Blog: Antara Attention dan Media Berekspresi

by Deddy Andaka on August 15, 2009

Meski saya sudah ngeblog selama 8 tahun, bukan berarti saya tahu segalanya tentang blog. Saya bukanlah pakar, bukan penulis handal, bukan ahli ngoprek theme-nya WordPress. Saya hanyalah seorang blogger biasa yang senang berbagi. Itu saja. Dalam perjalanan ngeblog ini, saya kerap kali mendapatkan email yang menanyakan tentang seluk-beluk blog. Saya selalu coba menjawab sebisanya, dari sudut pandang saya tentunya. Diterima ya syukur, dibantah ya sudah.

Ada sebuah pertanyaan yang pernah mampir ke email saya dan akan saya bagi kali ini. Begini isinya:

Dok, saya seorang blogger pemula. Saya sudah mencoba menulis blog yang orisinal, tidak copy paste, dan menurut saya bermanfaat untuk orang-orang. Saya pun sudah melakukan blogwalking dan berkomentar yang sopan di blog-blog tersebut. Tapi kenapa ya masih sedikit sekali yang memberi kunjungan balik dan berkomentar di blog saya?

Dahulu, kita lumayan susah mencari ruang atau media untuk berekspresi. Saya masih ingat ketika SMP saya mengirimkan puisi-puisi saya ke redaksi surat kabar Wiyata Mandala (korannya pelajar-red) dan menunggu dalam ketidakpastian untuk sekedar agar karya saya dibaca orang. Dan ketika dimuat, senangnya bukan kepalang (padahal ga dapet honor). Surat kabar, televisi atau radio adalah media berekspresi yang cukup handal saat itu. Mereka memiliki orang-orang yang siap memberi perhatian (attention).

Saat ini, media berkespresi begitu terbuka. Blog dan Youtube adalah contoh yang sempurna untuk menggambarkan hal ini. Sekarang siapa saja dengan mudah membuat blog dan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Siapa saja dengan mudah membuat video tentang dirinya agar bisa ditonton orang-orang. Masalahnya, perhatian (attention) yang semakin susah untuk dicari.

Masalah tersebut kurang lebih dapat saya gambarkan seperti grafik di atas. Ketika media berekspresi (warna hijau) semakin terbuka seiring bertambahnya waktu (grafik naik ke atas), perhatian (warna merah) justru semakin susah untuk didapatkan (grafik turun ke bawah).

Ketika tahun 2000-2002, blogger masihlah sedikit. Munculnya blogger baru dengan mudah diketahui orang-orang. Tahun 2005 saja Technorati mencatat blog baru muncul setiap 2,2 detik atau 38.000 blog baru setiap hari. Apalagi sekarang…

Lalu apa donk solusi untuk pertanyaan email di atas? Saya sih menyarankan untuk kembali ke hakekatnya; bahwa blog itu untuk berbagi, bukan untuk mencari perhatian, apalagi mencari sensasi. Kalau sudah begitu, dapet ga dapat pengunjung, ada atau tidak ada komentar, ngeblog jalan terus! Setuju? ๐Ÿ˜‰

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

{ 23 comments… read them below or add one }

Anonymous January 1, 1970 at 8:00 am
wira August 15, 2009 at 10:37 pm

merdeka….!!! eh salah, maksud saya, setuju…..!!! ๐Ÿ™‚

Reply

Deddy Andaka, dr August 16, 2009 at 7:30 am

Hehe… rasa nasionalisme-nya lagi tinggi ya bli? Pantesan, ternyata habis pasang bendera ya… ๐Ÿ˜€

Reply

Nasir August 16, 2009 at 12:53 am

setuju banget bro…!!! keep writing in order to share…

Reply

Deddy Andaka, dr August 16, 2009 at 7:32 am

Semangat untuk saling support juga musti tetep dijaga ya dok ๐Ÿ˜‰

Reply

Didi Suprapta August 15, 2009 at 6:16 pm

100% setuju dok…

Reply

Yanuar August 16, 2009 at 2:51 am

yoih..
jadi inget beberapa waktu yang ada istilahblog jablai, jangan komen blog seleb, dan lain..lain
hanya gara-gara sepinya komen hi.hi.hi.. ๐Ÿ˜€
ahh.. niatnya nulis yaa nulis..
gitu aja kok repot
๐Ÿ™‚

ngingetin aja
http://yanuar.kutakutik.or.id/around-the-world/jangan-komen-di-blog-selebritis/

Reply

Deddy Andaka, dr August 16, 2009 at 7:30 am

Wah, ada yang beginian ya? Hahahaโ€ฆ saya malah baru ngeh klo dulu ada gerakan kayak gini. Untungnya saya bukan seleb blogger ๐Ÿ˜›

Reply

Roshi August 16, 2009 at 12:01 pm

Setuju banget…yang penting keep nulis dan berbagi informasi dan ilmu, sukur2 dapet banyak pengunjung. Kunjungi saya kembali yach.

Reply

Deddy Andaka August 15, 2009 at 8:24 pm

Ada saran lain ga yang bisa dibagi ke blogger pengirim email?

Reply

diptara August 16, 2009 at 12:05 pm

Saya juga setuju “Untuk berbagi” dan kalau bisa tanpa pamrih. Seperti pamrih akan terkenal, akan dapat uang, akan dapat ini, akan dapat itu ….. dan masih banyak lagi

Reply

Deddy Andaka, dr August 18, 2009 at 10:43 pm

Menurut saya, terkenal dan dapat uang dari blog itu hanyalah efek samping dari ngeblog. Kalau datang ga perlu ditolak kan? ๐Ÿ˜‰

Reply

ika August 16, 2009 at 1:01 pm

setuju abis pak,, yang penting mengeluarkan apa yang ada di pala dan pengen berbagi aja.. kalo dikunjungi ya sukur kalo ndak ya… berusaha utk dapat kunjungan..hehe lowh? :mrgreen:

Reply

Berita Bola August 16, 2009 at 11:40 pm

Artikel yang menarik. Keep posting bro!

Reply

yudi August 17, 2009 at 9:50 am

yang penting nulis2 aja dulu, blogger adalah orang yang suka nulis (walau kadang ngawur) :mrgreen:

Reply

Uungsupra August 17, 2009 at 6:37 pm

Merdeka, ya benar juga ngeblog sih ya bebas aja, biar merdeka….tapi tetap niat berbagi, ya setuju…. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

Reply

zee August 17, 2009 at 7:23 pm

Hai Dok,
Setuju.
Awalnya memang selalu berharap ada komentar, tp lama2 jd mikir, kalo selalu mengharapkan komentar, menulis pun mungkin tidak bisa selepas dan seplong dulu karena ada harapan agar tulisan kita disukai sama para komentator.
Jd memang sebaiknya kembali ke hakikat ngeblog, yaitu untuk sharing. Mo kasih komen ya syukur, enggak jg gpp……. yg penting kan ikhlas ๐Ÿ™‚

Reply

Haris August 17, 2009 at 10:32 pm

Happy Independence Day, dok. kalau untuk berbagi atau media berekspresi mungkin blogging tidak akan membuat seseorang (blogger) huru-hara mikirin ‘how to make money’.

saya sendiri kerja di media, tapi apa yang saya tulis di blog tidak bisa dimuat di media yang saya kelola sendiri. jadi lebih kepada blogging untuk mengekspresikan talenta yang tidak bisa tersalurkan lewat majalah, koran, tabloid, dll.

teruslah berbagi…

Reply

Deddy Andaka, dr August 18, 2009 at 10:39 pm

Tapi ada juga lho yang mendapatkan uang dari membagi cara mendapatkan uang ๐Ÿ™‚ Seperti kata pepatah, semakin banyak yang Anda beri akan semakin banyak yang Anda dapat…

Reply

Didi Suprapta August 17, 2009 at 11:06 pm

hmmm, kalo permasalahannya seperti yang dialami oleh blogger pengirim email, mungkin terletak pada tulisannya dok.ketika saya memutuskan berkomentar di blog ini, itu karena saya merasa ada sesuatu yang harus dikomentari. mungkin karena menarik, mungkin karena saya tidak setuju dg pendapat yg disampaikan, atau ingin menambahkan sesuatu.seperti komentar saya tdi atas, meski singkat tp itulah ketertarikan saya utk komentar.komentar di blog juga bermacam2, ada yg tujuannya sharring, ada juga yg sekedar say hello. jika menginginkan komentar yg berbobot dan mendukung tulisan, pastinya tulisannya harus menarik dong…jadi kembali lagi, cuma masalah tulisan. ketika pertama kali ngeblog, jangankan komentar, orang mampir ke blog juga jarang. tp tetap, keep blogging. dan akhirnya meski gak banyak, setiap menulis akhirnya ada juga yg komentar.

Reply

Pakde Cholik August 24, 2009 at 5:37 pm

Sebaiknya memangbegitu, niat yang lurus, ngeblog sebagai ibadah sehingga barokah dan tidak menjadikan kita cepat marah.
Ngeblog terus saja.
Salam hangat dari Surabaya

Reply

Si Hobi Baca Blog September 5, 2009 at 10:45 pm

Ya ampun… suka puisi juga ya?! Sama dunk. Pas SMP aku juga suka ngirim2 puisi dan kalo dimuat di koran lokal meski honornya ga seberapa, tapi rasanya seneng banget. Sekarang asik ada blog n Facebook, bisa berekspresi dan berbagi dengan teman2 jadi lebih mudah.
Keep Bloging,Keep Smiling ๐Ÿ˜›

Reply

TuSuda September 7, 2009 at 10:14 pm

Setuju sekali. Mari kita terus ngeblog, tanpa putus asa untu berbagi kata bersama…

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: