Dina’s Wedding

by Deddy Andaka on June 22, 2006

Waktu bisa terasa begitu lambat,
… atau begitu c e p a t …

Kupejamkan mataku. Kubiarkan diriku meresap dalam waktu; memutar balik arlojinya Chronos, sampai ketika kamu masih seorang gadis kecil.

Masih kuingat ketika kita bermain-main di bukit belakang rumah, memanjat pohon jambu agar bisa melihat rumah-rumah penduduk dari ketinggian…

Masih kuingat ketika kita ikut-ikutan menanam jagung dengan sebisa mungkin ngga memperlihatkan gigi-gigi kita yang ompong karena percaya ntar jagungnya bisa ikut-ikutan ompong (dan akhirnya jagungnya ompong beneran!)

Dan masih kuingat ketika kita bakar ubi (sampai gosong), namun kita masih bisa tertawa dan menyantapnya dengan lahap…

[dan waktu terus berjalan]

Tanpa terasa gadis kecil itu semakin dewasa. Dan masih banyak kisah yang terlintas di kepalaku.

Tawa… tangis…
marah… pertengkaran…
kesediahan… bahagia…
dan semua rasa yang ada…

Wah! Tanpa kusadari mungkin aku ada di separuh lebih waktu hidupmu.

Kepompong tak selamanya menjadi kepompong. Dia kan mengalami metamorfosis untuk akhirnya menjadi kupu-kupu yang cantik. Begitu juga dia – dan waktu terasa jadi begitu singkat. Puluhan tahun hanya seperti sekejap mata.

Kini si kupu-kupu telah menemukan rumah untuk berteduh “Selamat menempuh hidup baru buat my sister, Dina” Moga bahagia n awet mpe kakek nenek. Kasiin aku ponakan yang lucu-lucu ye… 🙂

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)
Dina's Wedding, 1.0 out of 10 based on 1 rating

{ 1 comment… read it below or add one }

Dina Andaka April 19, 2016 at 7:29 pm

10 years passed. Reading it, still touch my heart..
Thank you my dear Brother.. So sweet of you
Hugs n kisses from your sista
Muachhhhh

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: