Hehe… sepertinya judul di atas cukup mewakili isi dari postingan berikut. Iya, sejak awal tahun 2010 ini rekening Bank-bank yang ada di Indonesia sudah bisa digunakan untuk verifikasi Paypal. Tanpa kartu kredit! Kalau sebelumnya harus memiliki kartu kredit terlebih dadulu; atau bisa juga dengan VCC (Virtual Credit Card), sekarang sudah tidak perlu lagi. Cukup dengan rekening tabungan di Bank sudah bisa memiliki account Paypal yang verified! Legal pula…
Caranya pun cukup mudah:
- Tambahkan account Bank Anda ke account Paypal di My Account > Profile > Add/Edit Bank Account, lalu klik ADD.
- Setelah itu Anda akan diminta untuk mengisi data Country, Name on account, Bank name, Bank Code dan Account number. Untuk Name on account harus sama antara nama rekening Bank dan nama di Paypal. Untuk Bank name dan Bank Code dapat dilihat di sebelah kotak Bank code. Atau bisa juga diakses di Daftar Kode Bank di Indonesia yang diterima Paypal (login terlebih dahulu ke Paypal untuk melihat halaman tersebut), setelah itu CONTINUE. Nah, tahap menambahkan rekening bank ke Paypal cukup sampai di situ.
- Untuk verifikasi, bisa dilakukan dari My Account > Overview, lalu bisa klik status verifikasinya. Ikuti langkah-langkah yang ada, nanti Paypal akan mengirimi uang ke rekening Anda (ada 2 transaksi), prosesnya bisa 2-4 hari, jumlah kedua nilai transaksi tersebut digunakan untuk verifikasi bahwa account Anda memang benar-benar dapat dikirimi uang. Hehe…
Yep, sesederhana itu. Mudah-mudahan bisa diikuti meski tanpa screenshot. Setelah Paypal Whistlist akhir tahun lalu, proses verifikasi Paypal lewat rekening Bank ini cukup membawa hawa segar bagi pencari $ di Indonesia.
Ah iya, klo sudah berhasil memverifikasi Paypal Anda, saya ngga keberatan kok kalau ditraktir secangkir kopi lewat tombol di bawah ini. Hehe…







Menipu Pengunjung dengan Auto Content
Beberapa hari yang lalu seorang teman menceritakan tentang pengalamannya dengan mesin pencari Google. Ketika dia sedang mencari informasi, muncullah sebuah website yang cukup sering nongkrong di halaman pertama untuk beberapa keyword yang dia coba. Namun setelah dia berkunjung ke sana, dia cukup kecewa karena ternyata tidak ada informasi yang dia cari. Yang ada malah link-link hasil pencarian dari mesin pencari Google. Suatu informasi yang bisa Anda dapat langsung dari Google! Anda akan dibawa berputar-putar di situs tersebut. Bahkan yang lebih parah lagi, ada situs yang bila linknya diklik hanya akan menampilkan halaman serupa, tidak seperti Google yang membawa kita ke situs sebenernya.
Matt Cutts, kepala Google’s Webspam team, sempat menyebutkah hal seperti ini dalam tulisannya yang berjudul “Search results in search results“. Kita mengenalnya dengan Website Auto Content. Wow… apalagi ini?
Auto Content atau lengkapnya Auto-Generated Content adalah suatu teknik membuat konten secara otomatis dari berbagai sumber, kadang memang ada yang berguna, namun sayangnya kebanyakan para pembuat situs itu hanya mengambil hasil pencarian di Google kemudian menampilkannya di situs mereka. Karena beberapa faktor kelemahan Google dalam menyaring situs spam seperti ini, semakin lama akan semakin bertambah situs Auto Content yang akan menghiasi halaman pencarian Google. Beberapa dari mereka yang menggunakan teknik ini mengatakan kalau hasilnya cukup menakjubkan, bisa menaikkan traffic sampai buuanyak kali lipat dalam hitungan jam sampai hari.
Tergoda dengan cara instant ini, maka banyak orang yang akhirnya ikut-ikutan memasang Auto Content tanpa tahu efek buruknya. Bahkan beberapa memasang Auto Content di domain pribadi mereka. Bayangkan saja jika sampai dibanned Google, situs mereka akan hilang atau tampil buruk di mesin pencari. Read More »