Bintang Jatuh
SMS diterima [8/11/2004 - 19:16:53] :
” Aku cape, aku letih..
Aku muak dengan semua yang ada…
Ingin rasanya aku pergi meninggalkan dunia ini…
Terbang jauh entah kemana…
Semua beban terasa berat,
aku tak sanggup lagi menahannya.
Tidak ada satu pun yang ngerti aku.
GA ADA YANG TAHU.
Ga ada yang ngerasain danngertiin,
HATIKU LETIH.
Ntah apa yang harus kubuat.
Ntah apa yang ada padaku esok hari.
Aku tidak punya apa-apa lagi.
Sudah tak kuat lagi..
cukup sampai di sini..
Aku ingin pergi jauh dari sini”
REPLAY [20:12:34] :
“Sory baru liat SMS. Kmu kenapa? Kmu gpp kan?” [Pertanyaan bodoh!]
[Status: Delivered]
[Hening… kosong… tak ada balasan…]
SMS dikirim [20:21:31] :
” Jika bebanmu terasa semakin berat, berhentilah sejenak…
Kaki mungilmu bukan roda yang harus terus berlari
Jika ingin terbang, terbanglah sejauh yang kau mampu…
Tanganku mungkin lemah, tapi aku coba untuk memikul bebanmu
Sayapku mungkin rapuh, tapi aku coba mengejar kemanapun kau pergi
-mencoba temani kamu dalam ketiadaanku -
Ada hari-hari kita yang tidak hitam - tidak putih, tidak panas - tidak dingin, tidak menyenangkan -tidak membosankan. Dan semua itu bisa menjadi lebih cerah, menyejukkan, dan menyenangkan ketika kita mau berbagi. ”
[Status: Pending]
Lalu aku mencoba telp, yang ada malah “Tekan bintang untuk meninggalkan pesan…”
Begitu banyak bintang di langit, haruskan ku tekan satu per satu?
To be continued
Entah entry ini akan dilanjutkan atau tidak aku juga tak tahu. Biar Waktu yang kan menjawab…
Tags: Bintang Jatuh

Jurnal pribadi 

No comments yet.