Ada Begitu Banyak Pilihan

Tulisan seorang blogger senior, Nuniek, yang berjudul “Dunia Blog Indonesia, Dulu dan Kini” menginspirasiku untuk menulis postingan kali ini. Meski formatnya seperti ini, serius, ini bukan puisi ;)

Dulu, hanya ada 1 siaran televisi yang bernama TVRI.
Sekarang, sudah begitu banyak televisi swasta yang tumbuh.

Dulu, hanya ada Honda.
Sekarang, sudah ada Yamaha, Suzuki, Jia Ling, TVS dll…

Dulu, hanya ada Internet Explorer.
Sekarang, sudah ada Opera, Firefox, Netscape, Safari, Flock dll…

Dulu, hanya ada Nexia.
Sekarang, sudah ada Ragnarok, Tantra, RF, PangYa, Deco, dll…

Dulu, hanya ada Simpati.
Sekarang, ada XL bebas, Jempol, Mentari, IM3, Three, Kartu As, dll…

Dulu, sedikit sekali band yang bisa rekaman mayor label.
Sekarang, ada Peter Pan, Nidji, Letto, Samson, Repvublik, dll…

Dulu, 1 kecamatan hanya ada 1 dokter.
Sekarang, 1 desa bisa ada 10 dokter.

Dulu, hanya ada sedikit blogger.
Sekarang, blogger sudah seperti jamur yang tumbuh di musim hujan.

dan masih banyak lagi daftar ‘Dulu’ dan ‘Sekarang’ yang lain…

Ada begitu banyak pilihan dan akan selalu bertambah seiring waktu.
Bagaimana anda memilih 1 dari sekian banyak pilihan?
Bagaimana agar produk/jasa/blog anda dipilih dari sekian banyak pilihan?
Bagaimana agar tetap eksis dari begitu ketatnya persaingan?

This entry was posted in Blog, Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

19 Comments

  1. Posted April 16, 2008 at 3:42 am | Permalink

    ada yg miss … banyak juga yg anti bloggr kayak RS :-P

    • Posted April 19, 2008 at 5:34 pm | Permalink

      untungnya untuk jenis yang kayak gitu ga banyak pilihannya :lol:

  2. Posted April 16, 2008 at 4:50 am | Permalink

    dulu, pisang goreng Rp 50
    sekarang, pisang goreng Rp 500 :sad:

  3. Posted April 16, 2008 at 12:08 pm | Permalink

    Bagaimana anda memilih 1 dari sekian banyak pilihan?

    pilih yang murah dan bagus…

    ada gak ya :D

    • Posted April 20, 2008 at 12:06 am | Permalink

      kayak perang tarif kartu selluler aja.
      Yang penting “tanpa tapi” :lol:

  4. Posted April 16, 2008 at 5:37 pm | Permalink

    Walaupun dibilang bukan puisi, tapi postingan ini memang mirip puisi ya?! :mrgreen:

  5. Posted April 16, 2008 at 5:45 pm | Permalink

    Tadi dah komen, tapi masuk ga ya?

  6. Posted April 17, 2008 at 9:56 am | Permalink

    Jangan berhenti untuk terus “berjualan” dengan smart [ukuran subjektif :grin: ], meski hanya mendapat langganan tetap seumur hidup berjumlah 1 orang :mrgreen:

    • Posted April 20, 2008 at 12:09 am | Permalink

      jualan apa nih yang bisa bertahan seumur hidup dengan 1 orang pelanggan?

  7. Posted April 17, 2008 at 11:25 am | Permalink

    Dulu, hanya ada Internet Explorer.
    Sekarang, sudah ada Opera, Firefox, Netscape, Safari, Flock dll…

    Dulu, hanya ada Simpati.
    Sekarang, ada XL bebas, Jempol, Mentari, IM3, Three, Kartu As, dll…

    seinget gue duluan Netscape deh dari pada IE :)
    dan duluan mentari dari simpati :)

  8. Posted April 17, 2008 at 12:43 pm | Permalink

    Dulu pacarnya banyak.. sekarang istrinya satu :)

    gak nyambung yak

  9. Posted April 17, 2008 at 2:06 pm | Permalink

    wah.. harus pilih 1 ya? ga bole poliandri?

  10. Posted April 19, 2008 at 6:41 pm | Permalink

    dulu 1 dollar = 2500 rupiah, sekarang 1 dollar = 9000 rupiah
    dulu 1 orang hanya punya 1 cwek, sekarang 1 orang dikerubutin banyak cewek :D
    hehehehehehehe
    oh ya dulu hanya ada sepakbola lapangan, sekarang ada yang namanya futsal :P

  11. Posted April 19, 2008 at 9:27 pm | Permalink

    Bagaimana agar produk/jasa/blog anda dipilih dari sekian banyak pilihan?
    ———————–
    tunggu postingan Deddy selanjutnya :)

  12. Posted May 2, 2008 at 4:31 pm | Permalink

    dulu saya muda, sekarang rada tua dikit :D

    mas sekalian mo nanya, ajarin cara bikin PAGE ARCHIVES seperti di blog ini donk?? itu pake plugin atau manual?? bisa ngelompokin berdasar tahun dan bulan gitu. thx b4

  13. Posted August 31, 2008 at 11:17 pm | Permalink

    ya, teknologi terus berkembang dan bakal tidak akan ada habisnya, ini juga merupakan pertanda yg baik bahwa teknologi tidak akan mati, terus berevolusi.

One Trackback

  1. [...] pandangan kita terhadap mitos-mitos tersebut. Semoga dr. Cock dan salah satu sahabat saya, dr. Deddy setuju dengan postingan saya [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe without commenting