Controversial Marketing: Hati-hati Menjadi Bumerang

by Deddy Andaka on June 19, 2011

Dunia yang semakin cepat berubah membuat segala sesuatu begitu mudah untuk menjadi ketinggalan zaman. Lihat saja dulu Nokia 5110 mampu bertengger menjadi ponsel sejuta umat cukup lama. Sekarang, iPhone 4 bisa menjadi old fashion hanya dalam beberapa bulan saja. Strategi marketing gencar-gencaran dengan budget mahal tentu bukan jawaban karena saat efeknya terlihat harga suatu produk justru sedang turun dan produk baru pun siap menggantikannya. Untuk menjawab tantangan ini maka ide-ide baru yang diplot sebagai smart marketing pun dieksplorasi habis-habisan.

Salah satunya adalah Controversial Marketing, yang merupakan turunan dari Buzz Marketing. Idenya sederhana, semakin kontroversi suatu cerita dibalik produk tersebut semakin layak diperbincangkan, maka semakin berhasillah marketing tersebut.

Salah satu contoh sukses adalah goyang ngebor Inul Daratista. Kontroversi mampu menciptakan pemberitaan besar-besaran kala itu. Kemudian kebijakan kolektif dari masyarakatlah yang menentukan apakah Inul layak dipertahankan dipanggung hiburan atau tidak. Dan hasilnya, Inul Vizta hadir hampir di setiap kota besar di Indonesia.

Sayangnya, kontroversi ini banyak disalahartikan. Pokoknya apa saja dilakukan asal kontroversi dan menimbulkan pemberitaan. Hey, sadarlah! Kita hidup di dunia yang semakin cepat berubah. Masyarakat semakin pintar dan cara yang sama tak akan selalu berhasil bila dilakukan berulang-ulang.

Mungkin anda sudah pernah mendengar dua artis pura-pura saling pukul, lalu ditambah bumbu pengadilan agar semakin kontroversial. Atau pengiriman peti mati dengan alasan marketing ke kantor berita yang justru membawa pelakunya berurusan dengan yang berwajib. Juga reality show yang sengaja membiarkan tokoh antagonis tetap ada untuk menimbulkan konflik dan kontroversi untuk menaikkan rating TV.

Ingat, ada kebijakan kolektif di sana. Jika kebijakan kolektif masyarakat mengatakan tidak maka produk anda tamat!

Controversial Marketing akan berhasil kalau anda di posisi yang 51% benar.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.5/10 (2 votes cast)
Controversial Marketing: Hati-hati Menjadi Bumerang, 8.5 out of 10 based on 2 ratings

{ 11 comments… read them below or add one }

Andi Skab June 19, 2011 at 6:48 pm

setuju. jadi inget peristiwa paket peti mati :mrgreen:

Reply

Deddy Andaka June 20, 2011 at 7:55 pm

Nge-BUZZ-nya sih boleh… tapi efek sampingnya kebangetan… 😀 Tapi IMO pribadi sih tu ide sebenernya cukup cerdas.

Reply

iskandaria June 19, 2011 at 11:28 pm

Oh, jadi kasus perkelahian antara dua artis itu cuma rekayasa ya? 😉 ckckckck. Rekayasa tingkat tinggi kalau begitu. Jadinya, dikenal justru karena banyak sisi kontroversialnya ketimbang karena prestasi.

Reply

Deddy Andaka June 20, 2011 at 7:56 pm

Haha, iya 🙂 Mungkin itu salah satu sub bab dari Celebrity Marketing 😉

Reply

imadewira June 20, 2011 at 10:28 am

Memang ndak salah kalau orang tua menyebut sekarang jaman edan, dan kita mungkin termasuk didalamnya. Pertanyaannya mungkin bagaimana caranya kita tetap bisa menjadi orang edan yang paling waras. 😀

Reply

Deddy Andaka June 20, 2011 at 7:57 pm

Setuju, apa harus ikut arus? Jadi inget iklannya “Bukan Basa Basi” 🙂

Reply

didin June 20, 2011 at 1:44 pm

saya sertuju dengan pendapat nya.
kitaharus lebih mawas diri…….salam kenal gan..

Reply

wedding souvenir June 25, 2011 at 3:12 pm

saya sangt setuju bgt sama pendapat anda ,
Thx Y Infonya salam kenal Good luck always

Reply

Sriyono Semarang June 26, 2011 at 8:39 am

kata tuan Renald Khasali (eh, nulis namanya bener nggak ya? 😀 ) itu strategi marketing putus asa, semuanya jalan pintas, apalagi saat timingnya nggak tepat saati negeri ini full teror malah ngirim peti mati… haduhhh…

Reply

xamthone plus June 29, 2011 at 9:46 am

stuju bgt sama pendapatnya.
nice post !

Reply

joanoke October 11, 2011 at 4:54 pm

kite ikutan stuju aja deh 😆 biarkan semuanya berjalan ,…

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: