<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Andaka.com &#187; Web 2.0</title>
	<atom:link href="http://www.andaka.com/category/internet/web-2.0-internet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.andaka.com</link>
	<description>My Blog, My Rules : What's the story morning glory?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 09:46:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Account di Twitter</title>
		<link>http://www.andaka.com/6-hal-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-account-di-twitter.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/6-hal-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-account-di-twitter.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 10:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=875</guid>
		<description><![CDATA[Belum punya Twitter? Ayo join sekarang! Meski bukan barang baru tapi belum terlambat kok kalau mau join sekarang. Saya meskipun sudah lama bikin account, tapi baru seminggu ini ikutan nimbrung di situ (sebelum-sebelumnya saya setting feed otomatis dari status Fanpage Andaka.com di Facebook). Awalnya saya mikir, apa sih asiknya Twitter. Bukannya sama aja seperti update status Facebook? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">Belum punya <a href="http://twitter.com/" target="_blank">Twitter</a>? Ayo join sekarang! Meski bukan barang baru tapi belum terlambat kok kalau mau join sekarang. Saya meskipun sudah lama bikin account, tapi baru seminggu ini ikutan <em>nimbrung</em> di situ (sebelum-sebelumnya saya setting <em>feed</em> otomatis dari status <a href="http://www.facebook.com/pages/Andakacom/65095959385" target="_blank">Fanpage Andaka.com di Facebook</a>).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://twitter.com/deddyandaka"><img class="size-full wp-image-879 aligncenter" title="Twitter" src="http://www.andaka.com/wp-content/uploads/2010/02/twitter.jpg" alt="" width="512" height="393" /></a></p>
<p>Awalnya saya mikir, apa sih asiknya Twitter. Bukannya sama aja seperti update status Facebook? Ternyata wah&#8230; seru juga oi <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Nah, tulisan ini ditujukan untuk mereka yang belum punya Twitter atau seperti saya dulu, setelah join Twitter ngga tahu harus ngapain. Ayo buka account Twitter sekarang, lalu ikuti 6 hal yang harus dilakukan setelah join Twitter berikut<span id="more-875"></span>:</p>
<p><strong>1. Pimp Your Profile and Design</strong><br />
Pertama, edit profile dan dandani tampilan Twitternya. Masuk ke bagian Setting, lalu pilih Profile untuk menambahkan nama, lokasi, website dan biodata. Lalu ke bagian Design, di sana kita bisa memilih template yang sudah ada, atau bisa juga mengganti background dengan gambar atau foto yang kita punya. Bisa juga dipilih sesuai dengan warna favorit kita.</p>
<p><em>Stop baca! Lakukan sekarang&#8230;</em></p>
<p><strong>2. Follow Others</strong><br />
Twitter ngga bakal asik klo cuma kita sendirian. So, tambahkan orang-orang yang kita kenal ke daftar follow kita. Bisa dari keluarga atau blogger-blogger yang kita kenal. Untuk rekomendasi awal, saya sarankan untuk follow Twitternya blogger-blogger berikut: <a href="http://twitter.com/enda" target="_blank">@enda</a>, <a href="http://twitter.com/ndorokakung" target="_blank">@ndorokakung</a>, <a href="http://twitter.com/ridu" target="_blank">@ridu</a>, <a href="http://twitter.com/tikabanget" target="_blank">@tikabanget</a> atau <a href="http://twitter.com/radityadika" target="_blank">@radityadika</a> boleh juga tambahkan <a href="https://twitter.com/deddyandaka" target="_blank">@deddyandaka</a> <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dijamin nanti rame deh halaman update-nya. Hehe&#8230;</p>
<p><em>Stop baca! Lakukan sekarang&#8230;</em></p>
<p><strong>3. Install Aplikasi Pendukung</strong><br />
Memang bisa saja kita maen Twitter lewat web langsung, tapi biar nanti nge-twit-nya tambah asik, install aplikasi pendukung. Ada banyak aplikasi pendukung untuk Twitter. Yang saya gunakan sih <a href="http://www.tweetdeck.com/" target="_blank">TweetDeck</a>. Dengan alikasi tersebut, kita ga perlu lagi untuk buka web kalau mau login ke account Twitter kita. Cukup lewat aplikasi tersebut, setiap ada update akan ada bunyinya. *Twiiiiit* <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Stop baca! Lakukan sekarang&#8230;</em></p>
<p><strong>4. Kenali Aturannya</strong><br />
<em>Apa??? Di Twitter ada aturan segala? -</em>Hey hey&#8230; &#8220;Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung&#8221;. Sebelum masuk ke suatu sosial media, ada baiknya kita mengenal &#8220;budaya&#8221; yang sudah ada. Lagipula bukan aturan yang rumit kok <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #993333;"><strong><span style="color: #ff0000;">@</span></strong></span><em><span style="color: #993333;"><strong><span style="color: #ff0000;">username</span></strong></span></em> : simbol ini untuk menyatakan kepada siapa kita bicara. Misalnya kalau ingin menulis pesan di status yang ditujukan ke saya, maka bisa tulis <em>@deddyandaka testing komentar</em>. Perlu diingat, cara ini akan terupdate pada status Anda sehingga akan dapat dibaca oleh semua orang (kecuali anda membuat account Twitter Anda menjadi privat). Dan saya akan menerima notifikasi kalau ada pesan yang ditujukan ke saya. Kalau Anda pilih <em>reply</em>, maka simbol ini akan otomatis muncul.</p>
<p><em><span style="color: #993333;"><strong><span style="color: #ff0000;">D(spasi)username</span></strong></span></em> : ini kalau ingin menulis pesan langsung (<em>direct message</em>) ke username tertentu. Jadi tidak akan terupdate di status. Seperti privat SMS <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Contoh: <em>D deddyandaka ini contoh pesan langsung</em>.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>RT</strong></span> : <em>Re-Tweet</em>, artinya Anda menyampaikan ulang berita yang disampaikan orang lain. Bingung? Ok, misal saya tulis begini: <em>Ada @enda dan @ndorokakung di #TvOne.</em> Nah, ketika Anda re-tweet, maka status Anda akan terupdate begini: <em>RT @deddyandaka: </em><em>Ada @enda dan @ndorokakung di #TvOne</em>. Dan pesan tersebut akan diterima oleh followers Anda.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>#</strong></span> : <em>Hash Tag.</em> Seperti contoh di atas, saya menambahkan # di depan TvOne. Ini akan membuat TvOne menjadi sebuah <em>link</em> yang kalau diklik akan membawa kita ke halaman khusus yang mengumpulkan tulisan dari member Twitter di seluruh dunia yang sedang membicarakan TvOne. Keren kan? <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>140 Karakter</strong></span>. Twitter hanya membolehkan kita menulis 140 karakter pada status kita. Jadi sampaikan pesan seefektif mungkin, bila perlu gunakan singkatan-singkatan yang sudah umum. Kalau ingin menambahkan URL yang panjang, bisa diperpendek dulu di situs-situs seperti <a href="http://bit.ly" target="_blank">bit.ly</a>.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Etika</strong></span>. Anda tak ingin seperti kasus Luna Maya yang dituntut wartawan infotainment karena dianggap menghina kan? Atau seperti kasus <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/19/150802/1302899/10/pro-kontra-marsha-saphira-di-twitter" target="_blank">Marsha Saphira</a> yang sedang panas-panasnya. Yah, musti diingat&#8230; meski ini dunia maya, tapi kita berhadapan dengan orang-orang nyata <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>5. Join The Conversation, Join The BUZZ</strong><br />
Anda bisa saja mengupdate status Anda dengan hal-hal yang Anda suka. Namun untuk awal-awal jangan berharap terlalu banyak kalau status Anda akan ditanggapi orang lain. Lebih baik Anda melibatkan diri pada percakapan orang lain (bisa dengan reply atau re-tweet di atas).</p>
<p><strong>6. Spread Your Tweet</strong><br />
Nah, sekarang waktunya mempromosikan Twitter Anda. Tampilkan di profile Facebook, forum atau bisa juga memasang link di sidebar blog Anda (contoh: lihat sidebar blog ini). Kalau Anda pengguna WordPress akan ada banyak plugin yang memfasilitasi Twitter ke blog Anda.</p>
<p>Ok, sekian dulu. Mudah-mudahan tips singkat ini bermanfaat untuk mereka yang ingin mulai bergabung di Twitter. Ayo nge-tweet, ayo bicara&#8230; <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/andaka.com-on-facebook.php" rel="bookmark" class="crp_title">Andaka.com on Facebook</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/tips-menggunakan-foursquare-4sq.php" rel="bookmark" class="crp_title">Tips Menggunakan Foursquare #4SQ</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/social-media-sebagai-sebuah-platform.php" rel="bookmark" class="crp_title">Social Media Sebagai Sebuah Platform</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/breaking-the-w3c-code.php" rel="bookmark" class="crp_title">Breaking The W3C Code</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/36-days-blog-project-2.php" rel="bookmark" class="crp_title">365 Days Blog Project (2)</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/6-hal-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-account-di-twitter.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Sebagai Sebuah Platform</title>
		<link>http://www.andaka.com/social-media-sebagai-sebuah-platform.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/social-media-sebagai-sebuah-platform.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 06:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi media jejaring sosial mendapat sorotan di TV. Dan untuk kesekiankalinya yang menerima bola panas itu adalah Facebook. Sekedar kilas balik, tentu saja masih kita ingat bagaimana aksi Marshanda yang bikin heboh dengan video curhatnya di YouTube, atau status Luna Maya di Twitter yang bikin telinga wartawan infotainment menjadi merah. Berbeda dengan 2 kasus di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">Lagi-lagi media jejaring sosial mendapat sorotan di TV. Dan untuk kesekiankalinya yang menerima bola panas itu adalah Facebook. Sekedar kilas balik, tentu saja masih kita ingat bagaimana aksi <strong><a href="http://www.andaka.com/marshanda-who-do-u-think-u-are.php" target="_blank">Marshanda</a></strong> yang bikin heboh dengan video curhatnya di YouTube, atau status <a href="http://www.detikhot.com/read/2009/12/16/113338/1261034/230/luna-maya-ngamuk-di-twitter" target="_blank"><strong>Luna Maya</strong></a> di Twitter yang bikin telinga wartawan infotainment menjadi merah.</p>
<p>Berbeda dengan 2 kasus di atas, sorotan di Facebook justru sering mengenai orang-orang yang bukan publik figur. Ada yang disidang karena maki-maki pacar baru dari mantannya (<em>duh ribet</em>), ada juga oknum brimob yang bikin status nyeleneh di Facebook tentang polisi yang tak butuh masyarakat (waktu heboh-hebohnya kasus cicak vs buaya). Atau&#8230; yang paling hangat adalah tuduhan melarikan anak orang!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-842 aligncenter" title="Social Media Logos" src="http://www.andaka.com/wp-content/uploads/2010/02/social-media-logos.gif" alt="" width="465" height="390" /></p>
<p>Mungkin sudah menjadi budaya kita untuk mencari si kambing hitam. Dan ada saja pihak-pihak yang kemudian menunjuk media sosial ini sebagai biang keladinya. Apa memang begitu?<span id="more-840"></span></p>
<p>Menurut saya, Sosial media itu seperti sebuah platform. Dalam konteks ini adalah sebagai bingkai kerja (<em>framework</em>) dari suatu aktivitas manusia. Karena itu tidak selayaknya kita lantas menyalahkan media sosial sebagai pihak yang harus bertanggung jawab (<em>duh&#8230; kayak kasus Bank Century aja&#8230;</em>).</p>
<p>Meski Indonesia dikatakan negara ke-3 di Asia yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang kuat setelah China dan India, nyatanya kita belum sekuat China yang sampai berani melarang akses ke salah satu perusahaan (raksasa) terbaik dunia, Google (baca:<em> <a href="http://brainstormtech.blogs.fortune.cnn.com/2009/12/28/google-v-baidu-which-company-will-win-china/" target="_blank">Google v. Baidu: Which company will win China?</a></em>)</p>
<p>Semua kembali pada yang menggunakan. Apakah untuk niat yang baik ataukah buruk. Dan semua tidak sehitam-putih itu. Kalau sudah begini, masih mau melarang orang menggunakan Facebook? Paling tidak, sampai tulisan ini dibuat, salah satu poin Term di Facebook masih belum berubah.</p>
<p><em><strong>&#8220;You will not use Facebook if you are under 13&#8243;</strong></em></p>
<p>Mungkin batasan usianya perlu dinaikin lagi nih. 17 tahun mungkin? Anda juga bisa melaporkan kalau menemukan pengguna Facebook dibawah 13 tahun dengan mengisi formulir <em><strong>Report an Underage User</strong></em> di <a href="http://www.facebook.com/help/contact.php?show_form=underage" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>*<em>images taken from <a href="http://www.mandarich.com/">mandarich.com</a></em>*</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/andaka.com-on-facebook.php" rel="bookmark" class="crp_title">Andaka.com on Facebook</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/new-wave-the-new-era-of-people-power.php" rel="bookmark" class="crp_title">New Wave: The New Era of People Power</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/6-hal-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-account-di-twitter.php" rel="bookmark" class="crp_title">6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Account di Twitter</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/trends-seom-di-tahun-2010.php" rel="bookmark" class="crp_title">Trends SEO/M di Tahun 2010</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/tips-menggunakan-foursquare-4sq.php" rel="bookmark" class="crp_title">Tips Menggunakan Foursquare #4SQ</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/social-media-sebagai-sebuah-platform.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New Wave: The New Era of People Power</title>
		<link>http://www.andaka.com/new-wave-the-new-era-of-people-power.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/new-wave-the-new-era-of-people-power.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 16:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buzz Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Web 3.0]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[markplus conference]]></category>
		<category><![CDATA[New Wave]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini kita sedang berada di masa transisi. Web 2.0 sedang berada di titik akhir kesempurnaannya. Di sisi lain, Web 3.0 sedang mencari bentuknya. Tidak ada definisi pasti yang dapat menggambarkan masing-masing era perkembangan Web. Saya lebih suka mengatakan bahwa Web 1.0 adalah era yang statis dan ego sentris, Web 2.0 adalah era yang dinamis dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">Saat ini kita sedang berada di masa transisi. Web 2.0 sedang berada di titik akhir kesempurnaannya. Di sisi lain, Web 3.0 sedang mencari bentuknya. Tidak ada definisi pasti yang dapat menggambarkan masing-masing era perkembangan Web. Saya lebih suka mengatakan bahwa <strong>Web 1.0</strong> adalah era yang statis dan ego sentris, <a title="Web 2.0" href="http://www.andaka.com/connect-your-blog-to-facebook.php" target="_blank"><strong>Web 2.0</strong></a> adalah era yang dinamis dengan komponen komunitas dan kontribusi, sedangkan <a title="Web 3.0" href="http://www.andaka.com/web-3.0-tahu-kemana-harus-mencari.php" target="_blank"><strong>Web 3.0</strong></a> adalah era kolaborasi dan masih mengandalkan komunitas di dalamnya. Bedanya, komunitas yang ada kini semakin kuat dan semakin memiliki jati diri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-585" title="The New Wave - People Power" src="http://www.andaka.com/wp-content/uploads/2009/11/the-new-wave-people-power.jpg" alt="the-new-wave-people-power" width="500" height="227" /></p>
<p>Bisa jadi <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/18/0815140/Kehidupan.Sosial.Bagi.Seluruh.Masyarakat.New.Wave" target="_blank">Teori Motivasi dari Abraham Maslow</a> adalah benar, bahwa manusia secara psikologis membutuhkan komunitas untuk aktualisasi diri. Tapi mungkin dia tidak akan menyangka bahwa komunitas akan berkembang menjadi bentuk seperti yang kita lihat saat ini. Komunitas yang ada bukan lagi sekedar sekelompok orang-orang yang memiliki ketertarikan, pekerjaan atau aktivitas yang sama. Mereka menggerakkan. Mereka ingin berbuat sesuatu. Dan mereka tahu&#8230; mereka memiliki kekuatan untuk itu. Kini, &#8220;<em>People Power</em>&#8221; pun memasuki sebuah era baru, era <strong>The New Wave</strong>.<span id="more-572"></span></p>
<p>Tak asing lagi bagi kita, di televisi sering muncul berita mengenai dukungan suatu kelompok di komunitas jejaring Facebook. Masih ingatkah Anda tentang kisah seorang pasien bernama ibu Prita Mulyasari yang menuntut keadilan namun malah dia yang masuk penjara? Masyarakat pun memberikan dukungan melalui situs jejaring Facebook. Ketika artikel ini ditulis, Kelompok &#8220;<strong><a title="Dukung Prita Mulyasari" href="http://www.facebook.com/group.php?v=info&amp;gid=81385199537" target="_blank">Dukung Prita Mulyasari</a></strong>&#8221; berjumlah 94.480 anggota. Jumlah tersebut menurun dibandingkan bulan Juni lalu yang sempat mencatat angka 144.307 anggota. Namun itulah era New Wave dimana setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan apakah mereka bergabung atau tidak.</p>
<p>Kasus yang saat ini sedang panas-panasnya antara <span style="text-decoration: line-through;">cicak dan buaya</span> KPK dan POLRI, dukungan untuk kedua pihak juga mengalir lewat Facebook. Meski bernama &#8220;<strong><a title="200-juta Dukungan Untuk POLRI Ungkap Kasus Pimpinan KPK, Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Rianto" href="http://www.facebook.com/group.php?v=info&amp;gid=165651727443" target="_blank">200-juta Dukungan Untuk POLRI Ungkap Kasus Pimpinan KPK, Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Rianto</a></strong>&#8220;, nyatanya sampai saat ini baru tercatat 72.705 anggota. Masih kalah jauh dibanding dengan kelompok &#8220;<strong><a title="Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Riyanto" href="http://www.facebook.com/group.php?v=info&amp;gid=169178211590" target="_blank">Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Riyanto</a></strong>&#8221; yang sudah mencatat 1.328.302 anggota! Suatu komunitas dapat berkembang dengan begitu cepatnya. <em><strong>Digital People Power</strong></em><strong> benar-benar sebuah kekuatan baru untuk membentuk opini publik</strong>.</p>
<p>Jelas, ini adalah sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan pak Presiden SBY pun memperhitungkan hal ini dalam menentukan sikapnya terhadap isu-isu yang ada, seperti yang termuat dalam artikel berikut:</p>
<blockquote><p>Sebelumnya SBY menyatakan satu bulan terakhir ini dia terus mengikuti berbagai isu dan wacana masyarakat terkait kemelut proses hukum Bibit-Chandra baik lewat media massa, SMS, jejaring Facebook dan Blackberry. Gelombang pro dan kontra, hilangnya rasa kepercayaan dan kecurigaan yang muncul, bagi SBY sejauh ini masih dalam batasan yang wajar. &#8211; <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/11/18/164058/1244224/10/sby-akan-ambil-langkah-hukum-hadapi-kabar-bohong" target="_blank">detiknews.com</a></p></blockquote>
<p>Kita telah sampai pada sebuah era baru, dimana &#8220;sebuah pesan&#8221; begitu mudah disampaikan. Sebuah era dimana telah tersedia media yang memungkinkan virus-virus ide dapat berkembang biak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya.</p>
<p>Selamat Datang!</p>
<p>*<em>Artikel ini ditulis sebagai bentuk partisipasi dalam acara <a href="http://www.markplusconference.com/" target="_blank">Bloggers @ MarkPlus Conference 2010</a></em>*</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/david-vs-goliath-syndrome.php" rel="bookmark" class="crp_title">David vs Goliath Syndrome</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/bloggers-markplus-conference-2010.php" rel="bookmark" class="crp_title">Bloggers @ MarkPlus Conference 2010</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/web-3.0-tahu-kemana-harus-mencari.php" rel="bookmark" class="crp_title">Web 3.0 : Tahu Kemana Harus Mencari</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/seo-is-dead.php" rel="bookmark" class="crp_title">SEO is Dead</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/connect-your-blog-to-facebook.php" rel="bookmark" class="crp_title">Connect Your Blog to Facebook</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/new-wave-the-new-era-of-people-power.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wedding 2.0</title>
		<link>http://www.andaka.com/wedding-2.0.php</link>
		<comments>http://www.andaka.com/wedding-2.0.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 00:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Andaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Wedding]]></category>
		<category><![CDATA[Wedding 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.andaka.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Masih tentang web 2.0, masih juga tentang Facebook. Kali ini dicampur dengan bumbu pernikahan Tanggal 5 dan 7 Maret kemarin saya menghadari acara pernikahan sahabat-sahabat saya, Gus De-Arie dan Widi-Sulis. Yang menarik adalah dua-duanya menggunakan Facebook untuk menyebarkan undangan (tentu saja undangan melalui kartu juga masih mereka lakukan). Bayangkan bila Anda merantau ke negeri orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="dropcap-first">Masih tentang web 2.0, masih juga tentang Facebook. Kali ini dicampur dengan bumbu pernikahan <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tanggal 5 dan 7 Maret kemarin saya menghadari acara pernikahan sahabat-sahabat saya, <strong>Gus De-Arie</strong> dan <strong>Widi-Sulis</strong>. Yang menarik adalah dua-duanya menggunakan Facebook untuk menyebarkan undangan (tentu saja undangan melalui kartu juga masih mereka lakukan).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Sulis and Widi" src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/equindrum/sulis-widi.jpg" alt="" width="324" height="261" /></p>
<p>Bayangkan bila Anda merantau ke negeri orang untuk sekolah dan bekerja, dan kini setelah hampir 9 tahun Anda pulang dan harus menyebarkan undangan pernikahan. Tentu tidak mudah untuk mencari info apakah teman-teman Anda masih tinggal di alamat yang sama dengan 9 tahun yang lalu, kan?</p>
<p><em>Hey, that&#8217;s what Social Networking Sites are for!</em></p>
<p>Memang harus diakui, keberadaan Facebook sebagai icon web 2.0 sangat membantu kita untuk &#8220;<em>connected</em>&#8221; dengan orang lain. Kalau boleh, tagline &#8220;<em>connecting people</em>&#8221; lebih tepat diberikan kepada Facebook ketimbang Nokia <img src='http://www.andaka.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, karena web 2.0 dicampur dengan bumbu pernikahan (web 2.0 + wedding), maka saya sebut saja ini zamannya <strong>Wedding 2.0</strong>. <em>Welcome to the party!</em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.andaka.com/the-wedding.php" rel="bookmark" class="crp_title">The Wedding</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/selamat-bergabung-di-klub-kapan-nyusul.php" rel="bookmark" class="crp_title">Selamat Bergabung di Klub &#8220;Kapan Nyusul?&#8221;</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/connect-your-blog-to-facebook.php" rel="bookmark" class="crp_title">Connect Your Blog to Facebook</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/my-wedding-video.php" rel="bookmark" class="crp_title">My Wedding Video</a></li><li><a href="http://www.andaka.com/seo-is-dead.php" rel="bookmark" class="crp_title">SEO is Dead</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.andaka.com/wedding-2.0.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
