<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger</title>
	<atom:link href="http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php</link>
	<description>My Blog, My Rules : What's the story morning glory?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 04:44:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: aku</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-97823</link>
		<dc:creator>aku</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 11:33:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-97823</guid>
		<description>Di Indonesia ini ada yang namanya MAFIA KESEHATAN ( SEKUMPULAN ORANG YANG MENGAMBIL KEUNTUNGAN ) DENGAN MENGGUNAKAN PROFESI DOKTER SEBAGAI KAMBING HITAM !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Indonesia ini ada yang namanya MAFIA KESEHATAN ( SEKUMPULAN ORANG YANG MENGAMBIL KEUNTUNGAN ) DENGAN MENGGUNAKAN PROFESI DOKTER SEBAGAI KAMBING HITAM !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fhifie</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-97561</link>
		<dc:creator>fhifie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 04:05:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-97561</guid>
		<description>:?:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_question.gif' alt=':?:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: orang biasa</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-44333</link>
		<dc:creator>orang biasa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 09:02:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-44333</guid>
		<description>Saya membaca beberapa milis mengenai hal-hal buruk tentang &#039;oknum dokter&#039; yang menyebabkan citra buruk dokter di Indonesia.

Saya ingin bercerita tentang perjuangan seorang dokter untuk memberi yang terbaik untuk bangsanya.
anggap saja namanya dokter A karena saya tidak ingin YBS tahu saya bercerita.
Dr. A ini sejak SMU merupakan salah satu siswa yang rajin belajar, Dr. A masuk salah saru kedokteran terbaik di Indonesia pada akhirnya. Sejak tingkat II kuliah Dr. A ini sudah bekerja sebagai asisten dokter membantu orang-orang tidak mampu, dia mengerjakan hal-hal sederhana dan terkadang terkesan &#039;seperti pembantu&#039; tapi dia tidak pernah mengeluh apalagi bayarnya hanya 15.000 terkadang tidak mendapat bayaran sama sekali (dokter ini baru bercerita kepada saya setelah menjadi dokter) pekerjaan yang dia lakukan dimulai dari membuat puyer, membungkus obat, merapikan rekam medis, merekapitulasi pasien, mengajak pasien mengobrol jika dokter yang praktik telat, semua itu dia lakukan dengan ikhlas. 
Setelah 2 tahun bekerja dan mengumpulkan bekal-bekal jajan orangtuanya Dr. A ini memiliki cukup tabungan, yang membuat saya terkejut apa yang dia lakukan dengan uang tersebut? dia segera membeli tiket, saya ingin ke Eropa dia bilang, bukan untuk liburan, saya ingin mengikuti penelitian disana, melakukan hal berguna untuk umat manusia. Tabungannya selama bertahun-tahun dia belikan tiket dan bekal biaya hidup selama 1,5 bulan disana. Dr. A diterima di salah satu universitas terbaik di eropa, bahkan dunia, karena surat motivasinya (setahu saya, tapi sebenarnya dia juga mengirimkan riwayat akademisnya yang &#039;mengagumkan&#039;). ketika siang hari saya online, dr.A yang di tempat dia berada sudah malam memberi saya salam, setiap saya bertanya dia selalu menjawab &#039;saya masih di lab&#039; alangkah terkejutnya saya, ketika eropa yang diisi oleh berbagai kemegahan yang menggoda tidak membuat niatnya luntur sama sekali, bahkan untuk mengecap sedikitpun kebebasan disana, belakangan dr. A bercerita bahwa dulu ia menghabiskan sampai 14 jam di lab, sang professor bahkan memberikan kunci lab padanya (kekaguman saya atas dedikasinya bertambah), beberapa hari terakhir kepulangannya Dr. A bercerita bahwa staff disana meminta dia tetap tinggal sebagai peneliti disana, namun ditolaknya dengan alasan &#039;I want to be a doctor, for my country&#039;, padahal bisa dibayangkan untuk orang berusia muda seperti dia menolak tawaran prestisius dan gaji yang luar biasa besar yang bisa ia dapatkan!!! ia memilih bertaruh untuk negaranya.

Sepulangnya Dr. A ke Indonesia, setahu saya dia belum lulus menjadi dokter, namun sudah banyak sekali pasien datang padanya untuk berobat, tetangga, saudara tetangga, sepertinya tidak ada waktu libur, dengan segala upayanya ia membantu mereka walaupun tidak memberikan obat karena masih dilarang. kelebihan Dr. A nampaknya ada pada keinginannya untuk menolong orang, saya orang yang kurang pandai berkata-kata Indah tapi teman saya itu membuat saya mengerti apa itu kebaikan dalam arti sebenarnya.

Ketika Ia diwisuda menjadi dokter saya dibuat tekejut lagi ternyata selain orang tua dan keluarga, tetangga, dan pasien2nya mengantarnya dengan suka cita.

Kekaguman saya tidak terhenti, dia selalu berkata guru-guru saya adalah orang hebat karena mereka mengajarkan ilmu-ilmu terbaik, memberikan panduan kehidupan yang benar, dan bersabar dalam menjadi dokter. dokter berarti orang yang mengajari, ketika terjadi kisruh tuduh sana tuduh sini lebih baik kita buktikan diri dengan kinerja yang terbaik, mengajari orang-orang dengan perilaku yang baik dan berbudi, itulah dokter</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya membaca beberapa milis mengenai hal-hal buruk tentang &#8216;oknum dokter&#8217; yang menyebabkan citra buruk dokter di Indonesia.</p>
<p>Saya ingin bercerita tentang perjuangan seorang dokter untuk memberi yang terbaik untuk bangsanya.<br />
anggap saja namanya dokter A karena saya tidak ingin YBS tahu saya bercerita.<br />
Dr. A ini sejak SMU merupakan salah satu siswa yang rajin belajar, Dr. A masuk salah saru kedokteran terbaik di Indonesia pada akhirnya. Sejak tingkat II kuliah Dr. A ini sudah bekerja sebagai asisten dokter membantu orang-orang tidak mampu, dia mengerjakan hal-hal sederhana dan terkadang terkesan &#8216;seperti pembantu&#8217; tapi dia tidak pernah mengeluh apalagi bayarnya hanya 15.000 terkadang tidak mendapat bayaran sama sekali (dokter ini baru bercerita kepada saya setelah menjadi dokter) pekerjaan yang dia lakukan dimulai dari membuat puyer, membungkus obat, merapikan rekam medis, merekapitulasi pasien, mengajak pasien mengobrol jika dokter yang praktik telat, semua itu dia lakukan dengan ikhlas.<br />
Setelah 2 tahun bekerja dan mengumpulkan bekal-bekal jajan orangtuanya Dr. A ini memiliki cukup tabungan, yang membuat saya terkejut apa yang dia lakukan dengan uang tersebut? dia segera membeli tiket, saya ingin ke Eropa dia bilang, bukan untuk liburan, saya ingin mengikuti penelitian disana, melakukan hal berguna untuk umat manusia. Tabungannya selama bertahun-tahun dia belikan tiket dan bekal biaya hidup selama 1,5 bulan disana. Dr. A diterima di salah satu universitas terbaik di eropa, bahkan dunia, karena surat motivasinya (setahu saya, tapi sebenarnya dia juga mengirimkan riwayat akademisnya yang &#8216;mengagumkan&#8217;). ketika siang hari saya online, dr.A yang di tempat dia berada sudah malam memberi saya salam, setiap saya bertanya dia selalu menjawab &#8216;saya masih di lab&#8217; alangkah terkejutnya saya, ketika eropa yang diisi oleh berbagai kemegahan yang menggoda tidak membuat niatnya luntur sama sekali, bahkan untuk mengecap sedikitpun kebebasan disana, belakangan dr. A bercerita bahwa dulu ia menghabiskan sampai 14 jam di lab, sang professor bahkan memberikan kunci lab padanya (kekaguman saya atas dedikasinya bertambah), beberapa hari terakhir kepulangannya Dr. A bercerita bahwa staff disana meminta dia tetap tinggal sebagai peneliti disana, namun ditolaknya dengan alasan &#8216;I want to be a doctor, for my country&#8217;, padahal bisa dibayangkan untuk orang berusia muda seperti dia menolak tawaran prestisius dan gaji yang luar biasa besar yang bisa ia dapatkan!!! ia memilih bertaruh untuk negaranya.</p>
<p>Sepulangnya Dr. A ke Indonesia, setahu saya dia belum lulus menjadi dokter, namun sudah banyak sekali pasien datang padanya untuk berobat, tetangga, saudara tetangga, sepertinya tidak ada waktu libur, dengan segala upayanya ia membantu mereka walaupun tidak memberikan obat karena masih dilarang. kelebihan Dr. A nampaknya ada pada keinginannya untuk menolong orang, saya orang yang kurang pandai berkata-kata Indah tapi teman saya itu membuat saya mengerti apa itu kebaikan dalam arti sebenarnya.</p>
<p>Ketika Ia diwisuda menjadi dokter saya dibuat tekejut lagi ternyata selain orang tua dan keluarga, tetangga, dan pasien2nya mengantarnya dengan suka cita.</p>
<p>Kekaguman saya tidak terhenti, dia selalu berkata guru-guru saya adalah orang hebat karena mereka mengajarkan ilmu-ilmu terbaik, memberikan panduan kehidupan yang benar, dan bersabar dalam menjadi dokter. dokter berarti orang yang mengajari, ketika terjadi kisruh tuduh sana tuduh sini lebih baik kita buktikan diri dengan kinerja yang terbaik, mengajari orang-orang dengan perilaku yang baik dan berbudi, itulah dokter</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joko</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-37827</link>
		<dc:creator>Joko</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 11:02:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-37827</guid>
		<description>Sebuah opini yang menarik. Setidaknya ini bisa mewakili dari sudut pandang seorang Dokter. Dan menjawab pertanyaan tentang kesan positif kepada Dokter dan Rumah Sakit yang kata Mas Deddy belum ada atau belum menemukan tulisan blogger yang seperti itu, silahkan baca artikel saya  &lt;a href=&quot;http://www.diptara.com/2010/01/antara-rumah-sakit-international-dan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Antara Rumah Sakit International dan Hotel Bintang Lima&lt;/a&gt;. Ini adalah tulisan saya karena saya sangat terkesan dengan sebuah pelayanan seorang Dokter di RS International di Jogja.

Dan saya juga pernah agak sedikit dibuat kesal dengan seorang Dokter di Rumah Sakit Panti Rapih Jogja. Silahkan Mas Deddy kalau mau baca, artikelnya bisa dibaca di &lt;a href=&quot;http://www.diptara.com/2009/11/5-pelajaran-dari-seorang-dokter.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;5 Pelajaran Dari Seorang Dokter&lt;/a&gt;. Saya ingin tahu pendapat Mas Deddy dari sudut pandang seorang Dokter. Terima kasih sebelumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah opini yang menarik. Setidaknya ini bisa mewakili dari sudut pandang seorang Dokter. Dan menjawab pertanyaan tentang kesan positif kepada Dokter dan Rumah Sakit yang kata Mas Deddy belum ada atau belum menemukan tulisan blogger yang seperti itu, silahkan baca artikel saya  <a href="http://www.diptara.com/2010/01/antara-rumah-sakit-international-dan.html" rel="nofollow">Antara Rumah Sakit International dan Hotel Bintang Lima</a>. Ini adalah tulisan saya karena saya sangat terkesan dengan sebuah pelayanan seorang Dokter di RS International di Jogja.</p>
<p>Dan saya juga pernah agak sedikit dibuat kesal dengan seorang Dokter di Rumah Sakit Panti Rapih Jogja. Silahkan Mas Deddy kalau mau baca, artikelnya bisa dibaca di <a href="http://www.diptara.com/2009/11/5-pelajaran-dari-seorang-dokter.html" rel="nofollow">5 Pelajaran Dari Seorang Dokter</a>. Saya ingin tahu pendapat Mas Deddy dari sudut pandang seorang Dokter. Terima kasih sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dokter yang Baik, Seperti Apa? &#171; assalamualaikum</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-34849</link>
		<dc:creator>Dokter yang Baik, Seperti Apa? &#171; assalamualaikum</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 14:40:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-34849</guid>
		<description>[...] dari tulisan-tulisan saya tentang “Dokter, Tolong Baca Blog Saya“, “Dokter Dua Ribu” dan “Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger” adalah pada sebuah pertanyaan, “Seperti apakah Dokter yang baik itu?“. Mungkin mudah saja [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] dari tulisan-tulisan saya tentang “Dokter, Tolong Baca Blog Saya“, “Dokter Dua Ribu” dan “Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger” adalah pada sebuah pertanyaan, “Seperti apakah Dokter yang baik itu?“. Mungkin mudah saja [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sastro</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-28457</link>
		<dc:creator>sastro</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 06:56:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-28457</guid>
		<description>setuju!!!! hargai usaha dokter!! jangan cuma mengkritik, tp hargai juga usaha orang lain... kadang kita hanya bisa bercuap melihat sisi negatif dari sesuatu tanpa melihat sisi positif lain yang dihasilkan yang jauh lebih besar... cobalah berpikir, tanpa dokter, berjuta-juta orang sudah mati saat ini juga...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju!!!! hargai usaha dokter!! jangan cuma mengkritik, tp hargai juga usaha orang lain&#8230; kadang kita hanya bisa bercuap melihat sisi negatif dari sesuatu tanpa melihat sisi positif lain yang dihasilkan yang jauh lebih besar&#8230; cobalah berpikir, tanpa dokter, berjuta-juta orang sudah mati saat ini juga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edenia</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-22322</link>
		<dc:creator>edenia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 09:57:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-22322</guid>
		<description>saya teringat dengan tokoh dokter sartika di sinetron era 80-an yg dibintangi oleh dewi yull. pesan dan citra pengabdiannya sebagai dokter kental banget. apa masih ada ya, yang begitu? (tentu, meskipun bisa dihitung mungkin..)

rasanya semua memang berpulang pada visi pribadi dari masing-masing dokter (calon dokter). di dua rumah sakit swasta di jakarta : satu di bilangan pasar rebo, satu di cawang,  saya dan keluarga justru punya pengalaman buruk terhadap para dokternya waktu menangani ayah saya yang terserang stroke. hampir tidak saya temui dokter dengan karakter yang kuat yang membuat saya &amp; kel nyaman dan percaya bahwa ayah saya akan baik-baik saja di tangan mereka. 

tapi UNTUNGNYA, kekecewaan saya sedikit terkikis karena ada satu dokter di antara sekian dokter, yang saya anggap sebagai dokter yang &quot;bener-bener dokter&quot; dan mumpuni. beliau--satu diantara sekian ini-- punya visi pribadi yang bagus (saya sempat berbincang2 secara pribadi dgn dokter mumpuni ini), bahkan beliau juga punya sisi/sentuhan spiritualitas yang kuat yg membuat saya berpikir, &quot;pantes saja pelayanan/pekerjaannya sbg dokter diberkati.&quot; :) bahkan dokter ini tidak bersedia dibayar, kecuali kami hanya perlu membayar biaya operasinya saja. wah...

untuk dapatin dokter terbaik, rasanya memang perlu doa-doa dulu..
kidding (!) but itz true (!) :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya teringat dengan tokoh dokter sartika di sinetron era 80-an yg dibintangi oleh dewi yull. pesan dan citra pengabdiannya sebagai dokter kental banget. apa masih ada ya, yang begitu? (tentu, meskipun bisa dihitung mungkin..)</p>
<p>rasanya semua memang berpulang pada visi pribadi dari masing-masing dokter (calon dokter). di dua rumah sakit swasta di jakarta : satu di bilangan pasar rebo, satu di cawang,  saya dan keluarga justru punya pengalaman buruk terhadap para dokternya waktu menangani ayah saya yang terserang stroke. hampir tidak saya temui dokter dengan karakter yang kuat yang membuat saya &amp; kel nyaman dan percaya bahwa ayah saya akan baik-baik saja di tangan mereka. </p>
<p>tapi UNTUNGNYA, kekecewaan saya sedikit terkikis karena ada satu dokter di antara sekian dokter, yang saya anggap sebagai dokter yang &#8220;bener-bener dokter&#8221; dan mumpuni. beliau&#8211;satu diantara sekian ini&#8211; punya visi pribadi yang bagus (saya sempat berbincang2 secara pribadi dgn dokter mumpuni ini), bahkan beliau juga punya sisi/sentuhan spiritualitas yang kuat yg membuat saya berpikir, &#8220;pantes saja pelayanan/pekerjaannya sbg dokter diberkati.&#8221; <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  bahkan dokter ini tidak bersedia dibayar, kecuali kami hanya perlu membayar biaya operasinya saja. wah&#8230;</p>
<p>untuk dapatin dokter terbaik, rasanya memang perlu doa-doa dulu..<br />
kidding (!) but itz true (!) <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pakde</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-16420</link>
		<dc:creator>pakde</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 01:21:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-16420</guid>
		<description>:razz:  Selamat hari Dokter Indonesia 24 Oktober 2008.  Semoga menjadi dokter yang memiliki sikap profesionalisme cukup indonesia banget. artinya tidak harus memandang setiap keapal pasien adalah uang, Sekali lagi selamat hari Dokter Nasional ya.....:razz:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' />   Selamat hari Dokter Indonesia 24 Oktober 2008.  Semoga menjadi dokter yang memiliki sikap profesionalisme cukup indonesia banget. artinya tidak harus memandang setiap keapal pasien adalah uang, Sekali lagi selamat hari Dokter Nasional ya&#8230;..:razz:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: baharazwar</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-16070</link>
		<dc:creator>baharazwar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 15:05:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-16070</guid>
		<description>Sekadar mengingat arti dari berita (news). Anjing menggigit orang bukan berita tetapi sebaliknya akan menjadi berita. Dokter baik bukan berita karena begitulah seharusnya tetapi sebaliknya berita. Saya pribadi pernah mengalami ketika di beberapa koran dan TV saya mengatakan bahwa sang dokter ybs melakukan malpraktek. Saya diundang menjadi narasumber di Metro TV. Ketika pada kasus itu saya mengatakan bahwa sayapun akan melakukan yang dikerjakan oleh dokter ybs dan karena itu tidak ada malpraktek undangan menjadi narasumber lenyap di semua TV.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekadar mengingat arti dari berita (news). Anjing menggigit orang bukan berita tetapi sebaliknya akan menjadi berita. Dokter baik bukan berita karena begitulah seharusnya tetapi sebaliknya berita. Saya pribadi pernah mengalami ketika di beberapa koran dan TV saya mengatakan bahwa sang dokter ybs melakukan malpraktek. Saya diundang menjadi narasumber di Metro TV. Ketika pada kasus itu saya mengatakan bahwa sayapun akan melakukan yang dikerjakan oleh dokter ybs dan karena itu tidak ada malpraktek undangan menjadi narasumber lenyap di semua TV.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wox</title>
		<link>http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php/comment-page-1#comment-15298</link>
		<dc:creator>wox</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 06:03:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=141#comment-15298</guid>
		<description>sebelumnya dok, ditunggu nasehatnya ya biar jadi dokter yg baik,....

hehehe.. dokter adalah sebuah profesi yang tidak menjanjikan utk kaya... mungkin dokter sudah merasakannnya, sudah biaya kuliah mahal, masuk susah, keluar juga susah, kerja penuh resiko (temen2 di klinik sudah kena hepatitis) dan lain sebagainya, itulah mengapa ayah saya selalu menasehati bhwa dokter itu susah dan menyuruh saya meluruskan niat. 

ok kembali ke maslah citra sebnernya saya setuju utk tidak mengeneralisir semua dokter adalah seperti itu, dengan adanya berbagai kurikulum baru dalam dunia pendidikan kedokteran indonesia sekarang ini saya kira kualitas dokter Indonesia akan lebih baik.

tantangan ke depan bagi dokter adalah bagaimana mengedepankan kualitas dan pelayanan yg optimal bagi pasiennya. apalagi dengan meningkatnya kualitas pembiayaan kesehatan ke arah asuransi, itu akan membuat sistem pelayanan kesehatan menjadi lebih baik.

oya satu lagi di luar sana, di klinik, rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan umum sudah bersiap orang2(provokator) yang siap mencarri-cari kesalahan dokter sekecil apapun utk dijadikan kasus mal praktek oleh sebab itu selain dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dokter masa sekarang juga dituntut untuk mendalami masalah hukum. walopun setahu saya dokter tidak bisa menuntut balik jika terbukti tidak bersalah... oh dokter... riwayatmu kini.... (adilkah bagi dokter)

oya utk berobat luar negeri kalo mau diteliti orang indonesia yang berobat ke luar negeri presentasinya akan lebih tinggi berobat keluar negeri karena mengejar gengsi (masyarakat indonesia konsumtif dan cenderung hedonisme) daripada yg memang tidak ada fasilitas kesehatannya di indonesia 

kemudian juga kualitas pasien di luar negeri juga beda om ma kualitas pasien di Indonesia, jadi ya sama-samalah... tidak usah menjelekkan kualitas dokter indonesia... hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebelumnya dok, ditunggu nasehatnya ya biar jadi dokter yg baik,&#8230;.</p>
<p>hehehe.. dokter adalah sebuah profesi yang tidak menjanjikan utk kaya&#8230; mungkin dokter sudah merasakannnya, sudah biaya kuliah mahal, masuk susah, keluar juga susah, kerja penuh resiko (temen2 di klinik sudah kena hepatitis) dan lain sebagainya, itulah mengapa ayah saya selalu menasehati bhwa dokter itu susah dan menyuruh saya meluruskan niat. </p>
<p>ok kembali ke maslah citra sebnernya saya setuju utk tidak mengeneralisir semua dokter adalah seperti itu, dengan adanya berbagai kurikulum baru dalam dunia pendidikan kedokteran indonesia sekarang ini saya kira kualitas dokter Indonesia akan lebih baik.</p>
<p>tantangan ke depan bagi dokter adalah bagaimana mengedepankan kualitas dan pelayanan yg optimal bagi pasiennya. apalagi dengan meningkatnya kualitas pembiayaan kesehatan ke arah asuransi, itu akan membuat sistem pelayanan kesehatan menjadi lebih baik.</p>
<p>oya satu lagi di luar sana, di klinik, rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan umum sudah bersiap orang2(provokator) yang siap mencarri-cari kesalahan dokter sekecil apapun utk dijadikan kasus mal praktek oleh sebab itu selain dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dokter masa sekarang juga dituntut untuk mendalami masalah hukum. walopun setahu saya dokter tidak bisa menuntut balik jika terbukti tidak bersalah&#8230; oh dokter&#8230; riwayatmu kini&#8230;. (adilkah bagi dokter)</p>
<p>oya utk berobat luar negeri kalo mau diteliti orang indonesia yang berobat ke luar negeri presentasinya akan lebih tinggi berobat keluar negeri karena mengejar gengsi (masyarakat indonesia konsumtif dan cenderung hedonisme) daripada yg memang tidak ada fasilitas kesehatannya di indonesia </p>
<p>kemudian juga kualitas pasien di luar negeri juga beda om ma kualitas pasien di Indonesia, jadi ya sama-samalah&#8230; tidak usah menjelekkan kualitas dokter indonesia&#8230; hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

