<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Andaka.com &#187; Web 3.0</title>
	<atom:link href="http://www.andaka.com/category/internet/web-3.0-internet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andaka.com</link>
	<description>My Blog, My Rules : What's the story morning glory?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 01:58:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>New Wave: The New Era of People Power</title>
		<link>http://www.andaka.com/new-wave-the-new-era-of-people-power.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/new-wave-the-new-era-of-people-power.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 16:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buzz Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Web 3.0]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[markplus conference]]></category>
		<category><![CDATA[New Wave]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini kita sedang berada di masa transisi. Web 2.0 sedang berada di titik akhir kesempurnaannya. Di sisi lain, Web 3.0 sedang mencari bentuknya. Tidak ada definisi pasti yang dapat menggambarkan masing-masing era perkembangan Web. Saya lebih suka mengatakan bahwa Web 1.0 adalah era yang statis dan ego sentris, Web 2.0 adalah era yang dinamis dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p class="dropcap-first">Saat ini kita sedang berada di masa transisi. Web 2.0 sedang berada di titik akhir kesempurnaannya. Di sisi lain, Web 3.0 sedang mencari bentuknya. Tidak ada definisi pasti yang dapat menggambarkan masing-masing era perkembangan Web. Saya lebih suka mengatakan bahwa <strong>Web 1.0</strong> adalah era yang statis dan ego sentris, <a title="Web 2.0" href="http://www.andaka.com/connect-your-blog-to-facebook.php" target="_blank"><strong>Web 2.0</strong></a> adalah era yang dinamis dengan komponen komunitas dan kontribusi, sedangkan <a title="Web 3.0" href="http://www.andaka.com/web-3.0-tahu-kemana-harus-mencari.php" target="_blank"><strong>Web 3.0</strong></a> adalah era kolaborasi dan masih mengandalkan komunitas di dalamnya. Bedanya, komunitas yang ada kini semakin kuat dan semakin memiliki jati diri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-585" title="The New Wave - People Power" src="http://www.andaka.com/wp-content/uploads/2009/11/the-new-wave-people-power.jpg" alt="the-new-wave-people-power" width="500" height="227" /></p>
<p>Bisa jadi <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/18/0815140/Kehidupan.Sosial.Bagi.Seluruh.Masyarakat.New.Wave" target="_blank">Teori Motivasi dari Abraham Maslow</a> adalah benar, bahwa manusia secara psikologis membutuhkan komunitas untuk aktualisasi diri. Tapi mungkin dia tidak akan menyangka bahwa komunitas akan berkembang menjadi bentuk seperti yang kita lihat saat ini. Komunitas yang ada bukan lagi sekedar sekelompok orang-orang yang memiliki ketertarikan, pekerjaan atau aktivitas yang sama. Mereka menggerakkan. Mereka ingin berbuat sesuatu. Dan mereka tahu&#8230; mereka memiliki kekuatan untuk itu. Kini, &#8220;<em>People Power</em>&#8221; pun memasuki sebuah era baru, era <strong>The New Wave</strong>.<span id="more-572"></span></p>
<p>Tak asing lagi bagi kita, di televisi sering muncul berita mengenai dukungan suatu kelompok di komunitas jejaring Facebook. Masih ingatkah Anda tentang kisah seorang pasien bernama ibu Prita Mulyasari yang menuntut keadilan namun malah dia yang masuk penjara? Masyarakat pun memberikan dukungan melalui situs jejaring Facebook. Ketika artikel ini ditulis, Kelompok &#8220;<strong><a title="Dukung Prita Mulyasari" href="http://www.facebook.com/group.php?v=info&amp;gid=81385199537" target="_blank">Dukung Prita Mulyasari</a></strong>&#8221; berjumlah 94.480 anggota. Jumlah tersebut menurun dibandingkan bulan Juni lalu yang sempat mencatat angka 144.307 anggota. Namun itulah era New Wave dimana setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan apakah mereka bergabung atau tidak.</p>
<p>Kasus yang saat ini sedang panas-panasnya antara <span style="text-decoration: line-through;">cicak dan buaya</span> KPK dan POLRI, dukungan untuk kedua pihak juga mengalir lewat Facebook. Meski bernama &#8220;<strong><a title="200-juta Dukungan Untuk POLRI Ungkap Kasus Pimpinan KPK, Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Rianto" href="http://www.facebook.com/group.php?v=info&amp;gid=165651727443" target="_blank">200-juta Dukungan Untuk POLRI Ungkap Kasus Pimpinan KPK, Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Rianto</a></strong>&#8220;, nyatanya sampai saat ini baru tercatat 72.705 anggota. Masih kalah jauh dibanding dengan kelompok &#8220;<strong><a title="Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Riyanto" href="http://www.facebook.com/group.php?v=info&amp;gid=169178211590" target="_blank">Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Riyanto</a></strong>&#8221; yang sudah mencatat 1.328.302 anggota! Suatu komunitas dapat berkembang dengan begitu cepatnya. <em><strong>Digital People Power</strong></em><strong> benar-benar sebuah kekuatan baru untuk membentuk opini publik</strong>.</p>
<p>Jelas, ini adalah sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan pak Presiden SBY pun memperhitungkan hal ini dalam menentukan sikapnya terhadap isu-isu yang ada, seperti yang termuat dalam artikel berikut:</p>
<blockquote><p>Sebelumnya SBY menyatakan satu bulan terakhir ini dia terus mengikuti berbagai isu dan wacana masyarakat terkait kemelut proses hukum Bibit-Chandra baik lewat media massa, SMS, jejaring Facebook dan Blackberry. Gelombang pro dan kontra, hilangnya rasa kepercayaan dan kecurigaan yang muncul, bagi SBY sejauh ini masih dalam batasan yang wajar. &#8211; <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/11/18/164058/1244224/10/sby-akan-ambil-langkah-hukum-hadapi-kabar-bohong" target="_blank">detiknews.com</a></p></blockquote>
<p>Kita telah sampai pada sebuah era baru, dimana &#8220;sebuah pesan&#8221; begitu mudah disampaikan. Sebuah era dimana telah tersedia media yang memungkinkan virus-virus ide dapat berkembang biak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya.</p>
<p>Selamat Datang!</p>
<p>*<em>Artikel ini ditulis sebagai bentuk partisipasi dalam acara <a href="http://www.markplusconference.com/" target="_blank">Bloggers @ MarkPlus Conference 2010</a></em>*</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/david-vs-goliath-syndrome.php" rel="bookmark" class="crp_title">David vs Goliath Syndrome</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/bloggers-markplus-conference-2010.php" rel="bookmark" class="crp_title">Bloggers @ MarkPlus Conference 2010</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/komunitas-startup-lokal.php" rel="bookmark" class="crp_title">Komunitas StartUp Lokal</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/web-3.0-tahu-kemana-harus-mencari.php" rel="bookmark" class="crp_title">Web 3.0 : Tahu Kemana Harus Mencari</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/seo-is-dead.php" rel="bookmark" class="crp_title">SEO is Dead</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/new-wave-the-new-era-of-people-power.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Web 3.0 : Tahu Kemana Harus Mencari</title>
		<link>http://www.andaka.com/web-3.0-tahu-kemana-harus-mencari.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/web-3.0-tahu-kemana-harus-mencari.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 13:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web 3.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Di artikel sebelumnya saya menyebutkan salah satu ciri khas dari Web 3.0 adalah “Kenapa harus mencari (searching) kalau Anda bisa langsung menemukannya?”. Meski demikian, bukan berarti kita sudah tidak memerlukan mesin pencari lagi. Yang membedakan adalah kita tahu kemana harus mencari! Bayangkan bila Google atau Bing adalah sebuah perpustakaan yang besar dan lengkap. Hampir semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p class="dropcap-first">Di artikel <a title="SEO is dead" href="http://www.andaka.com/seo-is-dead.php" target="_blank">sebelumnya</a> saya menyebutkan salah satu ciri khas dari Web 3.0 adalah “<em>Kenapa harus mencari (searching) kalau Anda bisa langsung menemukannya?</em>”. Meski demikian, bukan berarti kita sudah tidak memerlukan mesin pencari lagi. Yang membedakan adalah <span style="text-decoration: underline;"><strong>kita tahu kemana harus mencari!</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Web 3.0" src="http://www.andaka.com/images/web-30.jpg" alt="" width="500" height="509" /></p>
<p>Bayangkan bila Google atau <a title="Bing" href="http://www.bing.com" target="_blank">Bing</a> adalah sebuah perpustakaan yang besar dan lengkap. Hampir semua buku dapat ditemukan di sana. Sayangnya banyak buku yang antara judul dan isinya tidak berhubungan. Atau banyak buku yang ditulis oleh <em>entah siapa</em>. Kalau Anda sedang menulis suatu karya ilmiah tentu saja hal ini menjadi masalah besar.</p>
<p>Saya setuju dengan pendapat <a title="Afwan Auliyar" href="http://www.afwan.net" target="_blank">Afwan Auliyar</a>, &#8220;<em>Era Web 3.0 adalah era kepercayaan</em>&#8220;. Menurut saya, lebih baik Anda mendapatkan 1 visitor yang percaya pada kredibilitas Anda daripada 100 visitor dari mesin pencari namun tidak mempercayai apa yang Anda tulis.<span id="more-421"></span></p>
<p>Lalu, masihkah SEO diperlukan? Jawaban saya adalah: <em>masih</em>. SEO masih diperlukan sebagai penunjuk jalan ketika pertama kali kita ingin pergi ke suatu tempat. Namun begitu kita sudah mengetahui alamat yang dituju dan kita merasa betah di sana, kunjungan berikutnya mungkin kita sudah tidak memerlukan penunjuk jalan itu lagi.</p>
<p>Misalnya begini, dulu kalau saya ingin mencari artikel ataupun jurnal-jurnal kedokteran saya akan searching di Google. Hasilnya tentu sangat beragam. Terkadang saya menemukan tulisan yang bagus namun tanpa identitas penulis yang jelas. Atau pernah juga dibawa ke situs yang malah tidak berhubungan dengan apa yang saya cari.</p>
<p>Sampai akhirnya saya mengenal <a title="HighWire Press" href="http://highwire.stanford.edu/" target="_blank">HighWire Press</a>, sebuah proyek dari Perpustakaan Universitas Standford yang <em>khusus</em> memuat artikel dan jurnal-jurnal dari majalah atau sumber-sumber yang dapat dipercaya. Tentu saja hal ini akan menghemat waktu saya untuk memilah-milah &#8216;artikel sampah&#8217; (maaf) di Google. Berikutnya sudah jelas, <em>bookmark that page!</em></p>
<p>Untuk alasan yang sama, kedepannya mungkin orang sudah tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu di mesin pencari untuk sekedar mencari lirik lagu maupun berita-berita terkini.</p>
<p><em>*Gambar dibuat dengan <a title="Wordle.net" href="http://www.wordle.net/" target="_blank">Wordle.net</a>*</em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/seo-is-dead.php" rel="bookmark" class="crp_title">SEO is Dead</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/trends-seom-di-tahun-2010.php" rel="bookmark" class="crp_title">Trends SEO/M di Tahun 2010</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/all-seoers-are-liar.php" rel="bookmark" class="crp_title">All SEO&#8217;ers are Liar</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/links-adalah-bahan-bakar-seo.php" rel="bookmark" class="crp_title">Links adalah Bahan Bakar SEO</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/serupa-tapi-sama.php" rel="bookmark" class="crp_title">Serupa Tapi&#8230; Sama!</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/web-3.0-tahu-kemana-harus-mencari.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

