<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Andaka.com &#187; Photography</title>
	<atom:link href="http://www.andaka.com/category/photography/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andaka.com</link>
	<description>My Blog, My Rules : What's the story morning glory?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 01:58:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Satu Mata (One Eye)</title>
		<link>http://www.andaka.com/satu-mata-one-eye.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/satu-mata-one-eye.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 13:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>
		<category><![CDATA[One Eye]]></category>
		<category><![CDATA[SS Ahn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/satu-mata-one-eye.php</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang berkata, &#8220;Keindahan dunia tak selalu dapat dilihat oleh mata, karena sesungguhnya keindahan itu hanya dapat dirasakan oleh hati&#8230;&#8220;. Karena itu ada kalanya kita merasakan keindahan dengan memejamkan mata. Berbeda dengan Sang Soo Ahn, seorang desainer grafis asal Korea. Mungkin dia berpendapat bahwa kebahagian itu harus seimbang antara apa yang terlihat oleh mata dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p class="dropcap-first">Ada yang berkata, &#8220;<em>Keindahan dunia tak selalu dapat dilihat oleh mata, karena sesungguhnya keindahan itu hanya dapat dirasakan oleh hati&#8230;</em>&#8220;. Karena itu ada kalanya kita merasakan keindahan dengan memejamkan mata. Berbeda dengan <a href="http://www.ssahn.com" target="_blank"><strong>Sang Soo Ahn</strong></a>, seorang desainer grafis asal Korea. Mungkin dia berpendapat bahwa kebahagian itu harus seimbang antara apa yang terlihat oleh mata dan apa yang dirasakan oleh hati. Hal ini dapat dilihat pada karya-karyanya yang memfoto orang-orang dengan &#8220;<strong>Satu mata (<em>one eye</em>)</strong>&#8221; seperti pada foto berikut:</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/equindrum/kimlee.jpg" alt="Satu Mata" /></p>
<p>Yang menarik adalah, Ahn cukup konsisten dengan temanya ini. Tidak peduli apa pekerjaan orang tersebut, apakah guru, designer, dokter, mahasiswa, profesor, arsitek bahkan biksu sekalipun diminta oleh Ahn untuk berpose dengan satu mata. Kebayang ga gimana repotnya untuk meminta setiap orang berpose seperti itu, difoto dan dipajang di internet. Satu yang kuyakini, pasti ada senyum disetiap ajakan untuk berfoto. Unik bukan? Silakan berkunjung ke gallerynya <a href="http://www.ssahn.com" target="_blank">Ahn</a> untuk sekedar menyapa&#8230;<em> Thanks Ahn for sharing this unique pose!<br />
</em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/dokter-yang-baik-seperti-apa.php" rel="bookmark" class="crp_title">Dokter yang Baik, Seperti Apa?</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/bengkala-deaf-village-part-iii.php" rel="bookmark" class="crp_title">Bengkala: Deaf Village part III</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/membedakan-ruang-publik-dan-kamar-mandi.php" rel="bookmark" class="crp_title">Membedakan Ruang Publik dan Kamar Mandi</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/citra-dokter-indonesia-di-mata-blogger.php" rel="bookmark" class="crp_title">Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/pilar-asoka.php" rel="bookmark" class="crp_title">Pilar Asoka</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/satu-mata-one-eye.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilar Asoka</title>
		<link>http://www.andaka.com/pilar-asoka.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/pilar-asoka.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 02:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/2007/11/27/pilar-asoka/</guid>
		<description><![CDATA[Ada oleh-oleh yang aku bawa dari Pupuan, sebuah Pilar Asoka! Pilar-pilar Asoka di Sarnath adalah peninggalan Asoka yang paling dikenal. Mereka dibuat dari batu granit dan merekam kunjungan Asoka kepada maharaja Sarnath pada abad ke-3 SM. Pilar ini memiliki pucuk berbentuk empat kepala singa yang berdiri membelakangi satu sama lain. Lambang India modern adalah keempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p class="dropcap-first">Ada oleh-oleh yang aku bawa dari Pupuan, sebuah <a href="http://www.samaggi-phala.or.id/naskahdamma_dtl.php?id=1047&amp;multi=T&amp;hal=0" target="_blank">Pilar Asoka</a>!</p>
<p>Pilar-pilar Asoka di Sarnath adalah peninggalan Asoka yang paling dikenal. Mereka dibuat dari batu granit dan merekam kunjungan Asoka kepada maharaja Sarnath pada abad ke-3 SM. Pilar ini memiliki pucuk berbentuk empat kepala singa yang berdiri membelakangi satu sama lain. Lambang India modern adalah keempat singa ini. Singa selain melambangkan kekuasaan Asoka, juga melambangkan sifat kerajaan sang Buddha (singa dianggap raja hutan yang merajai semua margasatwa dan Buddha adalah seorang pangeran mahkota). [<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asoka" target="_blank">Wikipedia</a>]</p>
<p style="text-align: center"><img title="Pilar Asoka Vihara Dharma Giri Pupuan" src="http://www.andaka.com/images/pilar_asoka.jpg" alt="Pilar Asoka Vihara Dharma Giri Pupuan" width="400" height="533" /></p>
<p>Sejak tanggal 2 November lalu, telah diresmikan sebuah pilar Asoka di Vihara Dharma Giri Pupuan Tabanan Bali. Di bawah pilar ini ada sebuah tulisan yang sangat bagus untuk direnungkan :</p>
<blockquote><p>Janganlah kita menghormat agama kita sendiri dengan mencela agama orang lain. Sebaliknya agama orang lain hendaknya dihormat atas dasar tertentu. Dengan berbuat begini kita membantu agama kita sendiri untuk berkembang disamping menguntungkan pula agama lain. Dengan berbuat sebaliknya kita akan merugikan agama kita sendiri di samping merugikan agama orang lain.</p>
<p>Oleh karena itu, barang siapa menghormat agamanya sendiri dengan mencela agama lain, semata-mata karena dorongan rasa bakti kepada agamanya dengan berpikir bagaimana aku dapat memuliakan agamaku sendiri, maka dengan berbuat demikian ia malah amat merugikan agamanya sendiri. Oleh karena itu toleransi dan kerukunan beragamalah yang dianjurkan dengan pengertian, bahwa semua orang selain mendengarkan ajaran agamanya sendiri juga bersedia untuk mendengarkan ajaran agama yang dianut orang lain.</p></blockquote>
<p>Yah, semoga damai di hati, damai di dunia dan damai selalu&#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/pilar-konsultasi-dokter-online-2.php" rel="bookmark" class="crp_title">Pilar Konsultasi Dokter Online (2)</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/pilar-konsultasi-dokter-online-1.php" rel="bookmark" class="crp_title">Pilar Konsultasi Dokter Online (1)</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/pesan-waisak-25542010.php" rel="bookmark" class="crp_title">PESAN WAISAK 2554/2010</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/pilar-konsultasi-dokter-online-3.php" rel="bookmark" class="crp_title">Pilar Konsultasi Dokter Online (3)</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/pilar-konsultasi-dokter-online-4.php" rel="bookmark" class="crp_title">Pilar Konsultasi Dokter Online (4)</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/pilar-asoka.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Si Lalat Lupus</title>
		<link>http://www.andaka.com/kisah-si-lalat-lupus.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/kisah-si-lalat-lupus.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 14:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[lalat]]></category>
		<category><![CDATA[macro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/2007/09/18/kisah-si-lalat-lupus/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin aku bermalam di rumah keluarga angkat di Desa Baha, Kecamatan Mengwi Badung. Pagi harinya aku dan beberapa teman mau ngadain penyuluhan tentang diare di bale banjar setempat. Lagi asik-asiknya ngobrol, secara ga sengaja mataku tertuju pada seekor lalat yang lagi mangkal di mobilnya Ririn. Dan&#8230; tu lalat kok seperti sedang ngulum permen karet ya? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p class="dropcap-first">Kemarin aku bermalam di rumah keluarga angkat di Desa Baha, Kecamatan Mengwi Badung. Pagi harinya aku dan beberapa teman mau ngadain penyuluhan tentang diare di <em>bale banjar</em> setempat. Lagi asik-asiknya ngobrol, secara ga sengaja mataku tertuju pada seekor lalat yang lagi mangkal di mobilnya <a href="http://profiles.friendster.com/40687580" target="_blank">Ririn</a>.  Dan&#8230; tu lalat kok seperti sedang ngulum permen karet ya? Mpe bisa bikin balon <em>ala</em> tokoh remaja yang pernah ngetrend di tahun 90-an; <strong>Lupus!</strong> <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan ini dia foto si Lapus (Lalat Lupus). Kayaknya si  Lapus lagi tidur mpe ga nyadar aku foto dalam jarak dekat. Hahaha&#8230;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/equindrum/lalat_lupus.jpg" title="Kisah si Lalat Lupus" alt="Kisah si Lalat Lupus" border="5" height="300" width="400" /></p>
<p>Bicara tentang lalat, ini ada cerita yang lumayan memberi inspirasi *aku ambil dari bulletin di Friendster*</p>
<p><strong>Semut dan Lalat</strong></p>
<p>Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya. Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.</p>
<p>Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.<span id="more-48"></span><br />
Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.</p>
<p>Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua “Ada apa dengan lalat ini Pak?, mengapa dia sekarat?”. “Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?”.</p>
<p>Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab “Lalat itu tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”. Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik &amp; nada lebih serius “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”.</p>
<p>“<strong>Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda</strong>“</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/traffic-report-trimester-iv-2007.php" rel="bookmark" class="crp_title">Traffic report Trimester IV 2007</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/traffic-report-trimester-ii-2008.php" rel="bookmark" class="crp_title">Traffic report Trimester II 2008</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/traffic-report-trimester-i-2008.php" rel="bookmark" class="crp_title">Traffic report Trimester I 2008</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/dokter-juga-manusia.php" rel="bookmark" class="crp_title">Dokter Juga Manusia</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/dinas-wedding.php" rel="bookmark" class="crp_title">Dina&#8217;s Wedding</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/kisah-si-lalat-lupus.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Bawah Jembatan Ampera</title>
		<link>http://www.andaka.com/di-bawah-jembatan-ampera.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/di-bawah-jembatan-ampera.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2006 22:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografer]]></category>
		<category><![CDATA[Palembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andaka.com/2006/12/16/di-bawah-jembatan-ampera/</guid>
		<description><![CDATA[Kemaren aku posting foto di fotografer.net. Judulnya &#8220;Di Bawah Jembatan Ampera&#8220;. Sempet bingung juga ngasi judul. Minta pendapat ke Andre, dia nanya balik &#8220;POI-nya apa?&#8221; Dzing!!! POI? Sejenis ikan Poi? He he he&#8230; maklum&#8230; anak bawang. Ternyata POI itu Point of Interrest, jadi seperti objek utama yang pengen ditonjolin pada sebuah foto. Sempet mau dikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p class="dropcap-first">
<p class="MsoNormal">Kemaren aku posting foto di <a title="fotografer.net" href="http://www.fotografer.net" target="_blank">fotografer.net</a>. Judulnya &#8220;<strong>Di Bawah Jembatan Ampera</strong>&#8220;. <span lang="IT">Sempet bingung juga ngasi judul. </span><span lang="SV">Minta pendapat ke <a title="Andre" href="http://dagangkopi.blogs.friendster.com/dagangkopi/" target="_blank">Andre</a>, dia nanya balik &#8220;POI-nya apa?&#8221; Dzing!!! </span>POI? Sejenis ikan Poi? He he he&#8230; maklum&#8230; anak bawang. Ternyata POI itu <em>Point of Interrest, </em>jadi seperti objek utama yang pengen ditonjolin pada sebuah foto. Sempet mau dikasi judul &#8220;Semerawut&#8221; atau sejenisnya, tapi akhirnya pilihan jatuh pada judul di atas itu deh. Walaupun mungkin rada ga cocok coz jembatannya ga keliatan <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal">
<p><a href="http://www.shareapic.net/content.php?id=11834719&#038;owner=andaka" target="_blank"><img src="http://preview.shareapic.net/preview4/011834719.jpg" border="0"></a> </p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Ada cerita nih di balik foto itu. Sesuai judulnya, foto itu kuambil waktu ke Palembang akhir bulan September kemarin. Nah, ceritanya pagi-pagi nih&#8230; aku pengen liat jembatan Ampera yang tersohor itu. Kata orang, &#8220;Ga afdol ke Palembang klo belum ke jembatan Ampera, klo empek-empek mah bisa dibeli di mana aja.&#8221; Maka pagi-pagi sekitar jam 7 berangkatlah aku dengan ditemenin ama Neta si Preman Palembang. Begitu deket jembatam kuliat ada deretan angkot lagi parkir, lalu aku ikutan markir mobil situ.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Begitu turun ada seorang bapak nyamperin, &#8220;Lama ga?&#8221; tanyanya.<br />
&#8220;Ngga pak, bentar doank liat jembatan, palingan setengah jam&#8221; jawabku. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Si bapak diem aja. Lalu jalanlah aku melintasi jembatan (cieh!) sambil ngambil foto jembatan dari berbagai sisi. Kira-kira 30 menit, balik lagi ke parkiran. Dan eh&#8230; uda ada pak Polisi nungguin tu mobil. Katanya itu parkir khusus angkot, mobil umum ga bole parkir situ. Damn! Bapak tadi kaga ngomong apa-apa. Neta juga diem aja tadi. Lalu digiringlah aku n Neta ke pos polisi deket situ dan mulai diintrogasi. Dengan alasan dari Bali n tumben ke Palembang aku nyoba berkelit dari tilang. Wahahaha&#8230; Tapi ternyata ga ada ampun. Tu polisi tetep aja ngotot. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Pak polisi nanya, &#8220;Di sini tinggal di mana?&#8221;<br />
&#8220;Jalan Letnan  Kasnariansyah&#8221; jawab Neta.<br />
Pak polisinya diem bentar&#8230; trus nanya lagi &#8220;Ada keluarga yang jadi angkatan?&#8221; (Ternyata itu daerah kodam gitu deh&#8230;)<br />
Seperti dapet celah, Neta langsung jawab &#8220;Iya pak, kakek saya&#8221;<br />
&#8220;Siapa namanya?&#8221;<br />
&#8220;*********&#8221; jawab Neta.<br />
Si polisi diem lagi&#8230; berharap dia kenal, tapi sepertinya ngga, &#8220;Uda pensiun ya?&#8221; tanyanya lagi.<br />
&#8220;Iya pak&#8221;<br />
&#8220;Yah&#8230; lain kali hati-hati ya&#8230;&#8221; kata pak polisi akhirnya sambil balikin SIM-ku. &#8220;Lain kali jangan diulangin lagi&#8221;  [Jah...Siapa juga yang mau?!]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Ps: Foto dan posting diatas dedicated buat Neta si preman palembang, &#8220;Thanks uda save my day&#8221; He he he&#8230; dan berhubung hari ini ulang taon, Met Ulang taon ya non&#8230; jangan lupa MAKAN-MAKAAAAAAN!</span></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/daun-cemara.php" rel="bookmark" class="crp_title">Daun Cemara</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/renungan-tahun-baru.php" rel="bookmark" class="crp_title">Renungan Tahun Baru</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/weker-inside.php" rel="bookmark" class="crp_title">Weker Inside</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/surat-cinta-berbahasa-bali.php" rel="bookmark" class="crp_title">Surat Cinta Berbahasa Bali</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/penebel.php" rel="bookmark" class="crp_title">Penebel</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/di-bawah-jembatan-ampera.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

