [...]

      Pingback by .:. F u n k y L o v e .:. » Undur diri sejenak dari dunia blogging April 27, 2008 @ 4:43 pm

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Blog Dokter

Blogroll

AanAdelAdisAdityaAdonAgungAlfaAlixAlyaAndiAngelAnggieAntonArhamAryAstriAviantoAyahshivaBaladikaBayuBinaChoridinCosaDaengLimpoDaniaDausDevariDewiDexnoDhinataDidiDodotEcaEkadsEkoEkowanzEveFauzanFelixFennyFerdiGauzGhozaliGoenrockGuidoGusanHadriyanHudatoriqIinIkezIndraIsniJimmy KurniaJimmy SunJoeyKoolsonicKrishnaLandyLiezmayaLukasMikeyNiekeOkaOknooOktaPandePinkPradityaPralanggaPutyRaffaellRamayadiRidhoRiduRiriRonyRozySammySandiSherlyShireiSonnySulisSuryawanThomasTikaTyazUdhienWidartaWiellyamWiraWiwidXeroYanuarYudiYuliaZee

Links

Adsense SBY # Bloggerian Forum # Blogsport # Planet Bloggerian # SEO Indonesia # SEO Kita # Wordpress Forum #

My Flickr

angpao girlchangi airportmy grandmaBengong