RSS: Pedang Bermata Dua
Sekapur Sirih tentang RSS :
- RSS: Pedang Bermata Dua
- RSS: Sebuah Media Promosi
- RSS: Rasa Sayang-Sayange
Mumpung ada yang nanya tentang apa itu RSS, jadi kali ini aku pengen nulis tentang makhluk yang satu ini. RSS (Really Simple Syndication) emang bukan barang baru, namun sering kali keberadaannya masih dipertanyakan. Untuk apa sih RSS?
Ada yang bilang RSS adalah Rumah Sangat Sederhana. Lihat saja RSS blog ini, sangat sederhana kan? Tak perlu banyak waktu untuk membuka blog ini karena tampilannya memang sangat sederhana. Teknologi RSS dibangun untuk memberikan akses kepada pengunjung untuk berlangganan isi (subscribe) dari suatu website. Untuk itu diperlukan juga pengumpul dan pengirim berita yang dapat dianalogikan seperti loper koran, dimana setiap terbit koran baru si loper koran ini bertugas membawa koran tersebut ke pelanggan. Bayangkan jika tidak ada loper koran, pembaca musti mencari sendiri untuk membeli koran. Repot kan? Bedanya, berlangganan RSS itu GRATIS!
Ada pula yang menganalogikan RSS itu seperti sebuah jendela yang dibuka lebar-lebar oleh pemiliknya. Orang dapat melihat isi rumah tanpa harus masuk ke dalam rumah tersebut. Teknologi ini juga dimanfaatkan untuk blogger yang doyan blogwalking. Dengan memanfaatkan RSS feed, maka weblog-weblog favorit bisa dikumpulkan ke dalam 1 keranjang, sehingga kita cukup membuka keranjang tanpa harus mampir ke masing-masing weblog tersebut. Salah satu contoh keranjang weblog Indonesia dapat dilihat di Planet Bloggerian. Untuk berlangganan secara personal ke suatu weblog bisa juga dilakukan melalui email. Tentunya hal ini dapat menghemat waktu dan tenaga.
So, mengenal RSS cukup menyenangkan bukan?
Eits… tunggu dulu, judul postingan ini adalah RSS: Pedang Bermata Dua. Bagi pembaca, RSS memang dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mengakses info dari suatu weblog. Bagi publisher (penulis weblog), RSS dapat memberi manfaat untuk tetap menjaga ‘hubungan’ dengan pelanggan (pembaca weblog). RSS juga dapat menunjukkan seberapa bermanfaat dan menariknya isi dari suatu weblog sehingga orang memutuskan untuk berlangganan. Dengan asumsi, semakin banyak yang berlangganan maka isi sebuah weblog dianggap semakin bermanfaat dan menarik.
Namun di sisi lain, RSS juga memberikan dampak yang kurang menyenangkan bagi publisher bila RSS tidak dikelola dengan baik. Bayangkan jika orang cenderung untuk hanya melihat barang dagangan di etalase tanpa pernah masuk ke sebuah toko, tentunya transaksi tidak akan pernah terjadi kan? Begitu pula RSS. RSS dapat menurunkan jumlah pengunjung karena orang dapat melihat isi tanpa harus mampir ke weblog tersebut, otomatis… jumlah pengunjung yang tercatat akan menurun. Tentunya hal ini akan memberikan dampak negatif bagi mereka yang bermain iklan (baca: adsense) atau program blog moneytized yang lain. Hal ini berdampak pula pada pencarian di Search Engine. Orang lebih memilih berlangganan melalui RSS feed, lalu mereka melakukan backlink terhadap halaman RSS feed tersebut, maka seringkali halaman RSS feed justru memiliki ranking yang lebih tinggi dibandingkan artikel aslinya di mesin pencari (walaupun ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual). Yah, perankingan di search engine memang selalu menjadi misteri… Lebih jauh lagi, popularitas di mata Alexa pun akan menurun.
Nah, RSS adalah pedang bermata dua. Bijaksanalah menggunakannya ![]()


Jurnal pribadi 






Aduh makasih ya tulisan2nya selalu bikin kita yang baca nambah ilmu
Sama2 mas Landy, tulisan saya ini cuman kasarnya aja kok… Ilmunya ga seberapa…
uhm! .. gunakanlah custom RSS
content yang tampil di RSS reader, bisa dibikin sebagai preambule nya aja, supaya orang tetep buka website/weblog 1)
hal ini tampaknya belom bisa untuk yang free hosted blog kaya’ di wordpress.com dan blogger.com
soalnya di mereka, cuma bisa short feed dan long feed,
sementara implikasi short feed agak merugikan untuk “link to this post” atau “pingback” ..
jadi yang custom made, atau yang self hosted blog bisa sedikit me modif code/script engine blog mereka untuk RSS custom tersebut.
1) gue lebih seneng weblog dari pada webblog
maabh ralat.
di free host wordpress.com bisa custom RSS
maabh..
isi di excerpt nya, maka whala! anda punya custom RSS
Setuju banget Son, itu solusinya!
thx ded.. nice info ^^ cukup menggambarkan apa itu RSS
Kira-kira saran konkritnya apa mas?
silakan dibaca di postingan selanjutnya
aduh pak, ilmu ini sangat berharga, saya ndak pernah kepikiran kayak gitu pak. duluna sih seneng2 aja pas banyak yang nge-feed blog mp3 saya,,tapi belakangan emang lumayan berpengaruh sih dengan jumlah visitor yang menurun…
salam kenal, informasi yang menarik, Trims.
“walaupun ranking #1 di search engine bukan jaminan produk laris manis terjual”
wah … sangat nyindir nih ….
tapi tentu akan bantu media promosi … tentu pengaruh juga di jualan produk/jasa
Hehe… gimana dagangannya Mik? Laris manis? Bisa tuh bikin judul buat mengcounter kalimat di atas. Bilang aja “Untung #1 di google, coba kalo ngga… ”
hehe saya mah ga peduli..tetep kasih full excerpt…
kemarin ada yg jual blog berdasarkan jumlah pembaca rssnya kan…semakin banyak jumlah pembaca rss semakin tinggi nilai jual blog itu CMIIW
Iya, sekarang jumlah pembaca RSS mulai mendapat perhatian lebih tuh. Emang semua ada konsekuensinya ya… Kalau bisa menawarkan sesuatu yang lebih pada blog, meski full excerpt pembaca juga tetep akan datang.
Salam kenal boss, Thanks artikel nya
sorry dobel post! kalau mau bikin kayak ‘planet bloggerian’ itu, pake plugin atau apa ya? , kalau plugin nya apa? Thanks.
Bisa pake plugin Syndication, ada banyak jenisnya… disa dilihat di Wordpress Plugins Syndication
Wah saya ternyata ketinggalan jaman bgt neh….apa itu RSS juga saya gak tau…Saya taunya bikin website pake dreamweaver…trus di upload…sedh euy gaptek bgt…
Mas Adi, itu websitenya di-Wordpress-kan saja
Jadi lebih enak ngaturnya… Salam…
Tapi bukankah masih lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya mas?
Walaupun saya juga termasuk orang yang sukanya lihat etalase doang, seperti pernah saya tulis disini
Seperti yang saya tulis di commentnya Cosa, untung ruginya musti dipertimbangkan juga dari seberapa “maju”-nya blog kita.
se-7 dan sepakad. pembaca seh enakan dikasih full, tapi sebagai penjual kan mending tarik masuk si pengunjung ke dalam toko. jangan disuruh puas hanya dengan liat etalase doang. rugi di bandar dong hahahahahaha
RSS memang memermudah pengunjung untuk melihat dan menelusuri apa yang telah di-update ke dalam blog kita. Namun jika menuduh RSS mengurangi jumlah hits pada blog yang sesungguhnya [ketimbang halamn RSS] maka saya tidak sepenuhnya setuju.
Kembali kepada pertanyaan awal, kenapa saya ingin membuat blog? Saya ingin membagi hasil pemikiran saya dengan siapapun di internet. Jika ada orang yang tertarik dan ingin lebih lanjut berdiskusi dengan apa yang sedang saya perbincangkan ke dalam blog, maka tujuan saya membuat blog sudah tercapai.
Ada yang menjawab saya ingin membuat blog untuk mencari penghasilan. Maka yang harus saya lakukan adalah membuat blog dengan tema, topik, dan content yang dapat menarik perhatian dan membuat pengunjung mau berinteraksi dengan apa yang saya tawarkan di dalam blog saya. Secara sederhana, blog saya harus ada pengunjung. Tak ada pengunjung, tak ada trafik, maka tak ada penghasilan.
Saya masih menganggap bahwa content is the king. Segala tentang blog sesungguhnya berinti kepada content. Content bagus, selalu update, membuat pengunjung lama tetap loyal, dan pengunjung baru akan memiliki ‘nafsu’ untuk kembali bertamu. Problogger dan DailyBlogTips adalah contoh yang bisa saya kemukakan dalam hal ini. Saya berlangganan RSS mereka, namun saya tetap mengunjungi homepage mereka secara rutin. Paling tidak secara rutin dua hari sekali. Karena saya merasa ada sesuatu yang ditawarkan lebih pada situs aslinya, ketimbang hanya membaca posting dari RSS feed.
RSS memang serupa etalase, dan etalase memang bertujuan untuk memajang produk yang kita tawarkan. Jika produk tersebut memang menarik dan dibutuhkan oleh pengunjung, maka sebuah kepastian jika mereka masuk dan membeli.
[maaf, malah bikin posting di sini... :-)]
Backlink ke halaman RSS? Berarti kemungkinan dia menggunakan feedburner ya Mas?
Kalau saya lebih seneng di RSS dikasih permalink ke postingan, jadi kalo ada orang mo ngelink bisa tau URL postingannya.
wah, benar sekali ini
trims infona, baru dapat dari blogna mas cossa alamatna.
sebenarnya dulu mo bikin rss tapi gak bisa, entah kenapa linkna mati
mo coba lagi deh
Ayo mas coba bikin lagi RSS-nya… dan jangan lupa sharing pengalaman…
aku nggak pake rss hwe… soalna aku ngejar visitor di blog aku biar entar ada yang ngeklik adsense.. hewhewhew….
Coba aja RSS-nya mas. Siapa tahu malah meningkatkan loyalitas pembaca terhadap blog anda sehingga bukan cuma pengunjung setia, tapi sampai menyampaikan ke orang lain lagi…
Wah kalo blog saya pengunjungnya saja msh bs dihitung dengan jari, jd msh perlu kerja keras dok, ga usah pusing masalah rss dulu, hehe
Respond from other blog
[...] sebelumnya, jadi ingin melanjutkan tulisan tentang makhluk bernama RSS ini. Dari postingan sebelumnya : Bayangkan jika orang cenderung untuk hanya melihat barang dagangan di etalase tanpa pernah masuk [...]
Pingback by RSS: Sebuah Media Promosi | Deddy Andaka's Blog — br> December 1, 2007 @ 9:19 am
[...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita [...]
Pingback by RSS - Pedang Atau Benang? | Cosa Aranda — br> January 4, 2008 @ 11:33 am
[...] about RSS( Rich Site Summary or Really Simple Syndication), I agree what mas Deddy said at tajamnya pedangnya RSS. as we know RSS is like when you come to the mall and just for looking at the furniture, or kind of [...]
Pingback by Arham Journey | Blogpreneur » Blog Archive » How To Manage RSS feed and keep Blogwalking ? — br> January 4, 2008 @ 5:28 pm
[...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita [...]
Pingback by blog.adsensemaster.net » Blog Archive » RSS - Pedang Atau Benang? — br> January 6, 2008 @ 5:41 pm
[...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita [...]
Pingback by RSS - Pedang Atau Benang? | News Feed — br> January 6, 2008 @ 8:28 pm
[...] untuk yang belum mengikuti, begini kronologinya. Pada postingan pertamaku tentang RSS aku menyebutkan : Namun di sisi lain, RSS juga memberikan dampak yang kurang menyenangkan bagi [...]
Pingback by RSS: Rasa Sayang-Sayange | Deddy Andaka's Blog — br> January 7, 2008 @ 10:54 pm
[...] dapat memaklumi pendapat dari mas Deddy dalam tulisannya yang membahas tajamnya pedangnya RSS. Pun juga memahami ketakutan dari teman-teman akan berkurangnya pengunjung blog atau situs kita — [...]
Pingback by Cosa Aranda Fans Club » Blog Archive » RSS - Pedang Atau Benang? — br> January 14, 2008 @ 4:57 pm
[...] trafik pengunjung yang berkurang. Dokter Deddy dan mas Cosa, jauh sebelumnya pernah menulis tentang tajamnya pedang RSS dan fungsi RSS yang seharusnya. Jadi rupanya membatasi content feed RSS bukan solusi yang tepat [...]
Pingback by Content Feed RSS Dipotong Bikin Pengunjung Kecewa | Cosa Aranda — br> July 25, 2008 @ 10:32 am
[...] trafik pengunjung yang berkurang. Dokter Deddy dan mas Cosa, jauh sebelumnya pernah menulis tentang tajamnya pedang RSS dan fungsi RSS yang seharusnya. Jadi rupanya membatasi content feed RSS bukan solusi yang tepat [...]
Pingback by Content Feed RSS Dipotong Bikin Pengunjung Kecewa — br> July 25, 2008 @ 11:59 pm